Selasa, 16 Mei 2017

MALAIKAT TAK BERSAYAP DI BUMI ITU DI PANGGIL "IBU"


Benar sekali, malaikat yang di utus Tuhan kebumi untuk melindungi kita selama di dunia itu tidak lain adalah ibu/mama. Mereka adalah wujud nyata keberadaan malaikat yang suci hatinya dan mulia jiwanya di dunia ini, tak perlu anda susah payah mencari, karena mereka akan selalu ada di sisi kita.
Sebagian orang kadang tidak mengerti, mengapa Allah swt memerintahkan untuk menghormati kedua orang tua. Mengapa peran orang tua sangat penting dan perintah kepada semua umat manusia untuk selalu menyayangi keduanya, tanpa kecuali dan tidak peduli apapun alasannya. Hubungan antara anak dan orang tua ini memang unik dan terpendam sebuah khasanah bahwa hubungan anak dan orang tua sangat penting dan tidak bisa digantikan dengan apapun. Kasih sayang seorang ibu kepada anaknya tidak pernah mengenal kata lelah. Seorang ibu akan tetap menyayangi anak-anaknya apapun dan bagaimanapun keadaan anaknya. Seorang ibu tidak akan meninggalkan anaknya walau bagaimanapun kondisi sulit yang harus hadapi. Kondisi ini mengundang Tanya, mengapa bisa seperti itu dan apa sebenarnya yang terkandung dari ikatan itu.

Al-Qur'an sendiri telah memerintahkan, "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dengan dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu,"
 (QS. Luqman: 14).

Kondisi yang marak terjadi belakangan ini, dimana ada banyak anak yang menggugat orang tuanya ke pengadilan, karena alasan materi, anak yang membunuh orang tuanya, mengapa hal seperti itu bisa terjadi dan fenomena macam apa yang mendasari tindakan anak seperti itu. Sudah hilangkah nilai-nilai keluarga dimasyarakat atau sebatas fenomena sesaat. Tapi sekali lagi, apapun kesalahan yang dilakukan orang tua dan dianggap salah dimata sang anak, maka kesalahan itu semata-mata berlandaskan rasa kasih sayang orang tua kepada anak. Orang tua punya alasan yang dilandasi kasih sayang yang amat besar kepada anaknya, rasa khawatir dan cemas utamanya menjadi alasan mereka. Dan memang, cara pandang orang tua terhadap anak pasti berbeda, apalagi jika orang tua tersebut sangat mencintai anaknya, maka anak tidak akan memahami nilai kasih sayang yang ingin disampaikan orang tua.

Padahal, Allah sendiri telah menjadikan jiwa seorang ibu mengilhami sifat-sifat malaikat ketika mereka memiliki anak dan keturunan. Bagaimanapun keras kehidupan yang dijalani seorang wanita dimasa lalu, ketika mereka mengandung dan berjuang demi melahirkan anak dari rahimnya, kedalam jiwa sang ibu Allah merahmatinya cinta dan kasih sayang yang amat besar. Dirasukinya jiwa sang ibu menerima kekuatan rasa belas kasih, cinta dan sayang yang amat kuat kedalam hatinya sehingga kelak ia akan bisa menerima dan mau berkorban segala jiwa dan raga untuk kelangsungan hidup anak-anaknya, sebagaimana yang dilakukan para malaikat, setiap jerih upayanya dilakukan dengan ikhlas dan tanpa pamrih. Seorang ibu akan bertindak layaknya malaikat yang akan rela mengorbankan segalanya untuk menjaga dan memastikan sang anak tumbuh kembang menjadi anak yang baik, sehat, cerdas, sholeh dan sebagainya. Semua itu adalah bagian dari rahmat dan kasih sayang Allah kepada mahluk yang dinamakan Ibu. Allah swt menginlhamkan rasa kasih sayang sangat besar kepada seorang ibu sebagai bentuk cerminan rasa kasih sayang Allah swt kepada mahluk kecil yang sedang dikandungnya. Berikut ini cuplikan pembicaraan Tuhan kepada calon janin di dalam perut sang ibu, anda mungkin sudah pernah mendengar kisah ini;

Suatu hari sang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Namun, sebelum ditiupkan kerahim ibu, roh bayi tersebut bertanya kepada Allah SWT:
Bayi: "Ya Allah, malaikat bilang bahwa Engkau besok akan mengirim aku ke dunia ya? Apa itu benar?”
Allah SWT: "Iya benar"
Bayi: "Tapi Allah, aku tidak tahu bagaimana cara hidup di sana? aku begitu kecil dan lemah?”
Allah SWT: "Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia yang akan menjaga dan mengasihimu"
Bayi: "Tetapi di Surga ini aku sudah bahagia, apa yang kulakukan bernyanyi dan tertawa ini cukup bagiku untuk merasa bahagia.”
Picture Allah SWT: "Kamu tenang saja, Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangatatan cintanya dan lebih berbahagia.”
Bayi: "Lalu apa yang dapat kulakukan saat aku ingin berbicara kepadamu?''
Allah SWT: "Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdo’a."
Bayi: "Aku mendengar kalau di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?"
Allah SWT: “Malaikatmu akan melindungi dengan taruhan jiwanya sekalipun."
Bayi: " Tapi aku kan bersedih karena tak dapat melihat Engkau lagi?"
Allah SWT: "Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang aku dan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaku walaupun sesungguhnya aku selalu berada disisimu."
Saat itu Surga begitu tenangnya dan suara bumit dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya Bayi: “Ya Allah jika aku harus pergi sekarang bisakah engkau memberitahuku siapakah nama malaikat dirumah baruku nanti?”
Allah SWT: "Kamu dapat memanggil nama malaikat itu…IBU


Begitulah kenyataan yang sebenarnya, bahwa seorang wanita akan berubah menjadi malaikat tak bersayap yang bahkan kebaikannya bisa mengalahkan malaikat sekalipun, demi mencapai tingkat tertinggi peradaban manusia.

IBU CERMINAN KASIH SAYANG ILLAHI


Dan sesungguhnya sifat dan sikap seorang ibu yang sangat menyayangi anak-anaknya inilah juga tercermin dari bagaimana cara Allah swt menyayangi umat-Nya. Allah swt juga akan mencintai umatnya sebagaimana layaknya seorang ibu menyayangi anaknya. Hubungan antara Tuhan dengan umat-nya tidak perlu dikaitkan dengan adanya hubungan darah dan genetika, karena sesungguhnya tidak ada jarak antara sang Pencipta dengan mahluk ciptaan-Nya. Allah swt juga bisa mencintai dan menunjukkan rasa sayang kepada mahluk-Nya sebagaimana besarnya kasih sayang seorang ibu kepada anak-Nya. Allah swt juga akan bersikap sebagaimana yang dilakukan seorang ibu kepada anaknya. Allah swt juga akan berusaha melindungi mahluk-Nya dengan cara-Nya; melindunginya dari kejahatan, menjaganya dari gangguan, menjauhkannya dari ancaman, dan membimbingnya kepada kebaikan. Semua itu dilandaskan pada keridhoaan orang tua yang menginginkan hal baik berlaku kepada anaknya.

KASIH SAYANG TANPA BATAS
Ketika Allah sudah menyayangi mahluk-nya; maka apapun akan dilakukan untuk membuat mahluk kecintaannya itu tidak terluka, tidak tersakiti, tidak merasakan gangguan dan tekanan melalui pancaran kasih sayang orang tua. Sebagaimana ungkapan cinta seorang ibu kepada anaknya, Allah swt juga memiliki rasa cinta dan sayang yang sama dengan yang dimiliki seorang ibu. Allah swt juga akan memberikan apapun yang diinginkan mahluk-Nya, akan mengabulkan segala permintaannya, akan memenuhi semua kebutuhannya, semua itu semata-mata karena rasa sayang Allah swt yang amat sangat kepada mahluk-Nya yang mau menjaga kedua orang tuanya.

Sebagian orang mungkin tidak mengerti bahwa allah swt juga suka diperlakukan istimewa oleh mahluk-Nya. Ketika seorang anak manusia memiliki rasa ketergantungan yang amat kuat kepada Tuhannya, si fulan tidak pernah meninggalkan Tuhannya, menjalankan perintah dan menjauhi larangannya dengan tulus iklas, segala urusan diserahkan kepada illahi, selalu bersyukur dengan pemberian yang sedikit, tidak pernah mengeluh, tidak suka menuntut, menjaga kedua orang tuanya dengan baik, dan tidak pernah mencari penolong lain selain-Nya, selalu berusaha sekuat tenaga dalam hidup dan pasrah kepada ketentuan-Nya. Ketika seorang hamba menunjukkan sikap yang selalu sabar dan tawakal kepada-Nya, maka semakin Allah swt mencintainya. Allah juga akan memberikan banyak signal dan tanda-tanda kebesaran-Nya yang dapat dimaknai bahwa peringatan itu adalah sebagai bagian dari pertanda Allah yang selalu ada di dekatnya. Bahwa Allah swt sangat mencintai dan menyayanginya, maka Allah akan memberikan signal-signal khusus agar hamba-Nya tidak terlalu larut dalam kesedihan dan terlalu jauh dari jangkauan-Nya. Dengan menghadirkan berbagai peristiwa menakjubkan dan diluar nalar dan kemampuan manusia. Allah selalu menunjukkan kebesaran kuasa-Nya kepada hamba-Nya dengan cara membuat hamba-Nya semakin yakin bahwa Allah swt adalah dekat dan akan selalu bersamanya. Itulah gambaran kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

Rasulullah Saw. pernah bersabda, "Maukah kalian aku tunjukkan dosa yang paling besar di antara dosa - dosa besar?" Beliau mengulang pertanyaan ini hingga tiga kali. Para sahabat menjawab, "Ya, kami mau wahai Rasulullah." Rasulullah berkata, "Jangan kalian sekutukan Allah dan janganlah berbuat durhaka terhadap orang tua kalian."

ANAK GUGAT ORANG TUA KE PENGADILAN


Adapun banyaknya kasus anak yang mengugat orang tuanya di pengadilan, atau anak yang membunuh orang tua, maka itu adalah salah satu bentuk telah hilangnya rasa percaya anak kepada orang tua mereka, yang disebabkan karena banyak faktor. Salah satunya adalah keserakahan terhadap dunia, si anak sudah digelapkan mata hatinya oleh keindahan dunia, sehingga apa yang dilihatnya tidaklah pernah cukup dan apapun usaha yang dilakukannya tidak pernah bisa memuaskannya, maka ia menganggap orang tuanya yang lemah bisa dijadikan sasaran pelampiasan, karena tahu orang tuanya tidak akan menolak, orang tua pasti akan menuruti apa saja yang diinginkannya.

Pola asuh yang terlalu memanjakan anak semasa kecil, membuat anak merasa besar kepala dan bisa meminta apa saja yang diinginkan, karena sang ibu sangat menyayanginya dan pasti akan memberikan apapun keinginannya. Pola asuh ini terbawa terus hingga dewasa, dan tetap dengan pola yang sama seakan mereka sedang merengek dibelikan sesuatu, tetapi karena orang tua yang sudah renta dan tidak bisa lagi memenuhi permintaannya, maka si anak menganggap orang tua mereka sudah tidak sayang lagi kepada mereka, maka dengan cara melayangkan sebuah gugatan dianggap akan bisa menyedot perhatian public dan membuat opini bahwa orang tuanya telah berlaku tidak adil kepada mereka. Ini adalah salah satu bentuk upaya mencari perhatian dan simpati public untuk membenarkan tindakan mereka.

Padahal apa yang dilakukannya itu sesungguhnya akan segera mendatangkan murka Allah swt, ketika orang tua sudah merasa hatinya terguncang dan terpojok, mereka tidak bisa berbuat apa-apa, lalu mereka memilih mengadukannya kepada Allah swt, maka seketika doa itu akan didengar oleh Sang Khalik, dan akhirnya dikabulkan Allah swt tanpa menunggu tenggat waktu.

Peristiwa ini pernah sama-sama kita saksikan terjadi dalam sejarah yaitu legenda Malin Kundang, peristiwa sejarah di Sumatera Barat itu menjadi saksi nyata telah terjadinya tindak durhaka anak kepada orang tua, dimana ketika orang tua sudah tidak merasa ikhlas telah mengandung 9 bulan dan telah menyusui anaknya dari air susunya, air mata telah jatuh ke bumi, maka seketika langit terbelah lalu kilat menyambar si anak Malin Kundang, seketika ia berubah menjadi sebongkah batu dalam keadaan sedang membungkukkan badan sebagai bentuk permintaan maaf anak kepada ibunya namun semua itu sudah terlambat. Permohonan maaf itu tidak sempat menghalangi kemarahan langit dan bumi, Sumpah telah terucap dan langit telah runtuh. Ini bukan sekedar legenda penghantar tidur, karena bukti keberadaan batu Malin Kundang itu memang ada. 


Inilah sebabnya mengapa dalam banyak firman-Nya Allah selalu berpesan bahwa murkanya Allah adalah murkanya orang tua. Ridho-Nya Allah swt adalah ridhonya orang tua (HR al-Hakim). Ketika orang tua merasakan dirinya tersakiti, terpojok dan terguncang jiwanya, akibat ulah anak yang selama ini disayanginya membuat hatinya hancur berkeping-keping, bersedih dan terluka, akhirnya ia merasa telah menyesal melahirkan anak yang sudah dibesarkannya. Lalu dalam hatinya ia mengucapkan kalimat amarah dengan sangat kerasnya sudah tidak bisa dibendung lagi. Karena bagaimanapun, semarah-marahnya orang tua, maka itu tidak akan sampai ia masukkan kedalam lubuk hati terdalam, tetapi jika kemarahan itu sudah sampai merasuk kedalam jiwanya, maka segala ungkapan jiwa dan perasaannya itu langsung terhubung dengan Sang Khalik sebagai pemberi rahmat dan kasih sayang. Dan cerminan kemarahan sang ibu juga bisa menjadi awal kemarahan Tuhan.

Allah swt sebagai sang pemberi cinta dan kasih sayangpun, tidak akan tega melihat kesedihan yang diderita sang ibu, melihat sang ibu meratap dan menangis tersedu-sedu menghadapi tingkah laku anaknya yang tega ingin menjebloskan dirinya ke penjara. Padahal selama hidupnya, seluruh jiwa dan raganya dikorbankan untuk kelangsungan hidup anaknya. Tetapi apa yang diterimanya sungguh amat menyakitkan. Dalam hal ini, siapapun yang mendengar keluh kesah dan tangisan si ibu, pasti tidak akan kuasa ingin segera menurunkan balasan bagi sang anak durhaka itu. Dan bagi Allah bukan hal sulit untuk segera menimpakan petaka pada anak yang telah mengakibatkan hati seorang ibu tersakiti. Seorang ibu yang terluka hatinya, ini sama artinya ia telah menyerahkan kembali segala kuasa kasih sayang yang pernah dititipkan Sang Khalik.

Seorang ibu sudah tidak sanggup lagi memikul beban tanggung jawab sebagai perantara pemberi kasih sayang kepada mahluk-Nya, beban itu dikembalikan lagi kepada sang pemberi kasih, yaitu Allah swt. Dan ketika seorang ibu meminta ditegakkannya keadilan atas segala hal yang telah dideritanya, tidak ada hal lain selain Allah swt akan mensegerakan turunnya azab. Karena si anak dianggap tidak bisa memahami ada kuasa Allah atas dirinya di tangan ibunya. Bertindak semena-mena kepada ibunya, maka sang anak dianggap telah melampui batas kesanggupan ibu menahan sakit dan penderitaan, yang seharusnya hal itu sama sekali tidak terjadi. Rasa sakit itu tidak sanggup lagi ditahan sebagai mahluk biasa, maka kesakitannya itu seketika akan menggetarkan langit dan bumi. Atau tindakan itu sama saja manusia telah menyakiti mahluk-Nya yang paling mulia di hadapan Allah yaitu malaikat-Nya.

Dan itulah sebabnya ada pepatah lama mengatakan, bahwa Syurga itu ada di telapak kaki ibu. Dimana nasib seorang anak dihari akhir akan ditentukan dari pengabdian anak kepada orang yang bernama ibu. Jika seorang ibu merasa ridho dengan anak, maka ini akan menjadi pertanda baik dimana ia akan bisa mencium baunya syurga. Tetapi jika sang anak telah melukai hati ibunya dan sang ibu tidak merasa ikhlas dengan apa yang sudah diperbuat anak terhadap dirinya, maka jangan mengharap syurga akan menjadi miliknya.

Dalam salah satu hadist menyebutkan, "Keridhaan Allah terkait dengan keridhaan kedua orang tua dan murka Allah terkait pada murka kedua orang tua." (HR al-Hakim).

Maka dari itu, jika anda masih berada di dekat sang ibu, jadikanlah ia sebagai jalan untuk menggapai surga-Nya. Baik surge di dunia dan surge di akhirat. Jadikanlah beliau bagian hidup anda yang tidak akan pernah bisa tergantikan keutamaannya. Karena walau anda mencuci kaki ibu setiap hari, atau memberikannya harta berlimpah selama hidupnya, tetapi jika sekali saja anda pernah membuat ibu anda menangis, bisa jadi tangisannya itu belum bisa menghapus kesedihannya dan si hari akhir kelak itu akan menjadi penghalang anda memasuki syurga-Nya. Pastikan betul selama hidupnya bahwa ia tidak pernah menaruh kesal kepada anda, selesaikan semua masalah sekecil apapun, kita semua hanya manusia biasa yang kadang suka menyakiti orang yang kita anggap lemah. Kita kadang suka mencari pembenaran atas kehendak pribadi dengan cara mencari kambing hitam atas hal buruk yang sedang menimpa diri kita, dan itu sangat mudah dilampiaskan kepada orang yang paling dekat dengan kita yaitu ibu.

Kadang tidak sadar timbul rasa marah tetapi tidak bisa diungkapkan karena ada rasa bersalah dan menganggap sebuah masalah hubungan antara anak dan orang tua bersifat sepele atau menganggap konflik antara anak dan orang tua bisa selesai semudah membalikkan telapak tangan, padahal justru konflik antara kedua pihak ini yang paling sulit dan rumit diurai di pengadilan akhirat kelak. Sedikit saja ada perasaan kecewa terbesit di hati ibu, bisa menjadi batu ganjalan seorang anak masuk syurga walaupun selama hidupnya ia rajin beribadah dan selalu berbuat baik dengan sesama. Nasib seorang anak benar-benar ada di tangan ibunya dalam hal keikhlasan ibu memberikan kasih sayang dan dalam hal anak mengabdi kepada orang tua.

Cobalah sekali waktu anda pandangi wajah orang tua anda dengan penuh kasih, tataplah matanya dengan kelembutan, rasakan pancaran kasihnya yang mengelilingi jiwanya, dapatkah anda merasakan getaran kasih dan sayang yang amat dalam dari dalam lubuk hatinya. Untuk mengetahui seberapa besar rasa sayang orang tua anda, maka tataplah bola mata anak-anak anda dengan kesejukan, apa yang anda rasakan maka seperti itulah rasa sayang orang tua anda kepada anda. Rasa apapun yang timbul dari orang yang bernama orang tua kepada anaknya maka seperti itulah wujud sayang Allah kepada kita. karena itulah cermin kehidupan. Apa-apa yang terjadi pada diri anda maka itu juga yang dirasakan oleh orang tua dan akan dirasakan oleh anak-anak anda kelak. Bagaimana anda memperlakukan orang tua anda hari ini, maka itulah juga yang akan anda rasakan manakala anak anda dewasa nanti. Anak anda yang akan mencontoh setiap tindak tanduk anda dan sebagaimana yang dirasakan orang tua anda saat ini, anda juga akan menerima perlakukan yang sama dari anak-anak anda.

"Ya Rasulullah! Siapakah yang paling berhak menerima baktiku?" Nabi SAW pun menjawab, "Ibumu." Sahabat Rasul bertanya lagi, "Kemudian siapa lagi, ya Rasulullah?" Nabi Menjawab, "Ibumu." "Kemudian siapa lagi, ya Rasulullah?" Nabi menjawab, "Ibumu." Kemudian siapa lagi, ya Rasulullah?" Nabi menjawab, "Ayahmu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Maka dari itu jika memang kita ingin diperlakukan baik oleh anak-anak kita kelak, mulailah dengan diri sendiri berbuat baik kepada orang tua saat ini. Anak anda adalah pantulan cermin kehidupan anda yang juga akan melakukan hal sama kepada anda kelak. Itulah hikmah sebenarnya mengapa Allah meminta kita untuk mencintai orang tua terutama ibu, karena ditangan ibulah kita dicetak menjadi manusia yang lebih baik dari dirinya sendiri dan ditangan seorang ibulah Allah swt meletakkan kuasa kasih sayang-Nya agar ikatan anak dan orang tua selalu harmonis dan abadi.

Selasa, 09 Mei 2017

"BULLYING" CIKAL BAKAL "PSIKOPAT" ANAK

Ada sebuah fenomena baru dimasyarakat dalam berinteraksi dengan sesama, kegiatan bullying atau mentertawakan atau mengolok-olok orang lain dengan berbagai bentuk dan cara, pada beberapa kasus, perilaku bullying bisa mengancam nyawa seseorang jika korbannya merasa terancam dan dianggap tidak akan mampu menahan penderitaan mental, mereka akan memilih mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Definisi Menurut bidang psikologi, Bullying adalah sebuah kegiatan perorangan atau sekelompok orang yang merasa dominan dengan cara menyudutkan, menekan, memojokkan orang yang dianggap remeh dan lebih rendah kedudukan/posisi/status dengan tujuan ingin menujukkan eksistensi/keunggulan/kelebihan kepada orang lain, demi mendapatkan status reputasi lebih baik atau lebih unggul dibanding korban tanpa memperhatikan efek yang diderita di korban atau tanpa ada ada rasa bersalah. Tingkat keberhasilan bullying ditentukan dengan kondisi tertekan dan tersudut si korban. Ini adalah sebuah fenomena yang sangat mengkhawatirkan, dimana efek yang ditimbulkan bisa mengakibatkan trauma panjang bahkan bisa menurunkan rasa percaya diri korban.

Pada tingkat tertentu, dimasa depan korban bullying bisa menjadi orang yang pendendam dan bahkan bisa merubah kepribadian dari sebelumnya korban, ketika ada kesempatan mereka akan melampiaskan diri menjadi pelaku bullying. Atau korban akan menjadi pribadi yang tertutup dan memilih mengasingkan diri dari pergaulan untuk menghindari terulangnya trauma berkepanjangan.

Sementara Bagi para pelakunya, bullying memiliki sensasi keasyikan tersendiri, yaitu bagian dari cara menghibur diri dengan menertawakan orang lain dianggap bisa menyalurkan emosi. Orang yang suka membully disinyalir memiliki potensi menjadi pembunuh berdarah dingin dimasa depan, karena mereka sama sekali tidak punya empati dan rasa kasihan kepada korbannya. Berawal dari kesenangan pribadi atau alasan iseng dan bergurau/bercanda, bullying juga bisa menjadi cikal-bakal orang yang bermental psikopat alias suka menyiksa dan merasa senang dengan penderitaan orang lain. Jika tindakan mereka tidak mendapat perlawanan, perilaku bullying ini juga bisa menimbulkan unsur ketagihan bagi pelakunya, mereka akan mengulangi lagi kegiatannya itu kepada orang yang sama atau orang yang berbeda, sampai mereka benar-benar merasa puas atau jera. Ada dua macam perilaku bullying di dunia nyata dan satu macam di dunia maya, berikut ini penjelasannya....

1. BULLY PERORANGAN
Bullying yang dilakukan secara perorangan kepada satu korban lain, umumnya dilakukan dengan tujuan untuk menguji keberanian dan nyali pelaku, seberapa besar kemampuannya menunjukkan kekuatan menekan dan menakut-nakuti calon korbannya. Pelaku bullying juga memiliki kriteria sendiri dalam menentukan korbannya, biasanya orang yang memiliki standar dibawah dirinya, pelaku bisanya mengukur korban dari kebiasaan sang korban sehari-hari, seperti; ukuran tubuhnya lebih kecil, calonnya dikenal mudah menangis, dikenal mudah menuruti permintaan orang lain, dikenal mudah terbawa emosi dan sebagainya. Ciri-ciri korban yang dikenal memiliki banyak kelemahan ini yang dianggap memiliki potensi untuk diremehkan dan disepelekan oleh pelaku, jenis korban seperti ini bisanya akan mudah menyerah dan memilih mengikuti saja apa yang diperintahkan orang yang ada satu level diatasnya. Dengan demikian, tujuan menakut-nakuti akan mudah tercapai, dan ia akan mendapatkan rasa kepuasan dari kegiatannya membully tersebut. Sebuah keyakinan pada dirinya bahwa ia punya cukup nyali dan layak ditakuti.

2. BULLY BERKELOMPOK
Bullying yang dilakukan secara berkelompok atau lebih dari satu orang, umumnya dilakukan dalam rangka mencari pelampiasan, menunjukkan eksistensi diri, menaikkan reputasi, dan mengharapkan pujian/hormat. Bullying dengan cara berkerumun dilakukan karena dalam kelompok itu sudah terbentuk sikap merasa paling hebat, paling populer, paling disegani, paling berpengaruh dan paling segalanya. SIkap angkuh dan congkak sudah merasuki genk/kelompok ini untuk kemudian menujukkan dan memandang rendah siapa saja yang menurut mereka tidak selevel dan setara dengan status sosial mereka dilingkungan tersebut. Calon korban yang dijadikan sasaran biasanya adalah orang yang ada disekeliling mereka juga, memiliki keterbatasan fisik, kekurangan materi, kondisi sosial terbatas dan kelemahan ekonomi. Korban biasanya adalah orang yang mereka kenal dan bisa mereka temui sehari-hari, punya kebiasaan yang menurut mereka aneh dan tidak sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan anggota genk ini. Ketidaksamaan status sosial yang terlalu jauh bisa mendorong anggota genk ini untuk berbuat nekat mendekati dan mencemooh tingkah laku sikorban secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi. Puncak dari kesenangan bullying berkelompok ini adalah ketika pelaku bisa membuat korban terpuruk dan terperosok dalam rasa malu, semakin terpuruk kondisi korban, maka semakin terhibur si pelaku. Para pelaku menganggap korbannya ini adalah bagian dari hiburan yang mengasikkan, dengan mengintimidasi seseorang yang tidak berdaya, mereka bisa melakukan apa saja sesukanya dan bisa menganggap reaksi tingkah laku korban sangat lucu dan menggemaskan.

3. CYBER BULLYING 
Mengisi kolom komentar dengan nada sinis di halaman pribadi orang lain sudah dianggap lumrah, apalagi jika si pemilik akun telah membuat sebuah kesalahan fatal, bertindak norak misalnya. Mudah saja bagi mereka mencemooh dan menjelek-jelekkan karena di media sosial tidak berlaku sanksi apapun. Semua orang bebas berpendapat dan mengungkapkan perasaaan tanpa perlu menunjukkan identitas asli dan tidak perlu mengklarifikasi perkataannya. Media sosial adalah media yang tidak kasat mata, kedua perilaku bully diatas (perorangan atau berkelompok) bermula dari kebiasaan membully di media sosial ini, karena korban tidak akan bisa melakukan tindakan apapun terkait ucapannya yang menyudutkan atau bahkan menghina. Publik figur yang banyak followersnya dipandang memang populer, tetapi didalamnya juga tumbuh benih-benih kebencian jika sang artis selalu bikin sensasi. Apapun yang dilakukan idolanya akan dihujat dan di cecar sampai berdarah-darah dan tidak ada ampun. Pada banyak kasus, si artis akan membiarkan saja dan menganggap itu hal biasa, padahal sesungguhnya dari situlah tumbuh sikap dan perilaku sadis seseorang dalam berpendapat. Si artis harusnya langsung melakukan tindakan pemblokiran terhadap akun-akun yang ingin menjatuhkan martabat dirinya, dengan begitu pelaku bullyers akan tau rasanya diabaikan.

Sikap mental pengecut dan penuh kebencian ini yang sedang merasuki jiwa anak muda kita, di banyak negara semua orang mengalami hal ini. Ini adalah buah dari berkembangnya tekonologi informasi, berbagai kemudahan dan kecanggihan digenggaman tangan dengan cepat bisa menghancurkan mental seseorang jika kegiatan itu dilakukan secara terus-menerus dan berulang-ulang. Sikap mental yang suka merendahkan dan menganggap paling hebat diri sendiri, itu adalah salah satu ciri terjangkitnya penyakit hati; iri, dengki, hasut, dan cemooh. Tidak ada obat yang paling mujarab untuk menghilangkan penyakit jenis ini, selain usaha orang-orang disekitarnya untuk segera mengingatkan mereka untuk kembali pada jalan kebaikan dan keihlasan. Jangan biarkan anak-anak kita memiliki mental perusak dan pendendam, kelak mereka akan tumbuh menjadi manusia berdarah dingin dan sadis.

FAKTOR PENYEBAB PERILAKU BULLY 
Ada beberapa penyebab yang pelaku bullying ini melakukan tindakan nekat seperti ini, biasanya karena pengalaman pernah menjadi mantan korban bully, atau bisa juga karena tekanan dari keluarga.

1. ALASAN DENDAM MASA LALU
Banyaknya kasus kekerasan di lembaga pendidikan pada saat penerimaan siswa baru, hingga akhirnya korban meregang nyawa adalah salah satu bentuk bullying yang dilampiaskan senior kepada yuniornya. Sang senior pernah menerima perlakuan serupa di masa lalu, pada kesempatan ini ia pun memanfaatkan moment itu untuk memberi pelajaran yang sama dengan yang sudah diterimanya. Budaya kekerasan diturunkan kepada seluruh generasi pada setiap awal tahun ajaran baru, bukan hanya menekan dan mencaci maki, tindakan kekerasan fisik juga dilancarkan untuk menunjukkan kekuatan dan kekuasaan sang pendahulu. Sampai dengan jatuh korban melayang nyawa, barulah tradisi penataran murid baru ini dihentikan dan ditiadakan.

2. ALASAN KURANG PERHATIAN ORANG TUA
Tindakan bullying ini merupakan bagian dari cara kebanyakan anak remaja saat ini mencari perhatian, akibat tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang cukup dari keluarganya, mereka menganggap dengan cara melampiaskan kekesalan kepada orang lain, mereka bisa menyalurkan kemarahannya sehingga si korban bisa ikut merasakan penderitaan yang dialami. Pelaku menganggap, kurangnya kasih sayang dari orang tua yang mengakibatkan mereka menjadi kurang percaya diri, bisa dilampiaskan dengan cara menunjukkan dominasi amarahnya kepada orang yang lebih lemah mentalnya. Karena anak-anak itu tidak akan menolak perintahnya dan menuruti apa saja kemauannya, apalagi jika itu disertai dengan kekesarasan dan intimidasi.

Anak-anak remaja saat ini, dimana kebanyakan orang tuanya sibuk bekerja dan mengejar karir tidak punya waktu untuk anak-anaknya, cenderung untuk membiarkan anaknya menyelesaikan semua masalah sendiri. Si anak diberikan berbagai fasilitas gadget dan akhirnya si anak bisa belajar banyak hal. Dan menurut sudut pandang anak, cara paling efektif dan cepat mewujudkan keinginannya adalah dengan cara kekerasan. Sifat keras ini terbentuk dari banyaknya tontonan dan bacaan yang membenarkan bahwa dengan kekerasan setiap orang akan bisa mendapatkan apa yang diinginkan. Kebiasan menerapkan sikap keras ini akhirnya tumbuh sikap pelampiasan menerapkan perilaku keras kepada orang yang lemah, dengan maksud untuk mendapatkan kesenangan dan hiburan.

Puncak dari kegiatan bullying yang paling akut adalah, atas pemahaman kemampuannya menekan orang lain ini, pelaku bullying menganggap, ia akan bisa mendapatkan apa pun yang diinginkan, misalnya melakukan tindak pemalakan/palak. Dengan cara kekerasan, memalak seseorang dan menghadangnya di tengah jalan, akan membuahkan hasil si korban akan menyerahkan apapun yang dimilikinya tanpa banyak basa-basi. Sikap perilaku bullying ini diawal memang hanya bermaksud coba-coba, bergurau, atau berkelakar, tetapi puncaknya akan membentuk karakter orang yang suka bertindak menggunakan kekerasan, menjurus pada kriminal. Maka dari itu, jika anda ingin agar anak anda tidak menjadi pelaku bullying, berikan mereka banyak perhatian nyata, jangan diserahkan pada media sosial. Dan jika anda tidak ingin anak anda menjadi korban bullying, berikan mereka pelatihan fisik seperti taekwondo atau karate sederhana, dalam rangka untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan mencegah upaya kawan sebayanya mencemooh atau menjelek-jelekkannya.

Label