Selasa, 17 Oktober 2017

UU Ormas Lebih Konstitusional Ketimbang Perppu Terbitan Jokowi

RMOL. Pada dasarnya semua kelompok masyarakat sepakat bahwa segala hal yang anti Pancasila harus dibubarkan. Begitu kata anggota Komisi II DPR RI, Yandri Susanto menyikapi proses pembahasan Perppu 2/2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang tengah berproses di parlemen.

Namun begitu, sambungnya, kesepakatan terhadap pembubaran ormas anti Pancasila itu bukan berarti membenarkan Perppu Ormas terbitan Jokowi akan mudah diterima menjadi UU. Ini lantaran pengesahan Perppu Ormas akan menjadikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sebagai hakim tunggal dalam penetapan suatu kelompok mengganggu Pancasila atau tidak.

 "Kalau ada perppu semuanya bisa dibubarkan, semuanya ditafsirkan Mendagri, nah kalau nanti Mendagri ganti bagaimana, kan tafsirnya beda lagi," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Rabu (18/10). Menurutnya, UU 17/2013 tentang Ormas sudah cukup untuk mengatur keberadaan ormas.

Pengaturan ormas dalam UU ini juga lebih konstitusional karena pembubaran dilakukan melalui proses pengadilan. "Kalau sekarang kan tidak bisa, kalau kata Mendagri melanggar ya langsung dibubarkan," demikian Yandri yang juga Ketua DPP PAN. [ian] http://politik.rmol.co/read/2017/10/18/311538/UU-Ormas-Lebih-Konstitusional-Ketimbang-Perppu-Terbitan-Jokowi-

Minggu, 15 Oktober 2017

PERPU ORMAS HARUS DITOLAK, INI ALASAN UTAMANYA

Berikut ini kami sampaikan sebuah fakta yang digali dari buku karya seorang ahli sejarah Prof. Salim Said mengenai tragedi 1998 yang mengerikan. Apa yang terjadi ditahun-tahun itu, siapa yang terlibat, apa motifnya, semua akan dikupas habis di sini, orang islam harus tau kenapa perpu ormas harus ditolak, alasannya karena sejak tahun 1998 penguasa sudah merencanakan deislamisasi alias menghapus islam dari negeri ini, dan salah satu caranya adalah dengan penerbitan perpu ormas yang sedang dibahas. Jika anda peduli dengan nasib bangsa ini atau paling tidak ada peduli dengan nasib anak cucu anda kelak, luangkan waktu 5 menit saja untuk memahami isi artikel ini, hanya dengan 5 menit saja anda sudah bisa menyelamatkan masa depan anak dan cucu anda).

Beny Moerdani Aktor Kerusuhan 1998

Pembicaraan di rumah Fahmi Idris, tokoh senior Golkar yang kemarin menyeberang ke kubu Jokowi-JK demi melawan Prabowo adalah bukti paling kuat yang menghubungkan Benny Moerdani dengan berbagai kerusuhan massa yang sangat marak menjelang akhir Orde Baru karena terbukti terbukanya niat Benny menjatuhkan Soeharto melalui gerakan massa yang berpotensi mengejar orang Cina dan orang Kristen. Kesaksian Salim Said ini merupakan titik tolak paling penting guna membongkar berbagai kerusuhan yang tidak terungkap seperti Peristiwa 27 Juli 1996 dan Kerusuhan 13-14 Mei 1998, yang akan saya bongkar di bawah ini.
“Bersama Presiden Soeharto, Benny adalah Penasihat YPPI yang didirikan oleh para mantan tokoh demonstrasi 1966 dengan dukungan Ali Moertopo. Hadir di rumah Fahmi [Idris] pada malam itu para pemimpin demonstrasi 1966 seperti Cosmas Batubara, dr. Abdul Ghafur, Firdaus Wajdi, Suryadi [Ketua PDI yang menyerang Kubu Pro Mega tanggal 27 Juli 1996]; Sofjan Wanandi; Husni Thamrin dan sejumlah tokoh. Topik pembicaraan, situasi politik waktu itu…

Moerdani berbicara mengenai Soeharto yang menurut Menhankam itu, ‘Sudah tua, bahkan sudah pikun, sehingga tidak bisa lagi mengambil keputusan yang baik. Karena itu sudah waktunya diganti’…Benny kemudian berbicara mengenai gerakan massa sebagai jalan untuk menurunkan Soeharto. Firdaus menanggapi, ‘Kalau menggunakan massa, yang pertama dikejar adalah orang Cina dan kemudian kemudian gereja.‘ “
- Prof. Salim Said, Dari Gestapu Ke Reformasi, serangkaian kesaksian, Penerbit Mizan, halaman 316 A. Peristiwa 27 Juli 1996 Adalah Politik Dizalimi Paling Keji Sepanjang Sejarah Indonesia Selanjutnya bila kita hubungkan kesaksian Salim Said di atas dengan kesaksian RO Tambunan bahwa dua hari sebelum kejadian Megawati sudah mengetahui dari Benny akan terjadi serangan terhadap kantor PDI dan Catatan Rachmawati Soekarnoputri, Membongkar Hubungan Mega dan Orba sebagaimana dimuat Harian Rakyat Merdeka Rabu, 31 Juli 2002 dan Kamis, 1 Agustus 2002.
Maka kita menemukan bukti adanya persekongkolan antara Benny Moerdani yang sakit hati kepada Soeharto karena dicopot dari Pangab (kemudian menjadi menhankam, jabatan tanpa fungsi) dan Megawati untuk menaikkan seseorang dari keluarga Soekarno sebagai lawan tanding Soeharto, kebetulan saat itu hanya Megawati yang mau jadi boneka Benny Moerdani. Sedikit kutipan dari Catatan Rachmawati Soekarnoputri:

“Sebelum mendekati Mega, kelompok Benny Moerdani mendekati saya [Rachmawati] terlebih dahulu. Mereka membujuk dan meminta saya tampil memimpin PDI. Permintaan orang dekat dan tangan kanan Soeharto itu jelas saya tolak, bagi saya, PDI itu cuma alat hegemoni Orde Baru yang dibentuk sendiri oleh Soeharto tahun 1973. Coba renungkan untuk apa jadi pemimpin boneka? Orang-orang PDI yang dekat dengan Benny Moerdani, seperti Soerjadi dan Aberson Marie Sihaloho pun ikut mengajak saya gabung ke PDI. Tetapi tetap saya tolak.”
Dari ketiga catatan di atas kita menemukan nama-nama yang saling terkait dalam Peristiwa 27 Juli 1996, antara lain: Benny Moerdani; Megawati Soekarnoputri; Dr. Soerjadi; Sofjan Wanandi; dan Aberson Marie Sihaloho, dan ini adalah “eureka moment” yang membongkar persekongkolan jahat karena Aberson Marie adalah orang yang pertama kali menyebar pamflet untuk regenerasi kepemimpinan Indonesia dan diganti Megawati, sehingga menimbulkan kecurigaan dari pihak Mabes ABRI.
Dr. Soerjadi adalah orang yang menggantikan Megawati sebagai Ketua Umum PDI di Kongres Medan (kongres dibiayai Sofjan Wanandi dari CSIS) yang mengumpulkan massa menyerbu kantor PDI dan selama ini dianggap perpanjangan tangan Soeharto ternyata agen ganda bawahan Benny Moerdani, dan tentu saja saat itu Agum Gumelar dan AM Hendropriyono, dua murid Benny Moerdani berada di sisi Megawati atas perintah Benny Moerdani sebagaimana disaksikan Jusuf Wanandi dari CSIS dalam Memoirnya, A Shades of Grey/Membuka Tabir Orde Baru.

Semua fakta ini juga membuktikan bahwa dokumen yang ditemukan pasca ledakan di Tanah Tinggi tanggal 18 Januari 1998 yang mana menyebutkan rencana revolusi dari Benny Moerdani; Megawati; CSIS dan Sofjan-Jusuf Wanandi yang membiayai gerakan PRD adalah dokumen asli dan otentik serta bukan dokumen buatan intelijen untuk mendiskriditkan PRD sebagaimana diklaim oleh Budiman Sejatmiko selama ini.
Ini menjelaskan mengapa Megawati menolak menyelidiki Peristiwa 27 Juli 1996 sekalipun harus mengeluarkan kalimat pahit kepada anak buahnya seperti “siapa suruh kalian mau ikut saya?” dan justru memberi jabatan sangat tinggi kepada masing-masing: SBY yang memimpin rapat penyerbuan Operasi Naga Merah; Sutiyoso yang komando lapangan penyerbuan Operasi Naga Merah; Agum Gumelar dan Hendropriyono yang pura-pura melawan koleganya.

Megawati melakukan bunuh diri bila menyelidiki kejahatannya sendiri! Bila dihubungkan dengan grup yang berkumpul di sisi Jokowi, maka sudah jelas bahwa CSIS; PDIP; Budiman Sejatmiko, Agum Gumelar; Hendropriyono; Fahmi Idris; Megawati; Sutiyoso ada di pihak Poros JK mendukung Jokowi-JK demi menghalangi upaya Prabowo naik ke kursi presiden.
B. Kerusuhan Mei 1998, Gerakan Benny Moerdani Menggulung Soeharto; Prabowo; dan Menaikkan Megawati Soekarnoputri ke Kursi Presiden. Pernahkah anda mendengar kisah Kapten Prabowo melawan usaha kelompok Benny Moerdani dan CSIS mendeislamisasi Indonesia? Ini fakta dan bukan bualan. Banyak buku sejarah yang sudah membahas hal ini, dan salah satunya cerita dari Kopassus di masa kepanglimaan Benny.

Saat Benny menginspeksi ruang kerja perwira bawahan, dia melihat sajadah di kursi dan bertanya “Apa ini?”. Jawab sang perwira, “Sajadah untuk shalat, Komandan.” Benny membentak, “TNI tidak mengenal ini.” Benny juga sering mengadakan rapat staf pada saat menjelang ibadah Jumat, sehingga menyulitkan perwira yang mau sholat Jumat. Hartono Mardjono sebagaimana dikutip Republika tanggal 3 Januari 1997 mengatakan bahwa rekrutan perwira Kopassus sangat diskriminatif terhadap yang beragama Islam, misalnya kalau direkrut 20 orang, 18 di antaranya adalah perwira beragama non Islam dan dua dari Islam.
Penelitian Salim Said juga menemukan hal yang sama bahwa para perwira yang menonjol keislamannya, misalnya mengirim anak ke pesantren kilat pada masa libur atau sering menghadiri pengajian, diperlakukan diskriminatif dan tidak akan mendapat kesempatan sekolah karena sang perwira dianggap fanatik, sehingga sejak saat itu karir militernya suram.
Silakan perhatikan siapa para perwira tinggi beken yang diangkat dan menduduki pos penting pada masa Benny Moerdani menjadi Pangad atau Menhankam seperti Sintong Panjaitan; Try Sutrisno; Wiranto; Rudolf Warouw; Albert Paruntu; AM Hendropriyono; Agum Gumelar; Sutiyoso; Susilo Bambang Yudhoyono; Luhut Panjaitan; Ryamizard Ryacudu; Johny Lumintang; Albert Inkiriwang; Herman Mantiri; Adolf Rajagukguk; Theo Syafei dan lain sebagainya akan terlihat sebuah pola tidak terbantahkan bahwa perwira yang diangkat pada masa Benny Moerdani berkuasa adalah non Islam atau Islam abangan (yang tidak dianggap “fanatik” atau berada dalam golongan “islam santri” menurut versi Benny).
Inilah yang dilawan Prabowo antara lain dengan membentuk ICMI yang sempat dilawan habis-habisan oleh kelompok Benny Moerdani namun tidak berhasil. Tidak heran kelompok status quo dari kalangan perwira Benny Moerdani membenci Prabowo karena Prabowo yang menghancurkan cita-cita mendeislamisasi Indonesia itu.
Mengapa Benny Moerdani dan CSIS mau mendeislamisasi Indonesia? Karena CSIS didirikan oleh agen CIA, Pater Beek yang awalnya ditempatkan di Indonesia untuk melawan komunis, namun setelah komunis kalah, dia membuat analisa bahwa lawan Amerika berikutnya di Indonesia hanya dua, “Hijau ABRI” dan “Hijau Islam”.

Lalu, Peter Beek menyimpulkan, ABRI bisa dimanfaatkan untuk melawan Islam, maka berdirilah CSIS yang dioperasikan oleh anak didiknya di Kasebul : Sofjan Wanandi, Jusuf Wanandi, Harry Tjan Silalahi ; mewakili ABRI: Ali Moertopo, dan Hoemardani (baca kesaksian George Junus Aditjondro, murid Pater Beek).
Pater Beek yang awalnya ditempatkan di Indonesia untuk melawan komunis namun setelah komunis kalah dia membuat analisa bahwa lawan Amerika berikutnya di Indonesia hanya dua, “Hijau ABRI” dan “Hijau Islam” Tidak percaya gerakan anti Prabowo di kubu Golkar-PDIP-Hanura-NasDem ada hubungan dengan kelompok anti Islam santri yang dihancurkan Prabowo?

Silakan perhatikan satu per satu nama-nama yang mendukung Jokowi-JK, ada Ryamizard Ryacudu (menantu mantan wapres Try Sutrisno-agen Benny untuk persiapan bila Presiden Soeharto mangkat). Ada Agum Gumelar-Hendropriyono (dua « malaikat » pelindung/bodyguard Megawati yang disuruh Benny Moerdani); ada Andi Widjajanto (anak Theo Syafeii) ada Fahmi Idris (rumahnya adalah lokasi ketika ide Peristiwa 27 Juli 1996 dan Kerusuhan Mei 1998 pertama kali dilontarkan Benny Moerdani); ada Luhut Panjaitan; ada Sutiyoso; ada Wiranto dan masih banyak lagi yang lain.
Lho, Wiranto anak buah Benny Moerdani? Benar sekali, bahkan Salim Said dan Jusuf Wanandi mencatat bahwa Wiranto menghadap Benny Moerdani beberapa saat setelah dilantik sebagai KSAD pada Juni 1997. Saat itu Benny memberi pesan sebagai berikut:

“Jadi, kau harus tetap di situ sebab kau satu-satunya orang kita di situ. Jangan berbuat salah dan jangan dekat dengan saya sebab kau akan dihabisi Soeharto jika dia tahu.“ (Salim Said, halaman 320) Tentu saja Wiranto membantah dia memiliki hubungan dekat dengan Benny Moerdani, namun kita memiliki cara membuktikan kebohongannya. Pertama, dalam Memoirnya, Jusuf Wanandi menceritakan bahwa pasca jatuhnya Soeharto, Wiranto menerima dari Benny Moerdani daftar nama beberapa perwira yang dinilai sebagai “ABRI Hijau”, dan dalam sebulan semua orang dalam daftar nama tersebut sudah disingkirkan Wiranto. Ketika dikonfrontir mengenai hal ini, Wiranto mengatakan cerita “daftar nama” adalah bohong.


Namun bila kita melihat catatan penting masa setelah Soeharto jatuh maka kita bisa melihat bahwa memang terjadi banyak perwira “hijau” di masa Wiranto yang waktu itu dimutasi dan hal ini sempat menuai protes. Fakta bahwa Wiranto adalah satu-satunya orang Benny Moerdani yang masih tersisa di sekitar Soeharto menjawab sekali untuk selamanya mengapa Wiranto menjatuhkan semua kesalahan terkait Operasi Setan Gundul kepada Prabowo; mengatakan kepada BJ Habibie bahwa Prabowo mau melakukan kudeta sehingga Prabowo dicopot; dan menceritakan kepada mertua Prabowo, Soeharto bahwa Prabowo dan BJ Habibie bekerja sama menjatuhkan Soeharto, sehingga Prabowo diusir dan dipaksa bercerai dengan Titiek Soeharto. Hal ini sebab Wiranto adalah eksekutor dari rencana Benny Moerdani menjatuhkan karir dan menistakan Prabowo.
Membicarakan “kebejatan” Prabowo tentu tidak lengkap tanpa mengungkit Kerusuhan Mei 1998 yang ditudingkan pada dirinya padahal saat itu jelas-jelas Wiranto sebagai Panglima ABRI pergi ke Malang membawa semua kepala staf angkatan darat, laut dan udara serta menolak permintaan Prabowo untuk mengerahkan pasukan demi mengusir perusuh.

Berdasarkan temuan fakta di atas, bahwa Benny Moerdani mau menjatuhkan Soeharto melalui kerusuhan rasial, dan Wiranto adalah satu-satunya orang Benny di lingkar dalam Soeharto, maka sangat patut diduga Wiranto memang sengaja melarang pasukan keluar dari barak menghalangi kerusuhan sampai marinir berinisiatif keluar kandang. Selain itu tiga fakta yang menguatkan kesimpulan kelompok Benny Moerdani ada di belakang Kerusuhan Mei 98 adalah sebagai berikut:

1. Menjatuhkan lawan menggunakan “gerakan massa” adalah keahlian Ali Moertopo (guru Benny Moerdani) dan CSIS sejak Peristiwa Malari di mana malari meletus karena provokasi Hariman Siregar, binaan Ali Moertopo (lihat kesaksian Jenderal Soemitro yang dicatat oleh Heru Cahyono dalam buku Pangkopkamtib Jenderal Soemitro dan Peristiwa 15 Januari 74 terbitan Sinar Harapan). 

2. Menurut catatan TGPF Kerusuhan Mei 98 penggerak lapangan adalah orang berkarakter militer dan sangat cekatan dalam memprovokasi warga menjarah dan membakar. Ini jelas ciri-ciri orang yang terlatih sebagai intelijen, dan baik Wiranto maupun Prabowo adalah perwira lapangan tipe komando bukan tipe intelijen, dan saat itu hanya Benny Moerdani yang memiliki kemampuan menggerakan kerusuhan skala besar karena dia mewarisi taktik dan jaringan yang dibangun Ali Moertopo (mengenai jaringan yang dibangun Ali Moertopo bisa dibaca di buku Rahasia-Rahasia Ali Moertopo terbitan Tempo-Gramedia). Lagipula saat kejadian terbukti Benny Moerdani sedang rapat di Bogor dan ada laporan intelijen bahwa orang lapangan saat kerusuhan 27 Juli 1996 dan Mei 98 dilatih di Bogor!!!

3. Alasan Megawati setuju menjadi alat Benny Moerdani padahal saat itu keluarga Soekarno sudah sepakat tidak terjun ke politik dan alasan Benny Moerdani begitu menyayangi Megawati mungkin adalah karena mereka sebenarnya pernah menjadi calon suami istri dan Soekarno sendiri pernah melamar Benny, pahlawan Palangan Irian Jaya itu untuk Megawati, namun kemudian Benny memilih Hartini wanita yang menjadi istrinya sampai Benny meninggal (Salim Said, halaman 329).

Berdasarkan semua fakta dan uraian di atas maka kiranya sudah tidak bisa dibantah bahwa alasan Kelompok Benny Moerdani, dalang Peristiwa 27 Juli 1996 dan Kerusuhan Mei 1998 ada di belakang Jokowi-JK dengan mengorbankan keutuhan partai masing-masing (PDIP, Hanura, Golkar) untuk melawan Prabowo adalah dendam kesumat yang belum terpuaskan sebab Prabowo menjadi penghalang utama mereka ketika mencoba mendeislamisasi Indonesia. [hudzaifah/Berric Dondarrion/voa-islam.com]

Semua data aslinya bisa anda temukan di dalam buku karangan Prof. Salim Said dan beberapa rujukan lain yang bersangkutan. Tulisan ini bukan hasil rekayasa dan tetapi hasil investigasi langsung kepada pelaku di masa lalu. Jika masih kurang puas, anda bisa bertanya langsung kepada sang penulis bukunya. source asli: http://pedulifakta.blogspot.co.id/2014/06/innalillahi-terbongkar-di-belakang.html

Kesimpulan: Jadi kita sekarang faham kenapa mereka hingga saat ini masih terus menggempur islam dan ingin menghilangkan islam dari negeri ini, membiarkan komunis bangkit lagi, lalu menerbitkan perpu ormas untuk mengendalikan islam. Karena para jenderal yang masih ingin berkuasa ini ingin menguasai negeri ini secara utuh, Indonesia ternyata belum sepenuhnya merdeka, dari penjajahan para pendiri negerinya sendiri. Walaupun para jenderal ini sudah banyak yang wafat, tetapi masih ada penerusnya dan ideologina masih tetap dilanjutkan. Indonesia masih berada di bawah kekuasaan militer yang tidak menghendaki islam mendominasi politik dan sosial.

DItangan mereka, islam akan dibumi hanguskan melalui berbagai aturan hukum dan perundangan, maka dari itu sebagai orang islam kita harus menolak upaya apapun yang ingin menghilangkan islam dari negeri ini. Hal itu hanya akan terwujud jika masyarakat memiliki kesadaran untuk membawa negeri ini kepada kebenaran. Bahwa negeri ini masih bisa diselamatkan oleh generasi masa depan yang memegang teguh nilai-nilai islam. Tidak ada kata terlambat, perjuangan masih panjang teman dan semoga ALlah swt mengirimkan pertolongan-Nya.

Selasa, 10 Oktober 2017

14 POINT KEBIJAKAN "ANTI ISLAM" ERA JOKOWI-JK

Anda masih tidak percaya bahwa Kebijakan Pemerintah Jokowii sangat anti islam, mereka berusaha semaksimal mungkin menghalau dan menghadang apapun hal yang berkaitan dengan islam di negeri ini, seakan tidak ada hari tanpa berupaya memojokkan islam dari berbagai sudut. Berikut ini kami sampaikan

 1. Pertama adalah perpecahan di Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Jokowi dituding memecah belah PPP yang merupakan salah satu partai Islam yang ideologis yang sangat berbahaya. Perpecahan PPP ini terjadi di awal tahun 2015.

2. Penutupan sepihak situs-situs islam, pemblokiran terhadap 19 media di awal tahun 2015 yang dituduh mengkampanyekan gagasan radikalisme dan terorisme ini mengundang pertanyaan banyak pihak.

 3. Penangkapan Ustad dan Penceramah di daerah, ustad alfian Tanjung, Al Khatatath, Haryono, dengan tuduhan makar dan ujaran kebencian mewarnai laman berita di berbagai media online.

4. penangkapan para pengkritik seperti Asma Dewi dengan tuduhan keterlibatan dengan mahluk bernama Saracen yang hingga belum terungkap. Penangkapan terhadap pengkritik pegiat media sosial Jonru Ginting juga masih diproses polisi. Dan berbagai penangkapan lain, sang pengacara FPI Egi Sudjana, sementara pegiat media sosial yang banyak menghina islam Ade Armando malah diundang makan ke istana.

5. Pemberlakukan full day school yang membuat kontroversi di kalangan masyarakat, walau akhirnya dibatalkan, rencana penerbitan kebijakan ini hampir saja benar-benar diterapkan dan membuat gelisah banyak pihak.

6. Pelarangan pengeras suara di rumah ibadah di tahun 2016, Menurut pria yang akrab disapa JK itu, pemutaran kaset pengajian menjelang waktu salat melahirkan “polusi suara”.

7. penerbitan perpu ormas yang akhirnya membekukan kegiatan HTI (Hizbut Thahir Indonesia) dengan tuduhan anti pancasila dan ideologi garis keras ini dianggap mengada-ada dan berlebihan, sebab tidak ada bukti nyata atas tuduhan itu.

8. Kriminalisasi terhadap ulama dan habib, pemimpin umat islam, utamanya yang terjadi pada Pimpinan FPI (Front Pembela Islam) Habib Rizieq Shihab dengan tuduhan tidak mendasar. Atau tindakan semena-mena terhadap tahanan Habib Abu Bakar Ba'asyir yang tidak ditanggapi permohonan pengobatan di luar rutan, terpaksa menahan sakit dalam penjara.

9. Mengintervensi kasus penistaan agama dengan memberikan banyak kelonggaran kepada pelaku dan memberikan banyak keleluasaan, memberikan fasilitas dan mengakomodasi semua kepentingannya. Sementara umat yang melakukan aksi bela islam di cap radikal dan anti demokrasi.

10. Memanfaatkan dana umat yang terhimpun dalam bentuk tabungan Haji calon jemaah haji dengan tujuan untuk investasi bidang infrastruktur, dianggap sangat melecehkan umat.

11. Mengampanyekan FILM berjudul 'Kau Adalah Aku yang Lain' menambah polemik baru di masyarakat khususnya sebagian umat Islam. Film yang memenangkan Festival Film Polisi 2017 ini, dianggap menambah pesan adanya disharmoni antara instansi kepolisian dengan beberapa kalangan umat Islam.


12. Saat meresmikan Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara hari Jumat (24/3/17), Presiden Joko Widodo meminta masyarakat agar memisahkan persoalan agama dari politik, atau politik dari agama. Menurut Presiden, pemisahan tersebut untuk menghindari gesekan antar umat. Menanggapi hal ini Ketua MUI Ma'ruf Amin menyanggah dan berpendapat justru agama dan politik itu saling menguatkan.

13. Pemerintah tidak bisa bertindak tegas terhadap tindak kekerasan yang dialami muslim Rohingya atas nama kemanusiaan dan atas nama sesama negara muslim, reaksi pemerintah sangat lamban dan tidak pro islam.

14. Membiarkan cikal bakal dan bibit ideologi komunisme berkembang dan hidup lagi ditengah masyarakat awam. Istilah "gebuk" pki hanya wacana dan tidak ada tindak lanjutnya. Melecehkan panglima TNI yang mengajak nonton bareng film G.30S/PKI dianggap sedang berpolitik menggunakan islam. Bahkan ada upaya penyelundupan senjata berat oleh Polri tidak di usut tuntas, malah dibiarkan bagai bola liar.

Mungkin masih ada lagi selain ke 12 point di atas, salah satunya ide membentuk kementerian pesanteren, binatang apa lagi ini? tapi dari semua itu dapatlah kita simpulkan bahwa pemerintahan Jokowi nampaknya memang tidak menginginkan islam terlalu eksis di negeri serambi mekah ini. Para pengkritik Jokowi juga menilai bahwa ini bukti nyata Presiden Jokowi benar-benar punya agenda menghancurkan Islam selama masa pemerintahannya. Mereka terus berupaya menggusur islam dari muka bumi ini sesegera mungkin. Sudah sadarkah anda?

Selasa, 03 Oktober 2017

DAFTAR BUKTI DAN SAKSI PKI BANGKIT LAGI

Berikut ini kami sampaikan berbagai bukti dan saksi adanya gerakan kebangkitan faham komunis di Indonesia atau PKI, siapa saja yang terlibat, dimana dilangsungkan acara, apa maksud dan tujuan acara dan kronologi serta sumber bisa diakses langsung bukti kebenarannya. Berikut ini daftar bukti dalam bentuk acara seminar dan simposium di berbagai lembaga pendidikan di kota besar; 

1Acara Belok Kiri Festival yang sedianya diselenggarakan di Galeri Cipta II di Taman Ismail Marzuki. Belok Kiri Festival, yang terdiri dari diskusi, pameran, peluncuran buku, terkait gerakan dan paham kiri, sedianya berlangsung 27 Februari hingga 5 Maret 2016 di Galeri Cipta II, TIM. Namun sehari sebelum penyelenggaraan, Kepala Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta (UP PKJ) TIM, Imam Hadi Purnomo mencabut kesepakatan penggunaan Galeri Cipta II sebagai lokasi acara. Festival tetap diselenggarakan, dengan dipindahkan ke Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

sumber: http://www.bbc.com/indonesia/majalah-37935165 

2. Diskusi bertajuk “Ekonomi Politik Indonesia Pasca Peristiwa Gestok 65” ini digelar di kampus Fisipol Unit 2, Sekip; nampaknya agak berbeda dari biasanya. Karena selain menghadirkan Budiawan (Dosen Kajian Budaya dan Media), juga mengundang seorang penyintas bernama Badri (71 th) yang aktif bergabung di Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965-’66 (YPKP ’65) Yogyakarta. MAP Corner-Klub MKP UGM. Sebuah klub diskusi yang rutin menggelar tradisi ilmiah yang biasa terbuka untuk kalangan umum. Acara yang diadakan dibulan Oktober 2016 ini dibubarkan Elemen yang mengklaim merupakan gabungan 25 ormas di Yogyakarta.
http://jateng.metrotvnews.com/peristiwa/Rb17JOXK-diskusi-gestok-1965-di-ugm-diawasi-ormas

 3. Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Malang harus berdebat panjang dengan pihak rektorat Unisma (Universitas Islam Malang) untuk dapat menggelar diskusi ilmiah bertema “Marxisme dan Kekerasan 1965” di kampus (29 september 2016) itu. Pasalnya, pihak rektorat kampus secara sepihak melarang diskusi ini yang didalihkan sebagai dapat “mencoreng nama baik” kampus islam. Acara ini dibatalkan sepihak.
http://ypkp1965.org/blog/2016/09/29/lagi-diskusi-bertema-1965-dibubarkan-polisi-malang/ 

4.Jakarta, 27 Agustus 2015. Diskusi Publik merupakan salah satu program dari rangkaian acara yang diadakan oleh ARKIPEL Grand Illusion – 3rd Jakarta International Documentary & Experimental Film Festival, 2015. Diskusi yang berlangsung di Auditorium Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini membahas mengenai sejarah peristiwa 1965 dalam konteks media, yaitu bagaimana peran media (sinema) dalam melihat sebelum dan sesudah tragedi 1965. Acara ini berlangsung pada pukul 16:00 WIB, dihadiri oleh dua narasumber, yaitu Budi Irwanto dan Hilmar Farid. Acara menyinggung sebagian sejarah Indonesia, yakni era Orde Baru, yang menggunakan media sebagai kunci utama untuk membangun perspektif publik mengenai apa itu komunisme, bagaimana tragedi 1965. acara ini tetap berlangsung.
http://arkipel.org/public-discussion-1965-history-in-the-media/

 5. Acara berupa seminar dan pemutaran film ini dihelat pada 30 September hingga 2 Oktober 2015. Acara ini diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (BEM FIB UI) bekerja sama dengan sejumlah departemen dan program studi. Pada 1 Oktober akan digelar diskusi bertema "50 Tahun Hantu Komunisme". Diskusi ini akan membahas soal pemahaman mengenai komunisme. Hadir dalam diskusi itu Muhammad Iskandar (dosen sejarah UI), Saleh Asrojamhari (sejarawan militer UI), Berto Tukan (perwakilan redaktur Indo Progres) dan Perdana Putri (perwakilan alumni).Kesaksian para korban pembantaian akan digelar pada 2 Oktober. Acara yang akan digelar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI ini akan mengungkap fakta sejarah yang selama tersembunyi. Acara ini tetap berlangsung.https://nasional.sindonews.com/read/1049396/12/negara-perlu-usut-genosida-1965-1443624465

6. Ubud Writers and Readers Festival (UWRF)merupakan salah satu festival sastra terbesar di Asia Tenggara, yang diselenggarakan di Ubud, Bali pada 28 Oktober dan 1 November 2015. Untuk tahun ini, UWRF hendak menandai 50 tahun peristiwa 1965 di Indonesia, dengan mempersiapkan beberapa acara membahas topik tersebut, termasuk pemutaran film Senyap (The Art of Silence) karya Joshua Openheimer. Namun, baru-baru rangkaian acara tersebut resmi dibatalkan demi kelangsungan festival secara keseluruhan.
https://hot.detik.com/art/d-3051865/diskusi-isu-1965-dibatalkan-di-ubud-writers-and-readers-festival-2015

7. Diskusi Publik dan FDG, 50 tahun Tragedi 1965, Menggagas Rekonsiliasi dalam pendidikan, menghapus Pewarisan Kebencian. Selasa, 15 September 2015. Di Gedung C7. lantai 3 Fisip Universitas Negeri Semarang. Narasumber Nursyahbani Katjasungkana.
http://www.simpulsemarang.org/2015/09/diskusi-dan-fgd-50-tahun-tragedi-1965-di-fis-unnes.html

8.Acara seminar 'Pengungkapan Kebenaran Sejarah 1965/66' di LBH Jakarta Sabtu (16/9/2017) batal digelar karena blokade polisi. Polisi menutup pintu masuk sehingga peserta tak bisa masuk. Bahkan Sabtu sore, polisi memaksa masuk ke lantai 4 kantor LBH. Polisi sempat mengambil laptop yang ada di ruang seminar untuk dibawa sebagai alat bukti. Tapi digagalkan panitia karena dianggap pengambilan itu tanpa alasan. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, seminar tersebut dilarang karena tak mempunyai izin.
https://beritagar.id/artikel/berita/pembubaran-seminar-1965-alergi-dan-standar-ganda-pemerintah

Dan masih banyak lagi acara-acara diskusi, seminar dan simposium seperti ini digelar diberbagai lembaga pendidikan tinggi diberbagai daerah. Hal paling menarik diatas adalah hampir sudah semua kota besar sudah pernah diselenggarakan acara seperti ini, tenggat waktu pelaksanaannya juga di antara bulan september dan oktober, dan kebanyakan acara mulai gencar dilaksanakan di tahun 2015 hingga 2016. Mereka menyelenggarakan berbagai acara bertajuk sama, hanya saja ada beberapa yang diselimuti acara bertema lain. Bukankah ini merupakan upaya membangkitkan kembali romansa masa lalu dan mencari celah kelengahan kita. Tujuan utama dilaksanakan acara seperti ini adalah untuk mengajak para generasi muda yang tidak faham kejadian tragedi itu untuk melihat dari sudut pandang berbeda yaitu dari sisi Hak asasi manusia. Dan hasil akhir yang ingin dicapai adalah agar pada akhirnya pemerintah mau mencabut TAP MPRS no.25/1966 tentang pelarangan PKI.

LOGO PALU ARIT MEMBAHANA



1. seorang pemuda yang memparodikan logo palu arit Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam kaos bersablon “Pecinta Kopi Indonesia” juga ikut diciduk (Tempo.co, 2016).

2. Logo Palu artit tercantum dalam Uang Kertas keluaran terbaru, pernah digugat Habib Rizieq Shihab
3. Logo Palu Arit tercantum dalam Logo Bawaslu yang baru, Logo Pancasilanya hilang



4. Logo Palu arit tercantum di Kartu Jakarta Pinta (KJP)

Dan Masih banyak lagi Apakah anda mengharap hal ini hanya kebetulan atau tidak ada unsur kesengajaan? Penyebaran yang masif dan terencana seperti ini, apa mungkin tidak ada maksud dan tujuannya.

GERAKAN BAWAH TANAH PDIP


 1. Karena Indonesia skrg anut demokrasi liberal dimana kekuasaan harus diraih melalui partai politik, aktifis2 komunis rame2 masuk partai. 

   2. Partai yang paling mengakomodir para tokoh2 komunis ini adalah PDIP. Karena romantisme sejarah atau pun karena pertimbangan praktis

    3. Tokoh2 eks PRD, FORKOT dan ormas2 lain berpaham kiri, sosialis utopis, komunis, ramai2 masuk PDIP. Skrg mereka mau kuasai PDIP

    4. Faksi komunis di PDIP semakin menguat ketika PDIP bekerjasama dgn Partai Komunis China (PKC). PDIP mengirim kader2nya belajar ke PKC

    5. Sedikitnya tiga kali atau 3 gelombang pengiriman kader2 PDIP belajar PKC China. Disana mereka belajar dan merevitalisasi ideologi komunis

    6. Ini delegasi ketiga >> 15 Kader PDIP studi di Partai Komunis China | http://t.co/ANM5lrOxHd http://t.co/QcIRr3YZ2X lewat @merdekadotcom

    7. Sebentar lagi PDIP akan dirikan sekolah Partai. Sebagai follow up hasil studi di Partai Komunis China. Waspadalah http://t.co/YoSy63UsKw

    8. Kerjasama PDIP dan Partai Komunis China ini sdh terjalin serius sejak 2011 lalu http://t.co/ptjuaEwN4y

    9. Kebangkitan Komunisme Indonesia dapat dicermati dari statement politisi senior PDIP alumnus P Komunis China Eva K Sundari akhir2 ini

 10. Budiman Sudjatmiko minggu lalu terbang ke Timor Leste temui tokoh partai komunis Fretilin Mari Alkatiri minta dukungan utk capres Jokowi 2019

    11. Ribuan warga Giriroto Ngemplak Boyolali, Napak Tilas beri dukungan capres Jokowi. Giriroto Boyolali Basis PKI http://t.c/1iv6TNGWSa

    12. Boyolali adalah Basis Terbesar dan Terkuat PKI tahun 60an. Disanalah Pemuda Rakyat, Gerwani, BTI, Girwis, dan ormas2 sayap PKI dilatih

    13. Boyolali pusat pengasingan Pasukan Tentara Rakyat dari Batalion Pasopati, yg berontak dan perangi TNI - Pemerintah pasca rasionalisasi

    14. Segitiga Klaten - Solo - Boyolali adalah daerah Basis PKI terkuat dan terbesar di Indonesia. Pusat gerakan komunis. Kini bangkit kembali

    15. Tokoh sesepuh komunis Boyolali, bernama Mbah Pardi pensiunan polisi, kini aktif kembali membina kader2 muda PKI

    16. Celakanya, para satgas PDIP Solo dibentuk dan diberi pembekalan pemantapan ideologi oleh Mbah Pardi cs ini. Waspadalah

    18. Bahkan tanpa diketahui rakyat dan aparat, Partai Komunis Indonesia (PKI) Boyolali pun sdh dirikan dan dilantik http://t.co/1pcmcH68Dx

19. Salah satu Anggota DPR dari Fraksi PDIP Ribka Tjiptaning yang merasa bangga dan sempat menulis buku "Aku Bangga Jadi Anak PKI" yang sempat menjadi kontroversi. 

Berita terbaru menemukan adanya gerakan komunisme di Mataram NTB. 
 Komandan Resor Militer (Danrem) 162/Wira Bhakti, Kolonel Inf Farid Makruf, menemukan pergerakan komunis di Mataram. Ideologi yang dilarang pemerintah itu sudah lama tersebar di Mataram.

"Berdasarkan data intelijen kami, gerakan itu (komunis) ada," kata Farid dilansir Antara, Senin 2 Oktober 2017.

Farid mengatakan, keberadaan pergerakan berlambang palu arit itu sudah masuk catatan TNI. Bahkan dalam dua tahun terakhir, ada belasan kasus yang ditemukan intelijenTNI.

"Pada 2016 ada 11 kasus yang muncul, begitu masuk 2017 hingga september, kami temukan ada delapan kasus," ujarnya.
Farid menegaskan, keberadaan komunis di wilayah NTB masih dalam bentuk aplikasi berupa selebaran, stiker, bendera, atau menggunakan sarana baju kaos yang bergambar palu arit. "Artinya apa, gerakan itu ada. Tapi mereka sampai sekarang belum ada yang berani terang-terangan," ucapnya.
 
Farid menegaskan, TNI akan menjadi yang terdepan mengadang ideologi komunis. Sebab, secara nasional pergerakan komunis sudah terlihat.
"Ada seminar, ada buku yang ditulis oleh seseorang, ada talk show yang dengan bangganya mengatakan `saya anaknya PKI," kata Farid.
 
Menurutnya, kasus paling parah adalah ada yang datang ke Mahkamah Internasional, memaksa pemerintah Indonesia meminta maaf kepada PKI. "Yang korban siapa, yang harus meminta maaf siapa. Coba kita pelajari dari tahun 1948, apakah kita yang melakukan kekejaman," katanya.

Farid mengaskan, TNI terus memperkuat benteng keamanan negara, salah satunya dengan memutar film pengkhianatan G30S/PKI bersama masyarakat.
 
"Ini salah satu bentuk kewaspadaan agar komunis gaya baru tidak bisa mengganti Pancasila. Jangan sampai (komunis) berkembang," ujarnya.


Jadi masih butuh bukti apa lagi bagi kita untuk meyakini bahwa gerakan PKI ini tidak akan bangkit lagi, bahwa mereka katanya sudah mati tetapi fakta dilapangan mereka sudah menyusun begitu banyak rencana dan siasat. Belum dinyatakan akan dimaafkan saja tindakan nya seperti ini, apalagi nanti jika ternyata PKI benar-benar dimaafkan oleh Pemerintahan Jokowi, apa yang akan terjadi dengan negeri ini. Lautan darah akan menutupi bumi, Islam akan masuk keranda dan dikebumikan. Itulah pentingnya kita memahami bahwa ideologi ini sangat berbahaya dan harus dicegah dengan segala daya upaya.

Minggu, 24 September 2017

KENAPA INDONESIA INGIN DIKOMUNISASI?

Sebelum menjawab pertanyaan diatas, ada baiknya kita mengerti dulu apa itu komunis dan bagaimana cara kerjanya? Selama beberapa waktu lamanya PKI atau partai Komunis pernah digunakan sebagai alat kekuasaan penguasa. PKI pernah digunakan sebagai alat kekuasaan penguasa Orde Lama, masa pemerintahan Presiden SOekarno, juga akhirnya dipakai penguasa Orde baru masa pemerintahan Presiden Soeharto. Kedua penguasa ini menggunakan PKI sebagai alat pengukuhan kekuasaan. PKi dipakai untuk melanggengkan kekuasaan pemerintahan yang sedang berkuasa.

Tapi kenapa PKI yang dipakai sebagai alat? Pertama, karena pemerintah berkuasa tidak mau mengotori tangannya sendiri atau menorehkan tinta hitam di dalam buku sejarah perjalanan bangsa ini, maka dari itu dibutuhkan sebuah organisasi yang bisa dikendalikan dan dijadikan kambing hitam untuk ditulis dalam sejarah bahwa yang bertanggung jawab atas semua tragedi dimasa lalu adalah kelompok separatis ini, bukan penguasa. Kedua, PKI terkenal kejam dan sadis dalam menghadapi lawan politiknya, mereka mau melakukan apa saja asal tujuannya tercapai. 

Dalam pemerintahan orde lama, pada periode 1945 hingga 1965, PKI digunakan untuk menghalangi dominasi ulama dan santri yang dianggap terlalu kuat mewarnai perpolitikan masa itu, maka dari itu banyak diantara ulama besar masa itu menjadi sasaran kebengisan PKI, termasuk juga pada akhirnya tujuh jenderal yang menjadi puncak rencana pemberontakan tidak bisa dihindari lagi menjadi sasaran kebengisan kelompok ini. Karena dianggap tidak bisa diajak bekerjasama dan terlalu membahayakan eksistensi penguasa saat itu, maka mereka harus menjadi tumbal. 

Ada banyak versi beredar tentang siapa yang sebenarnya menjadi dalang atas semua tragedi ini, dari sisi mantan presiden Soekarno, mereka menunjuk Presiden Soeharto yang harus bertanggung jawab karena dianggap sebagai dalang yang menginginkan terjadinya kudeta politik dengan pengambil alihan kekuasaan melalui Supersemar (Surat Perintah sebelas maret 1966). Dari sisi orde baru, Menunjuk presiden Soekarno yang bertanggung jawab karena membiarkan faham komunis ini berkembang dan merambah segala aspek. Keduanya sama-sama tidak mau disalahkan sama-sama menolak sebagai orang yang bertanggung jawab atas tragedi kemanusiaan itu. Dan parahnya sampai dengan saat ini belum bisa dipastikan siapa pihak yang paling bertanggung jawab, keduanya saling melempar tuduhan.
Setelah Tragedi 30.S. Dimasa pemerintahan Soeharto, PKI tanpa sadar bisa dipakai sebagai alat untuk menakut-nakuti masyarakat, membuat masyarakat terus mengenang tragedi dan menimbulkan trauma panjang yang tidak akan pernah bisa dilupakan, karena pemerintah Orde baru juga membuatkan film dokumenter tentang peristiwa di tanggal 30 september 1965 yang penuh kejadian tragis dan adegan keji. Disisi lain, Pemerintah Soeharto juga melakukan kejahatan kemanusiaan dengan cara menculik aktivis yang vokal, atau memenjarakan para pejuang kemanusiaan. Pemerintah Soeharto beralasan bahwa segala bentuk pembangkangan akan menumbuhkan sikap antipati kepada pemerintah dan bisa menumbuhkan kembali semangat komunis di negeri ini. Selama 32 tahun berkuasa, pemerintah terus mengingatkan masyarakat tentang bahaya laten faham komunis jika sampai mereka kembali bangkit lagi. 

Mantan Presiden Soeharo mengisaratkan agar jangan sampai bangsa ini kembali berurusan dengan komunis, karena itu sangat berbahaya. walaupun disisi lain Presiden Soeharto juga menggunakan isu itu untuk melanggengkan eksistensinya sebagai penguasa. Ia memanfaatkan kekuasaannya untuk memperkaya diri dan melapangkan sayapnya ke berbagai bidang, mendirikan berbagai usaha atas nama pribadi dan keluarga. Doktrin Bahaya faham PKI dipakai untuk melanggengkan kekuasaannya di bumi pertiwi ini, sehingga tidak ada yang berani mengganggu kekuatan politiknya di parlemen dan dunia internasional. Maka dari itu, ideologi komunisme ini sangat berbahaya jika mereka hidup kembali, ia bisa dijadikan alat politik. Bahkan sudah resmi dilarang pun tetap mengandung unsur bahaya, karena ia bisa digunakan oleh siapa saja yang punya kepentingan. 

Kenapa Penguasa suka menggunakan PKI sebagai alat kekuasaan? 
karena PKI tidak punya ideologi yang jelas, puncak utama ideologi mereka adalah menolak keberadaan Tuhan dan kedua, adalah materialistik/uang. Segala cara harus dilakukan untuk mencapai kejayaan dengan cara menguras segala sumber daya untuk kepentingan memperluas pengaruhnya mengkampanyekan faham komunis ke seluruh wilayah. 

Itulah sebabnya Mantan Wakil Presiden orde baru Try Soetrisno menyatakan istilah rekonsiliasi atau perdamaian tidak bisa ditujukan kepada pengkhianat Eks Partai Komunis Indonesia (PKI). "PKI tidak bisa direkonsiliasi," Katanya dalam acara silahturahmi purnawirawan Panglima Tentara Indonesia di Jakarta, 22 September 2017. Kata beliau lagi ketika ditanyakan Gus Dur mengenai kemungkinan pencabutan TAP MPRS 25/1966. "Saya katakan resikonya besar kalau di cabut," ucapnya lagi.



Lalu kenapa sekarang partai pendukung pemerintah ingin menggunakan PKI kembali? 
Karena dimasa lalu mereka memang punya hubungan erat, dan kedua, karena dengan slogan partai komunis ini (PKI), pemerintah bisa menjalin hubungan dengan negara-negara komunis paling besar di dunia yaitu RRC, Vietnam, Kuba dan Rusia. Kata beberapa pakar di berbagai negara komunis, faham ini sudah mati dan sudah tidak ada lagi, tapi faktanya di semua negara ini masih ada partai-partai komunis yang terdaftar resmi di negaranya contuhnya PKC (Partai KOmunis China) dan partai KOmunis Vietnam dan Laos. Yang baru beberapa waktu lalu datang berkunjung ke Istana Merdeka menemui Presiden Jokowi, yaitu perwakilan partai komunis Vitenam. 

Kata siapa faham komunis sudah tidak ada, justru kesemua partai komunis di negara-negara China, Vietnam dan Rusia itu kini sedang giat-giatnya berbenah diri dan mengembangkan konsep baru. Mereka juga sedang mendorong agar Indonesia kembali menumbuhkan partai komunis PKI agar bisa saling bekerjasama berbagai bidang, terutama bidang pengelolaan sumber daya. Karena apa, Indonesia sampai saat ini masih menggunakan ideologi yang menurut mereka aneh. Ideologi pancasila, tidak ada yang mengerti kenapa negara dengan sumber daya alam sebesar ini menggunakan ideologi selain komunis, kapiltalis dan khilafah. Ideologi Pancasila yang hanya mengutamakan asas mengormati perbedaan dan saling menghormati, sama sekali tidak peduli dengan sumber daya. 

Menurut mereka keberadaan Indonesia tidak ada gunanya, jika hanya dilandasi oleh ideologi permisif seperti itu, sampai kapanpun indonesia akan miskin dan terbelakang. Dan menurut mereka, satu-satunya ideologi yang paling cocok diterapkan di Indonesia adalah merubah ideologinya menjadi negara komunis. Hanya dengan ideologi komunis, Indonesia bisa mengeruk semua sumber daya alamnya, semua sumur minyak dan gunung emasnya menjadi uang. Indonesia harus menjadi negara komunis terlebih dahul, baru kemudian naik level menjadi negara kapitalis. Tidak bisa loncat dari negara berkembang langsung menjadi negara kapitalis sementara kekayaan sumber daya alamnya belum dimanfaatkan maksimal. 

Sampai dengan hari ini, dimana semua negara sudah mencapai puncak kejayaan ekonomi, indonesia masih menjadi negara berkembang, padahal kekayaan sumber daya alamnya luar biasa. Baru-baru ini saja diketemukan sumber daya terbarukan, Indonesia memiliki potensi energi arus laut sekitar 41 gigawatt yang mampu menghasilkan daya listrik hingga 240.000 megawatt. Sumber energi ini adalah yang terbesar didunia, dan akan mampu menerangi Indonesia dari sabang sampai Merauke. Siapa yang akan menolak kondisi seperti itu, dimana masa depan sumber energi fosil sudah tidak akan cukup lagi, sementara energi arus laut ini tidak akan pernah habis sampai kapanpun. 

NASIB IDEOLOGI PANCASILA YANG TRAGIS 

Faktanya, pemerintah berkuasa dibawah kekuasaan Jokowi-Jusuf kalla yang kerap kali mendengung-dengungkan pentingnya menerapkan ideologi pancasila, demokrasi dan lain-lain tetapi juga memiliki tujuan serupa, yaitu ingin memasukkan faham komunis ke dalam struktur ideologi Pancasila. Karena Pancasila bisa ditafsirkan dari berbagai sisi, dari berbagai sudut pandang dan berbagai latar belakang. Dibentuknya UKP-Pancasila yang diketuai Megawati belakangan ini juga akhirnya terbongkar, mereka sedang membahas tentang akan diperbolehkannya faham Atheisme masuk dalam ideologi pancasila, itu artinya kelompok kerja ini sedang berupaya melegalkan komunisme di negeri ini, karena agama komunis adalah atheis alias tidak memeluk agama apapun dan sangat bertentangan dengan bunyi sila Pertama pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan cara mengajak semua pihak menafsirkan makna Pancasila dari sudut pandang berbeda.



Lalu kenapa Indonesia ingin dijadikan Negara Komunis? 

Yaitu tadi, karena kekayaan sumber daya alam negara ini akan menjadi terlalu miris jika sama sekali tidak dimanfaatkan. Sementara negara-negara yang dimasa lalunya pernah menjadi komunis seperti China, sudah merasakan dan membuktikan keberhasilannya menerapkan ideologi komunis mampu mengeruk semua sumber daya alamnya dan kini mereka telah beralih menjadi negara kapitalis. Tapi sekarang mereka sedang kesulitan sumber daya karena jumlah penduduk makin bertambah, harus segera dicarikan alternatif lain selain mengandalkan sektor industri. Faham ideologi Komunis mampu mengendalikan berbagai sumber dimasa lalu, mereka mampu menjelajahi isi perut bumi lalu dikelola dengan masif dan terencana, karena orientasi mereka memang hanya materi. 

Kendala terbesar di indonesia ini jika ingin diubah ideologinya menjadi komunis adalah mereka harus berhadapan terlebih dahulu dengan para penganut muslim taat, para ulama dan syuhada serta para tentara dan pimpinan angkatan bersenjata yang muslim yang sudah turun temurun menjaga bangsa ini. Itulah yang jadi sebab tahun 65 semua ulama dan santri jadi sasaran kekejaman PKI. Tapi untunglah Allah swt masih menyelamatkan bangsa ini dari usaha kudeta PKI ini. 

Beberapa tahun silam usaha kaum syiah yang ingin mengkafirkan dan mengganti ideologi negeri ini dengan faham ISIS juga tidak berhasil, isu ISIS tidak bisa mengguncang dan mengganti ideologi bangsa menjadi radikal, karena indonesia masih bisa menangkal faham ini dengan cara mempererat persatuan. Dan kini Indonesia masih tetap berlandaskan Pancasila dengan pemeluk Islam mayoritas mendominasi kebijakan publik. Walaupun secara umum kondisi ekonomi penduduknya sangat sederhana, tetapi masyarakatnya mampu memainkan peran politiknya di kancah nasional dan internasional. Secara umum suara umat muslim di negeri ini masih bisa menggema ke seantero jagat, jika dibandingka seandainya Indonesia ini dijadikan negara maju dan modern, tetapi peran politik umatnya dimatikan, tidak ada lagi suara islam didalamnya, sebagaimana yang terjadi di berbagai negara eropa yang sebelumnya mayoritas muslim tetapi akibat mereka tidak berdaya dengan kekuasaan tiran, akhirnya menerapkan ideologi kapitalis tetapi penduduk muslimnya musnah alias hilang ditelan bumi. 

Kali ini isu komunis kembali dihembuskan untuk membangkitkan kenangan masa lalu, tujuannya masih sama ingin mengganti ideologi pancasila menjadi komunis. Atau memasukkan salah satu faham baru dalam pancasila yaitu komunisme selain lima agama yang diakui dinegara ini, atheis akan dimasukkan sebagai tambahan. Dengan demikian pemerintah bisa secara legal melakukan hubungan kerjasama dengan semua negara penganut komunis dunia. Tapi untuk menuju ke sana, mereka membutuhkan banyak upaya salah satu diantaranya adalah menaklukkan para pemuka agama dan petinggi angkatan bersenjata. Kondisi ini menjadi mencekam, karena ketika orang diajak bicara tentang PKI yang terlitas di benaknya adalah pembantaian sadis, maka hal ini akan menjadi makin sulit mewujudkan cita-cita mengganti ideologi karena tidak akan ada yang setuju dengan ide mengganti atau merubah ideologi bangsa selain pancasila. Apalagi trauma itu belum hilang dan belum bisa diobati setelah 50 tahun berlalu. 

Maka dengan ini, apapun rencana kudeta yang sedang disiapkan partai komunis tidak akan membuahkan hasil, karena kali ini mereka harus berhadapan dengan masyarakat secara luas. Kecil kemungkinan bisa mewujudkan cita-cita mereka menanamkan ideologi komunis dalam pancasila, karena perlawanan massa kali ini akan sangat sengit. Masyarakat bahkan bukan hanya akan menyerang komunitas pendukung komunis, tetapi juga akan menyerang penyelenggara pemerintahan karena dianggap tidak berpihak kepada rakyat, tetapi lebih berpihak pada komunis. 

Intinya selama rakyat bersatu, tidak ada satupun kekuatan yang mampu menghadapi solidaritas umat muslim, artinya mereka tidak akan sanggup menghadapi perlawanan rakyat. Isu ini telah menggerus perhatian netizen secara masif, berbagai opini dan nara sumber diunggah ke media sosial dan mereka saling bertukar informasi mengenai eksistensi gerakan PKI ini. Selama pemerintah belum memberikan sikap, maka isu ini akan terus bergulir hingga waktu yang tidak ditentukan. Bahkan bisa membahayakan posisi pemerintah menjelang berbagai kontestasi pemilu di tahun 2018-2019. 

Jadi kesimpulannya, apapun upaya/bentuk penggulingan kekuasaan atau penggantian ideologi, semua itu bermuara pada tujuan mengeruk kekayaan sumber daya alam kita. Hanya satu tujuan besar mereka, sumber daya alam abadi. Mereka sudah sejak lama menjadikan indonesia sasaran tembak dan pusatnya sumber kekayaan dunia yang masih bersisa berjumlah sangat besar di dunia ini untuk dikuasai. Mereka siap melakukan apa saja untuk mendapatkan porsi yang cukup. Tapi sayangnya, berkali-kali kudeta dilakukan tidak ada satupun yang menunjukkan hasil. Ideologi ISIS dan Komunis tidak akan pernah cocok dengan bangsa ini. Sampai dengan datangnya hari kiamat, Umat muslim harus tetap menjaga semua harta karun dan kekayaan warisan para leluhur ini dengan segenap jiwa dan seluruh tumpah darahnya. Hanya dengan semangat itu Indonesia akan tetap tegak berdiri, dan bisa memainkan perannya sebagai salah satu pasukan pengibar bendera jihad. Bukan sekedar untuk mempertahankan kekayaan alam tetapi mempertahankan martabat dan harga diri sebagai bangsa yang berdaulat.

Rabu, 20 September 2017

GAGAL FAHAM: AJAK NOBAR, PANGLIMA DIBULLY PENDUKUNG PKI

GAGAL FAHAM......AJAK NOBAR G30S/PKI, PANGLIMA DIKEROYOK PDIP, DEMOKRAT DAN WATIMPRES, NGERI....INTIMIDASI BERJAMAAH? 

Acara debat ILC dengan tema, “PKI, Hantu atau Nyata” tanggal 19 september kemarin sekali lagi bikin geger warga netizen, karena paska acara tersebut, setelah para pakar diacara tersebut mengajak semua pihak untuk berdamai, tiba-tiba pihak istana Watimpres menyerang sikap Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang mengajak masyarakat nonton bareng film G 30S/PKI agar segera menganulir ajakannya, atau Seruan Politisi PDIP yang menuding Panglima telah memanfaatkan posisinya untuk berpolitik. Atau Politisi Demokrat yang mempertanyakan sikap Panglima mengajak orang menonton film gestapu.

PDIP memandang Gatot sedang bermain politik dengan mengeluarkan instruksi itu. Apakah sekeji itu maksud seorang panglima TNI yang pernah menjadi bagian sejarah memanfaatkan moment ini untuk berpolitik, apakah pantas politisi pendukung pemerintah PDIP mengeluarkan pernyataan seperti itu? Dimana hati nuraninya terhadap rakyat, bukannya melanjutkan rencana rekonsiliasi, pakar politisi ini malah balik menuding Panglima sebagai biang kerok kekacauan yang terjadi belakangan ini. Berikut Pernyataan Effendi Simbolon:

"Sebagai orang politik, (saya kira) adalah ya (muatan politis). Kalau mau nonton, ya nonton aja. Prajurit siap ya, kalau sudah dibuat instruksi ya," ujar anggota Komisi I F-PDIP Effendi Simbolon di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/9/2017). 

Berikut pernyataan politisi Demokrat Rachland Nashidik menanggapi situasi yang belakangan terjadi. Menurutnya, instruksi itu sama saja menguatkan sikap ekstrem terhadap sikap ekstrem lain. Ujungnya, hanya akan menambah konflik di negeri ini. "Apa sebenarnya yang dimaui Panglima TNI? Menguatkan sikap ekstrem terhadap sikap ekstrem lain? Belum cukupkah bangsa kita dirobek konflik?" tanyanya 

PENGISI ACARA BAGUS DAN BERBOBOT

Padahal dalam acara tersebut sudah sangat jelas dipaparkan oleh Prof. Salim Said bahwa semua fakta yang diungkapkan sang Sutradara Arifin C. Noer semuanya adalah fakta, karena Salim Said mengungkapkan seorang Arifin C. Noer tidak mungkin mau ditekan dalam berkarya dan film G30S/PKI bukanlah film pesanan Orde Baru sebagaimana yang diutarakan Sukmawati Soekarnoputri dalam paparannya. Soekmawati bicara bahwa Film yang dibuat Arifin C.Noer adalah karya yang amburadul, penuh kebohongan dan rekayasa. Padahal Prof. Salim Said sudah menunjukkan fakta bahwa Film itu mengandung isi kebenaran dan tidak mungkin seorang Arifin C. Noer berbohong karena ia adalah orang yang punya integritas, ia adalah orang yang teliti dan cermat. 

Jadi dengan demikian, ajakan Panglima nonton bareng Film Gestapu sudah benar, karena isinya mengandung kebenaran dan bukan film abal-abal sebagaimana yang dituduhkan Soekmawati Soekarnoputri. Atau bisa juga kita katakan bahwa semua yang disampaikan Soekmawati adalah kebohongan, justru ia yang mengarang cerita dan memutarbalikkan fakta dalam rangka melindungi koleganya yang sedang tersudut. Bagaimanapun Soekmawati adalah anak dari Presiden Soekarno, yang juga merupakan tokoh penting bagi partai pendukung pemerintah saat ini PDIP.

Upaya menyerang Panglima TNI di berbagai media nasional yang dilakukan Politisi PDIP dan pegawai Watimpres saat ini sangat amat disayangkan, bukannya berusaha menenangkan massa dengan upaya rekonsiliasi yang sudah disarankan oleh Lemhanas dan Prof Salim Said, masyarakat malah diajak lagi berargumentasi, bahwa apa yang dikatakan Soekmawati adalah fakta kebenaran, padahal, peristiwa sejarah saat ini sangat sulit diungkap kebenarannya karena itu menyangkut kepentingan banyak pihak dan sulitnya pengungkapan akibat para pelakunya sudah wafat. Tuduhan Politisi ini sangat tendensius dan justru memposisikan Panglima sebagai biang kerok kegaduhan yang terjadi belakangan ini, seakan-akan Panglima sedang memainkan peran ganda didalamnya.

Tuduhan ini bukannya membuat masyarakat senang, karena ini makin mengukuhkan bahwa nampaknya PKI yang sebenarnya sedang menujukkan batang hidungnya. Sebagaimana cara kerja PKI pada umumnya, mereka sangat rajin membuat tuduhan dan fitnah untuk menyudutkan pihak lawan. Dengan cara itu, mereka bisa menggiring opini public bahwa mereka tidak bersalah, yang salah si anu, dalam hal ini cara kerja PKI disini justru sangat kentara sekali.

 Jika anda ingin lebih jelas lagi, tonton lagi video ILC yang menampilkan paparan Soekmawati dan Prof. Salim Said, perhatikan gesture tubuh Soekmawati yang selalu menunjukkan gerakan tangan kiri menepis selendangnya (gerak tangan kiri artinya menolak) setiap kali ingin membuat statement rahasia. Atau beberapa kali ia terbatuk dan kesulitan berbicara karena ada yang mengganjal di mulutnya. Ia Nampak sedikit tertekan dan ketakutan salah bicara dan akhirnya mengeluarkan statement berbeda. Itu adalah salah satu ciri dan gaya orang sedang berbohong dan sedang memutar balikkan fakta. Mulut bisa bicara tapi bahasa tubuh tidak bisa bohong. Sementara Prof. Salim said terlihat tenang dan terarah, gesture tubuhnya pun tidak menujukkan perihal mencurigakan. Atas pernyataan Soekmawati ini, nampaknya PDIP bagaikan mendapat angin surga dan mereka merasa berada di atas awan karena mendapat pembelaan Sang anak Proklamator, karena berhasil bicara bahwa dalang semua ini adalah Letjen Soeharto. Soeharto yang harusnya disalahkan bukan PKI, kurang lebih seperti itu.

Dalam hal ini, artinya PDIP masih memendam amarah sehingga ia merasa perlu menyerang Panglima TNI dan menuduh Panglima sedang berpolitik. Itu adalah tuduhan yang sangat keji, dan tidak berdasar, bagaimana bisa seorang pimpinan pasukan bersenjata yang menjaga negeri ini dengan sepenuh jiwa difitnah seperti itu, bukankah itu sesuatu yang menunjukkan bahwa jangan-jangan PKI memang ada di dalam tubuh PDIP. Jangan-jangan PDIP memang sedang menyiapk sesuatu untuk ditunjukkan pada bangsa ini.

 Terlepas dengan apa yang dituduhkan PDIP terhadap rezim Orde baru, mana pihak yang paling benar. Jika memang benar pengkhianatan itu dilakukan oleh rezim Soeharto, maka seharusnya kemarahan itu ditujukan kepada rejim berkuasa orde baru pada saat itu, bukan dilampiaskan pada masyarakat saat ini. Rakyat saat ini tidak tahu apa-apa, dan mereka juga tidak mau terlibat dalam genosida tersebut, rakyat sudah legowo dan menganggap itu adalah bagian masa lalu bangsa ini. Rakyat juga tidak mau menengok ke belakang, sesuatu yang tidak pernah Nampak nyata. Jika orde baru yang berkhianat, toh mereka juga sudah mendapat ganjarannya, dibalas dikudeta di tahun 1998. Itukan sudah setimpal dengan perbuatannya, lalu kenapa kita harus balik lagi menengok ke tahun 1965, itu kan namanya pembodohan. Rakyat sudah move on….bro, ente ke mana aja.

Masih perlukah kita berkelahi dan terkotak-kotak lagi, karena tuduhan yang menyerang Panglima ini akan membuat masyarakat jadi terpecah belah. Rakyat menganggap ajakan Panglima ini sesuatu yang wajar dilakukan pimpinan militer karena ia khawatir dengan keselamatan bangsa ini, tidak berlebihan dan bisa dimaklumi. Tapi kenapa tanggapan politisi seperti ini sangat memalukan.

Panglima hanya dalam kapasitanya mencegah dan antisipasi. Apa itu salah? Lalu masih perlukah kita menyaksikan lagi kekejian itu terulang di depan mata, lalu sampai kapan kita akan berdamai dengan diri kita sendiri. Sementara hal-hal buta dan seharusnya sudah dilupakan harus korek-korek lagi. Dalam hal ini kami menilai justru memang dalang dari semua kegaduhan ini adalah PDIP, mereka yang memang ingin mengangkat kembali tragedi ini ke permukaan, sehingga mereka mendapat pengakuan, pembelaan dan pembenaran bahwa pihak mereka tidak bersalah, pihak mereka harus dipulihkan nama baiknya. Rakyat harus tahu sisi kebenaran yang sesungguhnya dari sisi berbeda dan sebagainya. Apa itu ada pengaruhnya buat rakyat, atau jangan-jangan sebenarnya mereka sendiri yang sedang mengantisipasi isu ini menyerang mereka di pilkada serentak 2018 nanti.

Lelah kita ini di giring kepada opini salig serang terus-menerus seperti ini. Jika memang ingin berdamai, maka mari sama-sama kita lupakan dan mari kita mulai lagi dengan lembaran baru. Sudahi semua polemic sebagaimana saran yang disampaikan Lemhanas pada saat itu. Karena jika tidak, kita semua akan berjalan di tempat, atau kita akan berjalan mundur ke belakang.

Tapi Politisi ini nampaknya belum puas dengan hasil diskusi ILC saat itu, makanya masih saja mengajak rakyat berpolemik dan menganggap pihaknya yang benar. Dia masih saja ingin menggoreng isu ini menjadi isu nasional. Ya seperti inilah jadinya, kita akan kembali lagi berjalan mundur ke belakang. Karena anjuran Panglima itu pasti ada maksudnya, tapi PDIP merasa terganggu makanya mereka membuat pernyataan seperti itu. Ya tapi itulah mental tempe politisi kita, beraninya berlindung dibalik penguasa. Tidak berani menerima kenyataan dan berlapang dada, sakit hati itu akan mereka bawa sampai mati dan sampai anak cucu mereka nanti. Maka dari itu, rakyat jangan terpengaruh, jika anda pandai dan cerdas, anda akan melihat kebenaran. Tapi jika anda tidak punya pandangan, sebaiknya diam. Inilah contoh rezim yang....gagal faham.

Senin, 18 September 2017

REKAMAN SUARA ASLI JENDERAL AH. NASUTION PASKA PEMBANTAIAN G.30.S.PKI

Jenderal AH. Nasution adalah salah satu korban selamat dari tragedi pembantaian 30 septemberr 1965. Rekaman ini dibuat saat melepas korban G30S/PKI pada tanggal 5 Oktober. Dalam rekaman tersebut terungkap bahwa sang jenderal berulang kali berkata bahwa mereka telah difitnah , para jenderal ini sudah berusaha sekuat tenaga mempertahankan NKRI dari berbagai fitnah yang menyerang mereka, ada segelintir orang yang ingin mengubah ideologi bangsa ini tetapi mereka tetap teguh pada pendirian dan sepenuhnya beserah diri kepada Allah swt, tapi akhirnya menjadi korban keganasan pembantaian PKI di tengah malam gelap gulita. Fitnah-fitnah yang ditujukan kepada para jenderal ini tidak mampu menggoyahkan iman mereka, sehingga mereka dianggap sebagai penghianat lalu dimusnahkan dengan cara keji. Inilah musuh Indonesia paling besar dan paling berbahaya selama ini, kini mereka muncul lagi dengan semangat 45 ingin menunjukkan eksistensi diri. Berikut ini isi
 pidato sang Jenderal...

Minggu, 17 September 2017

NOBAR, FILM G 30 S PKI, HUKUMNYA WAJIB SELURUH WARGA NEGARA

Udah gak ada waktu lagi, kalo memang merasa diri kita ingin selamat di dunia dan akhirat, maka luangkan waktu untuk menyaksikan film sejarah bangsa ini. Jangan sukanya nonton film holywood tapi kalian buta sejarah, jangan salah pilih link, karena ada banyak versi beda yang sengaja dibuat untuk merubah fakta sejarah, apa yang dilakukannya di masa lalu, dan apa yang sedang mereka rencanakan saat ini.

Label