Jumat, 28 Oktober 2016

GOLONGAN MUSUH DAN TEMAN IBLIS

Ada di posisi manakah anda dalam konteks golongan yang dimaksud di atas? apakah anda termasuk teman atau musuhnya syetan?

Dikisahkan (Wahab bin Munabbin) bahwa suatu ketika rasulullah pernah bertemu syetan yang menampakkan dirinya sebagai orang tua, wajahnya bersih dan disertai tongkat di tangannya.
Rasulullah sempat tidak mengenali dan mempertanyakan, "Siapa kamu ini?"
Dengan tangkas orang itu menjawab, "Saya adalah iblis yang diutus kepadamu."
Rasulullah saw pun bertanya, "Ada keperluan apa kau datang ke sini?"
Syetan kembali menjawab, "Keperluanku adalah untuk menjawab pertanyaan yang kau ajukan."
Tanpa pikir panjang Rasulullah saw pun bertanya, "Hai iblis, siapakah musuh-musuhmu diantara umatku."
Syetan pun menjawab, "Ada lima belas orang."

1. Engkau sendiri Ya Muhammad
2. Imam yang adil (pemimpin yang adil dan amanah)
3. Orang Kaya yang Tawadhu (berserah diri)
4. Pedagang yang jujur
5. Orang yang khusuk dalam shalatnya
6. Orang Mukmin yang saling memberi nasihat
7. Orang mukmin yang mempererat persaudaraan
8. Orang yang bertaubat
9. Orang yang menjauhkan diri dari barang haram
10. Orang mukmin yang selalu dalam keadaan bersuci
11. Orang mukmin yang gemar bersedekah
12. Orang mukmin yang baik akhlaknya
13. Orang mukmin yang hidupnya memberi manfaat buat orang lain
14. Orang yang membaca Al Quran
15. Orang yang shalat malam (Tahajud)
Orang-orang ini amat dibenci syetan karena tidak ada tempat bagi nya untuk menyesatkan dan membawa orang itu ke jalan kekufuran.

Lalu berkata Rasulullah saw, "Hai Iblis, siapa diantara umatku yang engkau jadikan teman baikmu?"
"Ada sepuluh orang yang akan selalu menjadi teman baikku," jawab setan santai.
1. Hakim yang aniaya (menjatuhkan hukuman sekehendak hati)
2. Orang yang Takabur (Sombong dan congkak)
3. Pedagang yang Khianat (suka mencari untung dgn mengoplos)
4. Pemabuk yang tidak bisa berhenti minum
5. Tukang Fitnah dan peyebar berita bohong
6. Orang yang Riya (suka pamer dan suka dipuji)
7. Orang yang memakan harta anak yatim
8. Orang yang meninggalkan shalat
9. Orang yang tidak mau berzakat
10. orang yang panjang angan-angan (suka menghayal yang melampaui kemampuannya)
Syetan sangat suka dengan orang-orang ini, karena bersama mereka keduanya bisa saling bahu-membahu dalam kesesatan dan kejahatan.
Lalu berada di posisi manakah anda saat ini? memilih menjadi teman atau musuhnya syetan?

Intinya adalah kita harus tahu menempatkan diri dimana posisi kita berada jika memang kita tidak mau menjadi bagian dari golongan iblis dan teman-temannya. Ada garis pembatas yang amat jelas diantara keduanya.

POTRET MASYARAKAT YANG SEDANG "SAKIT"

Belakangan ini ada banyak orang terkejut dengan banyaknya korban penipuan berkedok penggandaan uang, ada ribuan orang yang menghamba kepada uang kertas dan logam mulia (korban Dimas Kanjeng) dan tidak sedikit nyawa melayang akibat mengikuti aliran ini, mereka menganggap benda-benda mati itu lebih mulia bahkan setelah datangnya kebenaran dari Tuhannya.
Ada apa dengan masyarakat kita saat ini? disebutkan beberapa ahli bahwa masyarakat kita kini sedang sakit, menurut para ulama ini disebut dengan penyakit 'Wahan"
"Apa itu penyakit wahan?"

ia adalah salah satu jenis penyakit mematikan yang akan menyerang banyak manusia menjelang akhir jaman. Ini adalah penyakit "cinta dunia dan takut mati". Bahaya penyakit wahan jauh lebih dahsyat dari pada AIDS, TBC, Flu Burung, atau Flu Babi. Karena penyakit ini akan mematikan hati dan jiwa seseorang sehingga menyebabkan penderitaan yang panjang di dunia dan terlebih di akhirat.

Istilah wahan diungkapkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tatkala menjelaskan kondisi umat manusia di masa akan datang. Penyakit wahan ini menjadi penyebab utama segala keburukan dan keterpurukan umat Islam sehingga karenanya mereka menjadi bulan-bulanan musuh-musuh islam.

Matinya hati dan jiwa lalu menjadi makin keras dan rapuh, itulah awal mula terserangnya penyakit ini. Hati yang mati ditandai dengan gelapnya pandangan melihat keindahan dunia, tulinya pendengaran dan rendahnya kemampuan merasakan kekuasaan Allah atas dirinya. Secara kasat mata mereka memilih jauh dari cahaya dan rahmat Allah swt dan berani menjual kehidupan akhiratnya untuk kesenangan dunia sesaat.

Mengapa masyarakat kita mengalami penurunan tingkat kemampuan tersebut dalam hatinya? karena mereka terlalu mendewakan akal/ materi, memilih mengikuti kesenangan hawa nafsu dan berpola pikir materialistik. Segala sesuatu diukur dengan uang, tidak ada campur tangan Allah didalamnya terutama dalam hal rezeki. Allah tidak pernah dilibatkan dalam segala urusan terutama urusan yang satu ini, mereka menganggap rizki datang semata-mata akibat usaha dan upaya mereka pribadi, alih-alih memilih bersikap sabar menghadapi masalah hidup dan memohon datangnya pertolongan Allah, mereka lebih memilih cara instan menyelesaikan masalah dengan cara bersekutu dengan syetan dan bangsanya.

Maka atas kesombongannya itulah Allah mengunci mati pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya (Al Jaatsiyah:23) dan menimpakan penyakit yang mana mereka tidak akan sanggup menahan beban siksanya di dunia dan akhirat. Inilah sumber petaka yang paling bahaya dimasyarakat kita. "Gambaran nyata masyarakat sakit dan sekarat, matinya mata hati."

Label