Jumat, 29 April 2016

KISAH PERTOBATAN SANG JUTAWAN MUDA TRANSGENDER

Safiuddin Ilias. Jutawan muda asal Malaysia ini tengah mencuri perhatian publik. Bukan karena harta melimpah dari usaha kosmetiknya, tapi karena keputusannya untuk ‘berhijrah’, meninggalkan identitas sebagai seorang waria dan kembali menjadi laki-laki sejati.

 Ya, semula Safiuddin adalah seorang waria. Pria yang berdandan dan berperilaku seperti wanita. Dia bahkan melakukan operasi, seperti melakukan implan payudara, agar mirip dengan wanita. Tapi beberapa waktu lalu, dia memutuskan untuk bertobat. Membuang semua `atribut kewanitaan`. Termasuk implan payudara yang dia pasang dulu.

Setelah menulis kisah hijrah yang mengharukan ke Facebook, kini pemuda 22 tahun dan sudah meraih sukses di usia 19 tahun itu menuturkan kisah pertobatan yang mengharukan itu. Semua ini berawal ketika ia masih menjadi waria, ada banyak orang yang mencemooh dan menghakiminya meski tak sedikit yang tetap mau menerimanya.

Saat itu pula dia mencari konsep hidayah untuk berhijrah. “Akhirnya saya faham, bahwa hidayah ialah kemauan untuk berubah. Apabila kita berubah menuju kebaikan, itulah hidayah,” kata dia. “Saya ingin memperbaiki diri dan berdakwah,” tutur Saifuddin.

Safiuddin mengaku sengaja mengunggah tulisan itu ke Facebook. Dia ingin kisah itu menjadi pelajaran bagi siapa saja. Tiada maksud menyinggung hati siapapun. Dia juga meminta kisah ini tak dijadikan dasar untuk menghakimi orang lain.

“Bila kamu asyik menyebut tentang hal dunia, maka itu karena ada dunia di dalam hatimu. Bila kamu asyik menyebut tentang hal akhirat, maka ada Allah SWT di hati kamu.”  ujar Safiuddin.

Pelajaran Berharga dari kisah ini adalah bahwa sebenarnya para kaum transgender ini memiliki sisi kehidupan yang lembut, hati mereka sangat halus dan sangat mudah tersentuh, itu yang mengakibatkan mereka salah mengartikan bahwa itu pertanda mereka adalah seorang wanita, sesungguhnya tidak, karena itu sebenarnya karena Allah adalah Dzat yang maha membolak-balikkan hati manusia.

Hadist Riwayat Muslim yang menyatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya kalbu-kalbu keturunan Adam berada di antara dua jari dari jari-jari Allah laksana satu hati, Allah membolak-balikannya sesuai kehendakNya.” 

Di akhir jaman, kebanyakan manusia yang bertaqwa adalah manusia yang memiliki hati yang halus dan lembut, bukan lagi manusia yang keras dan berhati baja sebagaimana yang pernah ada di jaman para nabi, dimana mereka diwajibkan turun ke medan perang menghunus senjata dan menyerahkan nyawa mereka kepada Allah. Manusia yang akan berperang di akhir jaman kelak adalah manusia yang memiliki hati yang lembut dan mudah menerima, mudah tersentuh dan bergejolak. Karena di dalam hati yang lembut ini mereka akan lebih mudah menerima hidayah (petunjuk) ditengah kerasnya dokrin sesat para musuh islam. Di dalam hati yang lembut ini Allah menancapkan keyakinan dan ketaqwaan tidak tergoyahkan.

Ketika seseorang menyadari kesalahannya, lalu mereka mengambil jalan memutar arah, untuk mengajak hatinya kembali ke jalan yang benar, maka Allah sedang bersamanya. Sebagimana beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa, “Ya Allah, Dzat yang membolak-balikan hati, palingkanlah hati-hati kami kepada ketaatanMu.” 

Maka dari itu teman, jangan kita mencemooh dan menghujat orang yang tersesat (kaum transgender) karena sesungguhnya mereka tidaklah mengerti dan mereka sedang diberi ujian oleh ALlah swt, mungkin sebaiknya kita membantu mereka menuntun pada jalan kebenaran, agar kita semua bisa saling menyelamatkan.

Kamis, 21 April 2016

PERSIAPKAN BEKAL AKHIRATMU DARI SEKARANG

Perjalanan kehidupan anak Adam sangatlah panjang, sudah mencapai ribuan tahun, sementara usia mereka tidak lebih dari 70 tahun. Dan untuk mencapai masa akhir jaman ini, entah dibutuhkan berapa ribu tahun lagi. Sementara setiap orang diwajibkan untuk mempersiapkan perbekalan menuju alam akhir sebanyak-banyaknya, namun jika dalam kurun masa hidupnya ia tidak mampu mempersiapkan perbekalan karena waktu yang dilalui lebih banyak disibukkan untuk urusan dunia, maka sisa usianya tidak akan cukup untuk mempersiapkan perbekalan menuju akherat.

Dalam kitab Nashaihul ‘Ibaad karya Imam Nawai Al-Batani, Rasulullah saw pernah bersabda kepada Abu Dzar Al-ghifari ra : “Wahai Abu Dzar perbaikilah perahumu, karena lautan itu sangat dalam. Carilah perbekalan yang lengkap, karena perjalanan itu sangat jauh. Kurangilah beban (dosa), karena rintangan itu amatlah sulit untuk diatasi. Dan ikhlaslah dalam beramal karena yang menilai baik dan buruk adalah dzat yang maha melihat.”

Jika seorang mukmin sudah wafat dan meninggalkan dunia fana ini, terdapat 3 amalan saja yang masih diterima Allah sebagai pengganti jika sudah meninggalkan dunia ini sebelum datang hari akhir. Amalan-amalan tersebut akan terus mengalirkan pahala sebagai bagian dari bekal yang kekal untuk menjalani kehidupan yang nyata di kampong akherat, yaitu:

1. AMAL JARIYAH

Amal jariyyah menurut bahasa ialah perbuatan yang baik. Menurut istilah ulama syara’ amal jariyyah juga di sebut sebagai wakaf yaitu menahan sesuatu yang bolah dimanfaatkan bagi tujuan kemaslahatan umat serta kekal zatnya sebagai ( taqarrub) pendekatan diri terhadap Allah. Hukum melakukannya adalah sunat.

Firman Allah Ta’ala yang berbunyi :
لن تنالوا البر حتى تنفقوا مما تحبون وما تنفقوا من شيء فإن الله به عليم
Yang kira-kira bermaksud : "Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." (Qs.Ali ‘Imran:92)

Amal jariyah merupakan amalan yang terpuji disisi Allah antaranya ialah membangun masjid, surau/mushola atau pesantren/sekolah, mewakafkan kitab-kitab bermanfaat kepada masjid, membangun irigasi dan lain-lain semua yang berkaitan dengan kepentingan agama Allah swt. Perkara ini ada disebutkan dalam hadith, riwayat Ibn Majah bahawa Rasulullah SAW bersabda yang kira-kira bermaksud:


"Sesungguhnya amal dan kebaikan yang terus mengiringi seseorang ketika meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat, anak yang dididik agar menjadi orang shaleh, mewakafkan Al-Quran, masjid, membangun tempat penginapan bagi para musafir, membuat irigasi, dan bersedekah.'' (HR Ibn Majah).

Pahala dari jenis amalan ini akan terus mengalir kepada si empunya amal hingga datangnya hari kiamat, besarnya pahala diperkirakan sangat besar, karena didalamnya ada orang banyak yang bisa menikmati kemudahan mengenal Allah dan rasul-Nya, mengenal agama dan seluruh ajaran-Nya. Jika hari kiamat datang 1000 tahun lagi, maka selama masa menunggu itu si fulan sudah mengumpulkan bekal yang amat besar bagi kehidupan akhiratnya.

2. ILMU YANG MANFAAT

Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam telah bersabda:
Maksudnya: "Sesiapa yang melalui jalan ke arah menuntut ilmu maka Allah mudahkan untuknya jalan ke syurga." (Hadith Riwayat Muslim)

Yang dimaksud ilmu bermanfaat adalah ilmu yang memiliki nilai keberlanjutan di masa depan. Tujuan setiap orang menuntut ilmu jangan hanya untuk mempebaiki kehidupan materinya, namun juga hendaknya diniatkan agar ilmu tersebut bermanfaat bagi kejayaan agama Allah swt di muka bumi. Banyak orang menuntut ilmu namun hanya untuk mencari materi di dunia, mereka tidak menggali ilmu Allah di muka bumi ini untuk diberikan pembelajaran bagi generasi berikutnya dan untuk saling menguatkan iman dan taqwa kepada Sang Khalik. Karena sesungguhnya hakikatnya ilmu itu adalah milik Allah swt saja, tidak ada seorangpun yang punya hak mengklaim bahwa dirinya adalah sang pemilik ilmu. Kepada mereka yang berilmu dan menyembunyikannya adalah termasuk daripada orang-orang yang rugi. Karena mereka cuma mendapat kepuasan diri sendiri dan pahalanya hanya sebatas didunia saja.

Hadith Riwayat Abu Daud dan at-Tirmidzi ada mengatakan bahawa Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:
"Sesiapa yang ditanya tentang ilmu lalu dia menyembunyikannya akan diikat mulutnya (meletakkan kekang di mulutnya seperti kuda) dengan kekang dari api neraka pada Hari Kiamat.)"
Maka dari itu setiap orang yang belajar dan menuntut ilmu, merupakan kewajiban bagi mereka untuk memanfaatkan ilmu tersebut dan mengajarkannya kepada orang lain yang sehingga ilmu itu akan berkembang terus dan semakin banyak manfaat yang diambil oleh generasi selanjutnya dan diantara mereka bisa saling mengingatkan dan menguatkan iman dna taqwa kepada Allah swt dalam keikhlasan dan kesabaran.

Sebagaimana yang dilakukan para guru dan pengajar yang bekerja ikhlas tanpa pamrih hanya ingin mencari ridha dari-Nya. Di sebabkan nilai keikhlasan amalan seseorang dalam mengajarkan ilmu mereka inilah, Allah mengangkat derajat para ilmuan dikalangan para sahabat dan ulama dan menjanjikan pahala yang besar semasa kita hidup ataupun setelah wafat.

3. DOA ANAK SHOLEH

Anak merupakan titipan/amanah Allah swt yang amat bernilai kepada kita untuk melahirkan generasi baru yang kuat dan memiliki ketangguhan iman dan taqwa di masa depan. Anak-anak sholeh ini hanya akan benar-benar terwujud ditangan orang tua yang amanah dan tawakal kepada-Nya. Sebuah hadist menjelaskan tentang tata cara mendidik anak sholeh;

“Berilah pendidikan anak-anakmu atas tiga macam; mengasihi nabi, mengasihi ahli rumahnya dan mempelajari Al Quran, maka sesungguhnya orang-orang yang hafal Al Quran berada dalam naungan Allah, pada hari yang tiada naungan selain naungan Allah swt beserta nabi-Nya dan sahabat-sahabat Nabi.” (HR Dailami dari Ali).

Mendidik anak dengan ajaran agama yang baik dan benar, akan menghasilkan anak yang soleh, baik budi pekerti dan agamanya bukan saja menjadi harapan bangsa dan masyarakat Islam malah kepentingannya kembali kepada orang tuanya itu sendiri kelak. Anak-anak sholeh ini adalah harapan masa depan umat muslim yang paling utama, mereka ibaratnya benteng yang tangguh dan kuat tidak tergoyahkan oleh hantaman dan godaan dunia. Anak sholeh ini memiliki keyakinan dan pendirian yang kuat imannya. Usaha besar orang tua untuk mendidik anak menjadi anak sholeh akan menjadi jalan kemudahan baginya menuju syurga, disamping anak-anak ini juga akan bisa menyelamatkan orang tuanya dari siksa api neraka dan doa-doa yang dikirimkannya akan menjadi bekal bagi kehidupannya di kampung akherat kelak. Anak sholeh ini juga akan menjadi ujung tombak tegaknya kebenaran Al Islam di muka bumi.

Maka dari itu saudaraku, segera bergegas mempersiapkan bekal yang abadi, sebelum tutup usia dan semua usaha anda tidak ada artinya lagi di hadapan Allah swt. Tiga macam perbekalan inilah yang akan bisa menyelamatkan kita dari penyesalan di padang ma’syar kelak. Tiga macam bekal inilah yang akan menolong kita kelak di timbangan amal kebaikan dan menyelamatkan kita dari kehinaan.

Kamis, 14 April 2016

PAKAR GENETIKA INI BERSYAHADAT SETELAH MENGETAHUI: WANITA TERBERSIH DI DUNIA ADALAH KAUM MUSLIMAH

Seorang ahli genetika Robert Guilhem mendeklarasikan keislamannya setelah terperangah kagum oleh ayat-ayat Al-Quran yang bicara tentang Masa Iddah (yakni masa tunggu selama tiga bln). Untuk wanita, untuk boleh menikah lagi bagi wanita muslimah yang dicerai suaminya seperti yang diatur Islam.

Guilhem, membuktikan dalam penelitiannya, kalau jejak rekam seorang laki-laki di tubuh wanita akan hilang setelah tiga bulan. Guilhem meyakini dengan bukti-bukti ilmiahnya. Bukti-bukti itu menyimpulkan kalau hubungan persetubuhan suami istri akan mengakibatkan laki-laki meninggalkan sidik (rekam jejak) terutama pada wanita.

Bila pasangan ini setiap bulannya tak melakukan persetubuhan jadi sidik itu akan perlahan hilang pada 25-30 %. Dan, setelah tiga bulan berlalu, maka sidik itu akan hilang keseluruhan. Hingga wanita yang dicerai akan siap menerima sidik lelaki lainnya. Bukti empiris ini mendorong ahli genetika Yahudi ini melakukan riset dan pembuktian di satu perkampungan Afrika Muslim di Amerika.

Dalam penelitiannya, ia menemukan kalau tiap-tiap wanita Muslim disana cuma mengandung dari jejak sidik pasangan mereka saja. Sesaat penelitian ilmiah di sebuah perkampungan lain di Amerika (perkampungan non Muslim) menunjukkan kalau wanitanya yang hamil mempunyai jejak sidik beberapa lelaki, dua sampai tiga.

Berarti, wanita-wanita non Muslim disana melakukan hubungan intim dengan lelaki selain pernikahan yang sah. Yang mengagetkan sang ahli ini, yaitu saat dia melakukan riset ilmiah pada istrinya sendiri.

Ternyata ia menemukan istrinya memiliki tiga rekam sidik lelaki, alias istrinya berselingkuh. Dari penelitiannya, cuma satu saja, dari tiga anaknya datang dari dirinya, yaitu setelah ia melakukan test DNA pada anak-anaknya.

Setelah bebrapa riset yang dilakukannya, ia meyakini kalau hanya Islamlah yang melindungi martabat wanita, dan melindungi keutuhan kehidupan sosial. Ia yakin, kalau wanita muslimah adalah wanita paling bersih di muka bumi ini.

Guru besar anatomi medis di Pusat Nasional Mesir, serta konsultan medis, Dr. Abdul Basith As-Sayyid menyatakan bahwa Robert Gelhem, pemimpin Yahudi di Albert Einstein College, serta ahli genetika ini mendeklarasikan dirinya masuk Islam, saat ia tahu inti empiris ilmiah, serta kemukjizatan Al-Quran mengenai penyebabnya penentuan iddah (masa tunggu) wanita yang dicerai suaminya dengan masa 3 bln.
sumber:rindumadinah.com

Disalib Dan Disiksa, Tuhan Seperti Tak Punya Kuasa! Mantan Direktur NATO Akhirnya Masuk Islam

Namanya Wilfried Hoffman. Ia dilahirkan dalam keluarga Katholik Jerman pada 3 Juli 1931. Hoffman meraih gelar Doktor di bagian ilmu hukum serta yurisprodensi dari Kampus Munich, Jerman th. 1957. Pada th. 1983-1987, ia ditunjuk jadi direktur informasi NATO di Brussels.

Jerman begitu mengenal Hoffman, karena setelah bertugas di NATO, ia diangkat jadi diplomat (duta besar) Jerman untuk Aljazair th. 1987 serta dubes di Maroko th. 1990-1994. Karena itu, Jerman jadi gempar saat itu juga waktu Hoffman menerbitkan buku yang berjudul Der Islam als Alternative (Islam sebagai Alternatif).

Jerman terperanjat, ternyata salah satu putra terbaiknya sudah memeluk Islam. Hoffman sesungguhnya sudah masuk Islam mulai sejak lama, jauh sebelum bukunya dipublikasikan pada 1992. Ia masuk Islam bahkan juga sebelumnya bertugas ke Aljazair serta Maroko.
Bagaimana ia memperoleh hidayah? Waktu itu, Hoffman begitu prihatin pada dunia barat yang mulai kehilangan moral. Agama yang dahulu diyakininya dirasakannya tidak mampu mengobati rasa kekecewaan serta keprihatinannya akan keadaan itu.
Hoffman juga mempunyai sejumlah pertanyaan teologi yang belum terjawab, terutama mengenai dosa warisan. Ia juga tak puas dengan jawaban mengapa tuhan memiliki anak serta harus pasrah disiksa hingga mati di kayu salib.

“Ini menunjukkan kalau Tuhan tidak punya kuasa, ” tegasnya.

Hoffman bahkan juga pernah “meragukan” kehadiran Tuhan. Ia lalu melakukan analisis pada karya-karya filsuf seperti Wittgenstein, Pascal, Swinburn, serta Kant, sampai pada akhirnya ia dengan yakin menemukan kalau Tuhan itu ada. Bila Tuhan itu ada, bagaimana manusia berkomunikasi dengan-Nya?

Hoffman menemukan, jawabannya yaitu wahyu. Jadi ia pun membandingkan beragam “wahyu” yang ada. Setelah memperbandingkan kitab suci Yahudi, Kristen dan Islam itulah Hoffman merasakan Islam-lah yang secara tegas menampik dosa warisan. Ia juga mendapati, dalam Islam seseorang langsung berdoa pada Allah, bukanlah lewat perantara atau tuhan-tuhan lainnya.

“Seorang Muslim hidup didunia tanpa pendeta dan tanpa ada hierarki keagamaan ; saat berdoa, ia tak berdoa melalui Yesus, Maria, atau orang-orang suci, namun langsung pada Allah, ”kata Hoffman.
Tauhid yang murni didalam Islam itulah yang pada akhirnya membuat Hoffman memeluk Islam. Apa yang diyakininya makin kuat saat ia bertugas di Aljazair dan melihat begitu umat Islam Aljazair begitu sabar, kuat serta tabah hadapi beragam jenis ujian serta cobaan dari umat lain. Begitu bertolak belakang dengan kepribadian orang-orang Barat yang rapuh.

"Saya melihat kesabaran serta ketahanan beberapa orang Aljazair dalam hadapi penderitaan berlebihan, mereka begitu disiplin serta menggerakkan puasa selama bln. Ramadhan, rasa yakin diri mereka begitu tinggi akan kemenangan yang bakal dicapai. Saya begitu salut serta bangga dengan sikap mereka, " katanya.

Saat keislamannya di ketahui umum pasca terbitnya buku Der Islam als Alternative, media massa serta masyarakat Jerman serentak mencerca serta menuntut Hoffman.

Media massa sebesar Del Spigel juga ikut mencercanya. Bahkan juga pada kesempatan berbeda, tv Jerman men-shooting Hoffman waktu ia tengah melakukan shalat diatas Sajadahnya, di kantor Duta Besar Jerman di Maroko, sembari dikomentari oleh sang reporter : "Apakah logis bila Jerman beralih jadi Negara Islam yang tunduk pada hukum Tuhan? "

Hoffman tersenyum mendengar komentar sang reporter. " Bila saya sudah sukses menyampaikan suatu hal, jadi suatu hal itu yaitu satu kenyataan yang pedih. " Berarti, lelaki yang memberi namanya dengan “Murad” (yang di cari) ini, memahami kalau keislamannya bakal bikin warga Jerman geram. Tetapi ia sadar, segela suatu hal mesti ia hadapi apa pun resikonya.

Untuk Murad Wilfried Hoffman, demikian nama komplitnya sesudah jadi Muslim, Islam yaitu agama yang rasional serta maju.


1). Katakanlah : Dia-lah Allâh, Yang Maha Esa

2). Allâh adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu

3). Dia tidak ada beranak dan tidak pula diperanakkan

4). Dan tak ada seseorangpun yang setara dengan Dia.
(Qs Al Ikhlas)


"Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allâh kecuali yang benar. Sebenarnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allâh dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya pada Maryam, serta (dengan tiupan) roh dari-Nya. Jadi berimanlah anda pada Allâh serta rasul-rasul-Nya serta janganlah anda mengatakan : " (Tuhan itu) tiga ", berhentilah (dari perkataan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allâh Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allâh dari mempunyai anak, semua yang di langit serta di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allâh jadi Pemelihara. " (QS 4 : 171)


Ketua Pengarah NATO dari Jerman yg telah mengambil keputusan bijak memeluk Islam yang baginya yaitu jawaban kenapa moral barat semakin sesat. (muslimahblogspot).

Senin, 11 April 2016

HIDUP INI TIDAK LEBIH DARI "PERJALANAN MIMPI"

Anda mungkin pernah mendengar selentingan bahwa hidup ini hanya sementara, bahwa hidup hanya persinggahan, hidup adalah singkat dan sebagainya.

Lain halnya dengan para hukama (ahli himah), yang ilmunya sudah sangat luas memandang kehidupan, maka bagi mereka hidup di dunia ini tidak lebih dari sekedar perjalanan mimpi, mimpi yang bersifat sementara yang harus dijalani. Jiwa manusia sedang mengembara di alam dunia mimpi, mereka diberi kesempatan untuk mengambil perbekalan di dunia agar ketika terbangun dari mimpi panjangnya di alam akhirat nanti ia sudah siap dengan membawa berbagai kebutuhan yang diperlukan, karena sudah memiliki bekal yang cukup untuk membangun kehidupan abadi di kampung akhirat.

Sementara Perkataan para Hukama bicara tentang perjalan hidup anak manusia hanyalah mimpi; "Celakalah para budak-budak dunia yang mengejar keindahannya. Dunia laksana perjalanan mimpi; kejernihannya adala keruh, senangnya membahayakan, keselamatan merupakan tipuan, terangnya adalah kegelapan,...kenikmatan adalah penyesalan dan penemuannya merupakan ketiadaan. Dunia tidak akan mampu menyembuhkan dari segala kesulitan, maka lepaskanlah dia, jangan pandang keindahannya, sebab dia merupakan kenikmatan yang menyimpan siksa. Dan berbuatlah kamu demi perkampungan akherat, yaitu perkampungan yang terjamin tanpa ada kematian dan ketuaan.

Definisi Mimpin sendiri oleh para ahli diartikan dengan pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya selama tidur (kondisi badan non aktif),[1] terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep).

Bedanya perjalanan mimpi hidup manusia ini dibatasi oleh waktu (usia), bersifat sementara, bisa terbangun dari mimpi kapan saja yang Allah inginkan, boleh menggunakan berbagai fasilitas di dunia ini tetapi tidak boleh diambil/dimiliki, tidak ada satupun benda dunia yang bisa di bawa ke luar alam mimpi, kecuali yang sudah berbentuk amal kebaikan. Manusia bermimpi ia berjalan dimuka bumi seakan sedang berada dalam suatu tempat yang indah (dunia yang fana), sebagaimana layaknya mimpi, semua kejadian dalam mimpi terlihat sangat jelas dan nyata, tetapi kita tidak punya kuasa atas perjalanan waktu yang terus berjalan maju, setiap mimpi akan terekam dalam ingatan hingga kita terbangun nanti (di padang ma'syar). Semua tindakan itu harus dipertanggung jawabkan, jika selama perjalan mimpi itu kita banyak berbuat kebaikan maka ketika terbangun kita akan merasa senang sebaliknya jika selama perjalanan mimpi banyak melakukan dosa/maksiat, maka setelah terbangun dari mimpi kelak kita akan menyesalinya dan berharap itu tidak pernah terjadi.

Dalam perjalanan mimpi di dunia ini kita bisa merasakan berbagai kenikmatan; makanan enak, mengobrol, mengendarai kendaraan, dan menempati rumah bagus, tetapi semua itu hanya bersifat fatamorgana, tidak bisa dikuasai sepenuhnya, bisa hilang dan sirna kapan saja dan bisa berpindah tangan kepada siapa saja. Apa saja yang dilakukan memang terasa nikmat, namun semua kenikmatan itu tidak bisa digenggam dan tidak bisa dikuasai, kenikmatan itu tidak memberi kebaikan apapun bagi si pemimpi, selain makin membuat jauh untuk makin masuk kedalam lagi (lupa diri).

Lalu mengapa Allah selalu mengingatkan kita untuk menapaki jalan yang lurus dan yang diridhoi? karena kepada siapa saja yang sudah tersesat dalam mimpinya maka Allah berusaha menyadarkan mereka agar mereka tidak terperosok ke dalam lubang yang dalam, atau agar kita tidak tersesat terlalu jauh dalam kehancuran, karena semua ini hanyalah mimpi…."wahai manusia, sadarlah kalian," maka dari itu Allah selalu membimbing kita agar kita segera sadar akan kesalahan lalu cepat-cepat bertobat dan berbenah diri dan mempersiapkan perbekalan menuju alam akhirat. Sebagaimana firman ALlah berikut ini:

اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ

“(Ya Allah). Tunjukilah kami jalan yang lurus (shiratal mustaqim), yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat “
(Al Fatihah:6-7).

Maka dari itu Allah amat membenci orang yang menyerah dengan hidupnya, yaitu orang-orang yang bunuh diri dengan sengaja mengakhiri hidupnya sebelum datang ketetapan atas dirinya. Karena mereka telah berputus asa dari rahmat Allah swt, mereka memaksakan diri bangun dari mimpi sementara keadaan mereka masih berlumuran dosa. Mereka tidak mau mendengarkan panggilan menuju jalan kebenaran dan ketakwaan, memilih jalan hawa nafsunya untuk mengakhiri hidup ini sebelum sempat bertobat dan mempersiapkan diri.

Ibnu Abbas ra. Pernah berkata; "Sungguh Allah menjadikan dunia menjadi tiga bagian; sebagian untuk orang mukmmin, sebagian untuk orang munafik, dan sebagian untuk orang kafir. Orang mukmin jelas digunakan untuk mempersiapkan bekal akhirat, orang munafik dipakai untuk berhias/mempercantik diri dan orang kafir dipakai untuk bersenang-senang."

Lihatlah apa yang dilakukan para pecinta dunia, mereka menjalani kehidupan mimpinya dengan terus membangun mimpi diatas mimpi. Tidak ada hari bagi mereka selain terus berlari mengejar mimpi-mimpi kosong. Semakin mereka berada dipuncak mimpi, pandangan mereka semakin kabur dan buram, tidak ada apapun yang mereka temukan di sana kecuali kehampaan dan kekosongan, mereka seakan tersadar bahwa mereka sedang menjalani sebuah perjalanan mimpi yang panjang. Lalu terhentak sejenak karena terbentur pada sesuatu yang amat keras. Lalu mereka akhirnya sadar bahwa semua yang mereka kerjakan hanya kesia-siaan.

Lihatlah apa yang dilakukan para pembenci dunia (orang mu'min dan sholeh), mereka menjalani kehidupan mimpinya ala kadarnya saja, mengambil untuk keperluan hidup secukupnya saja dan mempersiapkan diri mengumpulkan sebanyak-banyaknya perbekalan untuk dibawa ke alam akhirat. Tidak banyak yang mereka ambil di dunia ini, selain apa yang cukup untuk dimakan dan apa yang layak dipakai dibadan, tidak melebihi kadar kemampuannya. Mereka memilih menahan diri dan bersabar dalam kesempitan dan kemiskinan, mereka memilih menahan beratnya beban kekuasaan dan jabatan, serta memilih menjauh ditengah lautan manusia yang mabuk dunia (zuhud). Dan sesungguhnya hanya orang-orang yang sadar dengan perjalanan mimpinya untuk menuju alam akhirat saja yang akan selamat melewati masa-masa paling sulit peralihan alam mimpi menuju alam kahirat yaitu pedihnya kematian.

Diriwayatkan; "Dunia adalah tidur akherat adalah bangun; diantara keduanya ada kematian. Sementara kita semua saat ini sedang berada dalam mimpi-mimpi kosong. Barang siapa yang melihat berdasarkan hawa nafsunya tentu akan kebingungan ketika bangun kelak karena tidak menyangka bahwa alam akhirat itu nyata"

Semua orang harus dan wajib melewati kematian yang menyakitkan jika ingin menuju perkampungan akherat yang abadi, hanya saja sebelum menuju ke sana anda harus tahu benar password (kata kuncinya) ketika di tanya para malaikat di dalam alam kubur kelak, jika ternyata anda tidak bisa menjawab pasword dengan benar, maka malanglah nasib mulai dari dalam kubur hingga hari dibangkitkan tidak akan selamat. Tapi jika anda bisa menjawab password dengan benar, maka selamatlah anda menuju alam perkampungan akhirat. Maka dari itu apa yang membuat seseorang bisa menjawab password dengan benar di alam kubur kelak adalah selama hidup didunia pastikan anda sudah mengenal Allah swt, mengenal Nabi Muhammad saw, belajarlah dan amalkan semua aturan dan jauhi semua larangannya. Pastikan anda sudah memiliki cukup banyak perbekalan, lalu berserah dirilah kepada-Nya.

Saat ini kita sedang dalam perjalan mimpi yang melelahkan, tidak ada akhir dari semua ini kecuali kondisi dimana kita akan terbangun dan mendapati banyak kesalahan dan perbuatan yang pernah kita lakukan di dunia lalu tidak akan pernah bisa diperbaiki lagi, karena kita tidak akan bisa mengulang kembali mimpi yang telah pergi. Maka dari itu wahai saudaraku, tahan diri kalian dari berbagai godaan sebagaimana yang sering terjadi dalam mimpi kita ketika terlelap, jauhkan sifat tamak dan serakah pada dunia, ambilah apa saja yang hak dan tinggalkan yang bukan hak (haram). Siapkan banyak perbekalan menuju alam akhirat (jangan ada yang tertinggal) menuju kampung akherat yang merupakan kehidupan kita yang paling nyata, kehidupan yang tidak ada keraguan didalamnya, disanalah kita semua akan kembali.

Sebagaimana istilah yang sering kalian sampaikan, :Hari ini Dunia Nyata dan Akhirat hanya Cerita dan Esok Akhirat Nyata dan Dunia jadi Cerita. Ya seperti inilah hidup kita sesungguhnya.

Rabu, 06 April 2016

HAKIKATNYA ZUHUD (MENJAUH DARI NIKMAT DUNIA)

Ibnu Athaillah as-Sakandari mengatakan bahwa pekerjaan atau amal perbuatan yang muncul dari orang yang zahid (ahli zuhud) itu tidaklah sedikit nilainya. Dengan artian walaupun secara kasat mata perbuatan mereka sedikit, namun oleh Allah amal ibadah tersebut dianggap besar dan agung. Ini dikarenakan amal tersebut muncul dari seseorang yang di hatinya tidak bergantung dengan harta dunia, ia hanya mengharap ridho Allah bukan mengharap belas kasih manusia. Bahkan Ibnu Mas`ud pernah meriwayatkan bahwa “dua rakaat yang dilakukan oleh orang alim yang zuhud lebih utama dari ibadahnya orang yang mujtahid yang ahli ibadah selamanya”[1].

Melakukan Zuhud atau meninggalkan dunia di jaman seperti ini bukan berarti kita harus meninggalkan pekerjaan, tidak mau mencari nafkah atau tidak mau berusaha, sebagaimana yang banyak disangkakan orang selama ini. Ada anggapan bahwa seorang yang Zuhud adalah ketika ia meninggalkan seluruh aktifitas kehidupan dunianya demi untuk hanya beribadah kepada Allah swt. Umumnya orang berpikiran bahwa dengan cara ini, dimana ia hanya melakukan ibadah dan amalan seharian lalu meninggalkan kewajibannya mencari nafkah untuk keluarga dianggap adalah jalan Zuhud yang benar sesuai tuntutan rasulullah. Ternyata itu anggapan yang salah besar. Dalam firman-Nya Allah mewajibkan pada umat-Nya untuk mencari penghidupan.



“Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.” (An-Naba’: 11)

 
Seorang muslim yang taat diperintahkan oleh Allah untuk mencari harta yang halal, mengambil apa yang menjadi haknya dan menolak harta yang bukan menjadi haknya. Bersusah payah mencari rizki halal yang barokah amat sangat sulit dijaman seperti sekarang ini. Dimana segala urusan halal dan haram sudah bercampur aduk dan membaur jadi satu; ada harta hasil riba, uang hasil money laundering (pencucian uang hasil korupsi), uang hasil maksiat kejahatan dan sebagainya. Maka dalam keadaan payah seperti inilah nilai Zuhud seseorang akan bernilai. Seseorang harus mengetahui bagaimana uang itu didapat apakah dengan cara yang halal atau haram, lalu ia memisahkan dan langsung membersihkannya dari kotoran dunia dengan cara bersedekah lalu sisanya barulah ia berikan untuk makan anak dan keluarganya, maka zuhud yang seperti inilah yang diutamakan.



“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (Al-Ma’idah: 88)

Malahan menurut Rasulullah, orang yang payah dalam mencari nafkah yang halal untuk diberikan pada keluarganya, bekerja keras dan kurang tidur demi mencari nafkah yang barokah, baginya akan beroleh pahala yang bisa menghapus dosa-dosanya. Rasulullah juga menyatakan bahwa ada dosa-dosa yang tidak bisa dihapus dengan apapun, kecuali dengan kesusahan dan kepayahan mencari nafkah halal.


Barang siapa yang Zuhud (menjauhi) terhadap dunia dan menghentikan angan-angannya, maka Allah memberikan ilmu padanya tanpa belajar dan memberikan hidayah padanya tanpa ditunjukkan.

Ingatlah akan datang satu kaum yang tidak mampu menegakkan kekuasaan kecuali dengan cara membunuh dan sewenang-wenang (menarik pajak), tidak akan kaya kecuali dengan jalan sombong dan kikir dan tidak akan merasakan cinta kecuali dengan hawa nafsu.

Ingatlah... barang siapa yang berjumpa dengan jenis kaum itu, kemudian bersabar dalam kemiskinannya, dimana sebenarnya ia mampu untuk menjadi kaya, sabar dalam kehinaan padahal ia mampu untuk menjadi mulia (dimata manusia); ia tidak menginginkan itu kecuali hanya Ridho Allah taala saja, maka Allah akan menganugerahkan padanya sebanyak kebajikan 50 orang yang shodiq padanya.


OBAT PENAWAR PENYAKIT DUNIA


Ketika Nabi SAW mikraj, Allah SWT berfirman kepada Nabi SAW, "Ya Muhammad. Jika kau ingin paling warak, zuhudlah akan dunia dan cintailah Akhirat." Nabi SAW berkata, "Tuhanku, bagaimana aku zuhud akan dunia?" Allah berfirman, "Ambillah dunia sebagai makanan, minuman dan pakaian. Jangan kau ambil untuk esok dan selalulah berzikir pada-Ku." Nabi SAW berkata, "Ya Tuhan, bagaimana aku berzikir pada-Mu?" Allah berfirman, "Dengan menjauhkan diri daripada manusia. Jadikan solat sebagai tidurmu dan lapar sebagai makananmu." Rasulullah SAW bersabda, "Zuhud akan dunia meringankan hati dan badan. Dan menyintainya memperbanyak kedudukan dan keprihatinan. Suka dunia adalah sumber segala kesalahan. Dan zuhud akan dia adalah sumber segala kebaikan dan ketaatan."

Pengertian Zuhud

Mengenai arti zuhud sendiri, sangat banyak ulama yang mendefinisikan dengan definisi yang beragam[2]. Abu Sulaiman ad-Daroni mendefinisikan, zuhud adalah : meninggalkan setiap sesuatu yang menyebabkan kita lalai terhadap Allah. Menurut Syaikh Sa`id Romdhon al-Buthi zuhud adalah berpaling dari setiap sesuatu selain Allah[3].

Namun dalam kitab monumental Ihya` Ulumiddin, karya Imam al-Ghazali dinyatakan, diantara beberapa definisi zuhud tersebut bisa disimpulkan bahwa, zuhud adalah membenci sesuatu yang merupakan kenikmatan nafsu[4]. Sehingga pengertian zuhud bukanlah orang yang tidak punya harta, melainkan hati dan pikirannya tidak bergantung dengan harta sama sekali, walaupun kelihatannya dia adalah orang yang bergelimang harta. Seperti yang telah diteladankan oleh Sayyidina Utsman bin Affan Ra.

Jadi Definisi Zuhud atau meninggalkan dunia yang sesungguhnya di jaman modern ini adalah meninggalkan yang haram dan hanya berusaha mencari rizki yang halal. Karena sesungguhnya di dunia ini ada banyak macam harta dari berbagai macam sumber, dan yang diwajibkan bagi seorang muslim untuk menggapainya adalah rizki yang halal. Pisahkan berbagai pekerjaan dan usaha yang mengarah pada tindakan dan perilaku tidak halal, jauhkan tindakan curang dan manipulasi, jauhi riba, luruskan niat, bersihkan harta dengan banyak bersedekah, makan hanya secukupnya saja, berpakaian sepantasnya saja, siapkan perbekalan untuk ke alam akhirat dan bertawakalah kepada ALlah swt dan mohon petunjuk dari-Nya.

Definisi Zuhud yang benar juga adalah berpasrah diri sepenuhnya kepada ketentuan Allah swt saja, jika segala upaya sudah dilakukan dan ternyata rizki halal yang diterimanya hanya sedikit, maka diwajibkan kepada mereka untuk berserah diri kepada Allah. Dengan menyerahkan seluruh urusan kepada Allah maka diri kita tidak akan merasakan kesedihan dan ketakutan.

Firman Allah swt: "Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang."




Dalam pemaparan diatas ada anggapan bahwa orang yang melakukan zuhud pada dunia maka mereka akan menderita menjadi miskin harta, sebagian orang berasumsi bahwa zuhud mengandung arti orang tersebut akan menjadi miskin dan sengsara. Anggapan itu salah besar, karena sesungguhnya sifat dari dunia itu adalah "mencari" dan "di cari". Bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh mencari akherat, maka dunia akan mengejarnya sampai orang itu mampu mengambil seluruh rizkinya di dunia ini. Sementara Bagi orang yang mencari dunia, maka akherat tidak akan mencarinya hingga kematian menemui lehernya. Maka dari itu, seorang yang menjauhi dunia hidupnya tidak akan menderita karena sudah pasti dunia akan mengejar dirinya.

Berpasrah diri juga harus dilakukan oleh orang-orang yang ditangan mereka sedang menggenggam kekuasaan dan jabatan, didalam kekayaan dan kekuasaannya terdapat fitnah. Dan jika ia bisa melakukan Zuhud pada kekuasaannya itu dengan cara ia tidak menjadi serakah dan tamak pada kekuasaan dan tidak menggunakan pengaruh jabatannya untuk mencari kekayaan lebih banyak lagi, selain hanya mengambil apa yang menjadi hak dan sesuai kebutuhannya saja, maka ia juga termasuk dalam golongan orang yang Zuhud.

Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Kami mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

(( مَنْ كانت الدنيا هَمَّهُ فَرَّق الله عليه أمرَهُ وجَعَلَ فَقْرَهُ بين عينيه ولم يَأْتِه من الدنيا إلا ما كُتِبَ له، ومن كانت الآخرةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللهُ له أَمْرَهُ وجَعَلَ غِناه في قَلْبِه وأَتَتْهُ الدنيا وهِيَ راغِمَةٌ

“Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya)“[1].

Hadits yang mulia ini menunjukkan keutamaan cinta kepada akhirat dan zuhud dalam kehidupan dunia, serta celaan dan ancaman besar bagi orang yang terlalu berambisi mengejar harta benda duniawi[2].

Jadi Orang Zuhud bukanlah sekedar orang yang mengasingkan diri dari manusia ketika dunia berpaling darinya, melainkan zuhud sejati adalah ia mengasingkan diri ketika dunia menghadap kepadanya, lalu ia memilih berpaling dari dunia. Ketika kekuasaan ada ditangannya maka ia tidak menyalahgunakan kewenangannya itu untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya, melainkan digunakan untuk membuatnya makin takut kepada Allah swt.

Kata sebagian Hukama: "Bila seseorang tidak mau zuhud dari dunia ketika dunia menampakkan keindahan di hadapannya, maka ia bukan orang zuhud melainkan orang kufur nikmat."


--------------------------------------------------

Yahya bin Mu'adz menulis kata-kata hikmah;"Hendaklah pandanganmu ke dunia dipergunakan untuk mengambil pelajaran, kemauan usahamu sendiri merupakan keterpaksaan, dan kemauanmu mencari bekal akhirat adalah sesuatu yang harus dipercepat.

Nabi saw. bersabda: "Dunia adalah rumah bagi yang tidak punya rumah, tempat bagi yang tidak berharta, tempat pusatnya orang tidak berakal, tempat bagi yang tidak berilmu, tempat bagi yang tidak mengerti agama, dan karena dunia sehingga ada banyak orang yang tidak memiliki keyakinan.

Nabi muhammad saw bersabda:


"Takutlah pada masalah dunia, sebab dunia mampu menyihir dibanding ahli sihir Harut dan Marut."


Melalui Hasan ra. dia menceritakan bahwa ketika nabi menemui para sahabatnya beliau bersabda: "Apakah ada yang ingin dibutakan oleh Allah sampai tidak bisa melihat? Ketahuilah, sesungguhnya siapapun yang mencintai dunia dan panjang angan-angan, jelas Allah akan membutakan mata hatinya sesuai ukuran cinta duniawian-nya.

Nabi saw. juga bersabda; "Dan barang siapa yang mencintai dunia, Allah tidak akan menolongnya dalam urusan apapun. Selain itu Allah akan menempatkan empat macam hal dalam hatinya;
1. Selamanya dirundung kesusahan (gelisah)
2. Sibuk menghitung tiada berhenti
3. Selamanya fakir (selalu butuh dan butuh)
4. Khayalannya tidak pernah habis (panjang angan-angan)


Imbalan bagi orang-orang yang zuhud semasa hidupnya di akhirat nanti;

"Diriwayatkan suatu hari Nabi Isa as. merasa berat atas turunnya hujan, kilat dan petir, lalu ia cepat-cepat mencari perlindungan, dan ia menemukan kemah yang cukup lumayan jauh, setelah sampai disana ternyata didalamnya ada seorang wanita, terpaksa lalu ia pergi. Lalu ia menemukan sebuah gua, sesampai disana ternyata gua dihuni seekor harimau. Lalu ia meletakkan tangannya dan berdoa; "Ya ALlah Engkau memiliki banyak tempat berlindung, namun engkau tidak menghendaki itu menjadi tempat berlindung."

Kemudian Allah menurunkan wahyu: "Tempat berlindungmu adalah Rahmat-Ku. Kelak AKU akan menikahkanmu dengan 100 bidadari, AKU menciptakan mereka dengan Kekuasaan-Ku dan aku akan mengadakan pesta selama 4.000 tahun, dimana seharinya selama umur dunia, dan AKU akan memerintahkan seseorang untuk mengumumkan; "Dimana para Ahli ZUHUD di dunia, maka datanglah ke pesta pernikahan Nabi Isa bin Maryam sebagai orang yang Zuhud di dunia."

LIANG KUBUR MENYERU DENGAN LIMA SERUAN

Kematian adalah hal yang paling pasti dalam kehidupan manusia, tapi sedikit orang yang mau mengingatnya. Kematian selalu tampak dihadapan mata kita, namun banyak orang yang melupakannya.

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya liang kubur itu menyeru dengan 5 seruan kata. Ia berkata,

“Wahai anak Adam, engkau berjalan diatas punggungku dan tempat akhirmu didalam perutku.

Engkau bersuka cita diatas punggungku kemudian akan bersedih di dalam perutku.

Engkau melakukan dosa diatas punggungku dan kelak akan disiksa didalam perutku.

Engkau tertawa diatas punggungku dan kelak akan menangis didalam perutku.

Engkau memakan makanan haram diatas punggungku dan kelak engkau akan dimakan cacing didalam perutku.”

Dalam kesempatan yang lain, Rasulullah saw bersabda. “Sesungguhnya liang kubur itu menyeru dengan 5 kalimat. Ia berkata,

Aku adalah rumah kesendirian, maka bawalah teman kepadaku.

Aku adalah rumah ular, maka bawalah penawar kepadaku.

Aku adalah rumah kegelapan, maka bawalah lampu kepadaku.

Aku adalah rumah tanah, maka bawalah permadani kepadaku.

Aku adalah rumah kemiskinan, maka bawalah bekal kepadaku.”

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.” (QS.Ali Imran:185)

Semua orang akan mendatangi liang lahat. Apakah itu orang baik atau jahat, orang kaya ataupun miskin bahkan orang yang rendah hati ataupun yang sombong. Semuanya akan melewati masa di alam barzakh.

حَتَّى إِذَا جَاء أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ – لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحاً فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhan-ku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.”

"Sekali-kali tidak! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan." (QS.al-Mukminun:99-100)

Jika akhir dari semua manusia adalah kematian, maka beruntunglah seorang yang bertemu Tuhannya dalam keadaan bersih, penuh kebaikan dan selalu bermanfaat bagi sesama makhluk Allah swt. Imam Ali bin Abi tholib pernah ditanya, “Apa yang sulit dan apa yang lebih sulit?”

Beliau pun menjawab, “Yang sulit adalah kuburan dan yang lebih sulit adalah pergi (ke kuburan) tanpa membawa bekal.”

Ingatlah kematian, karena ia adalah rem yang paling ampuh untuk menahan diri kita dari dosa dan kesalahan. Semoga kita termasuk orang-orang yang tersenyum di Hari Kematian nanti.
(http://khazanahalquran.com)


Selasa, 05 April 2016

KAMPANYE LGBT: Batman vs Superman

Kembali lagi Holywood membuat film yang mengandung unsur provokasi yaitu dalam film terbarunya Batman versus Superman; Dawn of Justice yang baru-baru ini diluncurkan dan menjadi barang buruan para pecintanya, kembali menuai kontroversi. Pada menit 12 film ini dimula dengan penampakan beberapa orang kulit hitam mengenakan peci putih dan berpakaian seperti jubah bertindak sebagai penjahat yang sedang menteror sebuah kota dengan pistol di genggamannya. Tindakan mereka dinilai brutal dan sadis kepada warga kota tersebut, adegan berikutnya dilanjutkan dengan baku tembak antara pasukan keamanan pemerintahan setempat dengan gerombolan provokator tersebut dilanjutkan dengan mendaratnya Superman di tengah pertempuran tersebut lalu membebaskan sandera.

Seperti biasa, tindakan para jagoan pembasmi kejahatan di berbagai film yang mereka buat, selalu membuat kesan bahwa di bumi ini semua masalah kejahatan hanya bisa dibasmi dengan kebenaranian pahlawan super bikinan barat  dengan peralatan canggihnya. Ya intinya semua masalah bisa selesai jika ada pahlawan bertopeng yang bisa terbang dan memiliki kekuatan super. Padahal dalam kehidupan nyata tokoh-tokoh ini tidak pernah ada dan faktanya orang-orang penjahat yang mereka pasang di dalam semua adegan itu juga bukan fiktif. Kita semua tentu saja setuju seandainya Tokoh superhero ini benar-benar bisa membasmi kejahatan, tapi faktanya kan tidak.

Film Ini benar-benar sebuah upaya pencucian otak, mengajarkan pada anak-anak kita bahwa yang jahat itu adalah orang-orang dengan ciri2 bersorban, pakai peci, berjanggut lebat dsb, dan yang jadi pahlawan adalah orang yang berbaju rapih dan gagah. Jadi, jika sebuah film ingin bicara bahwa tontonan yang mereka sajikan adalah fiktif belaka, tapi faktanya mereka sudah menipu kita semua dengan doktrin bahwa mereka ingin menunjukkan islam adalah penjahat dan orang barat adalah jagoan.

Selain itu Kental sekali unsur kampanye LGBT didalamnya, bagaimana mungkin 2 karakter superhero yang sama-sama lelaki kuat hidup berdampingan dalam satu frame dan mengatakan bahwa mereka adalah sang pembasmi kejahatan. Sungguh kampanye Gay/Homo disini sangat kental dan menyesatkan kita pada akhirnya kita dipaksa menerima konsep LGBT ini dalam tontonan kita.

Apakah jenis tontonan seperti ini yang layak jadi referenasi kita dalam berkehidupan berbangsa beragama ? Apakah kita akan membiarkan saja doktrin itu masuk kedalam akal sehat kita dan membenarkan semua tindakan mereka?Lalu siapa yang akan mengambil keuntungan dari jenis propaganda ini? kembali lagi mereka yang akan bertepuk tangan atas berhasilkan menyebarkan virus membenci islam dan kampanye LGBT dalam bentuk tontonan hiburan keluarga kita.

Senin, 04 April 2016

LAKNAT DAN HINANYA DUNIA DI PANDANGAN ALLAH SWT DAN RASULULLAH

KISAH DIBALIK HINANYA HARTA DUNIA


Banyak ayat-ayat Al Quran menerengkan tentang tercelanya isi dunia dan jenis macamnya. Sungguh Al Quran sudah memuat ayat tentang tercelanya dunia dan seruan agar manusia berpaling dari dunia dan menuju akherat. Bahkan hanya inilah tujuan para Nabi menyampaikan misi, dimana mereka diutus hanya untuk urusan ini. Jadi tidak lagi butuh ayat-ayat Al Quran sebab semuanya sudah sangat jelas dan nyata.

Nabi saw. pernah bersabda: "Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir."
Nabis saw. juga bersabda: "Dunia dan isinya sangat dilaknati kecuali sesuatau yang dipergunakan dijalan Allah swt."
Abu Musa Al Asy'ari berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang mencintai dunia tentu akan menyingkirkan akheratnya, dan barang siapa mencintai akherat tentu akan mengesampingkan dunianya. Maka utamakanlah urusan akherat (abadi) daripada yang binasa (dunia).

Nabi Isa as. berkata: "Di hati seorang mukmin tidak akan pernah bisa bersatu antara cinta dunia dan akherat sebagaimana sulitnya berkumpul air dan api dalam tabung.

Zaid Bin Arqom berkata:"Kami bersama sahabat Abu Bakar ra. dia memanggil dan minta minum, dan diambilkan segelas air dan madu. Tatkala ia mendekatkan minuman itu ke mulutnya, ia menangis, para sahabat pun ikut menangis, dia terus menangis sampai tidak ada yang mampu menanyainya. Sesaat kemudian dia mengusap matanya,
 

Lalu sahabat berkata; "Wahai Khalifah Rasul, apa yang menyebabkan kamu menangis seperti itu!"
Dia menjawab: "Pernah aku bersama rasulullah, beliau sedang mendorong-dorong sesuatu dari dirinya, padahal aku tidak dapat melihat apapun ada padanya.
Akupun bertanya pada beliau; "Ya rasulullah, apakah yang tuan dorong dari diri tuan!"
Beliau saw menjawab: "Dia adalah dunia, dia diwujudkan dihadapanku, akupun berkata kepadanya; menyingkirlah engkau dari hadapanku.

Dia (dunia) kemudian berkata: "Sekarang engkau bisa lepas dariku, maka kelak sesudahmu ada yang tidak bisa lepas dariku.

Musa bin Yasar berkata bahwa Nabi saw pernah bersabda; "Sesungguhnya tidak menciptakan mahluk yang paling dibenci kecuali dunia. Bahkan sejak diciptakan, Allah tidak pernah memandangnya." Nabi saw. bersabda: "Posisi dunia tergantung antara langit dan bumi, dan sejak diciptakan Allah tidak pernah memandangnya."

(Definisi dunia yg dimaksud adalah segala keindahan dan kemewahan yang dihasilkan dari upaya manusia menggali nilai tertinggi didalamnya misalnya adalah emas, perhiasan, makanan lezat, mobil mewah dan bukan mahluk-mahluk ciptaan Allah; tumbuhan, hewan, bulan, bintang, matahari dan sebagainya.

KUTUKAN NIKMAT DUNIA

Daud bin Hilal berkata: Dalam Mashaf Ibrahim bertuliskan:"Hai dunia, amat hina dirimu dipandangan orang-orang yang berbuat baik (sholeh), kamu berpura-pura dan terus berhias. Dan sesungguhnya AKU telah menancapkan rasa benci kepadamu serta menolaknya. Tak pernah aku menciptakan yang lebih hina daripada kamu, dimana setiap urusanmu menuju kehancuran. AKU telah memutuskan pada hari aku menciptakan kamu bahwa kamu tidak akan langgeng untuk seseorang, dan merekapun tidak akan langgeng untuk kamu sekalipun mereka pelit dan tamak terhadapmu."

Dan Dunia akan berkata pada hari kiamat;"Wahai Tuhanku, hari ini jadikanlah aku serendah-rendahnya mahluk diantara kekasih-kekasih-Mu."

Lalu Allah berfirman: "Diamlah wahai barang yang tidak memiliki apa-apa. Sungguh Aku tidak merelakan mereka (menusia) menempatimu, lalu adakah aku merelakan kamu hari ini untuk mereka!"

Diriwayatkan; sesungguhnya Nabi saw pernah berdiri di dekat tempat sampah, beliau saw lalu bersabda: "Mari kita lihat dunia." Kemudian mengambil pakaian usang dan rusak di dalam bak sampah itu, dan beberapa tulang yang hancur.
Beliau saw. bersabda: "Inilah dunia, sebagai lambang bahwa perhiasan dunia akan hancur seperti pakaian ini, dan tubuh-tubuh yang engkau lihat akan hancur seperti tulang-tulang ini.

Dalam haidst lain Abu Hurairah ra. berkata bahwa rasulullan saw bersabda: "Hai Abu Hurairah, maukah engkau aku perlihatkan dunia dan isinya!"
AKu menjawab, "Mau ya rasulullah."
Maka beliau mengajak tanganku berjalan ke pinggir jurang, semua jurang-jurang yang ada di kota Madinah. Dan salah satu jurang dijadikan tempat sampah kepala-kepala manusia, kotoran, pakaian usang dan tulang-tulang.

Kemudian beliau bersabda: "Wahai Abu Hurairah, kepala-kepala ini pernah rakus sama halnya kerakusanmu, berandai-andai seperti angan-anganmu, namun pada suatu hari ia akan menjadi tulang tanpa kulit dan menjadi abu. Yang ini adalah kotoran dari berbagai makanan lezat, darimana dia tidak pernah dipertimbangkan unsur halal dan haramnya, makanan itu dimasukkan ke dalam perut lalu saling berdesakan. Demikian juga pakaian-pakaian mereka, akan dihempaskan ke tempat kotor ini. Juga tulang ini, berasal dari bintang-binatang yang mereka tumpangi untuk mengelilingi kota. Maka barang siapa yang menangisi dunia, maka sebaiknya ia menangis."

Lanjut Abu Hurairah ra. : "Kamipun terpaku sampai tangisan kami semakin keras."

Nabi saw bersabda: "Kelak engkau akan lalai dengan memperbanyak harta dunia."

Anak cucu Nabi Adam as berkata: "Hartaku!, hartaku!, hartaku!" Tiada bagian hartamu kecuali apa yang engkau makan; apa yang engkau gunakan yang sesungguhnya akan rusak, atau yang engkau sedekahkan untuk engkau abadikan.

Nabi saw. bersabda; "Sungguh dunia adalah sesuatu yang manis dan hijau dan Allah menciptakan manusia adalah agar kamu dapat menguasainya dan menaklukkannya, dan DIA selalu memicing (memejamkan mata) bagaimana kamu memperlakukan dunia. Sesungguhnya Bani Israil adalah bangsa yang telah diberhasilkan urusan dunianya, dan mereka berhamburan dengan gemerlap perhiasan, wanita, wangi-wangian dan kemewahan.

Dan sesungguhnya Allah menciptakan keindahan dunia adalah agar manusia dapat menguasai dan mengendalikannya untuk kebaikan agama Allah di muka bumi dan untuk dijadikan bekal menuju perkampungan akherat, bukan sebaliknya yang kita dapati kebanyakan manusia dikendalikan hawa nafsunya sehingga dapat dikuasai dunia untuk berbuat keji dan mungkar kepada-Nya. Sungguh manusia sudah berada di jalan yang sesat dan dimurkai.

Nabi saw bersabda:"Sungguh mengherankan bagi mereka yang percaya akan adanya perkampungan abadi (akherat), tetapi dia sendiri mengusahakan (bekerja) demi perkampungan yang penuh tipu daya (dunia)."

(Disarikan dari kitab monumental Ihya` Ulumiddin, karya Imam al-Ghazali)


Minggu, 03 April 2016

TAKUT YANG SEBENARNYA TAKUT



Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya.” (HR. Tirmidzi [1633]).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya;
[1] seorang pemimpin yang adil,
[2] seorang pemuda yang tumbuh dalam [ketaatan] beribadah kepada Allah ta’ala,
[3] seorang lelaki yang hatinya bergantung di masjid,
[4] dua orang yang saling mencintai karena Allah; mereka berkumpul dan berpisah karena-Nya,
[5] seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan kerkedudukan dan cantik [untuk berzina] akan tetapi dia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’,
[6] seorang yang bersedekah secara sembunyi-sumbunyi sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan
[7] seorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis).” (HR. Bukhari [629] dan Muslim [1031]).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka; mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah, dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam [jihad] di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi [1639], disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1338]).

Nabi saw bersabda, “Tidak ada yang lebih dicintai oleh Allah selain dua jenis tetesan air dan dua bekas [pada tubuh]; yaitu tetesan air mata karena perasaan takut kepada Allah, dan tetesan darah yang mengalir karena berjuang [berjihad] di jalan Allah. Adapun dua bekas itu adalah; bekas/luka pada tubuh yang terjadi akibat bertempur di jalan Allah dan bekas pada tubuh yang terjadi karena mengerjakan salah satu kewajiban yang diberikan oleh Allah.” (HR. Tirmidzi [1669] disahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1363])

Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan, “Sungguh, menangis karena takut kepada Allah itu jauh lebih aku sukai daripada berinfak uang seribu dinar!”.

Ka’ab bin al-Ahbar rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya mengalirnya air mataku sehingga membasahi kedua pipiku karena takut kepada Allah itu lebih aku sukai daripada aku berinfak emas yang besarnya seukuran tubuhku.”

Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu mengatakan; suatu ketika Nabi saw berkata kepadaku, “Bacakanlah al-Qur’an kepadaku.” Maka kukatakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apakah saya bacakan al-Qur’an kepada anda sementara al-Qur’an itu diturunkan kepada anda?”. Maka beliau menjawab, “Sesungguhnya aku senang mendengarnya dibaca oleh selain diriku.” Maka akupun mulai membacakan kepadanya surat an-Nisaa’. Sampai akhirnya ketika aku telah sampai ayat ini (yang artinya), “Lalu bagaimanakah ketika Kami datangkan saksi bagi setiap umat dan Kami jadikan engkau sebagai saksi atas mereka.” (QS. an-Nisaa’ : 40). Maka beliau berkata, “Cukup, sampai di sini saja.” Lalu aku pun menoleh kepada beliau dan ternyata kedua mata beliau mengalirkan air mata.” (HR. Bukhari [4763] dan Muslim [800]).

Dari Ubaidullah bin Umair rahimahullah, suatu saat dia pernah bertanya kepada Aisyah radhiyallahu’anha, “Kabarkanlah kepada kami tentang sesuatu yang pernah engkau lihat yang paling membuatmu kagum pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”. Maka ‘Asiyah pun terdiam lalu mengatakan, “Pada suatu malam, beliau (nabi) berkata, ‘Wahai Aisyah, biarkanlah malam ini aku sendirian untuk beribadah kepada Rabbku.’ Maka aku katakan, ‘Demi Allah, sesungguhnya saya sangat senang dekat dengan anda. Namun saya juga merasa senang apa yang membuat anda senang.’ Aisyah menceritakan, ‘Kemudian beliau bangkit lalu bersuci dan kemudian mengerjakan shalat.’ Aisyah berkata, ‘Beliau terus menerus menangis sampai-sampai basahlah bagian depan pakaian beliau!’.

Aisyah mengatakan, ‘Ketika beliau duduk [dalam shalat] maka beliau masih terus menangis sampai-sampai jenggotnya pun basah oleh air mata!’. Aisyah melanjutkan, ‘Kemudian beliau terus menangis sampai-sampai tanah [tempat beliau shalat] pun menjadi ikut basah [karena tetesan air mata]!”. Lalu datanglah Bilal untuk mengumandangkan adzan shalat (Subuh). Ketika dia melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis, Bilal pun berkata, ‘Wahai Rasulullah, anda menangis? Padahal Allah telah mengampuni dosa anda yang telah berlalu maupun yang akan datang?!’. Maka Nabi pun menjawab, ‘Apakah aku tidak ingin menjadi hamba yang pandai bersyukur?! Sesungguhnya tadi malam telah turun sebuah ayat kepadaku, sungguh celaka orang yang tidak membacanya dan tidak merenungi kandungannya! Yaitu ayat (yang artinya), “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi….dst sampai selesai” (QS. Ali Imran : 190).” (HR. Ibnu Hiban [2/386] dan selainnya. Disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih at-Targhib [1468] dan ash-Shahihah [68]).

Mu’adz radhiyallahu’anhu pun suatu ketika pernah menangis tersedu-sedu. Kemudian ditanyakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?”. Maka beliau menjawab, “Karena Allah ‘azza wa jalla hanya mencabut dua jenis nyawa. Yang satu akan masuk surga dan satunya akan masuk ke dalam neraka. Sedangkan aku tidak tahu akan termasuk golongan manakah aku di antara kedua golongan itu?”.

al-Hasan al-Bashri rahimahullah pun pernah menangis, dan ditanyakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?”. Maka beliau menjawab, “Aku khawatir besok Allah akan melemparkan diriku ke dalam neraka dan tidak memperdulikanku lagi.”

Abu Musa al-Asya’ri radhiyallahu’anhu suatu ketika memberikan khutbah di Bashrah, dan di dalam khutbahnya dia bercerita tentang neraka. Maka beliau pun menangis sampai-sampai air matanya membasahi mimbar! Dan pada hari itu orang-orang (yang mendengarkan) pun menangis dengan tangisan yang amat dalam.

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu menangis pada saat sakitnya [menjelang ajal]. Maka ditanyakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?!”. Maka beliau menjawab, “Aku bukan menangis gara-gara dunia kalian [yang akan kutinggalkan] ini. Namun, aku menangis karena jauhnya perjalanan yang akan aku lalui sedangkan bekalku teramat sedikit, sementara bisa jadi nanti sore aku harus mendaki jalan ke surga atau neraka, dan aku tidak tahu akan ke manakah digiring diriku nanti?”.

Suatu malam al-Hasan al-Bashri rahimahullah terbangun dari tidurnya lalu menangis sampai-sampai tangisannya membuat segenap penghuni rumah kaget dan terbangun. Maka mereka pun bertanya mengenai keadaan dirinya, dia menjawab, “Aku teringat akan sebuah dosaku, maka aku pun menangis.”

Saya [penyusun artikel] berkata: Kalau al-Hasan al-Bashri saja menangis sedemikian keras karena satu dosa yang diperbuatnya, lalu bagaimanakah lagi dengan orang yang mengingat bahwa jumlah dosanya tidak dapat lagi dihitung dengan jari tangan dan jari kaki? Laa haula wa laa quwwata illa billah! Alangkah jauhnya akhlak kita dibandingkan dengan akhlak para salafush shalih? Beginikah seorang salafi, wahai saudaraku? Tidakkah dosamu membuatmu menangis dan bertaubat kepada Rabbmu? “Apakah mereka tidak mau bertaubat kepada Allah dan meminta ampunan kepada-Nya? Sementara Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (lihat QS. al-Maa’idah : 74). Aina nahnu min haa’ulaa’i? Aina nahnu min akhlagis salaf? Ya akhi, jadilah salafi sejati!

Disarikan dari al-Buka’ min Khas-yatillah, asbabuhu wa mawani’uhu wa thuruq tahshilihi, hal. 4-13 karya Abu Thariq Ihsan bin Muhammad bin ‘Ayish al-’Utaibi, tanpa penerbit, berupa file word.

Label