Jumat, 28 Oktober 2016

GOLONGAN MUSUH DAN TEMAN IBLIS

Ada di posisi manakah anda dalam konteks golongan yang dimaksud di atas? apakah anda termasuk teman atau musuhnya syetan?

Dikisahkan (Wahab bin Munabbin) bahwa suatu ketika rasulullah pernah bertemu syetan yang menampakkan dirinya sebagai orang tua, wajahnya bersih dan disertai tongkat di tangannya.
Rasulullah sempat tidak mengenali dan mempertanyakan, "Siapa kamu ini?"
Dengan tangkas orang itu menjawab, "Saya adalah iblis yang diutus kepadamu."
Rasulullah saw pun bertanya, "Ada keperluan apa kau datang ke sini?"
Syetan kembali menjawab, "Keperluanku adalah untuk menjawab pertanyaan yang kau ajukan."
Tanpa pikir panjang Rasulullah saw pun bertanya, "Hai iblis, siapakah musuh-musuhmu diantara umatku."
Syetan pun menjawab, "Ada lima belas orang."

1. Engkau sendiri Ya Muhammad
2. Imam yang adil (pemimpin yang adil dan amanah)
3. Orang Kaya yang Tawadhu (berserah diri)
4. Pedagang yang jujur
5. Orang yang khusuk dalam shalatnya
6. Orang Mukmin yang saling memberi nasihat
7. Orang mukmin yang mempererat persaudaraan
8. Orang yang bertaubat
9. Orang yang menjauhkan diri dari barang haram
10. Orang mukmin yang selalu dalam keadaan bersuci
11. Orang mukmin yang gemar bersedekah
12. Orang mukmin yang baik akhlaknya
13. Orang mukmin yang hidupnya memberi manfaat buat orang lain
14. Orang yang membaca Al Quran
15. Orang yang shalat malam (Tahajud)
Orang-orang ini amat dibenci syetan karena tidak ada tempat bagi nya untuk menyesatkan dan membawa orang itu ke jalan kekufuran.

Lalu berkata Rasulullah saw, "Hai Iblis, siapa diantara umatku yang engkau jadikan teman baikmu?"
"Ada sepuluh orang yang akan selalu menjadi teman baikku," jawab setan santai.
1. Hakim yang aniaya (menjatuhkan hukuman sekehendak hati)
2. Orang yang Takabur (Sombong dan congkak)
3. Pedagang yang Khianat (suka mencari untung dgn mengoplos)
4. Pemabuk yang tidak bisa berhenti minum
5. Tukang Fitnah dan peyebar berita bohong
6. Orang yang Riya (suka pamer dan suka dipuji)
7. Orang yang memakan harta anak yatim
8. Orang yang meninggalkan shalat
9. Orang yang tidak mau berzakat
10. orang yang panjang angan-angan (suka menghayal yang melampaui kemampuannya)
Syetan sangat suka dengan orang-orang ini, karena bersama mereka keduanya bisa saling bahu-membahu dalam kesesatan dan kejahatan.
Lalu berada di posisi manakah anda saat ini? memilih menjadi teman atau musuhnya syetan?

Intinya adalah kita harus tahu menempatkan diri dimana posisi kita berada jika memang kita tidak mau menjadi bagian dari golongan iblis dan teman-temannya. Ada garis pembatas yang amat jelas diantara keduanya.

POTRET MASYARAKAT YANG SEDANG "SAKIT"

Belakangan ini ada banyak orang terkejut dengan banyaknya korban penipuan berkedok penggandaan uang, ada ribuan orang yang menghamba kepada uang kertas dan logam mulia (korban Dimas Kanjeng) dan tidak sedikit nyawa melayang akibat mengikuti aliran ini, mereka menganggap benda-benda mati itu lebih mulia bahkan setelah datangnya kebenaran dari Tuhannya.
Ada apa dengan masyarakat kita saat ini? disebutkan beberapa ahli bahwa masyarakat kita kini sedang sakit, menurut para ulama ini disebut dengan penyakit 'Wahan"
"Apa itu penyakit wahan?"

ia adalah salah satu jenis penyakit mematikan yang akan menyerang banyak manusia menjelang akhir jaman. Ini adalah penyakit "cinta dunia dan takut mati". Bahaya penyakit wahan jauh lebih dahsyat dari pada AIDS, TBC, Flu Burung, atau Flu Babi. Karena penyakit ini akan mematikan hati dan jiwa seseorang sehingga menyebabkan penderitaan yang panjang di dunia dan terlebih di akhirat.

Istilah wahan diungkapkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tatkala menjelaskan kondisi umat manusia di masa akan datang. Penyakit wahan ini menjadi penyebab utama segala keburukan dan keterpurukan umat Islam sehingga karenanya mereka menjadi bulan-bulanan musuh-musuh islam.

Matinya hati dan jiwa lalu menjadi makin keras dan rapuh, itulah awal mula terserangnya penyakit ini. Hati yang mati ditandai dengan gelapnya pandangan melihat keindahan dunia, tulinya pendengaran dan rendahnya kemampuan merasakan kekuasaan Allah atas dirinya. Secara kasat mata mereka memilih jauh dari cahaya dan rahmat Allah swt dan berani menjual kehidupan akhiratnya untuk kesenangan dunia sesaat.

Mengapa masyarakat kita mengalami penurunan tingkat kemampuan tersebut dalam hatinya? karena mereka terlalu mendewakan akal/ materi, memilih mengikuti kesenangan hawa nafsu dan berpola pikir materialistik. Segala sesuatu diukur dengan uang, tidak ada campur tangan Allah didalamnya terutama dalam hal rezeki. Allah tidak pernah dilibatkan dalam segala urusan terutama urusan yang satu ini, mereka menganggap rizki datang semata-mata akibat usaha dan upaya mereka pribadi, alih-alih memilih bersikap sabar menghadapi masalah hidup dan memohon datangnya pertolongan Allah, mereka lebih memilih cara instan menyelesaikan masalah dengan cara bersekutu dengan syetan dan bangsanya.

Maka atas kesombongannya itulah Allah mengunci mati pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya (Al Jaatsiyah:23) dan menimpakan penyakit yang mana mereka tidak akan sanggup menahan beban siksanya di dunia dan akhirat. Inilah sumber petaka yang paling bahaya dimasyarakat kita. "Gambaran nyata masyarakat sakit dan sekarat, matinya mata hati."

Minggu, 25 September 2016

BENARKAH WARGA JAKARTA PUAS DENGAN KINERJA PETAHANA?

Baru-baru ini Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei terkait kepuasan warga Jakarta terhadap pemerintahan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Hasil survei itu memperlihatkan tingkat kepuasan warga Jakarta jelang Pilkada DKI 2017. Menurut hasil survei tersebut, kepuasan warga Jakarta terhadap pemerintahan Ahok sebesar 68,72 persen, sedangkan responden yang tidak puas sebesar 27,7 persen. Respoden sisanya menjawab tidak tahu. Dari hasil survei tersebut, responden menyebut salah satu keberhasilan pemerintahan Ahok-Djarot yaitu pelayanan kesehatan yang terjangkau sebesar 75,4 persen dan pembangunan infrastruktur seperti pembangunan fasilitas umum sebesar 69,7 persen. Namun, masih ada 24,9 persen responden yang menganggap Ahok belum bisa mengurangi kemacetan. Begitu juga terkait harga kebutuhan bahan pokok yang masih belum terjangkau, ketidakpuasan responden mencapai 23 persen.
Survei tersebut dilakukan pada 6-9 September 2016 dan melibatkan 400 responden. Margin of error survei ini diklaim sebesar 4.95 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Metode pengumpulan data dilakukan secara tatap muka menggunakan kuisioner. Benarkah warga sudah merasa puas dengan kinerja Petahana (Ahok dan Djarot)?

Ulasan warga
Sebuah hasil survey diumumkan kepada public dalam skala nasional ini kami anggap terlalu berlebihan dan mengada-ada, mengapa? Karena cakupannya terlalu umum dan luas, dan sebagaimana kita semua tahu bahwa Jakarta ini adalah ibukota Negara, pusat pemerintahan ada di Jakarta dan bahkan semua instansi pemerintahan juga berafiliasi di Jakarta. Sebagai contoh bahwa warga Jakarta merasa puas dengan pelayanan kesehatan, itu bukan berarti karena peran besar kebijakan petahana, itu disebabkan karena di Jakarta ada kementerian kesehatan yang menggulirkan berbagai kebijakannya melalui pelayanan kesehatan masyarakat memang lebih baik dan ini adalah karena besarnya peran kementerian kesehatan dan BPJS yang berpusta di Jakarta. Atau misalnya kepuasan terhadap fasilitas umum, jika saja survey ini menunjukkan secara spesifik fasilitas umum yang dimaksud seperti; apakah warga Jakarta merasa puas dengan pelayanan transportasi umum? Dengan melihat kondisi transportasi umum yang ada saat ini, pasti warga Jakarta akan memberikan nilai rendah terhadap hasil kerja petahana. Atau misalnya apakah warga merasa puas dengan penanganan banjir? Apakah warga merasa puas dengan penanganan sampah? Apakah warga puas dengan cara penanganan daerah kumuh? Semua point2 ini akan menunjuk langsung pada tingkat kinerja petahana, bukan hal-hal yang bersifat umum seperti yang disebutkan dalam survey tersebut. Survey ini tidak valid untuk menunjukkan t-qaingkat kepuasan warga terhadap tingkat kinerja petahanan. Disamping itu survey ini juga hanya melibatkan 400 orang atau kurang dari satu persen penduduk Jakarta.

Lalu melandasi pada survey tersebut, apakah ini juga berarti sebagian warga Jakarta menyatakan diri mereka puas dengan kinerja pemda walau faktanya jalan-jalan masih macet parah di hari kerja, banjir dan genangan air masih mengepung jika hujan lebat turun, pedagang kaki lima yang menjamur dimana-mana, meski pemukiman kumuh penduduk juga masih padat di berbagai lokasi, meski berbagai fasilitas umum tidak berfungsi (baru2 ini JPO ambruk akibat beban papan reklame), meski fasilitas social dan fasum layak tidak berfungsi, meski sumber air bersih yang layak pakai pun jakarta tidak bisa menyediakannya, meski system pengelolaan sampah yang ramah lingkungan pun tidak diterapkan, meski fasilitas pelayanan public pun masih banyak kekurangan di sana-sini, meski tingkat pengangguran juga tinggi, dan meski-meski lainnya dan sebagainya yang mana sebenarnya kondisi Jakarta masih sama saja dengan yang ada sebelumnya, tidak ada perubahan signifikan alias Jakarta masih jalan ditempat.

Apakah kondisi seperti ini yang membuat warga Jakarta merasa puas dan mereka merasa perlu mempertahankan kinerja petahana? Kita semua dibuat bingung dengan jawaban survey ini ingin menunjukkan apa, disisi mana mereka merasakan kepuasan atas kinerja petahana, sementara kondisi yang ada dilapangan masih sama saja atau bahkan lebih buruk lagi. Sebagai contohnya saja kondisi jalan trotoar Tanah Abang yang sebelumnya sudah berhasil di bersihkan dimasa Jokowi, kini kembali kumuh dan menjadi tempat berjualan pedagang kaki lima dan setiap hari dilakukan pengusiran oleh petugas Satpol PP dan membuat kegaduhan di jalan. Atau penerapan kebijakan Ganjil-genap untuk menggantikan kebijakan Three in one di jam2 sibuk, faktanya itu sama sekali tidak mengurangi kemacetan, hanya memindahkan titik kemacetan ke lokasi lain atau hanya membuat bingung warga yang ingin melintas jalan Protokol. Atau kebijakan pemda memindahkan warga korban penggusuran, hingga kini masih menyisakan kekacauan. Dan lain-lain masalah yang dihadapi warga Jakarta.

Jadi dalam hal ini warga Jakarta itu menyatakan kepuasannya dalam hal apa? Jika semua permasalahan kota yang paling mendasar saja selesai. Bagaimana mereka bisa bicara puas kepada kinerja petahana? Apakah survey ini dibuat hanya karena ingin mengangkat pamor sang petahana yang sedang diusung untuk kepentingan Pilgub DKI-1 2017? Apakah lembaga survey juga harus ikut2an main politik dalam rangka menghimpun opini public? Ooh…yang benar saja. Apakah warga harus percaya dengan hasil survey yang tidak valid seperti ini. Survey ini dinilai tidak mencerminkan kondisi sebenarnya baik dilihat dari jumlah responden, aspek yang ingin dinilai dan juga dari hasil yang dicapai. Harusnya survey ini memiliki tingkat validitas yang tinggi baru bisa disajikan dan dipublikasikan kepada public sebagai bagian dari hasil akurat sebuat lembaga penelitian independen.

HAKIKATNYA MENGAJAK PADA KEBAIKAN DAN MENCEGAH KEBURUKAN

Jika anda adalah salah seorang yang suka menulis artikel berisi ajakan pada kebaikan, tahukah anda apa hakikat dari mengajak kebaikan dan mencegah kejahatan? kenapa kita dianjurkan untuk saling mengajak pada kebaikan dan mencegah keburukan? dan apa ganjaran bagi yang melakukan hal tersebut? Bagaimana Allah memandang mereka yang selalu melakukan kebaikan demi mencegah keburukan? Berikut ini uraiannya. Semoga anda memahami bahwa kebaikan itu bukan hanya akan memperbaiki orang lain, melainkan kebaikan itu akan kembali kepada diri sendiri dalam berbagai bentuk.

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat pada manusia lain dan sejelek-jeleknya manusia adalah yang mengakibatkan kesengsaraan bagi orang lain.”

Nabi Muhammad Saw bersabda: “Barang siapa diantara kamu melihat kemungkaran, maka rubahlah (cegahlah) dengan tanganmu (kekuasaanmu), kalau tidak mampu hendaklah dengan lidahmu, dan kalau tidak mampu maka hendaklah dengan hatimu; demikian ini menunjukkan lemahnya iman.”

Maksudnya lemah dari segi perbuatan orang-orang beriman. Kata sebagian ulama, maksudnya mencegah dengan tangan adalah khusus bagi para pemimpin, mencegah dengan lidah adalah khusus bagi para ulama, dan mencegah dengan hati adalah bagi orang-orang awam (umum). Penjelasannya; dan orang-orang yang mampu melakukannya sama dengan memiliki kewajiban memberantas kemungkaran. Sebagaimana Allah swt berfirman:

“Tolong-menolonglah kamu dalam berbuat baik dan taqwa, serta janganlah kalian tolong-menolong dalam kejahatan dan dosa." (QS. Al Maidah:2)

Hal yang termasuk tolong-menolong ialah menyerukan kebajikan dan memudahkan jalan untuk ke sana, menutup jalan kejahatan dan permusuhan dengan tetap mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan.

Sabda Nabi saw. dalam hadist lain:

“Barangsiapa yang menggertak pemilik bid’ah maka Allah akan memenuhi hatinya dengan rasa aman dan iman. Barangsiapa ang menghinakan pemilik Bid’ah maka Allah akan memberikan rasa aman pada hari mengejutkan. Dan barangsiapa yang memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran, maka dia adalah Kahlifah Allah di muka bumi, Khalifah Kitabullah dan Khalifah Rasulullah.”


Melalui Hudzaifah ra. Nabi saw. bersabda: ”Akan datang suatu zaman menimpa manusia, dimana bangkai keledai yang busuk lebih mereka sukai daripada orang mukmin yang beramar ma’ruf nahi mungkar!”

Allah swt berfiman:

“Orang mukmin laki-laki dan perempuan, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain; dengan memerintah kebajikan dan mencegah kemungkaran serta mendirikan shalat.” (QS. 9:7)


Dan Allah mencela kaum yang meninggalkan amar ma’ruf nahi mungkar tertera dalam firman-Nya:

“Mereka tidak saling mencegah dari perbuatan mungkar yang mereka perbuat (tidak saling melarang antara satu dengan yang lain), sungguh amat buruk apa yang mereka perbuat.”

Melalui Sayyidah Aisyah ra. Rasulullah saw pernah bersabda: “Allah telah menyiksa suatu perkampungan yang penghuninya hanya berjumlah 18 orang, padahal amal mereka bagaikan para nabi.”

Mereka bertanya: “Bagaimana bisa, Ya Rasulullah!"

Nabi saw menjawab: “ Mereka tidak memarahi sesuatu karena Allah dan juga memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran karena Allah.”

Mereka kembali bertanya, “Lalu seperti apa bentuk siksaannya ya Rasul!”

Nabi saw menjawab, “Allah menguasakan kepada mereka penguasa yang dhalim, yang tidak menghargai orang tua dan tidak menyayangi anak-anak mereka, atau orang-orang pilihan berdoa namun doanya tidak dikabulkan, dan yang memohon pertolongan namun tidak didatangkan pertolongan, dan mereka juga minta ampun namun tidak mendapat ampunan.”

Allah Ta’ala dalam hadist Qudsi Allah berfiman: “Wahai anak cucu Adam, janganlah kalian menjadi orang yang ahli mengakhirkan tobat, panjang angan-angan dan kembali ke akherat tanpa bekal, bicaranya seperti ahli ibadah (suka menasehati orang) tapi perbuatannya bagaikan orang munafik (nasehatnya tidak dipakai untuk dirinya sendiri), bila diberi tidak pernah puas dan kalau dihalangi tidak mau bersabar. Ia mencintai orang yang shaleh namun bukan yang berasal dari golongan mereka, serta membenci orang-orang yang munafik padahal termasuk golongan munafik. Mereka memerintahkan kebaikan namun tidak pernah mengerjakannya juga, mereka mencegah kejahatan namun dilain waktu mereka juga melakukan kejahatan serupa."

IMBALAN BAGI YANG MENEGAKKAN AMAR MA'RUF NAHI MUNGKAR

Kata Musa as.: “Wahai Tuhan, apa balasan bagi orang yang memanggil saudaranya dan yang beramar ma’ruf nahi mungkar?”

Allah Taala berfirman :”Setiap kalimatnya aku tulis untuknya bagai ibadah setahun, dan AKU malu menyiksanya dengan api neraka."

Abu Dzar Al Ghifari ra. Berkata: dari Abu Bakar Ash Shidiq berkata: “Ya rasul, apakah ada perjuangan lain yang lebih utama selain perang melawan kaum musyrik (menyekutukan Allah)?”

RAsulullah saw. menjawab: “Wahai Abu bakar, menurut pandangan Allah seorang pejuang di bumi (khalifah) lebih utama daripada para syuhada yang hidup dan diberi rezeki serta berjalan di bumi, dimana Allah akan membanggakan mereka di hadapan para malaikat langit. Surga telah berhias diri dan akan menyambut kedatangan mereka sebagaimana berhiasnya Ummu Salamah ra. Untuk Rasulullah saw.”

Abu Bakar Asd Shidiq berkata: “Siapakah mereka ya Rasul!”

Jawab RAsul saw, “Mereka adalah orang-orang yang menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran karena Allah, yang mencintai dan membenci karena Allah Ta’ala.”

Kata Ubaidah bin Jarroh ra. :”Ya Rasul, Syuhada manakah yang paling mulia di sisi Allah swt.”

Beliau saw. bersabda: “ Lelaki yang menghadapi penguasa yang menyeleweng dan ia memerintahkan agar berbuat baik dan menjauhi kemungkaran, namun ia dibunuh oleh penguasa itu, maka kelak derajatnya di syurga ada diantara Hamzah dan Ja’far.”


Rasulullah juga bersabda:
Demi Dzat Yang menguasai Jiwaku, sesungguhnya ada seorang hamba yang berada di kamar yang lebih tinggi dari kamarnya para syuhada. Tiap kamarnya ada 300 pintu, dan setiap pintunya terbuat dari mutiara Ya’qut dan Zamrud Hijau, dimana setiap pintunya ada cahaya yang menyinari.

Tiap laki-laki diantara mereka bisa menikahi 300 bidadari yang bermata jeli yang mampu menundukkan pandangan setiap laki-laki sambil bekata;”Apakah engkau ingat pada hari dimana engkau telah melakukan amar ma’ruf nahi mungkar!”

Dalam sebuah hadist, sesungguhnya Allah Ta’ala telah berfirman:
“Wahai Musa, Masihkah engkau beramal demi Aku dengan amalan yang sempurna!”

Nabi Musa as. Menjawab: “Wahai Tuhan, aku telah sembahyang karena Engkau, berpuasa juga karena Engkau, bersedekah juga karena Engkau, bersujud dan memuji karena Engkau, serta membaca Kitab-Mu dan Dzikir kepada-Mu.”

Allah berfirman, "Wahai Musa, sebab shalat engkau memperoleh hujjah, lantaran puasa engkau memperoleh perisai, lantaran sedekah engkau memperoleh perlindungan, lalu amalan manakah yang engkau taruhkan untuk-Ku!"

Musa Berkata, "Tunjukkan padaku Tuhan, amal manakah yang harus aku kerjakan!"

Lalu Allah berfirman:
“Wahai Musa,apakah engkau pernah mencintai kekasih-Ku semata-mata karena Aku! dan memusuhi musuh-Ku karena Aku!. Sesungguhnya amal perbuatan yang paling utama ialah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah atas musuh-musuh Allah."

Wahai suadaraku, sudahkah kita mencapai tingkatan itu jika kita memang termasuk orang yang suka mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Mengajak orang pada kebaikan semata-mata karena mengharap Allah Ridho kepada usaha kita, berharap kebaikan itu membuahkan kebaikan lain yang juga akan membawa kebaikan bagi agama Allah swt. Mencegah kemungkaran juga karena Allah, diharapkan kejahatan itu tidak akan membawa dampak buruk pada agama Allah, karena itulah sebaik-baiknya amal di sisi Allah swt. Jika kita memang mengaku sebagai orang islam dan mengetahui dengan jelas apa itu makna amar ma'ruf nahi mungkar, maka apakah kita masih hanya berdiam diri menunggu keajaiban.

Selasa, 30 Agustus 2016

OBAT SEGALA MASALAH HIDUP: GRATIS DAN MUJARAB

Ada banyak orang sibuk mencari obat dari berbagai permasalahan hidupnya, ada yang sampai pergi ke luar negeri demi mendapatkan kepercayaan dirinya kembali dan rela membayar dengan harga tinggi. Orang percaya bahwa dengan obat yang berbentuk pil dan kapsul dapat mengobati sakit yang mereka derita, terutama sakit yang berasal dari dalam jiwa.

Tapi tahukah anda bahwa sesungguhnya semua pemasalahan pelik yang dihadapi kebanyakan orang saat ini sudah Allah sediakan obatnya, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya saja. Berikut ini daftar penyakit dan obat manjur yang bisa digunakan untuk mengatasi berbagai masalah. Tidak tersedia di apotik manapun, tetapi sudah ada dalam diri setiap orang.

DAFTAR PENYAKIT DAN OBAT PENAWARNYA

Obat sedih dan gelisah ; Shalat dan Doa, shalat khusuk bikin jiwa jadi tenang.
Obat Anti depresi ; Istigfar, Koreksi diri dan memaafkan
Obat Anti miskin-banyak rezeki ; shalat dhuha dan sambung silahrahim sanak saudara.
Obat Jiwa Tenang; Baca Al Quran, Dengar Ceramah dan banyak mengingat Kebesaran Allah swt
Obat Anti Galau ; perbanyak Istigfar, dzikir, wirid dan Tasbih
Obat Keluar dari masalah ; Shalat Tahajud, Tobat dan Sholat Hajat
Obat dari rasa takut ; Istigfar, dan Ziarah kubur (banyak mengingat mati)
Obat Sakit Jasmani : Ruqyah, Bekam, perbanyak Sholat Tobat dan mohon ampun kepada-Nya
Obat dari rasa Sempit (terlilit hutang) ; Keluarkan zakat dan perbanyak Infak-Sedekah
Obat ingin menjadi mulia ; hormati dan muliakan kedua orang tua
Obat ingin sukses dan berjaya ; belajar ilmu agama (memperdalam) dan perbanyak teman (orang alim)
Obat ingin mendapatkan cinta sejati ; Berserah diri, berbaik sangka dan pasrah kepada-Nya
Obat Panjang umur dan sehat jasmani ; Puasa sunnah dan kurangi makan berlebihan.
Obat ingin awet muda ; Banyak Wudhu dan Tayamum
Obat ingin Bahagia dunia akherat ; Sabar, Ridho dan Tawakal kepada-Nya.

Obat-obat ini tidak tersedia di apotik manapun di dunia ini, tapi ia ada didalam hati kita yang sudah tahu dan mengerti tapi malas melaksanakannya. Bahkan sebelum manusia hadir di dunia ini Allah sudah menunjukkan kepada kita bahwa semua penyakit pasti ada obatnya, dan memang benar semua masalah hidup berasal dari daerah terdalam yaitu jiwa kita, maka dengan itu hal pertama yang harus disembuhkan adalah jiwa kita. Ada banyak orang yang tidak sempat mengobati sakit yang satu ini dan akhirnya berujung pada vonis terserang penyakit jiwa alias gila. Siapapun yang hidup di masa sulit seperti sekarang ini jika mereka ingin tetap bertahan dan lolos dan ujian maka mereka harus selalu banyak mengkonsumsi obat-obatan diatas, agar jiwanya selalu sehat dan terhindar dari berbagai penyakit mengerikan lainnya.

Senin, 29 Agustus 2016

HAK PEREMPUAN DI ERA MODERN MASIH SEBATAS WACANA

Beberapa waktu lalu kita memperingati hari kemerdekan, dan setiap tahun kita juga memperingati Hari Kartini, sebagai wujud penghormatan kita kepada jasa para pahlawan pejuang emansipasi yaitu RA. Kartini. Pejuang emansipasi perempuan yang dikenal sangat gigih memperjuangkan hak-hak perempuan. Dalam kaitan nilai kemerdekaan dengan semangat emansipasi ini, adakah perempuan sudah mendapatkan kemerdekaaan yang sesungguhnya? Ataukah ternyata hingga kini mereka masih dijajah dalam bentuk penjajahan berkedok modernisasi.

Namun jika merujuk para makna kata emansipasi, Apa itu emansipasi? Menurut Kamus besar Bahasa Indonesia Emansipasi ialah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sejumlah usaha untuk mendapatkan hak politik maupun persamaan derajat, sering bagi kelompok yang tak diberi hak secara spesifik, atau secara lebih umum dalam pembahasan masalah seperti itu. Sudah faham betulkah masyarakat kita tentang inti semangat emansipasi ini? Bahwa misi utama emansipasi ini sebenarnya bukanlah untuk membuat kebanyakan perempuan menjadi mangsa para pelaku kejahatan sebagai bagian dari sisi kesetaraan yang mereka maksudkan. Lalu bagaimana sikap dan tanggapan kaum pria yang seakan-akan mendapatkan tantangan untuk bisa bersaing dengan kaum wanita. Apa reaksi mereka?

Faktanya ada banyak kaum pria ketika berhadapan dengan perempuan dalam suatu situasi mereka mendorong perempuan untuk menggunakan hak emansipasinya (kesetaraan) jika ingin mendapatkan perlakukan yang sama (tempat duduk di angkutan umum misalnya). Yang pada akhirnya, bukannya mendapat perlakukan yang baik, sebaliknya jadi terkesan memojokkan dan melecehkan, karena akhirnya perempuan yang mendapat keistimewaan. Atas nama emansipasi ini justru perempuan menjadi sasaran kesewenangan kaum adam yang menganggap perempuan tidak seharusnya menuntut perlakukan yang sama jika pada faktanya mereka tidak mampu melakukan hal serupa. Banyak diantara kaum laki-laki yang menganggap aneh tuntutan kaum perempuan ini, terlalu tidak mungkin dalam hal apapun, karena perempuan punya banyak kelemahan dan kekurangan fisik. Dimata sebagian pria, tuntutan ini dianggap terlalu mengada-ada dan berlebihan.

Ada kesan, justru ketika perempuan mengatakan peran mereka dilandasi atas nama emansipasi, perlakuan yang
mereka terima justru sikap nyinyir dan meremehkan. Karena seakan-akan perempuan hanya berusaha bersembunyi dibalik slogan emansipasi demi mendapatkan banyak fasilitas lebih baik atas dasar kelemahannya itu. Lalu apa yang salah dengan semua ini? Nampaknya kita semua sudah salah mendefinisikan makna emansipasi yang di maksud Ibu Kita Kartini, nampaknya ada doktrin yang salah di mengerti tentang apa sebenarnya makna emansipasi. Terutama bagi kebanyakan kaum pria. Yang pada akhirnya mereka sedikit terpaksa menerima doktrin tersebut walau memang dalam pelaksanaannya terkesan dipaksakan. Diantara sekian banyak kesalahfahaman penjabaran makna emansipasi ini bahkan menjadikan perempuan pihak yang paling banyak dirugikan.

Perempuan sendiri tidak bisa menentukan batasan apa yang seharusnya menjadi lingkup wilayah mereka ketika harus berhadapan dengan kekuatan fisik, kekuasaan, politik dan kriminalitas. Perempuan kerap menjadi umpan dan sasaran empuk yang dikorbankan demi mencapai tujuan segelintir orang. Dari sekian banyak persoalan yang berhubungan dengan perempuan, sebagian besar diantaranya perempuan hanya dijadikan sample/calon korban yang tidak berdaya, dan sebagian lainnya menjadi pelaku kejahatan yang ingin menampakkan kekuatan/kekejaman mereka. Atas nama emansipasi, mari kita hitung bersama point-point berikut ini, disisi mana perempuan diberdayakan sebagaimana seharusnya mahluk Tuhan yang paling indah, point mana yang menunjukkan peran mereka tidak ada beda dengan benda mati.

1. mari kita hitung ada berapa banyak TKI yang sudah dikirim ke luar negeri untuk mencari pekerjaan dengan alasan ekonomi sehingga mereka terpaksa meninggalkan keluarga di kampung demi sesuap nasi, pada beberapa kasus mereka menerima perlakuan tidak adil bahkan perbuatan biadab dari majikan. dan pemerintah hanya menghitung income atas pemasukan negara dari hasil keringat mereka lalu mereka diberi gelar para kartini devisa? apakah seperti ini layak disebut emansipasi?

2. mari kita hitung berapa banyak buruh perempuan yang dipekerjakan dipabrik-pabrik dengan standar upah rendah dan sama sekali tidak memperhatikan standar keselamatan yang mengutamakan kepentingan perempuan, ada banyak hak yang dilanggar dan itupun juga terpaksa mereka lakukan karena alasan ekonomi. Apakah itu layak disebut emansipasi?

3. mari kita hitung ada berapa banyak pekerja sektor informal yang berkeliaran di pinggir-pinggir jalan dan menjajakan barang dagangannya menjadi pedagang kaki lima, pekerjaan informal inipun terpaksa mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Apa ini wujud emansipasi sebenarnya?

4. mari kita hitung ada berapa banyak perempuan muda cantik terpaksa menjadi pekerja seks komersial yaitu pekerjaan mereka adalah melayani laki-laki hidung belang, karena mereka tidak punya keterampilan dan keahlian, dan sebagainya sekali lagi karena alasan ekonomi, apa ini yang dimaksud emansipasi?

5. mari kita hitung berapa banyak kaum perempuan muda yang bekerja di kantoran dan gedung-gedung bertingkat, berangkat pagi pulang malam dan di tengan perjalanan mereka mendapatkan perlakukan tidak senonoh oleh oknum-oknum di berbagai moda transportasi umum, sekali lagi ini dilakukan atas nama tuntutan ekonomi. Apakah ini yang dimaksud pejuang emansipasi?

6. mari kita hitung ada berapa banyak perempuan yang menjadi menjadi sentra ekploitasi dunia hiburan dan entertainment, mereka merelakan dirinya menjadi pusat perhatian dan pusat kejahatan seksual karena kecantikan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomis segelintir orang, sekali lagi itu dikarenakan dorongan ekonomi dengan imbalan menggiurkan. Apakah ini yang dimaksud emansipasi?

7. mari kita hitung berapa persen sektor pekerjaan yang seharusnya banyak diisi kaum perempuan seperti; pendidikan, kesehatan, kesenian, keterampilan dan sebagainya namun didalamnya pun mereka tetap harus bersaing dengan kaum lak-laki yang juga mendominasi bidang ini. Apa ini yang disebut emansipasi?

8. mari kita hitung ada berapa banyak kaum perempuan yang terpaksa menjalani pekerjaan pria misalnya menjadi supir, buruh bangunan, kuli angkut, olahragawan, tentara, termasuk juga pelaku kejahatan dan sebagainya. Apa ini yang diperlukan untuk menunjang semangat emansipasi?

9. mari kita hitung ada berapa banyak perempuan yang bekerja di sektor pemerintahan daerah dan pusat, yang mana sebenarnya waktu mereka harusnya lebih banyak dipakai untuk mendidik anak-anak di rumah, namun terhalang keadaan karena kesibukan di kantor yang tidak mengenal waktu senggang. Ujungnya, urusan anak-anak dan keluarga diserahkan kepada asisten rumah tangga yang pengetahuannya tidak seberapa (standar SLTP).

10. mari kita hitung ada berapa banyak perempuan yang meninggal dunia di tempatnya bekerja, meninggal akibat kekerasan di jalan, kekerasan dalam rumah tangga, akibat kekerasan seksual dan sebagainya, entah itu disebabkan kesengajaan atau tidak sengaja mengakibatkan mereka harus kehilangan nyawa, lalu negara pun tidak melihat jasa yang mereka sumbangkan dan menganggapnya kecelakaan biasa.

11. Atas nama emansipasi, mari kita hitung ada berapa banyak anak-anak kita yang menjadi korban kekerasan seksual, korban kekerasan dalam rumah tangga akibat orang tuanya berpisah, korban pembunuhan berencana, sasaran empuk berbagai aksi kejahatan yang mana semua itu dimulai dari ketiadaan perhatian orang tua yang sibuk bekerja dan mereka lebih mementingkan karier dibanding keutuhan rumah tangga dan keselamatan anak-anaknya. APa ini tujuan emansipasi?

Dan ada banyak lagi, yang mana ujung dari semua ini akhirnya adalah pendidikan anak jadi terbengkalai dan sudah anda hitung ada berapa banyak kerugian perempuan akibat mereka terpaksa meninggalkan rumah dan anak-anaknya di kemudian hari kelak? Anak-anak kitalah yang menjadi korban paling besar menanggung dampak semua ini, yaitu dimana mereka tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang tidak menghormati orang tuanya termasuk orang lain, karena semasa kecilnya ia diasuh oleh orang yang dibayar dan bukan oleh orang tuanya sendiri yang memberikan nilai-nilai moral ketulusan. Anak-anak dengan pola asuh mengekang dan membatasi gerak mereka akan menghasilkan tumbuh kembang generasi yang kaku dan keras menghadapi kehidupan, mereka adalah jiwa-jiwa yang pamrih.

Pertanyaan besarnya adalah? dimana nilai kemuliaan wanita dalam lingkup emansipasi wanita di 11 point atas? jika anda bisa melihatnya dengan mata hati yang jelas, justru wanita disana tidak ada bedanya dengan budak? emansipasi dalam bentuk baru perbudakan manusia yang mana manusianya sendiri tidak menyadari diri mereka sedang dieksploitasi, hak-haknya di pasung dan diborgol oleh Hak asasi Manusia (HAM) yang menganggap mereka sebagai para pahlawan devisa bagi sang penguasa padahal sesungguhnya mereka tidak lebih dari budak yang diberi label emansipasi modern. Sadarkah anda akan hal itu?

Apakah semua poin diatas anda sebut semangat kesetaraan gender? Apakah anda tidak melihat besarnya sisi buruk yang dihasilkan, Apakah anda tidak merasakan bahwa sebagian besar dari perempuan hanya dijadikan sapi perah penguasa untuk menggerakkan roda ekonomi diberbagai sektor. Perempuan di negeri ini hanya dijadikan alat untuk membanjiri jumlah tenaga kerja sehingga investor mau masuk dan ongkos/upah buruh bisa ditekan. Bukan dalam rangka untuk mensejahterakan, namun untuk mengambil keuntungan dari sisi negatif emansipasi yang mana perempuan di negeri ini mau dan bersedia dijadikan buruh murah.

Lalu apa yang terjadi? Generasi muda kita hancur, baik secara moral dan mental. Kenapa? karena pola didik di rumah yang salah (diasuh oleh asisten rumah tangga atau bahkan oleh media sosial dan gadgetnya), dan kebiasan apa yang dilakukan orang tuanya kelak juga akan diwariskan kepada anak-anaknya dan seterusnya, hingga benar-benar hancurlah generasi kita ke depannya. Sebagaimana yang terjadi di sekeliling kita belakangan ini, ada orang tua memukul guru, ada anak-anak mengeroyok petugas sekolah, ada guru berkelahi dengan wari murid dan sebagainya. Semua pelaku saling baku hantam atas nama kepentingan masing-masing semakin mendominasi.

Bandingkan jika saja perempuan tidak banyak menghabiskan waktunya diluar rumah, bekerja di rumah (usaha kecil menengah) atau bekerja di bidang tertentu saja yang sesuai bidang-bidang pekerjaan yang memang membutuhkan banyak keahlian tangan seorang wanita, misalnya di rumah sakit, klinik, apotik, sekolah, pelatihan dan pusat seni dan budaya, tentulah jiwa mereka juga tidak akan terganggu karena tidak akan menjadi sasaran kekerasan. Mereka juga akan tetap menjadi wanita yang bisa memberikan kontribusi kepada negara namun juga tidak mengesampingkan perannya sebagai pendidik di rumah. Bagaimanapun perempuan adalah mahluk Tuhan yang paling indah dan mereka diciptakan bukan sekedar untuk menjadi penghilang dahaga nafsu birahi para penikmat seks, mereka punya peran membangun generasi cerdas di masa depan.

Jika kita ingin bicara soal kesetaraan gender, maka perempuan harusnya bisa menentukan dibidang apa ia semestinya berkarya dan dengan siapa seharusnya ia berhadapan, bukan dengan laki-laki perkasa yang berkuasa di bidang yang seharusnya banyak digeluti perempuan. Perempuan harusnya bisa berkarya maksimal dibidang yang paling kondusif bagi ke-genderan mereka, bukan di bidang yang digeluti kebanyakan laki-laki berotot dan bukan harus ikut bersaing dengan kebanyakan laki-laki di medan perang, karena jika demikian maka kita akan menemukan ketidaksetaraan. Karena bagaimanapun kondisi fisik pria memang berbeda dengan wanita, tidak akan pernah sama sampai kapanpun. Bahkan Tuhanpun menciptakan manusia dengan memberikan perbedaan yang amat jelas antara laki-laki dan perempuan, baik secara fungsi dan manfaat, seharusnya manusia bisa merasakan bahwa tujuan Tuhan memberikan batas perbedaan itu adalah agar keduanya bisa saling melengkapi satu sama lain, bukan untuk bercampur baur seperti yang terjadi saat ini.

Ingatlah wahai saudara/iku, nilai-nilai emansipasi yang dimaksud ibu kita kartini adalah semua wanita boleh bersekolah dan menentukan pilihan namun tentulah yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Semua wanita indonesia boleh bekerja namun tentulah harus yang sesuai dengan keahlian dan keterampilannya. Semua wanita indonesia boleh berkarier namun tentulah sesuai dengan kodratnya yang mengayomi dan melindungi keluarga dan masyarakat. Tidak ada yang salah dengan nilai-nilai luhur emansipasi yang dimaksudkan sang ibu pertiwi, namun kita sendiri yang salah mendefinisikannya secara berlebihan dan melampaui batasan yang sudah kita semua sepakati.

Selama ini kita menganggap emansipasi adalah kita harus duduk sama-sama, bisa bertarung bersama kaum pria, masuk ke dalam ring tinju dan berhadapan dengan berbagai macam lawan laki-laki dan perempuan berbagai tipe lalu dipaksa memenangkan pertandingan hingga babak akhir, tanpa ampun. Padahal sesungguhnya tidak, perempuan tetaplah harus ditempatkan di tempat yang layak, mulia, dan terhormat, diberikan kemudahan dan kenyamanan sehingga mereka bisa berkembang sesuai nilai-nilai emansipasi itu sendiri. Tetap harus ada batasan yang membedakan perlakukan antara pria dan wanita dalam berbagai bidang, dan dalam berbagai hal wanita seharusnya yang mendapat prioritas terbaik dalam hal pelayanan publik dan jasa.

Cara pandang masyarakat kita yang selama ini selalu menuntut kesetaraan hak semata, karena definisi kesetaraan dimaksud adalah kesetaraan peran dalam hal saling bekerja sama dalam membangun generasi cerdas dan tangguh di masa depan. Baik laki-laki dan perempuan punya peran masing-masing dan harus ada kerjasama dengan baik.
Dalam kehidupan bermasyarakat Perempuan tetaplah harus mendapatkan perlakuan yang baik, dihormati dan dimuliakan dalam berbagai sisi kehidupan. Perempuan haruslah mendapatkan perlakukan istimewa dan lebih terhormat dalam hal apapun, karena perempuan adalah mahluk Tuhan yang istimewa dan mereka adalah para tokoh pembentuk generasi emas di masa depan, jasa mereka sangat besar bagi bangsa ini dan semua keberhasilan suatu negara berada di tangan para wanitanya.

Ajaran Islam secara khusus mengajarkan bagi setiap orang untuk bisa memuliakan wanita dalam berbagai hal, Islam sangat menghormati dan mengagungkan peran kaum perempuan. Sungguh agama Islam sangat menghargai dan memuliakan kaum perempuan dengan menetapkan hukum-hukum syariat yang khusus bagi mereka, serta menjelaskan hak dan kewajiban mereka dalam Islam. Semua itu bertujuan untuk menjaga dan melindungi kehormatan dan kemuliaan mereka.[2]

Syaikh Shâlih al-Fauzân hafidzahullâh berkata: “Wanita Muslimah memiliki kedudukan yang agung dalam Islam, sehingga banyak tugas mulia yang disandarkan kepadanya. Oleh karena itu, Nabi selalu menyampaikan nasehat-nasehat yang khusus bagi kaum wanita[3] , seperti khutbah yang beliau sampaikan di Arafah (ketika haji wada’).[4] Ini semua menunjukkan wajibnya memberikan perhatian kepada kaum wanita di setiap waktu….[5]

Di antara bentuk penghargaan Islam terhadap kaum perempuan adalah dengan menyamakan mereka dengan kaum laki-laki dalam mayoritas hukum-hukum syariat, dalam kewajiban bertauhid kepada Allah Azza wa Jalla , menyempurnakan keimanan, dalam pahala dan siksaan, serta keumuman anjuran dan larangan dalam Islam.[6]

Jika saja kita semua sepakat bahwa dalam kehidupan bermasyarakat kita semua memandang perlu menghormati dan memuliakan perempuan dan ibu untuk kita jadikan tauladan, menghargai mereka dan mengutamakan peran serta mereka. Kaum laki-laki mau sukarela menjadi pemimpin dan pelindung bagi kebanyakan kaum perempuan, semua dilakukan dalam rangka mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan. Dengan sikap seperti ini, tentu saja berbagai tindak kekerasan terhadap perempuan bisa ditekan, kejahatan yang menjadikan perempuan sasaran akan berkurang, tindak penyimpangan orientasi seksual bisa dihindari dan kerja aparatur penegak hukum akan jadi lebih ringan. Karena timbul kesadaran bagi kaum pria untuk berperan menjadi pemimpin dan tameng serta pelindung bagi perempuan, anak-anak, manula, disable dan sebagainya.

Peran laki-laki yang bertindak sebagai pembela kaum lemah akan sangat dibutuhkan bagi seluruh manusia tidak terkecuali bagi mahluk Allah swt lainnya. Timbul kesadaran di masyarakat kita bahwa kaum laki-laki sudah menaungi kaum perempuan dan membantu dalam berbagai keadaan, dengan kondisi seperti ini tentu saja kaum laki-laki tidak lagi memandang perempuan sebelah mata, justru akan menjadikan keadaan yang kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat karena tahu mereka sama-sama berperan membangun bangsa ini menuju masa depan yang lebih baik tentunya.

Minggu, 14 Agustus 2016

SURGANYA ORANG-ORANG RIDHO, TIDAK ADA HISAB DAN JEMBATAN SHIROTH

Ada tempat khusus yang disiapkan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang selama hidup ia Ridho kepada Allah dan Allah pun Ridho kepadanya. Tempat ini dirancang bagi mereka yang selama hidup tidak pernah mengeluh dan berkeluh kesah tentang apapun yang datang dan pergi kepadanya, ia bisa merasakan bahwa semua itu memanglah bagian dari ketentuan Allah atas dirinya dan ia tidak pernah putus harapan atas Karunia dan Rahmat-Nya.

Dalam sebuah hadist disebutkan; "Beruntung sekali orang yang diberi petunjuk keislaman, rezekinya hanya sekedar cukup untuk keperluannya dan ia ridho dengan pemberian itu."

Nabi saw pun bersabda: "Ketika Allah mencintai seseorang hamba, maka Allah akan mengujinya dengan bencana, bila ia bersabar maka Allah akan memilihnya."

Sabda Nabi saw: "Pada hari kiamat kelak Allah akan menumbuhkan sayap di kalangan umat-Ku, merekapun terbang dari kuburannya menuju syurga. Mereka di sana bebas bersenang-senang sesukanya sementara sebagian besar lainnya sedang menunggu dan menjalani proses yang panjang." Tahukan anda siapakah mereka ini?

Para malaikatpun bertanya kepada mereka, "Apa kalian melihat hisab (perhitungan amal)?"
Mereka menjawab, "Kami tidak pernah melihat hisab."
Kata malaikat, "Apa kalian melewati Shiroth?"
Mereka menjawab, "Kami tidak pernah melewati Shiroth."
Para malaikatpun bertanya, "Apakah kalian melihat Jahanam?"
Mereka pun menjawab, "Kami tidak melihat Jahanam."

Malaikatpun bertanya kembali, "Kalian dari golongan mana?"
Mereka menjawab, "Kami dari golongan nabi Muhammad."
Malaikat kembali bertanya, "Kami mohon kepada kalian dengan nama Allah, ceritakanlah pada kami amalan apa yang kalian kerjakan di dunia?"
Mereka pun menjawab, "Kami hanya melakukan dua hal dalam hidup."
Malaikat berkata, "Amalan apakah itu?"
Merekapun menjelaskan, "Jika kami sendirian, kami malu berbuat durhaka kepada Allah, dan kami telah Ridho dengan pembagian yang sedikit selama di dunia."
Para malaikatpun menjawab, "Semua ini jelaslah pantas menjadi milik kalian."

Orang-orang yang selama hidup ia ridho dengan ketentuan-Nya, maka diakhirat kelakpun Allah Ridho mereka memasuki syurga-Nya tanpa proses apapun yang memberatkan. Disinilah syurganya orang-orang ridho dan mereka kekal didalamnya.

CIRI MANUSIA YANG MENDAPAT PETUNJUK

ORANG-ORANG PILIHAN YANG MENDAPAT PETUNJUK ALLAH SWT

Jika Anda bertemu dengan orang yang Zuhud (menjauh dari dunia), maka ikutilah dia, ikuti kemanapun dia pergi dan ikuti apa yang dilakukannya, karena sesungguhnya Ia mempunyai ilmu, Ia adalah orang yang mendapatkan petunjuk dari-Nya, ia adalah orang pilihan, Allah memudahkan ia menerima Hidayah dan petunjuk tanpa di ajari dan tanpa ditunjukkan. Ia adalah manusia yang ditinggikan derajatnya beberapa tingkat diantara kebanyakan manusia. Dalam sebuah hadist disebutkan,".....mereka ialah orang yang memiliki hikmah, alim (memiliki ilmu) dan lantaran alimnya bisa mendekati seperti para Nabi."


Disamping itu mereka juga termasuk orang yang ridho atas keluasan dan ridho atas kejadian-kejadian Qodlo.
"Mereka Ridho kepada Allah dan Allah juga Ridho kepada mereka." (QS. Ar Rahman:60).

Melalui Hasan ra. dia menceritakan bahwa ketika nabi menemui para sahabatnya beliau bersabda:
"Apakah ada yang ingin dibutakan oleh Allah sampai tidak bisa melihat? Ketahuilah, sesungguhnya siapapun yang mencintai dunia dan panjang angan-angan, jelas Allah swt akan membutakan mata hatinya sesuai ukuran cinta duniawian-nya.

Namun barang siapa yang Zuhud (menjauhi) terhadap dunia dan menghentikan angan-angannya, maka Allah memberikan ilmu padanya tanpa belajar dan memberikan hidayah padanya tanpa ditunjukkan.

Jika anda menimba ilmu darinya, maka sesungguhnya ilmunya amat berharga dari segala kenikmatan dunia dan ia bukan hanya akan membuat anda terhindar dari siksa neraka, bahkan ia akan memasukkan anda ke dalam syurga tanpa anda sadari, yaitu, selama anda mengamalkan ilmu yang ia sampaikan, anda juga mendapatkan berkah dan karunia-Nya.

Sangat sulit dijaman seperti sekarang ini menemukan orang yang wara dan menjalankan zuhud yang sebenar-benarnya di jalan Allah swt, karena besarnya penghalang dan banyaknya rintangan duniawi. Banyak yang tidak mampu menjalankannya karena daya tarik dunia begitu besar sehingga orang tidak mampu istiqomah dan akhirnya jatuh ke dalam lembah riya/berbangga diri.

Tapi tetap ada beberapa orang diantara manusia yang mau dengan ikhlas melaksanakannya dan anda dapat menemukannya dilihat dari ilmu yang ia sampaikan merupakan bagian dari perintah Alah dan rasul-Nya dan juga merupakan ilmu sederhana yang mudah dilaksanakan dan dapat diterima dengan hati.


"Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah itu ada beberapa orang yang bukan nabi dan syuhada tapi kedudukan mereka sama, karena kedudukannya disisi Allah."

Orang ini tidak akan menampakkan diri ke muka umum dan membanggakan diri sebagai orang yang istimewa, ia kelihatan sama dengan manusia lainnya, tetapi hal yang paling istimewa dari orang ini adalah sesosok pribadi yang sederhana, santun dalam berkata-kata dan tingkah lakunya berbudi luhur, anda tanpa sadar akan mengikuti setiap perkataannya dan anjurannya dalam berbuat baik tanpa anda merasakan ragu dan tanpa perasaan berat dan takut sedikitpun. Anda merasa yakin bahwa ilmu yang disampaikan itu mengandung nilai kebenaran, mengajak kebaikan dan sangat bermanfaat akan membawa kebaikan bagi diri anda. Itu karena anda tahu bahwa ia ikhlas melakukannya tanpa mengharap imbalan sedikitpun dari manusia, ia hanya mengharap riho Allah swt. Apapun yang disampaikannya maka itu bukan berasal dari pendapatnya pribadi tetapi berasal dari sumber yang Maha Tahu dan Maha Mendengar. Orang seperti ini hanya akan bertindak atas kehendak dzat yang maha Berkuasa atas dirinya, yaitu Allah swt. Dan Allah swt menggerakkan orang-orang zuhud ini untuk memberi petunjuk kepada yang lain, agar segera berhujrah ataupun segera bertobat.

Namun jika anda bertemu dengan orang yang mengatasnamakan diri mereka wakil Allah di bumi, ia melakukan kebaikan untuk di ikuti banyak orang, dengan mengharap banyak imbalan juga dengan alasan keilmuaannya, maka sebaiknya anda lari dan menjauh darinya. Karena setiap usaha yang ia lakukan akan mendatangkan kehancuran, setiap urusannya berbuah dosa. Tidak ada yang akan anda dapatkan darinya kecuali anda akan menyesal sebesar-besarnya di akhirat kelak. Sebagaimana sabda Rasulullan saw:


"Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain dan seburuk-buruknya manusia adalah yang mengakibatkan kesengsaraan bagi orang lain."

Ikuti dan amalkan ilmu yang diberitakan oleh seorang yang Zuhud, karena keselamatan dan keridhoan Allah swt juga ada bersamanya.

TIDAK APA, JIKA ORANG MEMANDANGMU SEBELAH MATA

Mengomentari bentuk tubuh yang tidak proposional; gemuk/kurus/besar
Mengomentari wajahmu yang tidak sempurna; jelek/buruk rupa/ugly
Mengomentari hartamu yang serba kekurangan: miskin/melarat/fakir
Meremehkan kemampuanmu dan sebagainya

Percayalah, semua itu tidaklah ada artinya dimata Allah selain yang lebih dicintai-Nya adalah HATIMU yang BERSIH. Bahwa Allah hanya peduli pada Kondisi Hatimu yang:
Bersih dari Noda-noda; syirik/musyrik dan munafik
Bersih dari Penyakit; ujub, hasud/hasad, iri/dengki, kikir/bakhil
Bersih dari kotoran dunia; berbangga diri/sombong/riya/angkuh

Karena Allah hanya mencintai Hati umatnya yang; sabar, ikhlas, sederhana, menerima, tekun, berbaik sangka dan bersyukur. Karena bagi-Nya, Hati seorang mukmin yang bersih, jauh lebih berharga jika dibanding seluruh harta di dunia.

Karena Faktanya, di alam akhirat kelak Malaikat tidak akan mengajukan pertanyaan; Kenapa wajahmu jelek? atau kenapa badanmu gendut? atau kenapa hidupmu susah/miskin? Melainkan malaikat akan menanyakan; mengapa hatimu busuk? kenapa kamu penuh dengan kebencian? Kenapa kamu tidak mau mendengarkan dan mengikuti perintah Allah (keras hati)? Semua hal yang berkaitan dengan keimanan adalah yang pokok menjadi bentu pertanggung jawaban kita hidup di dunia ini.

Bukan materi yang membuat derajat seseorang mulia di sisi-Nya, melainkan Kesucian Hati dan Jiwa yang selalu terjaga dari keburukan dan kerusakan duniawi.
Maka dari itu, tidak akan pernah bisa kita mencapai kemuliaan di sisi manusia, namun bersegerlah kita memburu kemuliaan di sisi Allah swt, karena itu jauh lebih berharga dari apapun.

Sabtu, 30 Juli 2016

PAHALA BUKAN SATU-SATUNYA SEBAB KITA MASUK SYURGA

Pernahkah anda bertanya mengapa Allah menawarkan konsep imbalan kebaikan berupa Pahala? Apa itu pahala? Seperti apa bentuknya? Untuk apa dan kepada siapa sebenarnya pahala itu ditujukan? Bukankah konsep pahala ini hanya akan membuat setiap orang berorientasi berhitung (berbuat sesuatu karena mengharap imbalan) dan tidak menjadikan pribadi yang ikhlas dan tanpa pamrih? Bukankah konsep pahala ini hanya akan membuat seseorang berubah menjadi muslim yang pamrih=melakukan sesuatu karena alasan tertentu. Lalu bagaimana dengan dosa? seperti apa wujud dosa?

Karena sesungguhnya, konsep pemberian imbalan pahala itu hanya diperuntukkan bagi anak-anak dan remaja atau orang yang baru mengenal atau belajar islam, bukan diperuntukkan bagi umat muslim yang sudah mengerti ajaran islam dan menjalaninya bertahun-tahun. Bukan bagi orang dewasa yang sudah mengerti dan mempelajari islam sejak lama. Konsep pahala sebenarnya ditujukan bagi siapa saja yang baru belajar dan ingin mengenal islam (mualaf). Konsep pahala ini dibuat hanya untuk merangsang semangat setiap orang agar mereka mengerti bahwa setiap perbuatan baik akan menghasilkan kebaikan dan keuntungan, agar mereka terpacu dan bersemangat untuk banyak berbuat baik dengan alasan imbalan pahala yang akan diterima kelak.

Dan sesungguhnya pahala bukanlah satu-satunya alasan seseorang bisa masuk syurga-Nya. Semua umat muslim akan diputuskan masuk syurga bukanlah sekedar karena banyaknya pahala yang sudah mereka kumpulkan selama hidup, dan bukan sekedar karena ia lolos dari hisab/timbangan amal, melainkan itu adalah semata-mata karena karunia Allah swt kepada dirinya. Sebagaimana hadist rasulullah berikut ini:

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ » . قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَلاَ ، وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ

Sesungguhnya Abu Hurairah berkata, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” “Engkau juga tidak wahai Rasulullah?”, tanya beberapa sahabat. Beliau menjawab, “Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah.” (HR. Bukhari no. 5673 dan Muslim no. 2816)

Mengapa demikian? Ini disebabkan, karena selama ini hidup di dunia, kita terlalu berorientasi pada materi, yaitu sesuatu yang berwujud, dan berbentuk nyata. Kita baru percaya sesuatu itu ada jika kita sudah melihat wujudnya. Sementara, apa-apa balasan kebaikan yang ditawarkan Allah tidak ada wujudnya, tidak bisa dilihat dengan mata namun bisa diterima oleh akal dan bisa dirasakan oleh hati. Ide pahala ini diterapkan sesungguhnya adalah dalam rangka proses peralihan dari materi berwujud (benda) menuju ketenangan yang hakiki, bahwa jika seseorang sudah berada pada tahap derajat iman yang baik dan pemahaman yang sempurna mengenai keimanan dan keislamannya, maka ia sudah tidak lagi menghitung berapa banyak jumlah pahala yang sudah dikumpulkan, sudah berapa banyak kebaikan yang dia perbuat, selain ia hanya akan memilih bersikap ikhlas, sabar dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah swt, percaya dan yakin bahwa Allah akan membalas semua perbuatannya dengan kebaikan pula.

"Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula."
(QS. Ar Rahman:60)

Seseorang yang sudah tidak merasa berat menjalankan kewajibannya sebagai muslim (shalat, puasa, zakat dan sebagainya), sudah tidak mempertanyakan alasannya melakukan semua ketentuan itu, ia sudah tidak menghitung berapa banyak kebaikan yang sudah diperbuat, dan ia sudah tidak lagi mempermasalahkan berapa banyak pengorbanan yang sudah dia lakukan di jalan Allah selain ia sudah sepenuhnya menyerahkan semua usahanya itu kepada Allah swt. Itulah tujuan akhir bagi siapa saja yang mengerti bahwa pahala bukanlah satu-satunya alasan seseorang masuk syurga-Nya. Melainkan keikhlasan dan kepasrahannya kepada Sang Khaliklah yang membuat dirinya berharga di mata Allah swt. Sebagimana disebutkan dalan Ayat-Nya yang berbunyi:

سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آَمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabbmu dan surga yang lebarnya selebar langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al Hadiid: 21).

Seandainya saja setiap orang berbuat baik karena mengharapkan imbalan pahala bagi dirinya agar bisa masuk syurga, pertanyaannya adalah apakah semua kenikmatan yang ada di syurga memang sepadan dengan jumlah pahala yang dikumpulkan manusia semasa hidupnya? Jawabannya adalah tidak, semua kenikmatan syurga tidak ada pembanding yang sepadan dengannya termasuk pahala seorang anak manusia, walau ia sudah berbuat baik sejak dalam masa kandungan, kecuali Allah Ridho kepadanya.

Contoh sederhananya adalah sebagai berikut; katakanlah ada seorang (fulan) yang berusaha ingin mendapatkan syurganya dengan secara terus menerus membaca Al Quran dan sedekah, apakah orang ini akan masuk syurga kelak? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari perhatikan dulu apa niat si fulan ini? apakah ia melakukannya semata-mata karena imbalan pahala atau karena kecintaannya kepada Allah swt? Jika ia melakukannya hanya karena ingin mengumpulkan pahala, maka kelak di hari akhir ia akan mendapatkan buah perbuatannya itu namun ia harus melewati tahap hisab (perhitungan tibangan amal) dan akhirnya diputuskan bahwa ia bisa masuk syurga karena amalannya tersebut.

ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan” (QS. An-Nahl: 32)

وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Az-Zukhruf: 72)

Namun jika ia melakukannya karena alasan kecintaannya kepada Allah tanpa mempehitungkan pahalanya, dan buah dari kecintaannya itu menghasilkan perbuatan positif lain yang bisa meningkatkan keimanannya misalnya ia bisa menjadi penolong agama Allah, memberikan pencerahan kepada sesamanya dan membantu sesama dan ia ikhlas melakukannya tidak mengharap imbalan (pahala/uang/pujian). Atas upaya dan jerih payahnya tersebut, bisa membuat banyak orang tertolong iman dan akidahnya serta menyelamatkan agama Allah dari kehancuran, maka atas usahanya tersebut Allah menjadi ridho kepadanya, lalu di hari akhir ia tidak melewati tahap hisab (perhitungan amal) karena jika dihitung secara kasat mata, semua usahanya tersebut amatlah besar nilainya dimata Allah dan tidak bisa dibandingkan dengan seluruh kenikmatan yang ada di syurga, bahkan melebihi rasa Cinta Allah kepada si fulan ini.

Jadi, ada proses dimana seseorang yang diberi rangsangan ganjaran pahala diharapkan bagi mereka agar bisa mencapai tahap "Ikhlas tanpa pamrih". Jika seseorang ingin mendapatkan ganjaran syurga tanpa hisab, maka mereka harus meningkatkan kualitas ibadah dan niat ibadahnya tersebut sudah bukan lagi menjadi kewajiban atau karena alasan pahala, melainkan sudah berubah menjadi bagian kebutuhan dan kecintaan kepada-Nya. Ia melakukan kebaikan atas dasar kebutuhannya kepada Allah dan atas rasa cintanya kepada Allah yang melebihi kecintaannya kepada dirinya sendiri, sehingga ia rela melakukan apapun untuk menegakkan agama Allah, tanpa mempedulikan besarnya pengorbanan dan banyaknya penghalang. Dalam kekhusukannya itu Allah melihat hatinya hanya tertuju kepada-Nya, dan semua daya dan upayanya dikerahkan hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah, dalam keadaan seperti ini semoga Allah Ridho kepadanya.

"Allah Ridho kepada mereka, dan mereka ridho kepada-Nya." (QS. Al Bayyinah :8)

Pada sebagian yang sudah mencapai tahap ikhlas, orang ini sudah tidak mengira dirinya akan masuk syurga atau neraka. Malah bahkan dirinya merasa tidak layak untuk memasuki Syurga-Nya, karena ia bisa merasakan banyaknya kesalahan dan dosa yang diperbuat, ia merasa tidak layak menempati Syurga-Nya, lalu berusaha melakukan banyak kebaikan tanpa memperhitungkan imbalan selain terus berusaha menjaga keikhlasannya, ditahap ini orang sudah berada pada tingkatan taqwa yang sempurna, ia sudah berhasil melihat kedalam dirinya, yaitu tidak mengharapkan imbalan pahala melainkan hanya mengharap keridhoaan-Nya, mengharap karunia-Nya semata. Tidak ada hal lain yang paling diharapkannya yaitu hanyalah Ridho Illahi Robbi.

Dan kebaikan tingkat tinggi ialah Ridho Allah terhadap hamba-Nya, Dia memperoleh pahala keridhoan Allah swt buat Hamba-hamba-Nya di syurga Aden. Allah Ta'ala berfirman:

"Dan ada beberapa tempat yang indah di Syurga Aden dan Keridhoan Allah adalah yang amat besar...." (QS. At Taubah:72)

Maka Ridhonya Allah yang memiliki surga adalah lebih tinggi dari Ridho itu sendiri. Jika selama hidup ini anda sudah bisa menjadi manusia yang Ridho kepada-Nya, berbahagialah, karena Ridho merupakan tujuan akhir para penghuni-penghuni syurga.


Senin, 18 Juli 2016

SEBERAPA BESAR BAHAYA GAME POKEMON GO?


Gemparnya berita ketenaran game online Pokemon Go membuat penasaran semua orang dan bahkan menjadi viral dibanyak media. Ini bagaikan virus yang menyerang semua orang dalam kurun waktu singkat menarik perhatian banyak orang untuk meliput dan memprediksi apa yang sebenarnya sedang terjadi di masyarakat anak muda kita saat ini. Ada semacam usaha sengaja dari beberapa pihak untuk menyebarkan luaskan virus ini, dimana sebagian orang menganggap ini hanya bagian dari taktik dagang biasa dan ada sebagian lagi menganggap ini akan berbahaya bagi system keamanan intelegen Negara. Benarkah seperti itu?
Dalam sesi ini kita akan mencoba melihat dari sudut pandang berbeda. Bahwa suka atau tidak kita harus menerima ini adalah bagian dari salah satu pengembangan teknologi informasi yang berbasis game online, yang pada kenyataannya memang banyak dikonsumsi oleh anak muda dan generasi gadget. Tidak ada paksaan, semua bisa didapatkan atas kehendak pribadi dan kebebasan setiap orang atas kesadaran sendiri. Jika disebutkan bahwa geme ini ada turut campur intelegen didalamnya (sekelas CIA), maka hal itu memanglah benar adanya.

Tetapi dalam hal ini bukan digunakan dalam rangka untuk mencuri data keamanan/data intelegen suatu Negara, analisa itu terlalu jauh, game ini dikembangkan dalam rangka upaya pegendalian bawah sadar orang yang memainkan game tersebut atau dalam istilah ini adalah salah satu bentuk game berbasis Mind Control (pengendalian bawah sadar seseorang) dari jarak jauh.

Game ini bertujuan untuk mengendalikan keinginan bawah seseorang untuk mengikuti apa saja yang diperintahkan operator permainan, agar para penggunanya seolah merasakan sensasi asik namun mereka lupa akan kondisi bahaya yang ada disekelilingnya. Jika sudah seperti ini maka orang tersebut sudah berada diluar kendali sadarnya, lalu apa yang terjadi? berbagai kecelakan tidak akan bisa dihindari.

Misalnya jika seseorang bermain sembari berjalan kaki, maka ia tidak sadar akan berjalan ke tengah ramainya lalu lalang jalan dan akhirnya tertabrak mobil dan akhirnya meninggal dunia.
Atau jika seseorang memainkannya sambil berkendaraan, tanpa sadar mereka juga tidak bisa mengendalikan laju mobil yang dikendarainya lalu akhirnya akibat keasikannya bermain ia menabrak para pejalan kaki.
Atau jika orang tersebut asik bermain di atas gedung bertingkat, saking asinknya mereka tidak memperhatikan tempat berdiri dan akhirnya terjatuh dari ketinggian.
Atau jika anak-anak asik bermain dipinggir pantai atau sungai dan akibat tidak memperhatikan lokasi lalu akhirnya mereka terseret arus laut atau terjatuh ke dalam sungai, maka akhirnya terjadi kecelakaan dan mengakibatkan si penggunanya wafat.

Maka seperti itulah tujuan dikembangkannya game online ini, yaitu membuat banyak orang tidak bisa mengendalikan kesadarannya dan akhirnya mengalami kecelakaan lalu meninggal dunia. Ada berapa banyak data dari seluruh Negara yang sudah melaporkan terjadinya kecelakaan akibat permainan Pokemon Go ini, ada banyak sekali dan berbagai ragam kasus. Semua data ini akan dikumpulkan dan diolah oleh intelegen untuk mempelajari pola dan tingkah laku setiap pemain untuk dijadikan salah satu metode pengembangan Senjata Pemusnah Massal yang paling efektif di kemudian hari.

Ya benar sekali, senjata pemusnah massal berbasis android yang menggunakan metode Mind Control dari jarak jauh tanpa perlu susah-susah mengirimkan pasukan ke medan perang, tetapi cukup anda sendiri yang memencet tombolnya lalu terjadilah kecelakaan dan kematian tidak disengaja dalam jumlah besar secara bersamaan di berbagai Negara, sasarannya adalah anak-anak muda.

Virus ini akan merasuki siapa saja yang sukarela bergabung dan menyatakan diri mereka siap dengan segala resiko. Siap mengambil resiko, termasuk kematian, kenapa? karena sesuai dengan konsep pokok game ini adalah kemampuan lihai menangkap monster. Sementara definisi monster sebenarnya adalah hantu/syetan, atau dalam artian harfiahnya orang yang bermain game ini sedang berusaha keras mencari hantu, yang mana kita tahu hantu itu hanya ada dalam dunia ghaib, dan juga berarti ia sukarela bergabung dalam kematian.

Lalu darimana mereka bisa mendapatkan semua data tersebut, ya dari semua pengguna/pemain game yang mendaftarkan diri mereka secara online, semua data diserap dari akun google yang mereka daftarkan ke operator.

Lalu data tersebut disimpan oleh pasukan intelegen yang mana data ini akan mempelajari berbagai tingkah dan pola pikir setiap orang dalam mengendalikan diri dan mengendalikan gadget yang mereka gunakan. Seberapa sering dan seberapa efektif game ini bisa mengendalikan bawah sadar si pengguna dan seberapa banyak korban yang bisa dihasilkan dari penggunaan game ini.

Ya inilah tujuan disertakannya intelegen dalam game ini, bukan sekedar untuk mengendalikan alam bawah sadar, mereka juga ingin mengakses data lokasi pengguna melalui GPS, mereka ingin mengakses seluruh data pribadi pengguna (data sidik jari), mengakses seluruh sumber keuangan, mengakses seluruh hubungan kekeluargaan dan kekerabatan, mengakses seluruh informasi yang mereka perlukan dalam rangka mengembangkan senjata pemusnah massal yang efektif mengakibatkan banyaknya jatuh korban nyawa dikemudian hari.

Game ini hanya alat, tujuan sesungguhnya dibuatnya game ini adalah untuk kepentingan memusnahkan banyak orang melalui jaringan sosial. Dalam rangka mengendalikan tingginya pertumbuhan penduduk bumi yang mereka anggap bisa menghambat pertumbuhan ekonomi suatu Negara. Dan inilah sesungguhnya alas an dikembangkannya teknologi informasi digital dan komunikasi, bukan sekedar untuk memudahkan orang dalam berinteraksi, namun diperlukan dalam rangka mengakses berbagai data dan informasi penting yang bisa digunakan untuk berbagai macam tujuan besar di masa depan. Maka dari itu diperlukan sikap bijak kita dalam menggunakan media-media ini. salam

Minggu, 10 Juli 2016

SEPINTAS GAMBARAN SYURGA AADN

SEPERTI INILAH GAMBARAN SYURGA YANG DIJANJIKAN ALLAH SWT;

Nabi saw. pernah ditanya mengenai gambaran syurga yang tercantum dalam Firman Allah swt; "Dan tempat tinggal yang indah di syurga Adn." (QS. 9:72).

Maka berikut sabda Rasulullah saw mengenai hal tersebut;

"Ia adalah beberapa gedung terbuat dari mutiara Lu'lu.
Setiap gedungnya ada 70 rumah dari Yaqut merah (yaqut=permata).
Setiap rumahnya ada 70 buah kamar dari Zamrud Hijau.
Disetiap kamarnya ada tempat tidur dari Sutra.
Di setiap tempat tidurnya ada 70 hamparan Permadani beraneka warna.
Dan disetiap tempat tidur juga ada seroang Bidadari yang bermata jeli.
Di dalam setiap kamar ada 70 menu makanan, dan di setiap menu ada 70 macam makanan.
Tiap-tiap kamar juga ada 70 pelayan putri yang masih remaja, dan setiap mukmin akan diberikan kekuatan nikmat ini setiap pagi. Maksudnya diberi kekuatan untuk merasakan kenikmatan-kenikmatan itu setiap hari.

Renungkanlah bahwa wajah-wajah mereka amat berseri-seri penuh kenikmatan; diberi minum khmar murni, duduk-duduk diatas mimbar mutiara merah, dalam kemah-kemah yang terbuat dari mutiara putih dengan hamparan permadani hijau....(dst, dimana penjelasan surga ini tidak akan mampu manusia bayangkan atau bahkan tidak akan mampu menandingi atau bahkan mensifati mendekati kebenarannya.

Kenikmatannya tidak terukur oleh akal dan tidak terasakan oleh hati, sebab akal dan hati tidak mampu menangkap kenikmatan surgawi.
Penjelasan ini hanya bersifat harfiah akliah sementara. Namun sejauh ini, sifat-sifat surga masih mampu diwakili dengan kata-kata sebagai perangsang untuk mengangkat greget iman muslim. Dan semua itu terkumpul dalam makna Ridho dan Rahmat Allah semata melalui sabda-sabda Nabi Muhammad saw.
Subhanallah, sudahkah anda siap menerima ini semua.

SEPENGGAL KISAH SANG LIANG KUBUR

Dikisahkan bahwa sewaktu Fatimah ra. wafat, jenazahnya diletakkan di tepi kubur, Abu Zar Al Ghifari ra. berkata kepada Kubur, *"Wahai kubur, tahukah kamu jenazah siapakah yang kami bawakan kepadamu? Jenazah yang kami bawa ini adalah Fatimah Az-Zahra, anak Rasulullah saw:
Kubur pun berkata, "Aku bukannya tempat bagi mereka yang berderajat atau orang-orang bernasab. Aku adalah tempatnya amal shaleh, orang yang banyak amalnya maka ia akan selamat dariku. Namun jika dia bukan orang yang beramal shaleh, maka dia tidak akan bisa lepas dariku (akan kusiksa dia dengan seburuk-buruknya)."*

Inti pesan; Bahwa Liang Kubur bukan diperuntukkan bagi orang-orang yang tinggi derajatnya disisi Allah, bukan juga bagi orang yang punya hubungan kekerabatan dengan rasulullah dan para sahabat. (Menurut beberapa hadist disebutkan bahwa arwah para tamu istimewa Allah ini langsung dibawa malaikat ke Arsy-Nya dan mendapat tempat yang istimewa).

Liang kubur hanya diperuntukkan bagi orang yang telah beramal sholeh, mereka akan mendapat nikmat kubur. Sementara, Siksa kubur disediakan bagi yang tidak percaya adanya kehidupan setelah kematian, tidak percaya Allah swt adalah Tuhan yang satu, tidak mau mengakui Nabi Besar Muhammad adalah utusan-Nya dan tidak menerima Al Quran adalah petunjuk-Nya. Meski sebagian dari mereka mengetahui namun mereka memilih menjauh atau menghindar dan ada sebagian lagi memilih menolak, maka mereka akan disiksa dengan siksaan yang berat.

Liang kubur adalah pintu pertama yang mana jika seseorang bisa lolos darinya maka tidak akan ada kesulitan sesudahnya, namun jika dipintu ini ia tidak selamat maka jangan harapkan bisa lolos dari siksa yang lebih keras dari sebelumnya.

Sesungguhnya di antara hal yang membuat jiwa melantur dan mendorongnya kepada berbagai pertarungan yang merugikan dengan syahwat yang tercela adalah panjang angan-angan dan lupa akan kematian. Oleh karena itu di antara hal yang dapat mengobati jiwa adalah mengingat kematian, mengingat mati dapat melembutkan hati dan memutus angan-angan.

HIDUPLAH ALA PHILOSOFI POHON

Jika anda pernah melihat dengan seksama sebatang pohon yang tumbuh di sekitaran anda, apa yang anda kagumi dari wujud pohon itu. Ternyata ada hikmah besar mengapa Allah menciptakan mahluk yang satu ini, yaitu adanya unsur keindahan, ketenangan, keikhlasan, kemanfaatan dan kesabaran.

Pohon ini hanya bisa diam didalam sepi, walau ramai hiruk pikuk disekelilingnya ia tidak bergeming dan bahkan semakin menjulang ke atas. Hakikatnya jika manusia bisa mengambil hikmah dari penciptaan Pohon, maka manusia akan mampu mencapai keutamaan.

Nilai hidup ala Philosofi Pohon;

- Walau tak bisa bergerak (diam dan khusuk) tetapi ia bisa mencapai langit (puncak).

- Walau tidak bisa berlari (menghindar) dari terpaan badai (masalah), tetapi ia bisa tetap bertahan dan memberi perlindungan kepada yang membutuhkan.

- Walau punya keterbatasan, ia tetap bisa memberi manfaat kepada semua Mahluk-Nya; daun, batang, buah, kayu bahkan akar semua bermanfaat.


Jika manusia bisa mengilhami keindahan dari sebatang pohon, maka ia akan mampu mencapai puncak keutamaan hidup yaitu puncak kemuliaan di sisi-Nya. Pohon adalah salah satu contoh nyata keabadian, ia sudah ada sejak pertama kali alam ini diciptakan hingga datangnya hari Akhir, mereka adalah mahluk keabadian.

SIKSA BERLIPAT BAGI USTAD/ZAH MABUK DUNIA

Beberapa waktu belakangan ini kita disibukkan dengan pemberitaan ustad dan ustazah muda di berbagai media, tentang bagaimana kiprahnya menyandang gelar sebagai pendakwah yang mengundang kontroversi karena dianggap tidak bisa berlaku sebagaimana pemuka agama yang baik dan bisa memberi tauladan.

Disinyalir para ustadz/ah ini menggunakan ketenarannya untuk mencari kesenangan dunia atau bahkan memanfaatkan kedudukannya untuk meraup keuntungan untuk memuluskan berbagai rencana2 mereka dengan cara memanfaatkan pengaruhnya di masyarakat sehingga mereka bisa menggalang banyak dana untuk dijadikan alasan untuk membangun sekolah bertema agama, majlis taklim dan sebagainya.

Singkat kata, para pendakwah ini menggunakan dalih agama untuk membenarkan ambisinya mendirikan fasilitas bertema agama keperluan bekal akhirat mereka. Siapa sajakah? Ada ustad yang terkenal dengan ajaran "matematika Sedekah" dengan terang-terangan menjual produk jasa keuangan kepada pengikutnya (Paytrend) sejenis multilevel marketing untuk menjembatani para pemberi sedekah. Atau Ustadzah berinisial OSD yang belakangan ini heboh mendapat boikot dr 3000 orang atas status Ustadzah yang disandangnya, dan diberitakan kerap memasang tarif tinggi (35jt) pada tiap kesempatan, dan meminta pelayanan fasilitas mewah (bintang 5) jika ingin memanggilnya berceramah, dengan dalih dalam ranggka menghimpun dana untuk membangun sekolah penghafal Al Quran dan beberapa ambisi pribadi lainnya. Dan beberapa ustad/zah lain yang belum di ekspos media. Ini sangat memprihatinkan kita sebagai umat muslim tentuya.

Well, kita mungkin masih mengingat dengan jelas bagaimana nasib para pendakwah yang juga pernah bernasib buruk di tengah masa kejayaannya, dimana mereka juga sudah mendirikan pesantren dibeberapa kota. Mendapat julukan "Dai Sejuta Umat" yang juga berakhir dengan berbagai konflik diantaranya; konflik dgn istri siri dan kehancuran kariernya ketika ia memilih jalur politik. Atau bagaimana malangnya nasib Ustad kondang yang terkenal dengan ajaran Tauhidnya, kini kariernya juga sirna setelah kasus kawin cerai dengan istri-istrinya, yang disusul dengan bertubi-tubi cobaan yang menimpa dirinya. Itulah contoh-contoh nyata yang pernah ada, dimana seorang pemuka agama tidak akan mampu menahan berat beban nikmat dunia dan akhirnya mereka terpuruk dalam kehancuran bersama ambisi-ambisinya. Lalu bagaimana bisa para ustad2 muda ini juga ikut menjadi gelap mata dan mereka menempuh jalan yang sama? Walau sudah ada contoh dimasa lalu?

Itu karena mereka sudah terlena dalam ketenaran, kepopuleran, disanjung dan di puja para pengikutnya dan terlena pada kenikmatan berbagai fasilitas duniawi. Yang mana mereka sendiri hanyalah manusia biasa yang sama dengan orang pada umumnya, punya ambisi dan keinginan, bedanya, mereka memiliki kelebihan ilmu dan mereka diberi kepercayaan oleh manusia untuk tampil di muka umum untuk memberi pencerahan kepada yang awam. Sesungguhnya agar bisa menyelamatkan manusia dari kehancuran. Bedanya lagi, mereka tidak bisa menahan diri ketika ketika dunia menghadap dirinya.

Tahukah anda bahwa kebanyakan ustadz/ulama tidak mau/menghindar membaca bab ini karena mereka tau tidak akan bisa mencicipi kenikmatan dunia, atau mereka sudah merasa dipuncak keimanan maka mereka beranggapan mereka tidak akan mendapat siksa api neraka, tetapi itu salah besar. Karena Allah juga sudah menyediakan siksa bagi mereka yang berkhianat. Sebagian Hukama memberi gelar khusus kepada para ustad/zah jenis ini, yaitu para Ulama Dunia. Karena mereka mengerti konsekuensi besar atas sandangan gelar tersebut tapi mereka tutup mata dan telinga.

Lalu apa yang dimaksud dari kata "Ulama Dunia" yaitu ulama yang menyebarkan ilmunya kepada umat untuk mengejar-ngejar keindahan dunia, sebagai jembatan untuk memperoleh kemuliaan dan kedudukan di hadapan para memimpin dunia.

Nabi saw. bersabda: "Kelak di akhir jaman, ada orang bodoh tekun beribadah dan para alim-ulama yang menyimpang."

Nabi saw. juga bersabda: "Janganlah kamu belajar ilmu dengan tujuan berbangga diri dihadapan para ulama, untuk mendebat kepada orang-orang bodoh dan untuk menarik simpati dari manusia. Barang siapa melakukan hal tersebut, maka nerakalah tempat kembalinya."

Nabi saw juga bersabda: "Barang siapa yang bertambah ilmunya tetapi tidak bertambah petunjuk atas dirinya, maka tidak semakin dekat dia kepada Allah tapi semakin jauh."

Semua ini menunjukkan betapa bahayanya suatu ilmu berada di tangan yang salah. Kadang kala, orang alim justru mengajukan diri mereka ke dalam kehancuran; hancur selamanya atau beruntung selamanya. Dan sungguh, orang yang terjun ke dalam ilmu akan sulit keselamatannya kalau dia tidak betul-betul beruntung.

Umar. ra berkata: "Sesungguhnya sesuatu yang paling aku khawatirkan diantara semua masalah yang ku khawatirkan menimpa umat ini adalah semakin banyaknya orang munafik yang pandai (alim ulama). Mereka bertanya: " Bagaimana bisa seorang munafik bisa alim!"

Umar ra. menjawab: "Alim dan pandai lidahnya, tapi hati dan amalnya amat bodoh."

Hasan ra. berkata: "Janganlah kamu mengumpulkan ilmu dari ulama dan menimba mutiara hikmah dari para hukama, namun jalanmu seperti jalannya orang-orang bodoh dalam hal beramal."

Fudlail bin Iyyad berkata: "Sungguh aku merasa kasian terhadap tiga macam orang" :
1). Orang bangsawan yang menjadi rendah
2). Orang kaya yang jatuh miskin
3). Orang alim yang dipermainkan manusia.

Kata Hasan: "Siksa seorang ulama dunia adalah hati yang mati. Dan hati yang mati disebabkan mencari dunia dengan perbuatan yang bersifat ukhrawiyah."

Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya ada orang alim yang disiksa dengan suatu siksaan, dan para penghuni neraka akan mengelilinginya karena terlalu beratnya siksa."

Maksud orang alim tersebut adalah orang alim yang menyimpang (dari kealimannya). Usamah bin Ziad ra. berkata: "Aku mendengar rasulullah bersabda: " Pada hari kiamat akan didatangkan orang-orang alim, kemudian di lempar ke neraka sampai usus-ususnya terburai keluar laksana seekor keledai berputar membawa panggilingan."
Para penghuni neraka berkumpul dan bertanya: "Mengapa kamu seperti ini!" Dia menjawab: "AKu memerintahkan kebaikan tapi aku sendiri tidak melaksanakannya."

Sungguh siksa bagi ulama dunia akan dilipatgandakan karena besarnya maksiat mereka, karena sesungguhnya mereka mengerti, namun mereka menampik semua kebenaran itu. Maka dari itu Allah Swt berfirman dalam Al Quran:

"Sesungguhnya orang-orang munafik berada dalam tingkat neraka paling bawah...." (QS. An Nisa:145)

Firman-Nya yang lain:
"Maka ketika datang kepada mereka apa yang mereka mengerti, lalu mereka mengingkari, maka laknat Allah buat orang-orang yang ingkar." (QS. Al Baqarah:89)

Firman Allah Swt mengenai kisah Bal'am Baa'urak:
"Dan bacakanlah kepada mereka suatu kabar mengenai orang-orang yang sudah Kami berikan ayat-ayat kepadanya, kemudian dia membuangnya sampai dia diikuti syetan, maka dia termasuk orang-orang yang sesat." (QS. Al Araf:175)

Sampai Dia berfirman:
"Maka dia laksana seekor anjing, jika engkau menghalau, dia akan menjulurkan lidahnya..." (QS. Al Araf :176)

Demikianlah nasib orang alim yang lacut (menyimpang), Sebab Ba'lam telah diberi Kitab oleh Allah, namun ia lebih senang mengikuti hawa nafsunya, lantas ia pun diumpamakan anjing. Artinya, di diberi hikmah atau tidak diberikan, lidahnya tetap menjulur keluar mengikuti kesenangan hawa nafsu.

Maka dari itu Nabi saw bersabda: "Sebaik-baiknya manusia adalah orang mukmin yang alim, yang bila dibutuhkan bisa memberi manfaat, bila tidak dibutuhkan, maka ia bisa mencukupi dirinya."


Catatan: "Memang tidak semua ustad memiliki prilaku seperti diatas, dimasa lalu kita pernah punya Alm. Ustad Jefry Al Bukhori yang kini sudah tenang di sisi Allah, semasa hidupnya walau ia sedang berada di puncak kejayaan dan dunia sedang menghadap dirinya, namun dia tidak silau dan terlena, sebaliknya beliau hanya memilih menjual pakaian Koko yang dirancangnya sendiri di pasar Tanah Abang, atau menciptakan lagu2 Nasyid yang indah, perilakunya tetap rendah hati dan sederhana, mungkin inilah sebabnya Beliau dipanggil lebih dahulu, agar tidak terjangkit penyakit mabuk dunia. Semoga Arwahnya tenang di alam sana."
Mengapa para ustadz yang ada sekarang tidak bisa bersikap seperti Alm. Uje? mengapa mereka memilih menghamba kepada manusia dan kesenangan dunia? Maka dari itu teman, berhati-hatilah kita jika ingin mendapat gelar ustadz/ah, pelajarilah ilmu sebaik-baiknya, karena siksa bagi para ustadz/ulama amat berat di akhirat. Dan berhati-hatilah jika ingin mengikuti ilmu pendakwah, karena jika kita tidak tahu apa yang ada dalam hatinya (motif utama yg bukan krn Allah), maka kelak kita juga akan ikut disiksa bersamanya.

Sangat besar hikmah yang dikandung dari peristiwa ini, yaitu ke depannya akan menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak lagi sembarangan dan asal-asalan dalam memilih pemimpin/pemuka agama, lihatlah bagaimana cara mereka memperlakukan dirinya, apakah mereka memang bersungguh-sungguh ingin berbakti kepada Allah atau ada unsur lain yang menyelimutinya. Sayang sekali jika akhirnya kita tidak bisa memilih siapa orang yang pantas menjadi imam kita, sementara kita mengerti beratnya konsekuensi itu juga akan menjadi tanggung jawab kita nantinya.




Jumat, 10 Juni 2016

MAKNA "SYETAN DI BELENGGU" DIBULAN RAMADHAN

Diriwayatkan oleh Bukhari, no. 1899. Muslim, no. 1079, dari Abu Hurairah radhiallahu ’anhu, sesungguhnya Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ ، وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ

“Apabila bulan Ramadan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu”.


Apa makna 3 kata diatas, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan setan diborgol. Apa maksud dan inti kalimat hadist diatas.

1. Pintu surga dibuka

"Dibulan puasa pintu-pintu surga dibuka; pada sebagian orang mengartikannya dengan membayangkan bahwa pintu dan gerbang surga dibuka selebar-lebarnya sehingga siapa saja yang ingin masuk surga maka mereka bisa masuk. Sehingga ada anggapan banyak orang ingin wafat di bulan ramadhan.

Padahal sesungguhnya;

Makna dari kata pintu-pintu disurga adalah Allah memberikan kesempatan kepada siapa saja yang ingin menjadi penghuni surga kelak, maka di bulan ramdhan inilah kesempatan emas untuk memperbanyak amal sholeh, karena setiap perbuatan baik di bulan puasa akan mendapat imbalan pahala berlipat ganda. Bagi siapa saja yang merasa hidupnya selama ini masih jauh dari kemungkinan masuk dalam surga, inilah kesempatan baik untuk menambah banyak-banyak amalan sholeh, sehingga kelak ia bisa masuk surga.

2. Pintu-pintu neraka ditutup;

Mengandung makna bahwa Allah tidak akan mentolelir siapa saja yang berbuat kejahatan di bulan ramaahdan karena kelak ia sudah dipastikan akan masuk neraka. Karena pada orang yang membaca hadist ini harusnya memahami bahwa di bulan ramadhan Allah hanya membuka satu pintu terbaiknya, yaitu bahwa pintu surge. Jika ada yang nekat melakukan kejahatan di bulan ramadhan, maka sudah menjadi jaminan orang tersebut kelak akan masuk neraka. Pada sebagian orang yang kurang pemahamannya justru mengartikan bahwa meskipun mereka melakukan kejahatan di bulan ramadhan, maka mereka akan tetap masuk surge karena pintu satu-satunya yang terbuka adalah pintu surge.

3. Syaitan dibelenggu

Apa makna kata-kata dibelenggu diatas? apakah benar semua setan tangannya di borgol, atau apa? Ada anggapan di masyarakat bahwa pada saat bulan puasa, maka semua setan akan dibelenggu dan di kurung oleh malaikat dalam sebuah sel dan penjara, sehingga mereka tidak bisa lagi mengganggu orang-orang yang sedang berpuasa. Benarkah anggapan seperti itu? Tapi faktanya, di saat bulan puasa masih saja ada orang yang berbuat jahat dan dosa, bagaimana penjelasan hal tersebut? bukankah seharusnya jika para setan dikurung maka mereka tidak bisa laggi mengajak manusia dalam dosa? logika sederhananya memang begitu, tapi anggapan masyarakat seperti itu adalah salah besar. Di alam ini memang ada banyak setan yang bertebaran, namun satu-satunya setan yang paling berperan penting adalah yang ada dalam diri manusia itu sendiri yaitu setan yang menghuni hawa nafsu.

Dalam diri setiap manusia itu kan ada hawa nafsu, nah yang mengendarai nafsu kita itu adalah setan. pada saat kita puasa, maka kita akan menekan hawa nafsu untuk berbuat macam-macam, terutama makan. pangkal utama titik lemah manusia adalah pada nafsu terhadap makanan, maka dari itu seorang muslim di wajibkan berpuasa di bulan ramadhan, dalam rangka untuk mengendalikan perilaku setan yang menghuni hawa nafsu.

Maka dari itu, pada orang puasa, setan itu gak bisa membujuk orang untuk makan, karena niat mereka puasa jauh lebih kuat daripada hawa nafsunya. Maka saat itulah si setan ini bagaikan orang yg dipasung dan dibelenggu. Dia tidak bisa berbuat apa-apa dan terkurung dalam ke-khusuk-kan orang puasa. Dalam setiap kesempatan, setan itu akan tetap membujuk manusia untuk menghentikan puasanya dengan cara membisikkan kelezaatan makanan dan minuman, namun itu sekali lagi tergantung pada si fulan, mau terbujuk atau tidak. Jika si fulan termakan bujuk rayu setan, maka batal lah puasa si fulan dan menanglah si setan ini, langkah berikutnya setan akan membujuk di fulan untuk melakukan dosa lainnya, yaitu berbohong pada orang-orang disekitarnya. dan seterusnya.

Namun apabila disaat orang puasa itu membaca ayat-ayat suci al quran, maka si setan itu bagaikan terbakar api yang amat panas, dia meronta-ronta kesakitan, karena alunan ayat suci dari mulut orang puasa itu berubah menjadi api yang menghanguskan bangsa setan yg menghuni hawa nafsu manusia. Maka dari itu, pada saat berpuasa disarankan untuk banyak-banyak bertadarus al quran dan berdzikir, sesunguhnya itu adalah untuk melemahkan bujuk rayu setan yang ingin mempengaruhi pikiran orang berpuasa agar dia menghentikan puasanya. Semakin kuat kita bertahan dari bujuk rayu iblis, maka semakin keras siksa yang setan terima.

Jangan di kira pada bulan ramadhan setan tidak akan melakukan pekerjaan utamanya menggoda manusia di bulan ramdhan, justru sebaliknya usaha setan sangat kuat untuk menggoda manusia. Namun bedanya dengan bulan ramadhan, umat muslim sudah mengunci hatinya dengan niat puasa di kala sahur. Orang yang makan sahur dan membaca niat puasa hanya untuk/kepada Allah, maka kepadanya Allah berikan kelebihan kekuatan, jika dibanding orang yang tidak bersahur. Dan jika si orang berpuasa bisa menyelesaikan puasanya hingga azdan magriib menggema, maka si setan ini akan lari tunggang-langgang mencari tempat menenangkan diri, akibat dia telah menerima siksaan api yang amat panas selama seharian penuh si fulan mengekang gerak setan.

Jadi kita jgn membayangkan ketika bulan ramadhan; setan2 itu sedang di borgol sama malaikat agar tidak mengganggu orang puasa, bukan seperti maksudnya, tetapi manusia yg sedang puasa itu sendiri yg memborgol setan yg ada dalam dirinya dengan cara menghindari berbagai perbuatan buruk, maksudhnya setan yg ada pada diri masing2 orang...

Maka dari itu jika ingin terhindari dari godaan setan, usahakan untuk tidak terlalu sering ke luar rumah, terutama ke tempat-tempat berkumpulnya setan seperti di pasar dan supermarket. Disana ada banyak setan yang berkeliaran dan mencari mangsa untuk dilemahkan niat puasanya dengan berbagai macam godaan misalnya haus dan lapar. Jika ingin keluar maka pergilah ke masjid atau majlis-majlis ilmu untuk mengaji dan tadarus, Insya Allah tidak akan diganggu setan, justru mereka akan lari ketakutan karena panasnya api.

Kamis, 09 Juni 2016

ORANG DENGAN GANGGUAN JIN TIDAK BISA MELAKSANAKAN PUASA DENGAN SEMPURNA

Sadarkah kita bahwa setiap orang bisa terkena gangguan jin tanpa disadari. Dan setiap orang yang terkena gangguan jin tidak dapat mendeteksi keberadaan jin dalam dirinya, karena jin ini bersembunyi dalam hati dan ia berusaha menghasut dan menggoyahkan hati orang yang berpuasa. Tapi tidak usah khawatir, di bulan ramadhan ini kita bisa mengetahui apakah diri kita terkena gangguan jin atau tidak, yaitu ketika kita menjalankan ibadah puasa. Seberapa kuat niat ibadah kita tidak diganggu oleh mahluk ghaib, kita bisa mengetahuinya seketika.

CARA MUDAH MENGETAHUI ADANYA GANGGUNG JIN SAAT IBADAH PUASA:

1. Pancing indera penglihatan (mata) anda dengan berbagai makanan dan minuman kesukan diatas meja, jika anda tergoda untuk membatalkan puasa, karena tak kuasa melihat makanan lezat menggoda selera, ini menunjukkan ada gangguan jin dalam diri anda. Mata adalah salah satu pedang syetan yang paling ampuh dalam melemahkan iman seseorang terutama yang sedang berpuasa. Jika memang niat puasa anda sepenuhnya karena Allah, makanan selezat apapun didepan mata tidak mampu menggoyahkan iman seseorang.

2. Pancing indera penciuman (hidung) anda dengan berbagai bau masakan menggoda selera, jika anda mendengar bisikan halus dalam diri anda yang menyarankan anda untuk segera membatalkan puasa, karena rangsangan bau makanan membuat perut anda jadi keroncongan, maka anda juga terkena gangguan jin. Karena mahluk ini merasa tersiksa di dalam tubuh orang yang berpuasa, makanya mereka menggunakan kelemahan indera penciuman untuk melemahkan niat orang berpuasa agar membatalkan puasanya. Penciuman juga merupakan indera yang peka terhadap rangsangan terutama makanan, dan mestinya seharum apapun hidangan tercium tidak akan mampu menggoyahkan iman seseorang.

3. Perhatian kondisi indera pencernaan anda, jika anda kerap merasakan sakit magh yang menyiksa dan tanpa sebab yang jelas ketika anda sedang berpuasa, tiba-tiba perut terasa begah dan perih meski sudah memakan obat anti nyeri lambung, maka sesungguhnya anda sedang mengalami gangguan jin. Mahluk ini berwujud gas/uap yang terjebak didalam saluran cerna dan tidak bisa keluar karena ia tidak menginginkan si pemilik badannya mensucikan diri dengan berpuasa. Jin ini memaksa ingin keluar, namun dengan cara mengaduk-aduk perut sehingga si fulan merasakan sakit dan akhirnya menghentikan puasanya. jika anda kerap merasakan sakit magh yang menyiksa dan tanpa sebab yang jelas ketika anda sedang berpuasa, tiba-tiba perut terasa begah dan perih meski sudah memakan obat anti nyeri lambung, maka sesungguhnya anda sedang mengalami gangguan jin. Mahluk ini berwujud gas/uap yang terjebak didalam saluran cerna dan tidak bisa keluar karena ia tidak menginginkan si pemilik badannya mensucikan diri dengan berpuasa. Jin ini memaksa ingin keluar, namun dengan cara mengaduk-aduk perut sehingga si fulan merasakan sakit dan akhirnya menghentikan puasanya.

Mungkin masih ada banyak lagi gangguan yang disebabkan oleh aktivitas jin dalam diri manusia selama berpuasa, namun yang paling banyak merusak iman kita adalah ketiga hal ini. Di bulan puasa ini kita diminta untuk berperang secara terang-terangan terhadap hawa nafsu ragawi kita, perseteruan sengit antara ruh suci kepunyaan Allah dengan jisim ghaib penghuni hawa nafsu yang digerakkan oleh jin/syetan dan bangsanya sedang berlangsung didalam tubuh kita. Dalam hal ini kita diminta untuk berusaha sekuat tenaga mengalahkan bisikan hawa nafsu dan memohon perlindungan-Nya.

Bukan sekedar hal-hal yang dapat membatalkan puasa saja syetan bekerja menggoda manusia, bahkan mereka dapat membuat kita tetap menjalankan puasa, namun hanya mendapat lapar dan haus karena pikiran anda disibukkan dengan berbagai hal tidak berguna, misalnya seharian hanya bermalas-malasan, bergunjing, membayangkan makanan dan minuman, menghayalkan hal-hal kotor dan sebagainya.

Jika anda sudah merasakan adanya suatu bentuk gangguan jin seperti ini maka segeralah ambil wudhu lalu istigfar dan membaca surat An-Naas (1-6) berulang-ulang kali, karena surat ini memang diturunkan Allah untuk menjaga hati manusia dari berbagai bisikan syetan yang bersembunyi.

Berikut ini adalah surat annas yang di tulis beserta terjemahanya:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Terjemahan Surat An Naas

1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2. raja manusia.
3. sembahan manusia.
4. dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
6. dari (golongan) jin dan manusia.

Baca terus hingga gangguan itu mereda dan hati kita menjadi tenang. Insya Allah jin itu akan kabur dan lari terbirit-birit dan kita bisa melanjutkan ibadah puasa tanpa gangguan.


Label