Kamis, 11 Februari 2016

INTUISI: SUMBER KEBENARAN DAN CAHAYA ILMU


Intuisi- pada tingkat kebenaran yang lebih tinggi—tidak datang pada sembarang orang. Ia adalah nur (cahaya) yang Allah Subhanahu Wata’ala pancarkan pada sebagian hambanya
Oleh: Amin Hasan
SELAMA ini, proses pengetahuan dalam memperoleh kebenaran dan ilmu diakui telah terhegemoni oleh epistemologi Barat modern. Standar rasio dan empiris yang bersifat positivistik, dalam artian harus dapat dirasionalkan dan dibuktikan (verification) secara empiris melalui panca indera menjadi ukuran ilmiah bagi mereka. Mereka menyangkal dan bahkan menolak intuisi sebagai sumber dan metode ilmu yang sah hanya karena, proses pengetahuan melalui intuisi ini tidak dapat dibuktikan secara empiris melalui panca indera dan tidak melalui proses penalaran berpikir tertentu. Akibatnya, sumber kebenaran melalui intuisi inipun kemudian dianggap tidak ilmiah. Tegasnya, Barat selama ini telah membatasi sumber ilmu dan kebenaran hanya pada rasio dan empiris saja. Berdasarkan hal tersebut, maka tulisan ini bermaksud untuk melihat secara lebih dekat mengenai intuisi di atas.

Makna Intuisi


Intuisi, atau yang dalam istilah teknisnya disebut hads merupakan pemahaman yang diperoleh secara langsung, tanpa perantara, tanpa rentetan dalil dan susunan kata, serta tanpa melalui langkah-langkah logika satu demi satu. (baca: Mausu’ah Mushthalahat al-Imam al-Ghazali) Ia semata-mata diberikan oleh Allah Subhanahu Wata’ala sebagai karunia-Nya kepada manusia. Artinya, ilmu ini diperoleh dari peng-ilham-an yang disebut dengan ilmu ladunni, yakni ilmu yang di dalam memperolehnya, tidak ada perantara—yang menghubungkan—antara jiwa dan Pencipta. Ia adalah aliran cahaya ilham yang terjadi setelah jiwa mengalami penyempurnaan (taswiyyah). Oleh sebab itu, seseorang yang sampai pada martabat ilmu ladunni ini tidak memerlukan banyak belajar dan menderita kelelahan dalam proses pembelajaran. (baca: Al-Risalah Al-Laduniyyah). Ia diterima melalui pandangan batinnya atau rasa ruhaninya, yakni dzauq (ذوق), yang dialaminya secara langsung akibat penyingkapan hijab yang menyelubungi alam hakiki kandungan ilmu, yakni kasyf (كشف). Dengan kata lain, dzauq-lah yang menerima ilham dari Tuhan. Ia berperan sebagai daya tangkap yang sekaligus merasakan kehadiran yang ditangkap. Ia berhubungan dengan qalb, sebab qalb selain sebagai esensi, juga sebagai salah satu alat dalam jiwa manusia yang berfungsi untuk memperoleh ilmu.

Selain itu, intuisi atau hads juga merupakan pemahaman langsung akan kebenaran-kebenaran agama, realitas dan eksistensi Tuhan. Bahkan dalam tingkatannya yang lebih tinggi, intuisi adalah intuisi terhadap eksistensi itu sendiri. Dengan kata lain, ketika dengan intuisi yang lebih tinggi orang menemukan wujudnya suatu realitas, “penemuan” eksistensi realitas inilah yang disebut wijdan (‘irfan), yang sebelumnya telah dikatakan mengacu kepada intuisi eksistensi. (baca; Prolegomena to the Metaphysics of Islam: An Exposition of the Fundamental Elements of the Worldview of Islam)

Berkenaan dengan intuisi pada tingkat-tingkat kebenaran yang lebih tinggi, intuisi tidak datang pada sembarang orang, tetapi datang pada orang yang telah mempersiapkan diri untuk itu. Ia datang pada orang yang merenungkan secara terus menerus hakekat realitas ini.

Pemahaman langsung dan seketika yang disebutkan di atas terjadi ketika ia berada dalam keadaan baka dalam Tuhan, yaitu ketika ia memperoleh kediriannya yang lebih tinggi. Artinya, sebagai pengenalan yang merujuk kepada diri manusia khususnya dan kepada alam hakiki dan Tuhan Yang Hak, maka ilmu ini hanyalah dapat mungkin diterima oleh manusia dengan daya usaha amal-ibadah serta kesucian hidupnya—yakni dengan ke-ihsan-annya.

Makna dan Pengalaman Intuisi


Dalam kajian epistemologi Islam, intuisi menjadi salah satu sumber ilmu dan kebenaran sebagaimana halnya rasio dan empiris. Bahkan intuisi ini lebih tinggi kedudukannya daripada ilmu yang notabene diperoleh melalui proses penalaran dan penginderaan. Kebenaran yang dicapai melalui intuisi metodenya memang tidak bisa dibuktikan secara rasional maupun empiris. Akan tetapi, hasil dari kebenaran intuisi tersebut dapat dibuktikan secara rasional sekaligus empiris. Artinya, banyak orang yang memperoleh pengetahuan yang mendalam secara intuitif yang kemudian terbukti benar. Oleh karena itu, Bergson mengatakan bahwa intuisi sebenarnya bersifat intelektual dan sekaligus supra-intelektual, dimana pengetahuan supra-intelektual tersebut akan dapat mencapai pengetahuan dan kesadaran diri pada hal-hal yang paling vital, elan vital. Sementara bagi Nietzsche intuisi merupakan inteligensi yang paling tinggi, dan bagi Maslow intuisi merupakan pengalaman puncak (peak experience).

Mengenai makna dan pengalaman intuisi itu sendiri, perjalanan intelektual dan spiritual Al-Ghazali—barangkali—dalam hal ini bisa kita jadikan sebagai studi kasus. Sebab, di tangan Al-Ghazali-lah proses pengetahuan dalam mencapai kebenaran melalui jalan intuisi sebagai bagian dari kerja intelekual dalam dunia tasawuf dapat dijelaskan dengan baik. Al-Ghazali mampu membuka cakrawala dengan memadukan antara intuisi, teks/wahyu, dan akal sekaligus.


Ringkasnya, melalui intuisi Al-Ghazali menunjukkan sumber ilmu dan kebenaran yang alternatif bagi kemanusiaan dan kehidupan.

Sebagaimana diketahui—dalam Al-Munqidz min al-Dlalal—Al-Ghazali hidup pada masa di mana masyarakat sedang mengalami krisis akidah telah membawanya kepada satu keyakinan penuh akan kebenaran yang sesungguhnya. Sebelumnya, ia sempat menderita penyakit syak (keragu-raguan) terhadap alam fisika dan ilmu-ilmu pasti. Namun, Allah Subhanahu Wata’ala menyembuhkannya dari penyakit syak-nya itu di bawah cahaya (nur) petunjuk-Nya, yang Allah pancarkan ke dalam dada hingga jiwanya pun kembali sehat dan stabil. Cahaya itu terpancar dari kemurahan Tuhan pada sebagian makhluk hidup sehingga harus dinanti-nantikan. Cahaya tersebut tidak dapat ditangkap secara inderawi, namun dari cahaya itulah hendaknya dicari kasyf, karena ia adalah kunci sebagian besar pengetahuan (ma’rifah). Oleh karenanya, barangsiapa yang mengira bahwa kasyf (tersingkapnya pengetahuan tentang hakikat kebenaran) hanya bergantung pada dalil-dalil an sich, maka berarti ia telah mempersempit rahmat Allah Subhanahu Wata’ala yang maha luas.

Cahaya (nur) yang dimaksud di sini adalah penyingkapan jiwa dengan hads dari berbagai kepastian dan hakekat yang utama. Dengan jelas Al-Ghazali mengatakan bahwa hads inilah yang merupakan kunci sebagian besar pengetahuan, sebab, prinsip-prinsip dan hukum-hukum yang tidak dapat dipahami lewat rentetan dalil dan susunan kata, dapat dipahami lewat hads, yakni hadir di dalam hati; hadir di sini sebagaimana dikatakan olehnya, apabila dicari ia hilang dan bersembunyi. Ia semata-mata seperti pancaran cahaya dari lampu kegaiban yang diarahkan pada kalbu yang jernih, kosong, dan lembut (baca: Al-Risalah Al-Laduniyyah). Ia hanya bisa diperoleh melalui dzauq (wijdan atau ‘irfan). (Misykat al-Anwar)

Al-Ghazali mengumpamakan dzauq adalah seperti melihat dan mengambil dengan tangan dan tidak didapat kecuali pada jalan tasawuf (sufisme). Barangsiapa yang tidak dikaruniai dzauq sedikitpun, maka dia tidak akan memahami hakikat nubuwwah (kenabian), yakni satu tahap yang dengannya terbentuk mata yang mempunyai cahaya (nur) yang mampu menembus hal gaib dan perkara-perkara yang tidak terjangkau akal.

Oleh karena itu—dalam hal intuisi—datang pada orang yang telah siap dan mempersiapkan diri untuk itu. Tentu, di sini memerlukan proses ‘khusus’ yang tidak sebentar, dan proses ‘khusus’ ini tidak bisa ditempuh kecuali hanya pada jalan tasawuf, yakni dengan mangamalkan sebagaimana seorang sufi amalkan. Seperti halnya yang dilakukan Al-Ghazali, yakni ketika berada di jalan sufisme, ia terus berusaha untuk melakukan segala pekerjaannya semata-mata hanya karena Allah Subhanahu Wata’ala, bukan atas dasar motivasi demi mencari kedudukan dan menyebarkan nama baik. Ia pun tidak menyibukkan diri kecuali hanya untuk uzlah dan khalwat serta mujahadah, yaitu dengan kesibukan menyucikan diri, memperbaiki akhlak, dan menjernihkan hati untuk mengingat Allah Subhanahu Wata’ala.

Al-Ghazali melakukan uzlah juga karena untuk ber-khalwat dan menjernihkan hati untuk berzikir kepada Allah. Al-Ghazali melakukan ini semua karena ia mengetahui secara yakin bahwa kaum sufi-lah para penempuh jalan Allah, perjalanan mereka adalah perjalanan terbaik, metode mereka sangat benar, dan akhlak mereka pun merupakan akhlak paling terpuji. Ia benar-benar belum pernah kagum melebihi kekagumannya terhadap tarekat sufisme.

Menurutnya, seluruh gerak dan diam mereka (para sufi), pada zahir maupun batin mereka, adalah diambil dari cahaya pelita nubuwwah (kenabian), dan tidak ada sesudah cahaya kenabian di muka bumi ini cahaya yang dapat dijadikan petunjuk. Melalui sarana ar-ruh al-qudsy al-nabawy inilah maka tersebarlah cahaya-cahaya ilmu pengetahuan ke dunia ciptaan ini. Al-Ghazali mengatakan, bahwa tersingkaplah—di tengah-tengah khalwat yang ia lakukan—berbagai perkara yang tidak bisa dihitung dan tidak bisa diselami kedalamannya.

Tentu, dalam hal ini intuisi datang pada orang yang telah menjalani hidupnya dengan pemahaman langsung akan kebenaran-kebenaran agama, realitas dan eksistensi Tuhan, melalui praktik pengabdian kepada Tuhan secara ikhlas. Inilah yang dimaksud dengan intuisi dengan pemerolehan ilmu diperingkat yang tinggi, yaitu diperingkat istimewa yang hanya dialami oleh orang-orang tertentu (khawwas atau khawwas al-khawwas), di mana sampainya ilmu merupakan proses yang cepat dan langsung tanpa batas-batas subjek-objek, partikular-partikular, dan keberagaman pada aspek eksternal manusia. Intuisi ini merupakan kondisi ihsan bagi kalangan Sufi. Mengenai hakekat intuisi ini, Al-Attas mengatakan bahwa ilmu itu adalah “the arrival of meaning in the soul as well as the soul’s arrival at meaning”, yakni “sampainya makna ke dalam diri’, atau “sampainya diri ke dalam makna”. (baca: Prolegomena to the Metaphysics of Islam: An Exposition of the Fundamental Elements of the Worldview of Islam)

Oleh Karena itu, pengetahuan intuitif diyakini sebagai pengetahuan bathin terutama tentang Tuhan. Istilah ini sebenarnya digunakan tidak lain hanya untuk membedakannya dengan pengetahuan yang diperoleh melalui akal dan indera (sense, al-hissi). Artinya, pengetahuan tentang Tuhan (hakekat Tuhan) tidak dapat diketahui melalui bukti-bukti empiris-rasional, tetapi harus melalui pengalaman langsung. Dan satu-satunya sarana yang dapat digunakan untuk mengetahui hakekat Tuhan adalah jiwa (nafs), sebab ia merupakan bagian dari Tuhan yang terpancar dari alam keabadian dan terpasung ke alam dunia. Ia akan kembali kepada-Nya jika sudah bersih dan terbebas dari keterkungkungan alam dunia. Yang dimaksudkan dengan jiwa di sini adalah esensi yang sempurna dan tunggal yang tidak muncul selain dengan cara mengingat, menghapal, berpikir, membedakan, dan mempertimbangkan. Esensi ini adalah inti ruh dan kekuatan, dan jiwa-lah yang menjadi tempat ilmu sekaligus yang menerima seluruh ilmu. (baca: Al-Risalah al-Laduniyyah dan Mausu’ah Mushthalahat al-Imam al-Ghazali)


Demikianlah, bahwa intuisi—pada tingkat kebenaran yang lebih tinggi—tidak datang pada sembarang orang. Ia adalah nur (cahaya) yang Allah Subhanahu Wata’ala pancarkan pada sebagian hambanya. Sehingga ia datang kepada orang yang telah mempersiapkan diri untuk itu. Oleh karenanya, intuisi tidak terjadi begitu saja secara tiba-tiba, tetapi melalui proses panjang yang disebut dengan mujahadah dan riyadlah serta tafakur dan tadabbur. Semua proses tersebut merupakan upaya menuju ke arah proses pencerahan hati nurani agar bisa menangkap cahaya kebenaran (mukasyafah).*

Penulis adalah Alumni PKU-IV dan Sekarang Sedang Menempuh Program Magister
Pada Program Pasca Sarjana ISID-Gontor

Sabtu, 06 Februari 2016

LOKASI PUSAT INSPIRASI PALING DAHSYAT

JIKA anda adalah seorang seniman atau pengusaha yang bergerak diberbagai bidang seni misalnya pelukis, penari, penulis, penyanyi, penyair, dan sebagainya sering kesulitan untuk mendapatkan inspirasi atau ide mengenai karya anda. Atau mungkin anda juga sedang mengalami buntu ide ditengah proses membuat karya anda. Atau anda sedang mencari ide-ide baru yang lebih inovatif. Maukah kami beritahukan dimana tempat paling banyak menghasilkan inspirasi/ide kreatif? Tempat yang paling banyak menghasilkan ide-ide cemerlang dan mempengaruhi hasil karya anda nantinya. Tempat paling mampu membuat imajinasi anda mengeluarkan ide-ide kreatifitas paling spektakuler. Anda tidak akan pernah membayangkan bahwa sebenarnya setiap orang memiliki nilai unik masing-masing dan setiap orang harus menggalinya dengan sungguh-sungguh, disamping juga harus banyak-banyak meminta pertolongan dari Allah selaku penguasa alam semesta.

Dalam hal ini kami tidak akan mengarahkan anda pada tempat-tempat atau lokasi-lokasi yang bersifat public centre, seperti mall, museum, kafe, taman terbuka atau tempat-tempat yang umum didatangi orang ketika mereka ingin mencari hiburan. Lokasinya tidak harus berada di luar negeri, ia ada disekitar kita dan kerap kali bahkan selalu mengharapkan kedatangan kita. Tempat ini sangat istimewa, memiliki nilai sejarah, nilai religi, dan nilai seni yang tinggi. Tempat ini umumnya sangat megah dan memiliki hiasan kaligrafi sangat tinggi nilai arsiteksturnya.

Tapi sebelumnya kita akan menoleh dulu ke belakang, dijaman para nabi dan sahabatnya, apa saja yang mereka lakukan ketika ingin mendapatkan wahyu atau petunjuk dari Allah swt dan dimana biasanya mereka melakukan mediasi (tafakur/bertapa) sehingga dapat memudahkan interaksi antar Tuhan dan mahluk-Nya. Apa yang dilakukan para alim ulama dan orang pintar sehingga mereka mampu menjadi para sejarawan yang sudah berabad-abad mampu menggoreskan tinta emas. Karya-karya mereka tidak pernah ditinggalkan manusia-manusia berikutnya, sebaliknya dijadikan rujukan dan acuan bermanfaat bagi peradaban manusia berikutnya.


GUA yang ada di kaki gunung, benar sekali. Itu adalah tempat bersemayamnya para wali Allah swt dalam mendapatkan wahyu, ilham dan petunjuk. Nabi Muhammad mendapat wahyu pertamanya di Gua Hira. Seperti yang dikatakan Aisyah Radiyallahu Anha dalam shahih muslim;

"...Beliau sering menyendiri. Biasanya beliau menyepi di gua Hira'. Di sana, beliau beribadah beberapa malam, sebelum kembali kepada keluarganya dan mempersiapkan bekal untuk itu. Kemudian beliau pulang ke Khadijah, mengambil bekal lagi untuk beberapa malam. Hal itu terus beliau lakukan sampai tiba-tiba wahyu datang ketika beliau sedang berada di gua Hira'..

Sebuah gua dijadikan pilihan karena kala itu memang belum ada tempat beribadah seperti masjid yang dibangun untuk khusus beribadahnya kaum muslim, maka dari itu Nabi saw. memilih gua-gua sepi dan jauh dari keramaian untuk memudahkannya menyendiri di sana dan menunggu datangnya hidayah dari Allah swt.

Orang-orang dijaman dahulupun tidak memahami mengapa mereka harus pergi ke tempat-tempat sepi untuk mendapatkan petunjuk dan ilmu, mengapa harus didalam gua sebuah bukit/kaki gunung. Mereka mengikuti saja dorongan kata hati. Tapi sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa pada setiap gunung pasti terdapat ruang-ruang be-rongga didalamnya dan kadang juga terdapat sumber mata air yang sejuk. Mereka tidak mengerti apa penyebabnya, namun kali ini atas dasar ilmu pengetahuan, Insya Allah kita akan bisa mengetahui penyebabnya. Tahukah kita bahwa ternyata didalam gua pada sebuah gunung yang sebagian unsure di dalamnya banyak mengandung kapur, ternyata batu kapur mengandung unsure magnetic, yaitu unsure yang mampu menghasilkan energy.

Penelitian yang dilakukan Dr. Calahan menyatakan bahwa bentuk runcing pada puncak gunung dan bukit, termasuk juga pada berbagai monumen sejarah atau piramida modern dipercaya mampu mengumpulkan setiap energi di sekelilingnya untuk menghasilkan energi magnetik sebelum energi-energi itu dibebaskan ke ruang angkasa secara berkelanjutan.
Sebagaimana yang dikemukakan teori Albert Einstein tentang relativitas, bahwa segala sesuatu di alam semesta ini terbuat dari energi. Dan ini juga ditunjang dengan hasil penelitian dari Universitas Colorado Boulder yang baru-baru ini mengumumkan satu temuan baru; bahwa ternyata planet bumi dikelilingi medan energy atau force field tak terlihat. Maka dari itu, tidaklah mengherankan jika dalam sebuah bangunan yang memiliki bentuk simetris dan diatasnya terdapat bentuk runcing, maka didalamnya terdapat banyak energy magnetic berkumpul.


Dan ini juga mungkin yang menyebabkan banyak bangsa-bangsa kuno mendirikan bangunan yang serupa dengan gunung yaitu piramida diberbagai lokasi. Bangunan piramida dengan sengaja dibangun di tengah padang pasir yang tandus di jaman firaun, mungkin itu dilakukan untuk memudahkan para pemuka agama dalam beribadah, karena sebagian kepercayaan kuno mempercayai bahwa didalam sebuah piramida terdapat suatu kekuatan yang dipercaya dapat menjangkau sisi kehidupan lain. Entah apa, hingga kini itupun masih menjadi perdebatan para arkeologis. Faktanya apa yang ada dalam sebuah piramida juga ternyata terdiri dari lorong-lorong dan sebuah ruang kosong, tidak ditemukan tanda-tanda adanya pusat kegiatan. Bangunan Piramida pernah menjadi bagian sejarah Sumeria kuno, Babilonia, Kekaisaran Akadia dan Asyur (Sargon), suku Aztec, Mesir kuno, India kuno dan lain-lain adalah 8.000 tahun lalu, tidakkah itu mengundang pertanyaan bagi kita mengapa mereka bersusah payah mendirikan bangunan yang tidak jelas betul kegunaannya.

Saat ini mampukah kita memahami bahwa hampir sebagian besar bangunan bersejarah yang ditinggalkan para leluhur kita juga berbentuk piramida, atau bangunan berujung runcing, misalnya candi-candi megah di jawa tengah; Borobudur, prambanan, mendut dan sebagainya. Semua bangunan itu memang sengaja didirikan para penguasa pada saat itu, sebagian menganggap itu hanya symbol kekuasaan raja saja, namun ada juga yang menganggap itu adalah bagian dari situs ritual suci para pemeluk kepercayaan kala itu. Lorong-lorong dalam candi dipercaya memiliki makna sebagai saluran yang menghubungkan dengan ruangan kosong yang berfungsi sebagai tempat berkumpulnya energi dan tempat para pemuka agama melakukan ritual didalamnya. Ada banyak spekulasi digulirkan mengenai hal ini, namun tetap saja itu menjadi teka-teki, karena tidak ada bukti yang menunjukkan hal tersebut. Hingga kini orang modern tidak tahu bagaimana cara memanfaatkan berbagai bukti peninggalan sejarah tersebut.


Sementara itu, dalam setiap diri manusia sendiri juga terdiri dari medan energy. Secara ilmilah medan energi pada tubuh manusia ini disebut sebagai bio energy. Sementara para penyembuh baik penyembuh Prana maupun penyembuh Reiki mereka menamakannya sebagai Aura. Medan energi manusia atau aura merupakan kendaraan manusia yang membawa energi. Medan energi manusia merupakan stuktur matrik energi darimana sel-sel tumbuh atau dengan kata lain medan energi terbentuk. Dengan demikian, secara lahiriah sesungguhnya manusia sendiri adalah mahluk yang dapat menerima energy yang ada di sekelilingnya. Hanya saja kemampuan menerima energy ini harus sesuai dengan prasyarat tempat dan cara mengolah energy tersebut. Ada tempat-tempat yang didalamnya merupakan pusat berkumpulnya energy dan harus dilakukan dengan cara yang benar. Jika tidak, maka manusia tidak akan mampu menangkap energy yang bertebaran di alam ini.

Sampai disini kita bisa bersimpulan bahwa kemungkinan orang-orang di jaman dahulu memanfaatkan berbagai bangunan berbentuk piramida untuk berhubungan dengan kekuatan lain di alam semesta ini. Para Nabi menggunakannya untuk berinteraksi dengan Sang Khalik untuk mendapatkan petunjuk, sementara orang-orang yang memeluk keyakinan lain menggunakannya untuk berinteraksi dengan para mahluk ghaib. Atau dengan kata lain, jenis bangunan ini memiliki kekuatan magis yang tidak dipahami orang kebanyakan.

TEMPAT BERKUMPULNYA ENERGI


Salah satu tempat yang dipercaya dapat membantu manusia dalam meningkatkan eksistensi diri adalah Masjid. Masjid dipercaya dapat menjadi tempat datangnya inspirasi dan ide-ide segar bagi kehidupan manusia. Mengapa? Karena Masjid adalah salah satu tempat dan bangunan yang memiliki kesamaan bentuk dan fungsi dengan yang sudah disebutkan sebelumnya dan keberadaannya memang mudah ditemukan disekitar kita. Berada di tengah permukiman dan Masjid adalah rumah suci bagi umat muslim, ia adalah tempat beribadah bagi umat muslim dan tempat bertemu Sang Khalik. Masjid adalah banguan yang design arsitekturnya sangat unik dan menarik serta memiliki nilai religi dan history tinggi.

Masjid adalah tempat suci dan sakral. Kesuciannya telah difirmankan sebagai berikut: “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah". (QS. Al Jin: 18)


Masjid juga dipercaya telah menjadi sebuah bangunan yang mampu mengumpulkan energy di alam semesta ini. Karena dilihat dari segi bentuk bangunan. Masjid adalah sebuah bangunan dengan ukuran luas bangunan yang persegi simetris, diatasnya juga terdapat kubah besar, di dalamnya terdapat rongga dan di bagian ujungnya terdapat besi runcing, umumnya juga memiliki bangunan menara yang menjulang tinggi dan hamparan lantainya umumnya terbuat dari granit dan marmer (salah satu jenis batuan kapur). Dalam hal ini Kubah besar yang menaungi masjid berfungsi untuk mengampulkan energy, bagian rongga dalamnya adalah tempat menyimpan energi, ujung bagian runcing pada atap kubah adalah antena yang siap menangkap energy dan lantainya adalah magnet yang berfungsi untuk menyerap dan memancarkan energi ke medan magnet lain yang ada di atasnya (dalam hal ini manusia yang bersujud diatasnya).

Sebagaimana hasil penelitian yang dibuat Dr. Calahan tentang bangunan besar berongga itu kemudian didukung oleh pakar listrik, Mary Hardy dan Dean Hardy di Amerika. Dalam eksperimen mereka, sebuah piramida mampu menyerap semua energi (termasuk listrik dari kabel-kabel bawah tanah) untuk dihala ke ruang angkasa dan menjadi satu energi baru yang lebih besar dari sumber asal (listrik), malah mampu mencapai infiniti jika sumber asal itu juga besar kuantitasnya.

Energy ini akan berdaya kekuatan tinggi ketika memasuki waktu-waktu shalat umat islam (terutama di hari jumat dan hari raya), ketika banyak orang berkumpul didalamnya lalu melakukan ibadah shalat, maka secara otomatis medan magnet akan menyerap berbagai energy yang ada di alam ini untuk disalurkan kepada manusia yang ada didalam masjid kemudian menghalaunya ke ruang angkasa.


Anda tahu, bahwa ketika adzan berkumandang, maka itu adalah pertanda yang diberikan kepada seluruh alam (energy) yang ada di alam ini untuk berkumpul di pusat-pusat datangnya suara adzan. Energy ini berkumpul di dalam kubah-kubah masjid lalu dilepaskan ketika orang-orang mendirikan shalat hingga proses shalat selesai. Mungkin inilah sebabnya mengapa Rasulullah mewajibkan kita melaksanakan shalat fardu berjamaah di masjid, karena memang besarnya rahmat yang turun kala shalat didirikan di masjid amatlah besar faedahnya bagi umat islam. Bukan sekedar lipatan pahala, tetapi orang-orang yang melaksanakan shalat berjamaah di masjid akan mendapatkan limpahan rahmat melalui saluran energy yang dipancarkan masjid tersebut. Orang-orang yang mendirikan shalat akan merasakan diri mereka seakan-akan mendapatkan tambahan energy masuk ke dalam dirinya, sehingga ia tidak pernah merasakan takut dan semangat hidupnya bertambah berlipat-lipat sepulang dari masjid.

Ada sebuah aturan diberlakukan oleh tentara Israel di Palestina, bahwa bagi orang (laki-laki) yang berusia di bawah 50 tahun dilarang melakukan shalat Jumat berjamaah di masjid. Anda tahu itu artinya apa? Artinya orang-orang Israel mengetahui bahwa ketika seorang anak muda memasuki masjid secara bersama-sama dalam jumlah besar dihari jumat, maka kepada mereka Allah swt akan menambahkan energy besar sehingga mereka sama sekali tidak merasa takut menghadapi musuh. Hari Jumat adalah hari suci bagi umat muslim, dan pada saat didirikan shalat jumat ditengah siang terik, disaat ini adalah posisi matahari tepat di atas kepala, maka dikala itu Allah menurunkan rahmat-Nya kepada kaum laki-laki berupa energy tambahan agar mereka selalu kuat menghadapi apapun persoalan hidup di depan. Mungkin itulah sebab mengapa laki-laki wajib mendirikan shalat jumat di masjid.

Dalam salah satu hadist sudah disebutkan bahwa pada satu waktu di siang hari jumat, ketika waktu shalat maka diantara waktu itu ada saat-saat dimana doa seorang anak manusia akan dikabulkan. Waktu-waktu tertentu itu sudah ditetapkan oleh Allah dan sudah dipastikan bahwa setiap doa yang dipanjatkan, maka itu akan dikabulkan.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyinggung hari Jumat, kemudian beliau bersabda,
فيه ساعة لا يوافقها عبد مسلم وهو قائم يصلي يسأل الله تعالى شيئا إلا أعطاه إياه

“Di hari Jumat, ada satu waktu, apabila ada seorang muslim melakukan shalat dan dia memohon sesuatu kepada Allah, pasti Allah beri (kabulkan).” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berisyarat dengan tangannya untuk menunjukkan bahwa waktu itu hanya sebentar. (HR. Bukhari dan Muslim)

(Baca: "Keistimewaan Hari Jumat bagi Muslim Dunia)

Di alam terbuka dan bebas seperti yang ada saat ini tentunya sangat banyak energy beterbangan di udara, dan nyatanya satu-satunya bangunan yang mampu menangkap energy ini adalah masjid, karena hanya masjid yang memiliki bentuk bangunan besar dan tinggi dengan ujung runcing diatasnya dan rongga ruangan besar didalamnya dan paling banyak di kunjungi manusia pada saat-saat tertentu secara bersamaan.

Mungkin ini juga sebabnya mengapa orang-orang yang berada di dalam masjid dan dengan khusuk beribadah bisa merasakan ketenangan dan kedamainan, umumnya mereka merasakan diri mereka menjadi jauh lebih rileks dan tenang. Bahkan pada sebagian lain, kadang mereka bisa tertidur pulas didalamnya lalu terbangun dalam keadaan segar bugar. Ini adalah salah satu bentuk transfer energy yang secara tidak mereka sadari sedang berlangsung di dalam masjid ketika mereka melakukan ibadah dengan khusuk atau tertidur sekalipun.

Rasulullah saw bersabda,”Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya hamba yang paling Aku cintai adalah orang-orang yang saling berkasih-sayang karena Keagungan-Ku dan hati mereka terpaut kepada masjid dan mereka senantiasa memohon ampun di waktu sahur (sebelum subuh). Mereka adalah orang-orang yang apabila Aku ingin menimpakan suatu ‘azab kepada suatu kaum namun Aku urungkan, mengingat keberadaan mereka (di antara kaum tersebut) 5]

CARA MENGELOLA SUMBER ENERGI


Lalu bagaimana cara agar dapat merubah energy itu menjadi kemampuan dan kefahaman, salah satunya caranya adalah dengan berdzikir.

Berdzikir dengan khusuk sebelum melakukan aktivitas , Imam Al-Qusyairi berkata:
“Zikir adalah pancaran kewalian, tower penghubung sinyal, realisasi kehendak, tanda kebenaran di permulaan, petunjuk jalan menuju puncak. Tidak ada ada sesuatu yang lebih dahsyat sesudah zikir. Semua perkara yang terpuji kembali kepada zikir dan semua kebaikan muncul dari zikir.”

Dengan berdzikir maka secara otomatis kita akan menghidupkan berbagai medan energy dalam tubuh untuk siap menerima energy baru. Henrik William Dove dalam penelitiannya pada tahun 1839 pun sudah membuktikan bahwa pikiran sangat terpengaruh pada kata atau suara yang diucapkan. Semakin banyak ucapan dzikir yang dikumandangkan maka akan semakin baik bagi kejiwaan.

Maka dari itu apapun keinginan anak manusia tentang suatu kebaikan dunia dan akhirat, bisa diperoleh manakala ia bersikap khusuk dalam shalat dan berdzikri di dalam masjid. Pada saat itu akan terjadi reload (isi ulang energy postif mengalir ke dalam tubuhnya melalui aliran darah yang ada di otak menuju seluruh organ lainnya). Biasanya orang-orang yang suka mengunjungi masjid, kita bisa merasakan mereka memiliki kekuatan energy dahsyat dalam dirinya, tidak pernah mengeluh dan merasa kesusahan yang amat, sehingga mereka menjadi lebih bersemangat menjalani hidup dan lebih positif thingking. Perhatikanlah wajah orang-orang yang rajin berkunjung ke masjid, terlihat lebih segar dan semangat mereka membara. Ini adalah bagian dari dampak postif yang ditimbulkan telah masuknya energy positif ke dalam tubuh mereka secara continue.

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bersabda, "Barangsiapa yang senantiasa beristighfar niscaya Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kegundahan yang menderanya, jalan keluar dari segala kesempitan yang dihadapinya dan Allah memberinya rizki dari arah yang tidak ia sangka-sangka." (HR. Abu Daud no. 1518, Ibnu Majah no. 3819, Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra no. 6421 dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu'jam Al-Kubra no. 10665)

Lalu apa yang akan diperoleh seorang seniman ketika mereka memasuki masjid dan ingin mencari ide inspirasi baru untuk karyanya. Dengan Izin Allah, percaya atau tidak, ketika seseorang masuk masjid, lalu ia melakukan shalat dan berdzikir dengan khusuk dan kontinue, maka serta merta system jaringan otak menjadi terbuka, jaringan syaraf otak akan melakukan hubungan baru dengan jaringan syaraf baru yang belum pernah digunakan sebelumya, maka dengan ijin Allah swt akan dihasilkan sebuah ide-ide dan konsep baru yang jauh lebih baik dan lebih brilian. Semuanya akan datang atas ijin dan kehendak Allah, manusia harus berusaha sekuat tenaga untuk menggapainya.


HASIL RISET: HUBUNGAN OTAK DAN MEDITASI

Sebuah penelitian medis mengungkapkan adanya serangkaian perubahan dalam tubuh manusia selama ia dalam keadaan berdoa (shalat/dzikir) atau meditasi. Menurut penelitian tersebut, perubahan pertama yang tampak adalah adanya integrasi pikiran sepenuhnya dengan alam semesta setelah lima puluh detik memulai doa (shalat) atau meditasi. Studi yang dilakukan oleh Ramchandran, seorang peneliti Amerika, bersama-sama dengan sekelompok peneliti lainnya menunjukkan bahwa laju pernapasan dan konsumsi oksigen dalam tubuh manusia berkurang selama doa (shalat) dalam kisaran antara 20 dan 30%, di samping resistensi kulit meningkat dan darah tinggi lebih membeku.

Hasil penelitian tersebut melaporkan bahwa sebuah gambar yang ditangkap melalui CT scan menunjukkan adanya aktivitas kerja otak yang sangat menakjubkan selama seseorang itu berdoa (shalat/dzikir). Tercatat bahwa gambar otak seseorang dalam keadaan berdoa (shalat) atau meditasi berbeda dengan gambar (otak) dalam keadaan normal. Aktivitas sel-sel saraf di otak telah berkurang dan terdapat warna mengkilap yang muncul di radiologi.

Ramchandran menegaskan bahwa hasil gambar ini merupakan bukti ilmiah mengenai apa yang yang disebut “spiritual transenden” dan kehadiran Tuhan di dalam otak, yang membawa dampak terhadap seluruh anggota, seperti otot, mata, sendi dan keseimbangan organ-organ tubuh. Ia juga menambahkan bahwa semua anggota tubuh mengirim sinyal ke otak selama seseorang berdoa (shalat) atau meditasi, hal inilah yang menyebabkan aktivitas otak meningkat.

Aktivitas otak yang meningkat akibat munculnya kilatan warna mengkilap (spiritual transenden) itu menunjukkan bahwa aktivitas otak sedang mengalami proses kejut. Anda bisa merasakan ini ketika tubuh anda seketika gemetar dari ujung rambut hingga ujung kaki, yang mana ini menunjukkan telah terjadinya sengatan listrik dalam otak menuju organ tubuh lain, dan dampak dari setruman listrik ini membuat seketika diri kita tersadar/terbangun, padahal sesungguhnya pada saat itu cahaya Allah sedang tersambung dengan diri kita bagaikan kilatan cahaya. Itulah tanda bahwa anda sudah terhubung dan bisa melanjutkan proses berpikir mencari ide dan gagasan tentang karya yang anda inginkan. Jika kesemua organ sudah disingkronisasi maka anda akan mengalami sebuah proses menakjubkan menuju alam besar di semesta raya ini dimana anda akan melihat berbagai fenomena menakjubkan berseliweran di benak anda, meminta untuk segera dituangkan dalam berbagai bentuk karya yang indah.

Sejatinya kajian ini tidak hanya dapat digunakan untuk membantu para pencari inspirasi, namun juga dapat digunakan oleh berbagai orang yang membutuhkan energi ekstra dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Besarnya energi yang dihasilkan seseorang yang gemar ke masjid bisa dimanfaatkan oleh:

1. Olahragawan dan atlit; seorang atlit sepak bola sebelum pergi bertanding memang diwajibkan untuk mempersiapkan diri mengumpulkan banyak tenaga dengan berbagai latihan, salah satu cara paling mudah dan cepat mempersiapkan tenaga lebih cepat dan dalam jumlah besar adalah dengan cara berkunjung ke masjid dan melakukan tafakur, dijamin sepulang dari masjid ia energi yang dimilikinya berlipat-lipat karena ia akan menjadi lebih tenang.

2. Seorang Pelajar;
seorang pelajar yang akan menghadapi ujian Akhir (UN) disarankan untuk banyak-banyak latihan pernafasan dan konsentrasi dengan cara melakukan tafakur di masjid, agar selama proses ujian berlangsung ia akan lebih mudah fokus dan sudah tersedia energi yang cukup untuk mengolah data dalam otak.

3. Orang yang sedang sakit;
seseorang yang sedang mengalami sakit badan, maka ia akan kehilangan banyak unsur dalam tubunya, maka disarankan padanya juga untuk sering-sering berkunjuung ke masjid untuk menetralkan berbagai ion dalam tubuh dan merilekskan bagian-bagian tubuh yang sakit dan mengembalikan kebugaran tubuhnya menjadi lebih seimbang.

4. Soerang yang depresi; sudah pasti juga harus banyak-banyak datang ke masjid, karena masjid adalah sumber ketenangan bathin yang utama bagi kaum muslimin. Banyak-banyak tafakur dan mengoreksi diri dalam masjid, banyak-banyak mengakui dosa dan kesalahan akan membuah jiwa jauh lebih tenang. Hanya kepada Allah saja tempat setiap jiwa kembali.


Note:
Jika anda ingin mendapatkan hasil maksimal, maka lakukanlah berbagai ibadah dalam masjid dengan ikhlas dan ridho. Lakukan secara continue dan terus-menerus tanpa bosan, insya Allah akan membukakan lagi berbagai pintu rahasia yang kita tidak pernah tahu dan tersembunyi dalam diri kita. Penulis juga selalu melakukan hal yang sama, selalu mencari petunjuk mana kala merasa buntu ide, pergi ke masjid lalu terbukalah cakrawala dan pemahaman, semua hasil tulisan di blog ini bisa menjadi sangat bermakna, itu semata-mata karena Allah meridhoi.

Kamis, 04 Februari 2016

TERUNGKAP: TABIR MISTERI BUAH KHULDI

TABIR MISTERI BUAH TERLARANG (KHULDI) KINI MULAI TERBUKA

SEMUA orang pasti pernah mendengar kisah buah terlarang yang di makan oleh nabi Adam dan Hawa. Bahkan semua orang pun membenarkan adanya peristiwa sejarah akibat kehadiran buah ini yang menyebabkan Nabi Adam terlempar dari Taman Surga. Tetapi sudah tahukah anda seperti apa buah yang di maksud, seperti apa baunya, warnanya, bentuknya, dan apakah benar buah ini benar-benar ada atau hanya bagian dari misteri itu saja. Jika memang ada maka mungkin sudah sebaiknya kita memahami apa pesan dari perisriwa bersejarah tersebut, bukan sekedar membenarkan tetapi kita harus mengambil pelajaran berharga didalamnya. Pastilah Allah membuat itu tanda Tanya bagi kita agar kita berpikir, agar kita menggunakan akal kita sehingga bertambah iman dan taqwa kita kepada-Nya. Bukan sekedar menutup tabir, tetapi ada ajakan untuk menggali makna terdalam yang akan menjadi pelajaran bagi generasi-generasi selanjutnya. Kini sudah saatnya manusia membuka tabir misteri mengenai buah terlarang tersebut. Sebuah fakta mengungkapkan bahwa buah khuldi bukanlah buah yang berasal dari syurga, sebaliknya ia berasal dari bumi. Berikut uraiannya...

Selama di surga, Allah swt membolehkan nabi adam dan istrinya memakan apapun yang ada di sana, tidak membatasi jumlah dan jenis. Mereka boleh melakukan apa saja di sana, hanya ada satu pantangan, yaitu tidak boleh mendekati satu jenis pohon.

“Dan Kami berfirman:”Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanan yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini yang menyebabkan kami termasuk orang-orang yang zalim.” Quran surat Al Baqarah:35.

Buah khuldi, istilah ini tidak pernah disebutkan eksplisit oleh Allah swt dalam firman-firman-Nya, di sana hanya disebutkan atau diisyaratkan dengan sebutan pohon kayu, sejenis pohon yang punya banyak cabang. Meski pohon ini disebutkan termasuk jenis pohon yang menghasilkan kayu, namun pohon ini juga menghasilkan buah. Yang memberi istilah nama buah tersebut dengan sebutan buah khuldi adalah bangsa syaitan ketika merayu nabi Adam as menggunakan istilah ini untuk menegaskan keberadaan buah tersebut, dan nama buah ini memang tertera dalam surat Taha ayat 120. Dan ini adalah satu-satunya ayat yang menyebutkan nama buah Khuldi.

“Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon Khuldi dan kerajaan yang tidak akan pernah binasa?”

Syaitan membisikkan ke dalam hati Adam untuk melihat sebuah pohon yang dapat membuat adam as bisa memiliki sebuah kerajaan dan ia akan kekal abadi didalamnya. Jenis rayuan ini ternyata cukup menggoyahkan iman Nabi Adam dan Siti Hawa yang sudah diberi peringatan Oleh Allah sebelumnya agar tidak mendekati pohon tersebut. Pada ayat lain juga menunjukkan lemahnya iman Adam ketika berhadapan dengan rayuan dan jebakan syaitan, meski hanya melalui bisik rayu syaitan dan disini tergambarkan bahwa syaitan tidak menampakkan diri di hadapan Nabi Adam, melainkan hanya membisikkan ke dalam pikirannya saja.

“Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata:”Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (di dalamnya).” Quran surat Al Araf:20.

Disini kita bisa memahami bahwa Nabi Adam yang sudah disematkan pemahaman tentang kefasikan dan kebenaran dalam dirinya dan Ia juga sudah menerima banyak karunia Dari Allah semasa di surga saja masih bisa tergelincir oleh tipu daya syaitan. Lalu bagaimana dengan manusia yang ada saat ini?

BUAH-BUAHAN SURGA YANG ADA DI BUMI

Dalam Al quran Allah swt banyak menyebutkan beberapa nama pohon dan buah yang berasal dari surga dan tanaman buah-buahan ini juga tumbuh di bumi. Diantaranya adaah buah Zaitun, Pisang, Kurma, Anggur, Delima, Buah Tin dan sebagainya. Buah-buahan ini disebutkan adalah salah satu tumbuhan yang berasal dari surga dan juga tumbuh di bumi. Lalu ada banyak pakar yang menyangka bahwa salah satu buah-buahan tersebut adalah buah khuldi, buah yang menyebabkan Nabi Adam keluar dari surga. Misalnya buah tin. Karena buah-buahan ini memang berasal dari surga, benarkah demikian?

Untuk memperjelas lagi apa sebenarnya yang terjadi ketika Nabi Adam memakan buah tersebut, diriwayatkan alkisah nabi Adam setelah selesai memakan buah khuldi, lalu nabi Adam merasakan perutnya melilit dan ia sangat ingin buang hajat. Lazimnya para penghuni surga tidak akan pernah merasakan dirinya ingin buang hajat, karena apapun yang ada di surga adalah suci tanpa noda apalagi najis kotoran dan orang yang memakan buah-buahan di surga tidak akan menimbulkan sakit perut. Apa yang dimakan nabi adam ini yang membuat dirinya ingin buang hajat maka itu adalah kesalahan yang ditimbulkan oleh si buah tersebut.

Nabi saw pernah bersabda;”Adam kemudian bergerak mengitari surga, dan Allah mengutus malaikat untuk menanyainya. Adam as. Pun menjawab;”Aku ingin membuang kotoran yang menusuk dalam perutku.” Difirmankan kepada malaikat;”Katakan padanya, dimana kamu ingin membuangnya! Diatas tempat tidurkah, tahta, sungai-sungai atau dibawah pepohonan. Apakah ada tempat yang pantas untuk itu! Maka turun sajalah ke dunia.

Dan itulah sebabnya, meski Allah sudah menerima maaf Nabi Adam atas kesalahannya melanggar larangan mendekati pohon khuldi, tetapi efek dari memakan buah tersebut tidak bisa dihindari. Aurat-auratnya tersingkap dan ia harus membuang hasil makanannya tersebut di tempat selain surga. Maka turunlah Nabi adam dan Siti Hawa ke bumi.

Meski dalam rencana awal, Allah memang ingin menjadikan manusia sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi. Namun scenario itu dibuat dalam keadaan manusia yang sebaik-baiknya, yaitu manusia pada saat itu adalah suci layaknya malaikat. Keadaan Nabi Adam sebelum memakan buah itu adalah manusia setengah malaikat, karena dalam dirinya hanya hidup nafsu mutmainah (nafsu pada kebaikan dan ketaatan kepada Allah swt). Tetapi setelah kejadian tragedy makan buah terlarang ini, yang juga mengakibatkan tersingkapnya aurat atau munculnya hawa nafsu yang buruk (nafsu lawamah) dalam diri Nabi Adam. Maka Itu sepenuhnya sudah menjadi resiko yang harus ditanggung manusia sendiri. Maka dari itu Allah berfirman dalam Kitabnya SURAT Al Araf ayat 24;

“Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebagian dari kalian akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu memiliki tempat tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) dimuka bumi sampai waktu yang ditentukan.”

Dan akhirnya manusia yang turun ke bumi adalah manusia yang memiliki dua sifat hawa nafsu, mutmainah dan lawamah. Mana diantara kedua sifat nafsu ini yang dominan, maka itu yang akan menjadi pemimpin bagi dirinya. Manusia yang suka mensucikan diri maka ia akan menghidupkan nafsu mutmainah mengalahkan nafsu lawamah (nafsu tercela), namun manusia yang suka berjalan di sisi kemaksiatan maka ia akan menghidupkan nafsu lawamah.

Apa itu Hawa Nafsu Mutmainah dan Lawamah?
Hawa nafsu Lawamah adalah hawa nafsu yang menuju kegelapan atau nafs tercela yang tidak sempurna ketenangannya terutama ketika lupa kepada Allah swt. Sedangkan hawa nafsu Mutmainah adalah nafsu yang tidak terpengaruh oleh goncangan hawa nafsu dunia dan syahwat, ia selalu stabil menuju kebaikan dan menjadi imam (petunjuk) bagi seluruh anggota tubuh lainnya.

Dengan demikian, sampai di sini kita bisa menyimpulkan dua hal, pertama bahwa buah yang dimakan nabi adam itu bukan buah-buahan asli dari surga, karena efek dari memakannya adalah mengakibatkan manusia harus kembali ke asal datangnya buah tersebut yaitu bumi. Buah ini memang tumbuh di surga, sebagaimana buah anggur dan zaitun yang berasal dari surga namun juga bisa tumbuh di muka bumi. Namun tidak ada yang bisa memastikan pohon apa yang dimaksud Al quran jika memang buah ini tumbuh juga di bumi. Harusnya manusia lebih mengetahui, karena manusia juga menetap di muka bumi, tetapi sayangnya ini masih menjadi rahasia Allah swt hingga saat ini.

Kesimpulan kedua, bahwa hakikatnya manusia diciptakan adalah sempurna lahir dan bathin, namun akibat kesalahan yang dilakukan nabi Adam sehingga mengakibatkan timbulnya hawa nafsu lawamah dalam diri manusia, maka manusia harus berupaya sendiri membebaskan dirinya dari cengkraman hawa nafsu tersebut jika kelak ingin kembali menjadi penghuni surga. Karena pada kenyataannya surga tidak menerima orang yang dalam dirinya tertanam nafsu lawamah (nafsu tercela). Surga hanya mau menerima manusia yang suci dengan nafsu mutmainah (nafsu kebaikan) yaitu manusia yang selalu mensucikan diri dari berbagai perbuatan hina dan dosa.

CIRI-CIRI POHON TERLARANG

Memahami apa dan bagaimana ciri pohon terlarang yang dimaksud memang membutuhkan ketelitian. Karena ada banyak pohon dan buah di bumi. Lalu mana diantara sekian banyak pohon/buah yang ada di bumi ini yang memiliki kesamaan ciri dengan pohon khuldi seperti yang sudah disebutkan diatas? Sebelum membahas lebih jauh, perlu digaris bawahi bahasan ini dibuat hanya dalam rangka mengkaji kesamaan dan kedekatan ciri yang sudah disebutkan. Bukan menjadi jawaban pasti dan bukan menjadi acuan utama, karena satu-satunya yang lebih mengetahui adalah Allah swt saja. artikel ini tidak lebih dari sekedar untuk menambah wawasan kita dan memahami pesan apa yang ingin disampaikan dari peristiwa bersejarah tersebut.

Beberapa cirri yang disebutkan adalah bahwa pohon terlarang ini jenis pohon kayu, punya banyak cabang dan ranting, namun ia juga menghasilkan buah. Memang ada banyak jenis pohon yang memiliki banyak kayu (bercabang), namun tidak semua pohon kayu yang menghasilkan buah. Dalam al Quran allah sudah menyebutkan ada salah satu jenis pohon kayu yang juga menghasilkan buah di bumi adalah pohon Zaitun, pohon ini berasal dari surga yang sebagian orang menyangka ini adalah buah Khuldi, tapi sesungguhny bukan.

Berikut firman-Nya:
"Dan pohon kayu keluar dari Thur Sinai", yaitu yang dimaksud di sini adalah "Pohon Zaitun" sebagaimana telah disepakati oleh semua ahli tafsir dan pakar-pakar islam lainnya.

Pohon zaitun merupakan salah satu pohon yang dimuliakan Allah, ia adalah pohon tertua yang tumbuh di muka bumi, dan termasuk dalam golongan buah-buahan diberkahi. Pohon zaitun pertama kali tumbuh negara-negara pesisir perairan Mediterania seperti: Turki, Italia, Spanyol, Tunis, Aljazair, dan Maroko. Dengan demikian Allah membenarkan bahwa memang ada pohon kayu yang bisa menghasilkan buah di bumi ini, itu adalah pohon Zaitun. Tetapi pohon kayu yang dimaksudkan disini bukanlah buah Khuldi seperti yang disangkakan orang, karena buah khuldi termasuk dalam golongan buah-buahan terlarang dan terkutuk. Berikut ini kami tampilkan wujud pohon zaitun.


Jika anda perhatikan maka pohon buah zaitun ini ternyata sama dengan berbagai pohon buah lainnya yaitu memiliki banyak cabang. Maka adakah diantara sekian banyak pohon buah di bumi yang memiliki kesamaan karakteristik dengan pohon khuldi. Jika kita mengacu lagi pada ciri buah yang dimaksud, maka buah itu adalah jenis buah yang bisa membuat aurat-aurat manusia terbuka. Karena sebelum memakan buah itu, nabi Adam masih dalam keadaan berpakaian lengkap dan indah yang terbuat dari sutera yang sangat lembut dan suci.

“Hai anak cucu Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, dan ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya dan memperlihatkan kepada keduanya auratnya.”
Quran Surat Al Araf :27.

Setelah memakan buah, maka pakaian kebesaran penghuni surga dari keduanya menjadi terlepas dan pada keduanya terlihat aurat-aurat atau bagian tubuh vitalnya, lalu mereka berdiri dalam keadaan tidak berpakaian, lalu dalam keadaan malu mereka mengambil beberapa lembar daun yang ada di surga untuk menutupi bagian tubuh yang terbuka tersebut. Lalu Allah datang menghampiri mereka dan memberi peringatan keras.

“Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupi dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru kepada mereka:”Bukankah Aku telah melarang kamu mendekati pohon itu dan Aku katakana padamu;”Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” Quran surat Al Araf ayat 22.

Ini menunjukkan bahwa sifat utama dari buah tersebut adalah dapat membuat manusia lupa diri dan menghidupkan sifat hawa nafsu lawamah. Karena sesungguhnya sifat nafsu yang ditumbuhkan oleh Allah swt bagi nabi adam kala itu di surga hanya nafsu mutmainah, nafsu yang menuju kebaikan. Dan ketika adam memakan buah tersebut, maka nabi adam itu sudah tidak suci lagi sebagaimana kesucian para mahluk Allah yang mendiami surga. Karena sifat nafsu lawamah ini adalah menghidupkan hawa nafsu ragawi yang melekat pada sifat-sifat unsure hara tanah, sifat-sifat dasar tanah yang berasal dari permukaan bumi, yang mana sebelumnya Allah sudah menjelaskan bahwa satu-satunya tempat yang layak dijadikan tempat membuang kotoran adalah bumi. Maka dari itu, seketika wujud nabi adam yang sebelumnya suci maka sudah berubah menjadi wujud mahluk manusia biasa, karena sifat tanah yang melekat pada unsure tanah dari bumi tadi. Maka nabi adam sudah tidak layak lagi menempati surga, ia hanya pantas mendiami bumi yang didalamnya memiliki kesamaan sifat dasar, yaitu sama-sama berasal dari segenggam tanah.

Buruknya sifat bumi/dunia di mata Allah pernah disampaikan oleh nabi saw dalam sebuah hadist. Dunia akan berkata pada hari kiamat kelak; “Wahai Tuhanku, hari ini jadikanlah aku paling rendah diantara kekasih-kekasih-Mu.” Lantas Allah berfirman;”Diamlah! Hai barang yang tidak memiliki apa-apa. Sungguh aku tidak merelakan mereka menempatimu, lalu adakah aku merelakanmu hari ini.”



Mengacu pada referensi diatas, maka ada beberapa jenis buah yang memiliki kesamaan sifat dengan yang disebutkan diatas, ia adalah buah Durian. Sebagian orang menamakannya dengan sebutan Raja Buah, Rajanya dari segala macam buah. Jenis buat tropis ini memang memiliki bentuk seperti pohon kayu yang memiliki banyak cabang, sama dengan ciri yang disebutkan pada pohon zaitun sebagaimana sebelumnya. Perhatikan gambar pohon durian disamping ini. 
Ada beberapa alas an lain yang menyebabkan pilihan jatuh pada buah durian, karena buah Durian memiliki kesamaan sifat dengan buah khuldi, diantaranya:

1. Daya tarik besar

Siapapun manusia yang melihat buah ini pasti akan sangat tertarik untuk segera memakannya, disamping karena ukurannya yang besar, bentuknya yang menarik dengan banyak duri di sekeliling badan buah, lalu dari bau yang dikeluarkan juga mengundang selera. Sekilas wujud buah ini memang memiliki daya tarik yang besar bagi para penikmatnya dan ini juga yang menjadikan durian sebagai buah primadona di berbagai Negara. Ada banyak orang rela membayar berapa-pun harga yang ditawarkan hanya agar dapat menikmati manisnya rasa buah ini. Jadi dari sifat dasar buah ini saja, bisa membuat orang tergoda dan ada sifat rayuan dan bujukan dalam buah ini yang membuat orang mau melakukan apa saja demi mendapatkannya. Sebagaimana kisah melelehnya iman nabi adam ketika dirayu syaitan untuk memakan buah tersebut ketika di surga demi mendapatkan hidup yang abadi.

2. Kaya Kandungan Unsur Hara Tinggi



Kandungan yang ada di dalam buah durian sangat lengkap dan kaya nutrisi, diantaranya vit B, vit C, zat besi, kalium, magnesium, fosfor, seng, thiamin, riblofavin, omega 3 dan 6, disamping itu juga mengandung karbohidrat, lemak tak jenuh, protein dan vitamin. Semua kadar nutrisi ini berada diatas rata-rata kandungan nutrisi yang dimiliki buah lain. Misalnya vitamin, kandungan vitamin C dalam buah durian berkisar 22,9-107 atau dalam beberapa penelitian pernah disebutkan mengandung 200 mg/100gram daging buah. Jika dibandingkan dengan buah apel, maka pada durian mengandung 4 kali protein, 2 kali karbohidrat, 3 kali fosfor, 5 kali vitamin A dan zat besi, serta 2 kali vitamin dan mineral lainnya. Dalam 100 gram durian terkandung 147 Kkal. Itu artinya ketika seseorang makan 1 kg durian, jumlah kalori yang ia dapatkan 1.470 Kkal atau sebanding dengan porsi makan dalam satu hari. Ini artinya jenis buah ini memang memiliki unsure hara dari sifat-sifat tanah yang amat tinggi di dalamnya, kesemua unsure ini adalah yang memperkuat sifat ragawi yang bersifat duniawi dan sifat ini yang mengakibatkan nabi adam berubah menjadi manusia biasa sehingga ia tidak lagi pantas menempati surgawi.

3. Mengandung gas/uap

Buah durian dapat memproduksi gas dalam jumlah banyak dalam lambung ketika dikonsumsi. Banyaknya gas dalam tubuh dapat mengakibatkan timbulnya rasa kembung dan mual. Itulah sebabnya pada ibu hamil yang mengalami gangguan magh dilarang mengkonsumsi buah ini, karena buah durian juga mengandung asam arachidonat, yaitu sejenis senyawa yang merupakan precursor alias pencetus pembentukan prostaglandin. Prostaglandin sendiri adalah senyawa yang dapat merangsang kontraksi rahim yang akan berakibat pada keguguran (pada trimester pertama). Sementara gas kotor yang dihasilkan buah durian ini bersifat mengikat, inilah yang menjadi penyebab perut nabi Adam melilit dan merasa ingin buang kotoran ketika di surga. Kadar gas yang tinggi dalam buah khuldi mendorong isi perut ingin melepaskan kotoran/gas yang terjebak dengan segera.

4. Mengandung Alkohol yang memabukkan

Dan salah satu unsure yang terkandung dalam buah durian ini adalah alcohol. Secara umum orang yang terlalu banyak mengkonsumsi durian, maka ia akan menjadi pusing dan badannya lemas. Bahkan ada sebagian lagi yang merasakan mabuk dan mual, ini adalah bagian dari efek yang terkandung didalamnya yaitu alcohol. Walau memang efek memabukkannya ini tidak sama dengan yang dihasilkan oleh minuman keras. alkohol dalam durian adalah senyawa yang tidak stabil dan mudah menguap. Sebuah Hasil penelitian diperoleh kadar alkohol pada buah durian dengan lama waktu penyimpanan 1,2 dan 3 hari secara berturut-turut sebesar 6,39 % b/b; 6,40 % b/b; 6,42 % b/b. Ini artinya dalam durian memang mengandung alcohol dalam kadar tertentu dan memang tidak memabukkan, namun jika dimakan dalam jumlah berlebih maka ia akan memabukkan tentunya. Inilah unsur yang menjadi penyebab hidupnya hawa nafsu lawamah dalam diri manusia. Dan makna memabukkan disini sebagai akibat efek buruk buah itu akan menjadi cikal bakal tumbuhnya sifat-sifat buruk yang menggandrungi perilaku memabukkan. Misalnya mabuk perempuan, mabuk harta, mabuk kekayaan, mabuk jabatan, mabuk dunia dan berbagai perilaku memabukkan lagi yang dapat merusak jiwa anak adam.

5. Meningkatkan vitalistas organ seksual

Dalam catatan pengobatan tradisional dipercaya buah ini bisa meningkatkan vitalitas kaum pria, menjadi lebih bergairah dan perkasa ketika berhubungan. Ada sebuah istilah terkenal di Malaysia mengenai hal ini ‘saat durian mulai jatuh, maka sarung mulai naik.” Maka ini sesuai dengan fakta yang sudah dibahas sebelumnya bahwa ketika nabi adam memakan buah terlarang tersebut, maka terbukalah aurat-aurat keduanya yang menunjukkan bahwa dampak dari memakan buah ini juga dapat menghidupkan hawa nafsu birahi.

6. Mengandung efek melenakan

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh MIND menunjukkan bahwa pada buah durian mengandung tryptophan, salah satu jenis asam amino yang dapat dirubah dalam tubuh menjadi serotonin, sehingga orang yang mengkonsumsi buah ini akan dapat membuat tubuh menjadi lebih rileks, meningkatkan mood, mencegas stress, membuat tidur pulas dan membuat perasaan lebih gembira. Atau dengan kata lain orang yang suka memakan buah ini akan mudah terlena dibawah pengaruh bisikan syaitan. Mengapa efek melenakan amat berbahaya bagi umat muslim, karena dalam perasaan terlena akan mudah bagi syaitan masuk dan merusak iman umat. Merasa senang dan bahagia pada hal-hal yang bersifat ragawi dan duniawi adalah bagian dari senjata syaitan menjebak manusia kedalam kekufuran. 






7. Makanan Penduduk Neraka


Lalu apakah yang menjadi makanan para penghuni neraka? Al Quran sudah memberitahukan kita dalam ayat-ayatnya, diantaranya adalah darah, nanah dan buah berduri. Buah berduri ini diceritakan beberapa sumber berbentuk bulat besar, ada banyak duri di bagian luar dan dalamnya. Setiap penghuni neraka harus memakannya sebagai bagian dari siksa Allah kepada mereka yang selama hidup dunia selalu mengutamakan urusan perutnya daripada amal ibadahnya. Adakah ini juga sama dengan buah yang ada di dunia, yaitu durian?
  1. (Qs.88:6), Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,
  2. (Qs.69:36), Dan tiada (pula) makanan sedikit pun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.
  3. (Qs.37:66), Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu.
Jadi dapat disimpulkan bahwa salah satu buah yang ada pada saat ini dan memiliki kesamaan karakteristik dengan buah khuldi adalah buah durian. Buah ini mengandung banyak unsure hara tanah yang bisa makin memperkeruh kesucian jiwa manusia. Buah ini menimbulkan banyak efek samping yang bisa meningkatkan fungsi hawa nafsu lawamah (nafsu tercela), buah ini digunakan bangsa syaitan untuk menjebak banyak manusia pada jalan kesesatan dan buah ini memang banyak membuat manusia lupa diri kepada pencipta-Nya.

Terlepas dari berbagai riset mengenai buah ini yang dianggap dapat memberi banyak manfaat mengobati berbagai macam penyakit karena kandungan gizinya yang lengkap. Maka ada baiknya kita renungkan kembali pada apa yang pernah terjadi dengan ibu bapa kita ketika di surga di masa lalu. Mereka juga memakan buah ini dan apa yang mereka terima adalah mereka semakin mengukuhkan sifat-sifat kemanusiaan/keduniawian karena kandungan dalam buah tersebut menghapus kesucian yang ada pada dirinya untuk berubah menjadi sifat ragawi manusia yang dominan sifat nafsu lawamah (nafsu tercela). Sebelum memakan buah ini mereka adalah mahluk Allah swt yang suci dan layak menempati surga yang juga bersifat suci. Nabi adam adalah mahluk yang suci dari sifat tercela dan hawa nafsu tercela. Tetapi ketika mereka memakan buah ini, itu maka mereka berubah manusia yang diselimuti hawa nafsu duniawi.

Maka dari itu jika anda ingin mensucikan diri dan hati, maka hindarilah memakan buah jenis ini, makanlah buah-buahan yang berasal dari surga seperti kurma, delima, zaitun, pisang, anggur, dan sebagainya. Buah-buahan yang berasal dari surga ini sudah dirahmati Allah dan banyak kandungan didalamnya akan memudahkan manusia mencapai kesucian jiwa jika ia bersungguh-sungguh. Dan itulah sebabnya rasulullah menganjurkan bagi umat muslim untuk memakan kurma ketika puasa di bulan ramadhan. Karena jika pada saat berpuasa mereka lakukan itu dengan khusuk dan iklas, lalu banyak mengkonsumsi buah-buahan dari surga, maka ia akan bisa menjadi manusia yang suci kembali (kembali fitri), karena ia sudah mensucikan diri dari sifat hawa nafsu duniawi dan ragawi.

Note:

Sebagai cara untuk membuktikan kebenaran teori ini sangat mudah, jika anda adalah salah seorang penggemar durian, maka anda dapat mencoba nya dengan cara mengambil 10 butir buah durian, lalu anda lahap/makan semuanya secara langsung, lalu lihat apa reaksi yang akan ditimbulkan pada tubuh anda? pasti akan terjadi perubahan bukan?
Lalu bandingkan dengan cara anda mengambil 100 butir buah zaitun atau buah tin, lalu anda melahapnya secara langsung, lihat juga reaksi apa yang akan anda rasakan pada tubuh anda. Disini memang tidak hanya membutuhkan teori untuk membuktikan, tetapi juga butuh aplikasi dan keberanian untuk membuktikan keberaniannya. Silahkan buktikan dan selamat mencoba.

Kisah Nyata; Seorang wanita Taiwan melahap 5 kilo durian sekaligus, Lalu apa yang terjadi? Hal ini dialami oleh seorang wanita, yang hendak menaiki kereta api di jam sibuk dengan membawa durian. Enggan membuangnya karena ada larangan membawa durian di kereta, ia pun memakan durian seberat hampir lima kilogram sekaligus. Lalu apa yang terjadi? Tidak berselang lama, dari hidung si wanita itu mengeluarkan darah segar dan akhirnya pingsan lalu dilarikan ke pusat kesehatan terdekat. Ya inilah yang sudah dibuktikan langsung, anda berani coba?

Rabu, 03 Februari 2016

MARI KENALI RUH DAN JIWA KITA

CIRI MAHLUK YANG MENGENAL DIRI

Setiap manusia yang lahir ke dunia adalah mahluk pilihan, gak percaya?
Didalam rahim seorang ibu, dari jutaan sel telur yang berkumpul lalu hanya ada satu saja yang akan lolos dan bisa dibuahi, yaitu adalah anda. Lalu anda tahu kenapa anda yang dipilih dari jutaan calon anak yang lain? karena anda adalah spesial dan anda adalah orang yang Allah swt pilih untuk hadir ke dunia ini dengan maksud dan tujuan mulia. Anda adalah janin yang dipilih Oleh Allah dan anda adalah pemenangnya yang layak hadir di muka bumi ini.

Tapi hingga hari ini, sudah mengertikah anda dengan tujuan hidup anda? Sudah tahukah apa alasan anda dipilih lalu dilahirkan dengan selamat dan tanpa cacar, untuk apa dan dalam rangka apa? mungkin ada banyak yang belum kita mengerti, tetapi kini sudah saatnya anda bangun dari mimpi dan mencari tahu semua alasan tersebut. Ada tanggung jawab moral didalamnya dan sudah waktunya anda menyadari hal itu.

Setiap manusia pasti pernah berupaya mencari tahu berbagai pertanyaan dasar untuk mengetahui lebih dalam dan lebih banyak lagi pengetahuan dan pemahaman tentang identitas diri. Hal ini adalah wajar karena manusia memiliki rasa keingintahuan yang besar tentang apapun yang berkaitan dengan dirinya. Dan dari keingintahuan yang besar ini juga terdapat rahmat Allah, dimana ini adalah satu bagian instrument pemahaman dasar yang dibekali Tuhan kepada ciptaan-Nya agar manusia bukan hanya bisa mengenal dirinya namun juga bisa mengenal Tuhan-Nya dan mahluk ciptaan lainnya. Lalu hingga saat ini sudahkah anda mengenal diri anda? atau apakah juga kita sudah mengenal dzat yang menciptakan kita? Tentunya kita masih amat asing bahkan dengan diri kita sendiri, maka dengan ini semoga kita bisa diberi pemahaman, walau hanya sedikit tapi semoga saja bermanfaat.

Hakikat Manusia
Bagaimana manusia bisa mengenal pencipta-Nya jika ia sendiri tidak mengenal dirinya secara utuh. Sebuah ilmu dibutuhkan untuk mencapai pengetahuan sejati sifat-sifat kemanusiaan pada umumnya. Ilmu itu diberi nama ilmu tarekat, yaitu imu pengenalan diri. Ilmu yang digunakan untuk memahami identitas diri. Berikut definisi masing-masing unsur pada manusia:
- Jasad/fisik adalah yang memiliki bentuk atau wujud atau sosok yang tergambarkan, yang diciptakan dari tanah yang dibentuk menjadi daging, tulang lalu membentuk; badan, kaki, tangan, panca indera dan sebagainya
- Jiwa (nafs) adalah sesosok mahluk dalam wujud halus alam yang dibentuk dari unsur alam min sulaatin min thiin (ekstrak alam), yang hidup dan memiliki pemahaman, Pikiran, Perasaan, Intuisi, Emosi, dan Akal.
- Roh/ruh adalah satu kejadian uap atau gas yang keluar dari dalam hati kasar atau jantung. Uap atau gas itu berjalan ke seluruh bagian urat saraf di dalam tubuh manusia. Unsur ini adalah bagian rahasia Allah, manusia tidak akan bisa menggapainya.

- Sedangkan qolbu adalah sifatnya jiwa yang selalu berubah-ubah (bolak-balik), tidak tetap.

Asal kejadian jiwa inilah yang perlu kita ikuti dan telusuri, karena dengan bagitu kita akan mudah mengidentifikasi diri kita. Dan Alquran sudah meng-isyaratkan bahwa unsur kejadian manusia terdiri atas tiga, yaitu unsur badan atau jasad (jasad), unsur Jiwa (nafs), dan unsur roh (ruh). Berikut tahapan pembentukan diri manusia menurut firman dan hadist:

1. Jiwa/nafs dan Ruh


Sebagai tahap awal, Allah mengambil sumpah kepada “jiwa” yang masih berada di alam ghaib. Para jiwa ini belum dipasangkan ke dalam jasad, karenanya ia masih bebas beterbangan dan menunggu dipanggil untuk melaksanakan tugas. Allah berfirman dalam surah (Al Araaf:172) yang bermaksud:
Dan Ingatlah, ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka seraya berfirman :

”Bukakankan Aku ini Tuhanmu”, mereka menjawab :”Bahkan engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi”. Kami lakukan demikaian agar di hari akhirat kelak kamu tidak mengatakan: sesunggunya kami adalah oran-orang lalai terhadap keesaaaan Mu.
Kondisi jiwa yang sudah disumpah ini mengakui Allah sebagai dzat yang menciptakannya, dan jiwa juga mau menjadi saksi atas segala perbuatan jasad selama di dunia pada hari akhir nanti. Setelah proses pengambilan sumpah, tahap berikutnya adalah Allah menjelaskan tentang tugas pokok dalam kehidupan di dunia kelak, bahwa ia akan mengembang dua tugas pokok yang mencakup jalan ketaqwaan dan jalan kefasikan. Surah Asy Syams (91:7-10) Firmannya yang bermaksud:

“Dan demi nafs (jiwa) serta penyempurnaannya, maka Allah ilhamkan kepada nafs itu jalan ketaqwaaan dan kefasikannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikannya dan sesungguhnnya rugilah orang yang mengotorinya.
Ini menunjukan bahwa sebelum jasad manusia di susun, allah terlebih dahulu mempersiapkan unsure pokok yang paling utama bagi sosok manusia yaitu Jiwa yang sudah berikan pemahaman hakikat ketuhanan dan keilmuan. Jiwa yang telah mengaku dan mengenal arti keesaan, keagungan dan kebesaran Allah s.w.t dengan sepenuh‐penuh Haqqul Yaqin. Disamping itu juga sudah mengerti fungsi dan tugas keruhaniahan ia juga memiliki kemampuan pemahaman yang mendalam tentang ilmu allah yang luas, yaitu jiwa/nafs ini bertugas untuk memberikan pemahaman memilih jalan yang akan ditempuh, apakah jalan itu menuju ketaqwaan atau menuju jalan kefasikan. Dan jika manusia memiih pada jalan ketaqwaan, maka ia akan termasuk dalam golongan manusia beruntung, jika sebaliknya maka ia akan menjadi manusia yang rugi. Karena setiap jiwa sudah dibekali pemahaman dan kesadaran yang pada setiap hal yang dilakukannya. Sebagaimana firman allah dalam Surat at-Takwir ayat 1 berikut ini:

“Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yag telah dikerjakannya.” 
Dan setiap jiwa juga sudah dilengkapi dengan system kesadaran atas apa-apa yang dikerjakannya, apa yang dilalaikannya, dan apa yang di pilihnya. Sebuah keyakinan yang melekat pada jiwa ini adalah bahwa jiwa ini bersifat hidup dan mampu membuat keputusan sendiri, dan penuh kesadaran diri. Surat Al-Infitar ayat 1.

‘Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.”
Sampai disini maka selesailah tahap pembentukan unsure Jiwa untuk kemudian dipasangkan pada wujud jasad manusia. Unsure jiwa ini kini sudah memenuhi syarat untuk mengemban tugas kehidupan manusia.

2. Jasad/fisik 

Tahap kedua adalah proses penyusunan jasad/fisik/jasmani/tubuh manusia. Unsur jasad atau jisim terdiri dari seluruh angggota tubuh manusia yaitu kepala, badan, tangan, dan kaki yang terbuat dari salah satu unsure sari pati tanah liat yang didalamnya mengandung unsure protein. Ia dijadikan dari tanah liat yang sangat halus dan mempunyai bentuk dan wujud nyata. Keadaan dan sifatnya; kasat mata, dapat raba/sentuh, dapat berubah bentuk, dapat rusak dan dapat dimusnahkan. Diciptakannya jasad ini dalam rangka sebagai media/sarana diletakkannya unsur sebelumnya, yaitu jiwa. Sosok jiwa yang sebelumnya sudah ditanamkan berbagai pemahaman dan pengetahuan dasar kehidupan, lalu dipasangkan ke dalam jasad/fisik manusia, sehingga jadilah ia sesosok mahluk yang sadar.

Didalam jasad ini Allah melengkapinya dengan akal dan hati. Akal digunakan sebagai panduan dan perpustakaan utama. Sedangkan hati sebagai bagian halus yang merasa dan memahami. Unsur hati juga terbagi menjadi dua sisi; Hati Ruhaniah dan Hati Jasmaniah. Hati Ruhaniah adalah sesuatu yang halus, hati yang merasa, mengerti, memahami, dan mengetahui, ia merupakan tempat bersemayamnya iman dan ilmu. Hati Jasmani adalah sepotong daging yang terletak di dada sebelah kiri, fungsinya untuk mengatur sistem metabolime tubuh/jasad .

Lalu didalam hati ruhaniah juga disematkan dua macam hawa nafsu, yaitu pertama, Nafsu yang menuju jalan cahaya kebenaran (mutmainah) dan nafsu yang menuju jalan kegelapan (Lawammah). Dua nafsu ini akan menjadi jarum penentu arah kehidupan manusia, jika jarum menunju pada arah cahaya maka ia akan menuju pada Tuhannya, sedangkan jika menuju pada arah kegelapan maka ia akan menuju pada kesesatan.

Sampai di sini, manusia sudah dikatakan bisa hidup mandiri, namun bagi Allah kedua unsure ini belumlah cukup. Sebagai konsekuensi ditakdirkannya manusia sebagai pemimpin di muka bumi, maka Allah sekali lagi membekali manusia dengan unsure ke tiga yaitu Ruh (Suci kepunyaan Allah). Unsur ini juga dimiliki oleh mahluk lainnya, namun perbedaannya unsur ruhaniah yang dimiliki manusia ini memiliki nilai khusus di mata Allah swt.

Ruh itulah yang menyebabkan meningkatnya martabat anak manusia, sehingga menjadikan para malaikat menghormatinya. Yang kedua, ketinggian dzat yang disebut Ruh itu terlihat dari bagaimana Allah mengatakannya bahwa ini Ruh-Ku. Dia menggunakan kata ganti kepunyaan itu, untuk menggambarkan itu adalah Ruh-Nya. Penggunaan kata Ruh Ku ini tentu jangan ditafsirkan sebagai Ruh Allah yang masuk ke dalam diri manusia. Melainkan itu Ruh milik (ciptaan) Allah. Meskipun, di ayat lain, Allah juga mengatakan sebagian dari Ruh-Ku, yang menggiring kita pada pemahaman bahwa Allah ‘mengimbaskan’ sebagian dari sifat-sifat mulia-Nya kepada manusia lewat Ruh itu. Dengan kehadiran Ruh-Nya yang suci itulah manusia bisa menjadi khalifah dimuka bumi.

3. Proses Penyatuan Ruh dan Jasad/jasmani

Setelah selesai seluruh prosesi penyusunan lapisan materil jasad manusia dengan unsure jiwa, maka kemudian Allah memulai proses penyatuan unsure Ruhanian dengan jasad/fisik manusia. Namun sebelum Ruh ditiupkan oleh Allah ke dalam jasad manusia melalui proses-Nya. Ketika jasad Nabi Adam a.s telah tercipta dengan sempurna, maka Allah memerintahkan Ruh untuk memasuki jasad Nabi Adam a.s. Maka dengan enggan ia menerima perintah tersebut. Ruh pun akhirnya memasuki jasad dengan berat hati karena harus masuk ke tempat yang gelap. Akhirnya ruh mendapat sabda Allah:

"Jika seandainya kamu mau masuk dengan senang, maka kamu nanti juga akan keluar dengan mudah dan senang, tetapi bila kamu masuk dengan paksa, maka kamupun akan keluar dengan terpaksa".
Lalu Ruh memasuki melalui ubun-ubun, kemudian turun sampai ke batas mata, selanjutnya sampai ke hidung, mulut, dan seterusnya sampai ke ujung jari kaki. Setiap anggota tubuh Adam yang dilalui ruh menjadi hidup, bergerak, berucap, bersin dan memuji Allah.
Bahkan dalam al Qur'an tergambarkan ketika ruh sampai ke lutut, maka Adam sudah tergesa gesa ingin berdiri. Sebagaimana firman Allah :

"Manusia tercipta dalam ketergesa-gesaan" (Q.S.21:37).

Setelah Allah meniupkan ruh-Nya kedalam jasad tersebut. Didalam Ruh-Nya Allah memberikan suatu kelebihan tambahan mengenai kemampuan melihat, mendengar dan hati. Bagian tambahan ini yang menjadi bagian kesempurnaan manusia, mengapa? Karena tiga kemampuan ini hanya disematkan pada manusia dan tidak pada mahluk lain, dan ketiga kemampuan ini adalah salah satu sifat kemuliaan milik Allah swt yang agung, namun sayangnya kebanyakan manusia tidak menyadarinya.

“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan kedalam tubuh/jasad nya ruh Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati , tetapi kamu sedikit sekali bersyukur.” 
Jadi setelah seluruh rangkaian pembentukan jasad yang sudah dilengkapi jiwa, mulailah masuk unsure ruh-Nya kedalam jasad. Sampai tahap ini, proses penyusunan jasad manusia sudah selesai dan dianggap sudah sempurna kejadiaannya, lalu Allah memerintahkan mahluk lain (malaikat dan iblis) untuk bersujud kepada Adam as.

"Dan apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan meniupkan ruh-Ku ke dalamnya maka tunduklah kalian kepadanya dengan bersujud.
[QS. Al Hijr:29]

Ketika Allah sudah menyempurnakan proses kejadian penyatuan jasad dan ruh, maka perhatikan sepenggal kalimat yang menyiratnya kata-kata ‘meniupkan ruh-Ku’ yang artinya bahwa didalam unsure ruh ini ada unsure suci, sehingga dikategorikan sebagai Makhluk. Jadi ruh dalam diri jasad manusia bukanlah Allah itu sendiri, melaikan sesosok mahluk suci yang sudah dibekali tiga kemampuan lebih. Roh itu kepunyaan Allah, yang ditiup masuk ke dalam Jasad manusia dimana ruh itu dibekali kemampuan tambahan, tidak sama dengan ruh yang ada pada hewan dan tumbuhan, ruh ini memiliki kemampuan penglihatan, pendengaran dan hati yang tajam yang bersumber dari-Nya. Dan ketika manusia wafat, maka Roh itu akan kembali ke pangkuan-Nya dalam keadaan sempurna.

“akan tetapi di dalam diri manusia ada bashirah (yang tahu)"(QS 75:14).

Kata bashirah ini disebut sebagai yang tahu atas segala gerak manusia yang sekalipun sangat rahasia. Ia biasa menyebut diri (wujud)-nya adalah "Aku".

Unsur suci yang dimaksud disini adalah bahwa Allah menghembuskan tiga unsur suci yang ada pada 99 nama dan sifat terpuji Allah swt (asmanul husnah), yaitu Al – Samii’ (Maha Mendengar) dan Al – Bashiir (Maha Melihat) serta Hati yang berguna untuk merasa (mudah tersentuh, bergetar hatinya, bergejolak jiwanya) serta sebagai tempat datangnya ilmu, hikmah dan hidayah Allah swt.

Ketiga unsure ini adalah unsure yang sangat suci dan memiliki tingkatan derajat yang tinggi, karena hanya manusia yang dilengkapi dengan sifat terpuji Allah swt ini, dengan tujuan agar manusia dapat memiliki kemampuan penglihatan, pendengaran dan perasaan yang mendalam tentang hakikat keilmuan dan ketuhanan.

Itulah sebabnya kenapa kita disuruh melihat ke dalam diri (introspeksi diri) sebagimana firman Allah dalam surat az-Zariat ayat 21:

وَفِى اَنْفُسِكُمْ اَفَلاَ تُبْصِرُوْنَ

Artinya : Dan di dalam diri kamu apakah kamu tidak memperhatikannya.

Allah memerintahkan kepada manusia untuk memperhatikan ke dalam dirinya disebabkan karena di dalam diri manusia itu Allah telah menciptakan sebuah mahligai yang mana di dalamnya Allah telah menanamkan rahasia-Nya sebagaimana sabda Nabi di dalam Hadis Qudsi :

بَنَيْتُ فِى جَوْفِ اِبْنِ آدَمَ قَصْرًا وَفِى الْقَصْرِ صَدْرً وَفِى الصَّدْرِ قَلْبًا وَفِى الْقَلْبِ فُؤَادً وَفِى الْفُؤَادِ شَغْافًا وَفِى الشَّغَافِ لَبًّا وَفِى لَبِّ سِرًّا
وَفِى السِّرِّ أَنَا (الحديث القدسى)

Artinya: “Aku jadikan dalam rongga anak Adam itu mahligai dan dalam mahligai itu ada dada dan dalam dada itu ada hati (qalbu) namanya dan dalam hati (qalbu) ada mata hati (fuad) dan dalam mata hati (fuad) itu ada penutup mata hati (saghaf) dan dibalik penutup mata hati (saghaf) itu ada nur/cahaya (labban), dan di dalam nur/cahaya (labban) ada rahasia (sirr) dan di dalam rahasia (sirr) itulah Aku kata Allah”. (Hadis Qudsi)

Allah tidak menganugerahkan ini pada mahluk lainnya dan inilah alasannya mengapa allah memerintahkan mahluk lain (bangsa jin dan iblis) untuk bersujud kepada Nabi Adam as kala itu. Serta inilah juga alasannya mengapa Allah hendak menjadikan manusia sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi. Dan ini juga sebabnya mengapa dalam berbagai firman-Nya Allah selalu mengisaratkan bahwa Allah mengetahui apa-pun yang dikerjakan manusia, yang besar atau kecil bahkan yang nampak ataupun yang tidak nampak. Karena tiga unsur suci tertanam dalam diri manusia.

Ketiga unsure ini yang menjadikan manusia sangat istimewa dan sempurna jika dibandingkan mahluk lainnya. Apa saja keistimewaan ketiga sifat allah yang melekat pada manusia tersebut. Jika manusia pandai memanfaatkan ketiga keistimewaan yang diberikan ini, maka dengan ijin Allah, manusia itu akan mampu menjadi apapun yang diinginkan Allah terjadi atas dirinya. Seluruh organ tubuhnya akan bergerak hanya karena Allah dan atas kehendak Allah semata. Allah berfirman dalam salah satu hadis qudsi,

“Tidaklah seorang hamba-Ku mendekati-Ku dengan terus menerus bersikap taat kecuali Aku akan mencintai-Nya dan jika Aku mencintainya maka Aku akan menjadi telinganya yang dengannya dia mendengar dan menjadi lidahnya yang dengannya dia bicara dan menjadi tangannya yang dengannya dia menggenggam.”)
26. Al – Samii’ (Maha Mendengar)
Keistimewaan sifat maha mendengar ini adalah keistimewaan kepada manusia yang akan dapat mendengar nasihat, hikmah dan tauladan dari sebuah peristiwa atau kajian ilmu. Ia dapat mendengar datangnya sebuah pertanda peringatan yang berkaitan dengan kehidupan orang banyak, atau peringatan atas suatu bencana yang akan menimpa dirinya. Dan keistimewaan lainnya adalah manusia akan mampu berkomunikasi dengan orang lain melalui fungsi pendengaran yang tersambung langsung dihatinya, ini yang orang awam namakan telepati serta berbagai keistimewaan system pendengaran lainnya. subhanallah, semoga allah memberkati.

27. Al – Bashiir (Maha Melihat, Yang Maha Melihat Segala Sesuatu)
Jika manusia mampu memanfatkan dengan baik fungsi penglihatannya, maka Allah WT akan mengaruniakan kepadanya penglihatan (mata) yang tajam, bahkan bisa menembus ruang dan waktu. Di jaman nabi, orang-orang dengan kemampuan penglihatan tajam ini bisa menyaksikan keindahan alam surgawi. Keistimewaan kemampuan mata hati untuk melihat fenomena alam, melihat batin manusia lain, serta dapat melihat luasnya alam semesta ini. Anda juga mungkin pernah merasakannya, dimana suatu saat seolah-olah anda bisa membaca pikiran orang lain dan sesungguhnya jiwa anda sedang melihat hati orang tersebut. Mata itu disebut al bashiirah (yang maha  melihat). Disamping juga bertujuan agar manusia bisa menyaksikan tanda-tanda kebesaran allah di alam semesta ini. Meski kita tidak akan dapat melihat Allah secara langsung, karena hanya Dia yang dapat melihat diri-Nya, tetapi dengan bashiirah kita dapat melihat diri kita sendiri, kita dapat mengenal diri kita sendiri.

HATI (Tempat datangnya ilmu dan hidayah)
Allah menganugerahkan hati yang halus dan lembut ke dalam jiwa manusia, tentu saja ini ada maksud dan tujuannya. Diantaranya adalah hati yang dapat merasa, berinteraksi dan berpikir. Sifat hati ini adalah selalu mengajak manusia pada jalan yang lurus, mencari kebenaran sejati, mengajak pada kebajikan. Hati ini yang dimana ketika disebut nama Allah maka ia akan bergetar, getarannya ini membuat segenap tubuh guncang. Hati ini sangat lembut sehingga ia sangat mudah tersentuh pada hal-hal yang bersifat sensitive, mudah terkesima pada kebesaran ciptaan-Nya, mudah bergejolak jika ada hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai dan sifat-sifat mulia Allah swt.

Dari sifat hati yang penuh kemuliaan ini yang akan membuat kita bisa merasakan sifat-sifat mulia allah yang ada pada diri kita, sifat yang tenang, sabar, tawadhu, istiqomah dan sebagainya yang kesemuanya berjumlah 99 sifat mulia. 


Disamping mampu merasa, hati yang dimaksud disini juga memiliki kemampuan berpikir dengan sangat tajam. Mampu membuka berbagai khasanah keilmuan. Hati ini yang menjadi pusat kecerdasan manusia, ia mampu berinteraksi bolak-balik dan naik turun sesuai dengan tingkat kebutuhan manusia menggali pengetahuan. Hati Ruhaniah ini juga termasuk fungsi intuisi, firasat, hidayah dan al hikmah dan juga tempat bersemayamnya iman orang muslim. Dengan diaktifkannya hati inilah, Allah berinteraksi dengan manusia secara langsung. Dan itulah sebabnya allah menegaskan bahwasanya Allah itu amatlah dekat pada hambanya.

"Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang AKu, maka (jawablah) bahwasanya aku adalah dekat.
" Quran Al Baqarah:186.

Tapi hikmah utama dibalik pemanfaatan sumber penglihatan, pendengaran dan perasaan adalah bahwa pada setiap penglihatan mata yang terdapat iman, maka pada apapun yang dilihatnya itu akan menambah keimanan dalam dada. Apapun suara yang mereka dengarkan di sekelilingnya, maka itu akan juga menambah nilai keimanan si pendengar, serta apapun rasa yang tertanam maka itu akan membuat mereka makin tunduk kepada Sang Pencipta. Tidak ada lain tujuan utama diciptakannya panca indera ini selain untuk menambah keimanan kita.

Satu-satunya mahluk yang sudah mengoptimalkan kesemua unsure istimewa ini hanyalah Nabi Muhammad saw dan para sahabat, hanya beliaulah satu-satunya mahluk yang dengan-Nya seluruh anggota tubuhnya tumbuh dan bergerak hanya ke satu tujuan, yaitu Allah swt. Dan pada semua fungsi  panca inderanya juga Allah menjadikannya satu-satunya manusia yang dengan semua perkataan yang terucap dan semua tindakannya bersifat mulia di mata seluruh pengikutnya bahkan di mata para musuh-musuhnya. Sifat-sifat mulia Allah sudah melekat dan tumbuh ke dalam setiap aliran darah dan setiap hembusan nafas Rasulullah saw. Adakah setiap perkataan rasulullah, manusia dapat membantah dan mendustakannya? Pastilah tidak, karena Allah selalu bersamanya kemanapun rasulullah berada. Itulah yang dimaksud dengan insane yang mulia.


FIRMAN ALLAH SWT BERKAITAN DENGAN KEUTAMANAN INDERA MANUSIA
Berikut kami lampirkan beberapa ayat Al Quran yang berkaitan dengan pentingnya manusia menjaga ketiga fungsi penglihatan, pendengaran dan hati yang dimaksud di atas. Sesungguhnya semua itu adalah agar kita selalu sadar bahwa kita ini sudah diciptakan sedemikian sempurnanya oleh Allah swt dan hanya dengan cara inilah kita bersyukur atas semua nikmatnya.

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. An-Nahl : 78)
 

Katakanlah: "Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (tetapi) Amat sedikit kamu bersyukur. (QS. Al-Mulk : 23)

"Dan Sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka itu tidak berguna sedikit juapun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya.(QS. Al-Ahqaf : 26)

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
(QS. Al-Isra : 36)


Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al-A’rof : 179)


Selasa, 02 Februari 2016

HIDUP SEHAT ITU SEDERHANA DAN MURAH, INI TIPSNYA

Ada anggapan bahwa jika ingin hidup sehat, maka itu adalah sangat mahal, mahal dalam artian seseorang harus merogoh kantong cukup dalam untuk mempertahankan kesehatan, karena jika seseorang udah mengalami sakit, maka uang yang harus dikeluarkan sangatlah banyak. Maka dari itu lebih baik bersusah payah menjaga pola hidup sehat daripada harus menunggu jatuh sakit. Dalam ungkapan ini ada kesan bahwa kerasnya usaha seseorang dalam menjaga kesehatan nilainya sebanding dengan tingginya biaya perawatan di rumah sakit. Dari anggapan ini juga akhirnya timbul pemikiran bahwa setiap orang yang ingin sehat, maka ia juga harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk biaya perawatan. Lalu datanglah berbagai produsen obat menggelar dagangannya berlabel herbal dan suplemen kesehatan yang harganya juga selangit. Logikanya jika seseorang ingin sehat, maka ia tidak membutuhkan biaya tambahan apapun. Karena seharusnya hanya perlu modal niat.

Dalam artikel ini penulis akan membantu anda untuk memperbaiki pola pikir salah seperti itu. Bahwa untuk mencapai hidup sehat, tidaklah harus mengeluarkan uang sepeserpun, sebaliknya anda akan bisa menambah penghasilan anda, atau bahkan tips ini bisa membantu anda mengatasi permasalahan melambungnya berbagai harga kebutuhan pokok. Bagaimana caranya? Tips ini tidak akan pernah anda temukan di halaman web manapun, karena ini adalah hasil penemuan dan inovasi baru. Setelah membaca ini, dijamin pola pikir dan pola hidup anda akan berubah dan seketika anda akan menjadi sehat? gak percaya? cma butuh waktu gak lebih dari 5 menit untuk membacanya, dan anda tidak dipungut biaya sama sekali, selamat membaca dan memulai hidup baru.

Semua orang pasti ingin hidup sehat dan bahagia, semua orang ingin mendapatkan kesempatan menikmati hidup sehat dan panjang umur. Tapi tahukah anda bahwa saat ini hal itu sudah menjadi barang langka dan tidaklah mudah mendapatkannya. Lihatlah di luar sana, ada banyak orang yang menderita sakit dan tidak bisa lagi memperbaiki hidupnya karena penyakit itu sudah merenggut seluruh kebahagiaannya. Bisakah kita merasakan penderitaan mereka dimana mereka tidak bisa lagi menatap masa depannya.

Banyak yang beranggapan bahwa penyebab utama kebanyakan orang menderita sakit kronis adalah karena pola makan yang salah. Hal ini memang benar adanya. Kesalahan dalam banyak hal, mulai dari komposisi makanan dan jumlah yang berlebih. Faktanya selama ini orang memang menganggap remeh hal yang satu ini, mereka mau melakukan apa saja untuk mengenyangkan perutnya. Namun seiring kebiasaan buruk itu, terdapat banyak hal buruk yang menyertai kebiasaan buruk itu, yaitu datangnya penyakit secara tiba-tiba. Walau sudah melakukan pola hidup sehat, namun tetap saja penyakit datang bersarang dalam tubuh. Lalu adakah solusinya?

Hanya ada satu saran bagi anda yang ingin hidup sehat, bahagia dan panjang umur. Caranya adalah hindari mengkonsumsi lemak yang ada di; dalaman sapi, kambing dan daging unggas dalam menu makanan sehari-hari. Terutama jeroan, usus, limpa, otak dan juga hasil tangkapan laut selain ikan seperti udang, cumi, kepiting dan kerang dsb. Termasu juga hindari makanan mengandung banyak lemak jenuh yang banyak terdapat dalam goreng-gorengan Jika usia anda sudah di atas 35 tahun, dan tubuh anda dalam keadaan kelebihan berat badan, maka sudah saatnya anda berhenti mengkonsumsi semua bahan makanan ini. Karena kedua jenis makanan ini mengandung darah, lemak dan kolesterol dalam jumlah berlebih, jika anda mengkonsumsi jenis makanan ini sehari-hari, apalagi dimakan sebanyak 3 kali dalam sehari, maka akan mengakibatkan darah anda menjadi kotor, istilah medisnya tercemar atau polutif. Jika darah sudah kotor, maka inilah yang dimaksud dengan kolesterol tinggi, kadar darah sudah pada tahap  mengkhawatirkan karena tingginya kadar kotoran dalam darah.

Coba saja anda bayangkan, dalam sehari ada waktu 24 jam, jika anda memakan jenis makanan tersebut jumlah kalori mencapai 1000 kalori (195kal/100mg) untuk tiga kali makan, sementara aktivitas anda hanya memerlukan 300 kalori (karena kebanyakan duduk didepan komputer), maka ada kelebihan 700 kalori yang akan disimpan dalam tubuh. Kelebihan sisa kalori ini jika tidak segera dibuang, maka ia akan mengendap dalam tubuh dan berubah menjadi penyakit di kemudian hari. Ini baru rutinitas yang anda lakukan dalam sehari, bagaimana jika ini berlangsung sudah puluhan tahun. Maka tubuh anda akan menjadi sarang penyakit baru dan terus berkembang menjangkit menjadi penyakit lain yang lebih mematikan. Ditambah lagi kebiasaan buruk seperti kurang olah raga, kurang minum air putih, dan kurang makan sayur dan buah, hal ini semakin memperburuk kesehatan. Penyakit semakin sulit dibersihkan dan makin betah hidup dalam tubuh kita.

Mengurangi kebiasaan makan makanan berlemak tidak akan membuat anda jatuh sakit, sebaliknya itu akan membuat anda makin sehat, karena otomatis tubuh akan mengambil cadangan lemak/kalori yang ada di dalam tubuh untuk dibakar menjadi tenaga dan bisa membuat anda tetap bisa beraktifitas seperti biasa. Mengurangi asupan jenis lemak akan membuat peredaran darah lebih lancar, karena dengan demikian tubuh akan beristirahat sejenak dari rutinitas melarutkan unsure lemak berlebih yang biasa masuk ke dalam tubuh anda selama ini. Perlahan-lahan pencernaan kita juga akan menjadi sehat, karena kerjanya menjadi lebih ringan dalam mengolah makanan menjadi energy menjadi lebih cepat. Efek sederhana lainnya adalah dalam beraktifitas anda akan merasakan tubuh anda lebih ringan, karena tubuh telah melepaskan massa tubuhnya dengan mudah. Kemudian ini juga akan berdampak pada raut wajah anda, akibat aliran darah tidak ada sumbatan maka akan membuat wajah menjadi lebih cerah dan tidak pucat.

Jika anda punya penyakit magh, maka dengan mengurangi kebiasaan makan makanan berlemak juga akan membantu mengurangi rasa sakit yang dihasilkan ketika magh itu datang. Penyakit magh timbul akibat asam lambung yang tinggi, asam lambung diproduksi berlebih karena selama ini ia harus bekerja keras melarutkan berbagai bahan makanan berlemak dan mengandung gas seperti makanan pedas. Jika kebiasaan lama sudah dikurangi, maka otomatis pencernaan juga akan mengurangi produksi asam lambung secara berlebihan dan mulai lagi mengatur ritme pencernaan berjalan normal.

Jika sebelumnya anda biasa mengkonsumsi tiga macam menu daging dalam sehari, maka mulai kurangi menjadi sekali dalam sehari, lalu satu kali dalam seminggu dan seterusnya. Tips ini tidak mengharuskan anda menghilangkan sama sekali menu lemak dalam makanan anda, tetapi hanya di kurangi dari kebiasaan 3 kali dalam sehari menjadi sekali atau dua kali dalam seminggu. Menu daging dapat anda ganti dengan ikan atau telur sebagai sumber tenaga jika anda merasa lemas. Atau anda bisa atur sendiri berapa sering seharusnya anda memakan makanan jenis daging dan unggas, tergantung kebutuhan anda masing-masing, jangan di target dan jangan dipaksakan. Cara diet sehat seperti ini jauh lebih baik untuk kesehatan daripada dengan cara anda meminum obat pelangsing ataupun berolahraga keras, sementara asupan makanan anda tetap diatas normal kebutuhan kalori sehari-hari.

Dampak lain yang akan anda rasakan jika anda melakukan aktivitas ini adalah pikiran anda akan menjadi lebih tenang dan focus, karena dengan darah yang bersih, maka oksigen akan mudah mengalir ke otak dan anda akan menjadi lebih stabil menjaga emosi. Anda tidak akan lagi merasakan perasaan yang meledak-ledak ketika menghadapi masalah, itu adalah efek sederhana yang dihasilkan manakala aliran darah itu sudah mengalir lancar. Beda situasi jika anda adalah pemakan daging dan unggas rutin, pada setiap ada persoalan maka anda akan cenderung mudah terbakar amarah, anda akan mudah mengambil keputusan tanpa dasar pemikiran yang jernih dan akan akan mudah meledak (marah seketika), itu adalah efek dari kotornya aliran darah yang mengakibatkan orang cenderung tidak bisa membendung emosi.

Kebiasaan sehat seperti ini sudah diterapkan orang-orang di jaman nenek-kakek kita terdahulu, mereka menamakannya rutual “mutih”, yang artinya mereka tidak mengkonsumsi makanan daging dan mengandung darah, hanya makan sayur dan kentang rebus dalam jangka waktu sebulan, semua makanan disajikan dalam bentuk rebusan, tidak mengandung minyak sama sekali. Namun jika itu diterapkan untuk masyarakat modern seperti sekarang ini pastinya sangat rentan, karena dinilai terlalu ekstrim. Disamping itu, ritual ini biasanya dilakukan hanya untuk jangka waktu tertentu misalnya sebulan, setelah ritual mutih selesai, dkhawatirkan akan kembali lagi kepada pola konsumsi sebelumnya, ini justru akan menjadi kurang baik bagi kesehatan, karena kegiatan mengurangi ini hanya terjadi sesaat, bukan menjadi kebiasaan rutin yang akan dijadikan kebiasaan selamanya.
Sebagai informasi tambahan, perlu anda ketahui juga bahwa apa yang terkandung dalam makanan berbahan dasar daging ayam tidak menyehatkan, justru sebaliknya ia adalah sumber bahan makanan yang berbahaya bagi kesehatan. Sebuah penelitian yang baru dilakukan FDA di amerika terhadap daging ayam, diketahui bahwa daging ayam potong mengandung arsenik penyebab kanker. Dalam hal ini juga berlaku pada ayam potong yang digunakan untuk makanan cepat saji. Fakta ini sudah disimpan dan sengaja disembunyikan dari publik dalam kurun waktu 60 tahun ini. Jadi bisa kita bayangkan sudah berapa banyak bahan berbahaya arsenik yang selama ini masuk kedalam tubuh kita dan setiap saat bisa berubah menjadi pemicu kangker. Tidakkah kita ikut prihatin dengan kondisi ini.

Dan jika anda ingin jauh lebih sehat lagi, upayakan untuk menjauhi berbagai macam obat berbahan dasar kimia buatan pabrik. Karena dibalik fungsi menyembuhkan, dalam obat juga terdapat racun yang dapat merusak organ halus tubuh manusia, jika dikonsumsi rutin dan jangka panjang. Dan jika penyakit masih bisa disembuhkan dengan cara tradisional maka itu lebih baik, atau sebaiknya pilih obat-obatan herbal yang tidak mengandung kadar kimiawi didalamnya, obat herbal walau proses penyembuhannya lama namun itu adalah bagian dari proses alami tubuh merespon penyakit. Tips untuk anak-anak juga sama, jangan berikan mereka terlalu banyak makanan berlemak dan kadar garam yang tinggi hanya karena ingin mencapai pertumbuhan yang tinggi, perhatikan juga bahwa pencernaan mereka belum siap menerima berbagai bentuk zat kimia, sehingga di masa depannya mereka juga tidak akan mudah terkena penyakit kronis.

Sampai disini, kita bisa menerapkan pola hidup sehat, yang sesunguhnya memang akan membuat tubuh kita menjadi lebih sehat secara jasmani dan rohani. Mau tahu apa efek tips sehat ini bagi kejiwaan anda, bahwa dengan anda mengurangi konsumsi lemak berlebih yang berasal dari daging, maka hubungan anda dengan Tuhan akan makin harmonis, mengapa? Karena dengan jiwa yang tenang, maka tingkat kesadaran diri juga meningkat dan makin focus dalam berdoa.
Dan memang inti utama kesehatan manusia adalah terdapat pada aliran darah, semakin jernih kadarnya dan semakin lancar sirkulasinya maka akan semakin sehat orang tersebut. Jika anda masih sanksi dengan tips ini, cara mudah untuk membuktikannya sangat mudah. Perhatikan gaya hidup dan pola makan orang miskin dan kaum duafa, berapa banyak dalam seminggu mereka mengkonsumsi daging ayam dan sapi? jawabannya pasti jarang sekali atau mungkin hanya satu kali dalam sebulan, atau mungkin hanya setahun sekali, lalu apakah mereka memiliki riwayat penyakit mematikan akibat tidak pernah mengkonsumsi bahan makanan tersebut? jawabannya, justru sebagian besar mereka adalah orang yang badannya sehat, umurnya panjang dan tidak memiliki riwayat penyakit degeneratif sebagaimana yang banyak diderita orang-orang berpenghasilan menengah dan atas. Mereka adalah manusia tahan banting dan kuat melakukan pekerjaan kasar apapun, dan mereka tidak pernah mengeluh kesakitan. lalu dari mana asal datangnya energi yang mereka hasilkan? beberapa orang berpendapat, energi itu berasal dari dalam jiwa atau yang biasa disebut energi tenaga dalam. Energi ini bersumber dari dalam jiwa yang diserap dari energi yang bertebaran di alam ini, sumber energi ini jauh lebih besar dibanding energi yang berasal dari makanan. Ya itulan kenyataannya.

Tips sederhana ini mungkin agak sedikit melawan pakem yang ada di masyarakat bahwa pola makanan sehat adalah 4 sehat 5 sempurna, dalam sekali makan maka harus selalu ada daging sapi, ayam, udang ikan dan lain-lain? tapi sadarkah kita bahwa justru pola makan seperti itu yang selama ini membuat kita menderita penyakit akut, banyak orang menjadi kelebihan berat badan karena mereka tidak bisa mengendalikan pola makanannya, lalu mengalami hipertensi dan serangan jantung. Maka dari itu pola makan seperti itu sudah harus bergeser pada kesehatan yang tidak hanya bertumpu pada kekuatan tubuh saja, sudah harus bertumpu pada kekuatan spiritual yaitu kekuatan yang berasal dari dalam jiwa manusia. Berubah menjadi manusia yang kuat jiwa dan raga.

Sederhana kan tipsnya? Anda pastilah bisa melaksanakannya, karena tidak ada penambahan biaya sama sekali dan justru anda dapat mengurangi pengeluaran. Disamping itu tips ini juga bisa menolong anda dari dilema kenaikan berbagai bahan pokok yang semakin tidak terjangkau belakangan ini, jika anda bisa melaksanakan tips kesehatan ini, maka kondisi apapun yang terjadi di luar sana tidak akan mempengaruhi kondisi keuangan dan kejiwaan anda. Karena sudha terbiasa hidup sehat jasmani dan rohani. Jika anda merasa tips ini cukup membantu dan juga bisa memberikan solusi bagi teman, saudara atau kerabat yang saat ini sedang mengalami masalah serupa, maka sebarkan ini kepada mereka, semoga saja bermanfaat dan bisa dilaksanakan dengan penuh kesadaran diri bahwa ini semata-mata untuk meningkatkan keimanan kita kepada Tuhan Sang Maha Pencipta Alam. Amin

Label