Jumat, 16 Juni 2017

ESOK, EKOMONI KITA AKAN MAKIN SURAM SAUDARAKU

Berikut ini kami sampaikan sebuah makalah tentang pembahasan efek perlambatan ekonomi global yang ditulis di tahun 2015 oleh seorang pakar ekonomi Prof Firmanzah PhD Guru Besar FEB UI dan dampaknya bagi ekonomi Indonesia ke depan. Dalam paparannya dua tahun yang lalu itu (kala itu pemerintahan Jokowi baru terbentuk), ia menyampaikan bahwa dalam beberapa waktu ke depan Indonesia akan terkena dampak perlambatan ekonomi global (yaitu yang sedang terjadi saat ini 2017), dan ia menunjukkan apa saja yang menjadi faktor pendorongnya serta tindakan yang harus segera dilakukan untuk menghindari efek buruknya. Ada banyak penyebab, dan masih bisa diantisipasi selama pemerintah mau dan berusaha keras. Tapi sayangnya, semua itu tidak terjadi, apa yang kita alami saat ini adalah sebuah fakta dan kenyataan pahit dan sudah mulai bergulir, karena ternyata keadaan ekonomi kita semakin memburuk dan parah menahun, angka pertumbuhan menunjukkan tren menurun. Semakin banyak PHK dimana-mana, daya beli melemah, pemangkasan subsidi besar-besaran, penerapan pajak gila-gilaan, pembangunan infrstruktur yang berjalan lambat, dan pemberdayaan UMKM yang justru banyak mematikan ekonomi lemah akibat semakin membanjirnya pasar ritel dan eceran di sentra-sentra produksi.

Ekonomi mulai terdegradasi oleh arus perlambatan ekonomi global, akibat terjadinya Brexit (Britisht Exit dari Uni Eropa), dan kondisi ekonomi ke depan juga akan kembali memburuk karena terjadinya Qarxit (Qatar Exit dari Uni Emirat). Yaitu dimana para negara pemegang modal terbesar dunia memisahkan diri dari perkumpulan negara maju bisa membawa dampak besar bagi perekonomian global. Indonesia yang ekonominya belum mandiri, bisa terpengaruh kondisi ini secara perlahan. Dimana arus perpurataran uang akan berubah dan beralih ke negara-negara maju yang stabil ekonominya. Jika negara kita tidak pandai memanfaatkan moment ini, maka celakalah kita semua. Jadi sekali lagi, ini adalah sebuah peringatan, bahwa beberapa tahun ke depan ekonomi kita akan makin memburuk, pertumbuhan juga makin lemah, sebuah peringatan untuk memberi petunjuk kepada kita agar lebih berhati-hati dan tidak bertindak gegabah dalam berinvestasi atau mengelola keuangan. Kondisi ini bukan sekedar akibat tim ekonomi pemerintahan Jokowi yang tidak bisa mengantisipasi pelemahan ekonomi global yang sedang berlangsung dan tidak bersikap hati-hati dalam menerapkan kebijakan ekonominya, tetapi lebih dari pada itu, pelemahan ekonomi ini diakibatkan seluruh negara juga sedang mengalami hal yang sama, mengalami penurunan dan pelemahan berbagai bidang, ekonomi dunia sedang bergejolak.

Dunia sedang mengalami eliminasi massal/proses seleksi alam memilih kelompok mana yang mampu bertahan mana yang tidak mampu harus disingkirkan dari percaturan dunia. Tidak ada yang menyadari bahwa kondisi saat ini dunia sedang mengalami krisis, krisis global, perlambatan pertumbuhan yang penuh ketidakpastian sedang menggerogoti setiap negara tanpa kecuali, tetapi tidak ada yang sadar dengan hal itu. Menganggap ini adalah fenomena biasa, kondisi krisis saat ini dianggap lebih baik daripada krisis moneter tahun 1998 tetapi sesungguhnya tidak. Krisis tahun 1998, ibarat lemparan bola, walau terjadi penurunan tajam tetapi bisa memantul kembali dengan cepat, artinya bisa langsung terjadi pertumbuhan dengan cepat kembali ke posisi normal. Kondisi krisis yang terjadi saat ini, trend penurunannya stabil sama sekali tidak ada daya dorong ke atas, bahkan cenderung menukik ke bawah. inilah kondisi yang sesungguhnya terjadi, krisis kali ini memang tidak menunjukkan keterpurukan ekonomi secara drastis, tetapi pelemahan ekonomi yang terus menerus secara perlahan melemahkan kekuatan ekonomi global secara masif, sampai dengan saat ini sudah banyak negara yang jadi korban dan berguguran tak mampu bertahan.

Dan yang paling terguncang adalah negara-negara timur tengah, disamping mereka ditekan oleh jatuhnya harga minyak dunia, mereka juga di teror dengan gerakan ISIS, bibit-bibit perpecahan pun mulai tumbuh. Jadi Ini adalah situasi yang sengaja diciptakan untuk menyingkirkan negara-negara yang tidak sejalan dengan visi negara neolib kebanyakan (lihat hasil konferensi KTT G-20 belakangan ini). Maka dari itu, Ekonomi di hari esok akan semakin suram, Kenapa ekonomi Indonesia tahun depan akan suram? Tahun 2018 sudah jatuh tempo pembayaran utang luar negeri US$ 800 milliar, dan target penerimaan pajak dalam RAPBN 2018 pun sudah dinaikkan dari rencana semua, pemerintah juga berencana memindahkan ibukota ke daerah lain yang dananya diambil dari swatsa alias pemerintah akan menambah hutang negara lagi. Ini artinya apa? ini artinya indonesia akan berada dalam situasi paling buruk karena ekonomi akan benar-benar berhenti alias stagnan.

Kenapa kita harus waspada? Jika anda baca beberapa jurnal ekonomi dari beberapa pakar ekonomi, kondisi ekonomi negara kita diprediski akan memburuk, karena tim ekonomi Jokowi dianggap gagal mempertahankan pertumbuhan, dimana sang ketua tim ekonomi yang diketuai oleh Menteri keuangan Ibu Sri Mulyani dikenal beraliran Neoloberal, sementara negara-negara eropa yang sudah menganut faham neoliberalisme selama bertahun-tahun kini dalam keadaan kolaps alias ambruk ekonominya dan mereka tidak bisa bangkit dari keterpurukan. Negara kita yang selama ini beraliran ekonomi kerakyatan sedang digiring dalam arus neoloberalisme, semua aset dijaminkan kepada penghutang.

Negara ini benar-benar dalam keadaan sakit dan lumpuh. Pertumbuhan hanya terjadi di negara-negara maju, sementara negara yang tidak bisa mengatasi akan masuk dalam neraka kehancuran. Maka dari itu siapkan banyak perbekalan dan terapkan gaya hidup sederhana dan hemat, pandai-pandai membaca situasi keadaan, jika tidak anda akan masuk dalam pusaran arus kesulitan/resesi ekonomi mematikan. Selamat membaca...

Antisipasi Efek Perlambatan Ekonomi Global Koran SINDO Senin, 20 April 2015 - 09:18 WIB

Baru-baru ini Dana Moneter Internasional (IMF) mengeluarkan laporan tentang World Economic Outlook yang menyatakan tren perlambatan ekonomi global masih akan terjadi hingga 2020. Menurut Olivier Blanchard, Direktur Riset IMF, terdapat beragam faktor sangat kompleks yang membentuk arah perekonomian global. Mulai dari ancaman suku bunga di Amerika Serikat (AS) sampai ketegangan di Timur Tengah. Dari pelemahan harga komoditas dunia sampai volatilitas nilai tukar mata uang. Pemulihan ekonomi global yang tadinya diperkirakan terjadi pascakrisis subprime-mortgage dan krisis utang Eropa ternyata memberikan bentuk yang berbeda antara negara maju dan negara emerging.

Dalam laporannya, IMF memperkirakan rata-rata potensi pertumbuhan ekonomi negara maju untuk periode 2015-2020 sebesar 1,6%. Proyeksi ini naik sedikit dari rata-rata pertumbuhan ekonomi kelompok negara ini sepanjang tahun 2008-2014 sebesar 1,3%. Proyeksi rata-rata pertumbuhan 2015-2020 masih di bawah ratarata pertumbuhan ekonomi negara maju sebelum krisis 2001-2007, yaitu sebesar 2,25%. Sementara untuk kelompok negara emerging, IMF memproyeksikan rata-rata potensi pertumbuhan 2015- 2020 sebesar 5,2%. Proyeksi ini jauh lebih rendah dari rata-rata realisasi pertumbuhan ekonomi negara emerging sepanjang tahun 2008-2014 yang sebesar 6,5%. Sementara untuk tahun 2015, IMF memperkirakan ratarata pertumbuhan ekonomi negara maju akan sedikit membaik menjadi 2,4%, dibandingkan dengan realisasi tahun lalu, 1,8%.

Sementara kelompok negara emerging, kecuali India, justru menunjukkan arah berlawanan. Apabila pada tahun lalu rata-rata per-tumbuhan ekonomi kelompok negara emerging tercatat 4,6%, tahun ini diperkirakan hanya sebesar 4,3%. Melemahnya pertumbuhan ekonomi negara berkembang sangat dipengaruhi sejumlah faktor seperti melemahnya harga dan permintaan komoditas dunia, melemahnya pertumbuhan ekonomi China, menguatnya mata uang dolar AS, dan melemahnya konsumsi domestik. Risiko pelemahan pertumbuhan ekonomi global akan semakin meningkat apabila penyesuaian suku bunga oleh The Fed benar-benar dilakukan pada tahun ini. Tanpa adanya penyesuaian suku bunga The Fed, dampak pelemahan perekonomian global mulai kita rasakan di dalam negeri.

Baru-baru ini Bank Dunia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sebesar 5,2% dan di bawah target APBN-P sebesar 5,6%. Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kredit kuartal I 2015 hanya sebesar 11% dan jauh di bawah target awal 15-17%. Salah satu penyebab yang membuat target penyerapan kredit rendah adalah pelemahan konsumsi domestik. Indikator lain juga menarik kita cermati bersama di mana data dari Gaikindo yang menyebutkan realisasi penjualan kendaraan roda empat pada kuartal I 2015 turun sebesar 14- 15% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Melemahnya daya beli masyarakat menjadi faktor yang memicu penurunan realisasi penjualan automotif. Sejumlah laporan dan analisis juga menunjukkan perlambatan di sejumlah sektor lain seperti properti dan ritel seiring dengan perlambatan dunia usaha dan daya beli masyarakat akibat melemahnya daya beli, terbatasnya ruang ekspansi usaha di sektor mineral dan tambang, serta pelemahan harga komoditas ekspor Indonesia.

Pemerintah perlu secara komprehensif menyusun kebijakan untuk memitigasi dampak perlambatan perekonomian global. Menjaga daya beli masyarakat dan bergairahnya iklim dunia usaha perlu terus dijaga dan bahkan ditingkatkan. Upaya untuk meningkatkan target pajak sebesar 40,3% dari Rp1.058 triliun menjadi Rp1.484,6 triliun perlu tetap memperhatikan kondisi perekonomian dunia dan domestik saat ini. Pada saat ini dunia usaha di dalam negeri justru sangat membutuhkan stimulus fiskal untuk terus berkembang dan terselamatkan dari dampak perlambatan ekonomi global dan regional. Tren perlambatan perekonomian global justru perlu direspons dengan kebijakan fiskal yang produnia usaha agar lapangan pekerjaan terus tersedia, pemanfaatan potensi ekonomi menjadi optimal, total output dan produksi nasional meningkat. Pemerintah juga diharapkan dapat segera merealisasi rencana pembangunan infrastruktur yang dalam APBN-P 2015 mendapatkan porsi anggaran yang sangat besar.

Pembangunan infrastruktur juga akan dapat mendorong bergairahnya dunia usaha baik yang terkait langsung maupun tidak langsung. Kecepatan dan ketepatan (governance) penyerapan anggaran ABPN-P 2015 akan membantu perekonomian nasional untuk tetap berdaya tahan (resilience) dari perlambatan perekonomian global dan regional. Sektorsektor mulai dari jasa konstruksi, konsultan, besi dan baja, semen, produk-produk petrokimia sampai ke sektor pembiayaan dan jasa asuransi akan terdorong dengan adanya pengerjaan proyek-proyek pembangunan infrastruktur di dalam negeri. Sebaliknya, keterlambatan penyerapan anggaran dan pengerjaan proyek infrastruktur berarti akan mengurangi golden opportunity kita dalam menguatkan perekonomian nasional di tengah perlambatan ekonomi global.

Mengingat pembentukan produk domestik bruto (PDB) kita mayoritas dikontribusi oleh konsumsi domestik, menjaga daya beli masyarakat perlu menjadi prioritas nasional di tengah perlambatan perekonomian dunia. Daya beli masyarakat sangat dipengaruhi ketersediaan lapangan kerja, selain juga oleh harga kebutuhan pokok. Tidak kurang terdapat 56 juta unit usaha atau 99% bentuk usaha nasional adalah sektor UMKM yang 55 juta di antaranya adalah sektor mikro. Oleh karenanya menjadi semakin penting bagi pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk terus meningkatkan aksesibilitas keuangan, peningkatan kemampuan produksi, dan akses pasar bagi sektor UMKM. Data BPS, Januari 2014, menyebutkan bahwa sektor ini menyerap tidak kurang 107 juta orang yang terlibat secara produktif di sektor ini. Menjaga sektor ini terus berkembang akan berdampak sangat besar terhadap daya tahan perekonomian domestik di tengah turbulensi perekonomian global. Kita tentu optimistis, pengalaman melalui turbulensi perekonomian global akibat krisis subprime-mortgage di AS pada 2008 merupakan modal berharga menghadapi situasi perekonomianduniasaat ini. Meskipun sempat melemah pada 2009 sebesar 4,5%, pada 2010 ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,1% dan meningkat lagi menjadi 6,5% pada 2011.

Saat ini dengan percepatan pembangunan infrastruktur, jika diimbangi dengan kebijakan yang produnia usaha dan menjaga daya beli masyarakat, pertumbuhan ekonomi nasional ke depannya tidak hanya lebih berkelanjutan, tetapi juga akan lebih berkualitas. Dengan demikian perlambatan perekonomian global akan termitigasi secara baik. Prof Firmanzah PhD Rektor Universitas Paramadina, Guru Besar FEB Universitas Indonesia Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap

Kamis, 08 Juni 2017

TERORISME DAN KERANGKA AGAMA AD DAJJAL

Jika dicermati, fenemena bom bunuh diri belakangan ini mengalami banyak perubahan dan pergeseran, tidak lagi sesuai dengan inti dan tujuan jihad umumnya, melainkan sudah menuju pada suatu tujuan tertentu yang ingin digapai; berikut ini kami sampaikan beberapa fakta yang mungkin tidak anda ketahui tentang kebenaran dibalik aksi terror bom bunuh diri yang mendunia belakangan inidalam kaitannya dengan upaya mewujudkan perang dunia ketiga oleh para konspirator dunia.

Berdasarkan sebuah dokumen rahasia yang bocor ke ruang publik, Dokumen rahasia dengan klarisifikasi not for distrube hasil kajian strategis sebuah tim dibawah pimpinan mantan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, William Cohen yang merupakan Gembong Zionis, bocor dokumen yang dibuat pada tahun 2000 dikaji 15 ahli disipin politik. Hasil kajian tersebut diberi judul “Asia tahun 2025 dan pengaruhnya terhadap keamanan nasional Amerika Serikat abad 21″ menskenariokan bahwa Indonesia dan Pakistan harus dilenyapkan selambat-lambatnya antara tahun 2010 – 2025.

Salah satu maklumat point dalam dokumen itu adalah Penghancuran Dunia Abad 21(51-57) ● Membom Mekkah (Usul Senator Tancredo) ● Hapuskan Indonesia 2025 ● Hapuskan Pakistan 2025 ● Hapuskan beberapa Negara Afrika 2025 ● Perang Dunia ke III (Untuk Membuat Israel Raya) ● The New Crusade ● Membunuh 3 Miliyar penduduk yang tidak disukai dengan kelaparan & penyakit th 2050 (proyek 2025 diusulkan oleh W. Cohen).

Para Yahudi Zionis Israel akan mempropagandakan sekularisme berpedoman pada hasil rapat “ Pinisepuh Zion “ di Basel ( Swiss ) tahun 1897 yang bernama “ The Protocols Of The The Meetings Of The Elders Of Zion “, yang ingin mendirikan Negara Israel → Israel Raya dan menguasai Dunia baru lewat tipu daya Demokratisasi, HAM, Privatization, Free Trade, Globalization, dan lain-lain.

Israel Raya, dalam waktu dekat Israel akan mendirikan Negara Super power yang akan dibekingi Negara-negara boneka lainnya seperti Amerika, China, Inggris, perancis, Kanada dll dan sekarang mereka sedang melebarkan sayapnya dengan cara menjadi musuh yang nyata bagi dunia islam, karena hanya islamlah yang secara terang-terangan menjadi penghalang. Maka tahap pertama yang harus dilakukan adalah menggerakkan orang-orang yang tidak sepaham dengan islam untuk menebarkan terror dan ketakutan sehingga semua mata akan memandang islam sebagai masalah dan harus segera di basmi dan harus diperangi oleh semua Negara.

Lalu apa kaitannya antara teroris, zionis, perang dunia ketiga dan Israel Raya, berikut ini kami sampaikan hubungan keterkaitannya;

1. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Freemasonry dan Illuminati ditengarai sebagai dalang dari setidaknya 50% pertumpahan darah dan peristiwa besar dalam sejarah manusia sejak abad pertengahan. Mulai dari Perang Salib, Revolusi Perancis, Revolusi Industri di Inggris, Perang Dunia I, Perang Dunia II, Holocaust, krisis ekonomi dunia, peristiwa WTC, terorisme dan bahkan berdasarkan dokumen-dokumen dan teks-teks yang valid gerakan mereka memiliki agenda untuk menceburkan negara-negara tersebut kedalam Perang Dunia III.

2. Tujuan utama disebarkannya virus ketakutan ini adalah untuk membendung pertumbuhan penduduk muslim yang akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan karena kini islam sudah menjadi agama yang moderat dan ajarannya bisa diterima sebagian masyarakat amerika dan eropa yang selama ini sudah memeluk agama selain islam. Virus terror ini bertujuan untuk menghalangi niat orang non muslim menerima islam secara masif. Disamping itu, pertumbuhan jumlah penduduk islam juga terus meningkat dihampir seluruh belahan bumi, hal ini sangat mengkawatirkan karena jika jumlah peduduk islam tidak dibendung sedini mungkin, itu akan berujung pada tidak terwujudnya Negara Israel raya. Maka dari itu perlu dilakukan sebuah metode penghancuran kharakter islam secara massif di mata dunia, yaitu melalui teror2 bom sehingga pergerakan islam akan terhambat.

3. Bahwa para pelaku bom ini sudah tidak lagi mengutamakan ayat-ayat jihad dalam serangannya, sebab yang menjadi sasarannya tidak lagi memandang ikatan persaudaraan muslim, karena faktanya aparat juga orang islam, saudara mereka yang seiman tetap menjadi sasaran. Maka paradigm teroris kini sudah bergeser, mulai dari menyasar rumah-rumah ibadah seperti gereja, lalu bergeser ke fasilitas publik, kini mereka tidak ragu menyasar aparat keamanan, yang dianggap tidak akan memberikan kesempatan kepada mereka mewujudkan tujuan mendirikan Negara Khilafah. Aparat (walau seiman) dipandang sebagai pihak yang akan menghalangi tujuan mereka mendirikan Negara khilafah sebagaimana para pemimpin mereka sudah mendoktrin mereka untuk berjuang menyerahkan nyawanya atas dasar rasa solidaritas sesame pejuang untuk mendirikan Negara Khilafah.

4. Para pelaku bom mau meledakkan diri bukan lagi sekedar mengharap imbalan surga dan bidadari, tetapi sudah tumbuh menjadi semangat kebencian karena aparat dan pemerintah yang akan menghalangi niat mereka mendirikan Negara khilafah dan tujuan mereka meledakkan bom bunuh diri adalah karena eratnya rasa persaudaraan sesame pejuang. Mereka merasa kagum dengan keberanian saudaranya yang sudah rela menyerahkan nyawanya demi sebuah semangat perjuangan menegakkan Negara islam. Mereka merasa tertantang untuk melakukan hal yang sama dan membuktikan bahwa mereka juga bisa berbuat sama dengan yang dilakukan saudaranya di medan pengeboman.

5. Virus semangat ingin mendirikan Negara (baru) khilafah ini yang ingin dikembangkan di masa depan, yaitu bahwa setiap orang yang merasa sudah tidak nyaman dengan pemimpinnya ataupun agamanya bisa mencari solusi dengan cara menebar terror dan ketakutan. Saat ini orang sedang dibiasakan dengan upaya pemaksaan segelintir orang yang menginginkan berdirinya sebuah Negara sesuai hokum kehendak mereka sendiri. Dengan pemandangan biasa dan sudah terbiasa ini, akan memudahkan semua pihak melakukan hal yang sama di kemudian hari. Dan seperti ini jugalah cara para pemimpin illuminati mendirikan Negara Israel Raya di atas tanah kelahiran warga Palestina, dengan cara mengusir penduduknya dan mengambil paksa tanah kelahirannya dengan kekerasaan dan teror. Sadar atau tidak, sebenarnya sekarang kita sedang diajak berpikir menganggap hal seperti itu adalah sesuatu yang biasa/lumrah dan pada akhirnya orang akan melakukan hal yang sama.

6. Motivasi sang pengebom semakin terbentuk, ketika semakin banyak saudaranya yang mati di medan karena bom bunuh diri, maka semakin semangat mereka ingin menujukkan eksistensinya. Jadi saat ini sudah terjadi perubahan doktrin dari para petinggi ISIS di suriah, bahwa siapa saja yang bisa meledakkan diri maka itu adalah bentuk loyalitas dan bakti yang nyata kepada pimpinan ISIS. Saat ini para pelaku bom ini sedang diberi tantangan, mampukah mereka membuktikan diri mereka setia dan taat kepada para pendiri Negara khilafah dengan cara melakukan serangan bom? Jika mampu maka mereka akan mendapatkan gelar tertinggi dan terhormat di sisipetinggi ISIS, jika tidak maka mereka akan dianggap sebagai pengecut. Fenomena terbaru dimasyarakat saat ini adalah timbulnya kecenderungan masyarakat mengkultuskan pemimpin yang dianggapnya terhormat dan sesuai ideologinya, sehingga timbul kerelaan untuk berbuat apapun demi sang pemimpin tanpa mempertimbangkan masukan dari pihak lain. Akibat sikap mengkultuskan ini timbul semangat membela dan membenarkan apapun yang disampaikan sang pemimpin. (ini adalah bagian dari efek berkembangnya teknologi informasi, berbagai macam berita bertebaran bebas bisa dimanfaatkan dan akhirnya membentuk karakter masyarakat yang suka mengelompokkan diri, dalam sebuah forum2 tertutup dan membangun opini makin mengerucut pada sebuah motif ideologi). 

7. Maka dari itu pengebom sudah tidak peduli lagi dengan nyawanya, keluarganya, kehidupan sesudahnya, dan hokum-hukum yang ada di dalam keyakinannya, sepenuhnya mereka serahkan pada pemimpin yang menaungi diri mereka, dan yang dipedulikan hanyalah rasa solidaritas sesama pejuang dan kebanggaan di sisi petinggi ISIS. Dikalangan mereka, setiap ada saudaranya yang berhasil meledakkan diri dan membuat banyak rekor berapa banyak jumlah orang yang meninggal akibat serangan tersebut, maka disitulah tingkat prestasi/kemuliaan akan didapat. Semakin banyak jatuh korban maka semakin mulia dan terhormat mereka dimata para pejuang dan petinggi. Semakin ramai berita dan besar kekacauan yang terjadi, maka semakin membakar semangat pengikut lainnya ingin melakukan tindakan yang sama. (disarankan agar pihak aparat tidak mempublikasikan hasil penyelidikannya kepada media, karena itu bisa dimanfaatkan untuk mencari kesalahan dan kelemahan polisi serta mengembangkan metode baru oleh pelaku bom).

8. Lalu apa kaitannya dengan pembentukan Negara Israel Raya? Jawabannya adalah, sampai kapanpun kita tidak akan pernah tahu siapa yang berdiri dibalik gerakan ISIS ini. Karena faktanya bahkan Negara paling berkuasa dan canggih teknologi perangnya sekelas Amerika dan Perancis pun belum mampu menangkap dan menghentikan aksi sadis ini. Malah semakin banyak Negara islam yang jadi korban dan makin buruk stigma islam di mata dunia. Penyebaran terror bom semakin merata ke semua wilayah, bagaikan jamur di musim hujan. Setiap hari ada saja serangan bom bunuh diri dengan berbagai bentuk dan motif, tetapi sama sekali tidak bisa dihentikan karena mereka mengembangkan diri di daerahnya masing-masing atau bermutasi menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih lincah pergerakan dan sulit dideteksi keberadaannya tetapi ajarannya terus disebarkan melalui jejaring forum2 media social dan dikembangkan sesuai keinginan masyarakat lokal yang memiliki cara berpikir kritis/garis keras.

Dalam hal ini kita melihat banyak negara maju (Amerika, Perancis dan Inggris) sudah menggempur habis-habisan pusat pertahanan ISIS di Suriah, tapi yang terjadi adalah para pengikut ISIS ini justru bisa melarikan diri dan keluar dari wilayah konflik menuju daerah lain disekitarnya yang dianggap lebih aman untuk mengembangkan aksinya. Bisa jadi usaha penggempuran negara-negara maju itu bukan dalam rangka memusnahkan sarang dan pusat kendali ISIS di Suriah tetapi dalam rangka menghalau mereka keluar untuk menyebar dan melebarkan sayap ke daerah lain (Data terakhir menunjukkan ada 1200 Anggggota ISis di Philifina). Para negara koalisi ini justru sengaja membiarkan embrio ISIS keluar dari Suriah dan berkembang biak sehingga ISIS bisa menyebarkan virus ketakutannya ke seluruh dunia tanpa hambatan. Hal seperti ini sudah sama-sama kita saksikan, dibelahan dunia manapun terjadi serangan bom, dalam waktu tak lama kantor Pusat ISIS langsung mengklaim bahwa mereka lah yang bertanggung jawab dengan serang bom tersebut.

9. Walau dalam aksi sebelumnya gerakan teroris Al Qaida sudah selesai dengan berhasil ditangkapnya sang pimpinan Osama Bin Laden. Lalu tiba-tiba terbentuk ISIS dengan sumber pendanaan jauh lebih besar, dan semangat rekrut yang lebih luas lagi, siapa yang menyangka akan ada edisi baru teroris pasca Al qaeda. Mungkin saja karena metode yang diterapkan Al Qaida saat itu kurang efektif menebar terror dan kurang memberikan dampak maka dibentuklah organisasi baru yang lebih terorganisir dan jelas platformnya, tetapi organisasi ini tidak akan bisa disentuh sampai dengan terror benar-benar membuat takut seluruh manusia. Atau sampai dengan terror itu benar-benar membuat semua orang muak dan akhirnya meneriakkan perang terhadap islam. Atau sampai dengan negara-negara Arab di timur tengah saling serang dan berkonflik satu sama lain (baru-baru ini Qatar dinyatakan bermusuhan dengan Arab), lalu menyerahkan kekuasaannya kepada negara koalisi untuk memerangi teroris, barulah nanti akan pecah perang, diawali dengan dibentuknya institusi anti teroris yang terdiri dari banyak Negara koalisi (Amerika, Inggris, Kanada, Perancis). Mereka akan datang memerangi semua Negara islam, dengan alasan Negara islam adalah sarang berkembangnya teroris, atau dengan alasan Negara islam yang tidak bisa mengatasi masalah teroris akan membahayakan keamanan dunia, lalu mereka ingin ikut campur mengatasi sector keamanan dengan cara memasuki wilayah konflik sebagaimana yang baru ini terjadi di Philifina. Terjadi pertempuran besar antar simpatisan ISIS dengan aparat keamanan Philipina di Marawi yang menewaskan banyak korban, jika philifina tidak mampu mengatasi masalah ini, maka Philifina juga akan masuk dalam negara konflik yang harus digempur habis oleh negara koalisi.

10. Akhir dari semua ini, bahwa semua itu dilakukan bukan sekedar karena adanya rencana ingin mendirikan Israel raya, pemerintahan berdasarkan system tatanan baru (New world order), tetapi mereka juga ingin menyebarkan paham keyakinan baru yang mereka beri nama agama Ad Dajjal/Lucifer yang sama sekali tidak mengenal keberadaan Tuhan yang esa. Agama baru itu tidak membenarkan keberadaan agama Monotheis yang sudah ada sebelumnya di muka bumi, seperti islam, kristiani dsb. Justru islam dianggap sebagai agama yang akan menjadi penghalang tegaknya agama Ad dajjal/Lucifer. Apa itu agama Ad dajjal/Lucifer, yaitu agama yang akan dipeluk oleh manusia menjelang turunnya Ad dajjal. Dajjal hanya akan turun ke bumi, mana kala sebuah system pemerintahan dan agama Ad dajjal sudah terbentuk.

11. Bahwa sampai dengan orang islam mau mengganti keyakinannya dengan hukum agama baru, berlari meninggalkan islam atau sampai dengan jumlah orang islam sangat sedikit, barulah para pengikut dajjal ini akan mudah berkuasa dan mengatur isi dunia ini (itulah yang ingin mereka capai dalam waktu dekat ini). karena faktanya saat ini sebagian umat kristiani amerika sudah berhasil di belokkan keyakinannya dalam ajarannya dan ada banyak dari mereka yang akhirnya memilih menjadi Atheis (tidak memeluk agama apapun tapi bertuhan pada ilmu pengetahuan/sciens) dan jumlah merekapun semakin sedikit, karena perubahan gaya hidup lebih memilih LGBT, hal ini mengakibatkan semakin menurunnya jumlah penduduk kristiani di amerika karena tidak ada dari mereka yang menghasilkan keturunan dan generasi baru di kalangan mereka sendiri. Masalah demografi juga sedang mengancam Jepang karena jumlah penduduknya semakin lama semakin mengecil, akibat masyarakatnya yang tidak mau menikah dan memilih hidup sendiri/melajang. Sebaliknya yang terjadi dengan islam, jumlah penduduk semakin besar dan meluas ke segala penjuru bumi, merangsek ke semua arah dan tidak ada faham apapun yang bisa menghentikannya.

12. Permasalahan pertumbuhan penduduk yang semakin timpang seperti ini semakin membuat takut dan ngeri banyak pihak, terutama orang-orang diluar islam, mereka takut bahwa kelak dunia akan dikuasai oleh orang islam dan kepemimpinan dunia akan berada di bawah kendali umat islam. Maka dari itu segala macam upaya dilakukan dalam rangka mencegah terjadinya hal tersebut termasuk menebar terror dan kebencian terhadap islam. Dengan harapan penduduk islam akan berkurang dari segi jumlah dan keyakinan juga berkurang dan menganggap islam agama yang sadis/suka membunuh, agama yang sarat konflik dan kebencian, stigma itu yang sedang ditanam dalam benak manusia. Lalu kebanyakan manusia akan berusaha mencari agama baru selain agama yang sudah ada. Sayangnya upaya tersebut bukannya makin mematikan islam sebaliknya justru semakin membuat islam semakin dikenal, berkibar. Terror ini adalah bagian dari cara musuh islam ingin menghentikan keyakinan kebanyakan muslim tentang kebenaran yang dikandung didalamnya, ada banyaknya pertentangan dan kerancuan dalam penerapan hokum-hukum islam dijadikan alasan untuk menimbulkan kekacauan dan akhirnya timbul rasa tidak percaya, lalu meninggalkan islam sebagai agama yang HAq.

13. Tapi sayangnya islam adalah satu-satunya agama yang tidak bisa dikendalikan dan dikuasai. Karena Allah sendiri yang menjaganya dan merawatnya dengan baik melalui wali-walinya yang taat dan berpegang teguh pada AL Quran dan sunnah. Allah swt sendiri menjaganya dengan segala upaya pihak-pihak dari serangan fitnah Ad dajjal. Ini adalah bukti dan jaminan dari Allah swt bahwa islam akan tetap ada hingga datangnya hari kiamat, dan akan terus mengawal peradaban manusia hingga datangnya asap halus yang akan menidurkan seluruh umat muslim dalam ketenganan. Berikut firman ALlah tentang pemeliharaan-Nya;

Artinya: “Sesungguhnya Kami yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar akan memeliharanya.” (QS. Al-Hijr [15]: 9)

14. Jadi kesimpulannya, selama islam masih berkumandang, maka teroris akan terus bertranformasi mengikuti kebutuhan pemiliknya, para teroris akan terus dimanfaatkan sebagai media menyebar terror dan ketakutan ke seluruhan belahan dunia. Pesan-pesan ketakutan itu mengatasnamakan islam, dengan tujuan untuk mendirikan Negara Israel Raya dan agama Ad Dajjal/Lucifer yang sekarang ini sedang dipersiapkan dan sedang dikembangkan oleh para pengikutnya. ISIS adalah wadah bagi para pemberontak yang tidak puas, mereka yang tidak bisa menerima perbedaan dan tidak bisa mengikuti perkembangan jaman, bahkan mereka keras terhadap dirinya. Idealism kebablasan yang bersikeras ingin mendirikan sebuah system pemerintahan Khilafah tetapi sesungguhnya itu dalam rangka mendirikan Negara Ad dajjal berikut keyakinannya. Dajjal baru benar-benar akan turun ketika semua perlengkapan dan system pendukungnya sudah terbentuk, tidak ada lagi agama samawi yang dianut penduduk bumi.

Karena sesungguhnya isu terorisme ini adalah suatu bentuk pengalihan perhatian dunia, dimana para pendukung Dajjal/Luciferianisme sekarang sedang sibuk membangun system pendukung kedatangan dajjal dan mereka membutuhkan upaya pengalihan perhatian agar dunia tidak mencurigai kegiatan mereka menyiapkan serangkaian serangan nuklir yang kelak akan memusnahkan sebagian besar penduduk bumi dengan senjata kimia mematikan. Senjata kimia yang dimaksud itu adalah gas beracun mematikan yang beberapa waktu pernah diujicobakan di Suriah dan berhasil menewaskan 200 orang dalam setengah jam, ketika mereka terlelap. Atau senjata biologis berupa wabah penyakit kolera yang sudah banyak menewaskan penduduk Yaman. Dan senjata pembunuh massal kini sedang dikembangkan terus agar bisa menjangkau lebih banyak manusia dalam waktu singkat, untuk kemudian diluncurkan ke Negara-negara bermasalah.

15. Jadi sudah sadarkah kita akan pentingnya kita menjaga iman dengan baik dan benar, bahwa saudara-saudara kita yang saat ini menjadi pelaku bom itu adalah korban dari sebuah konspirasi, mereka menjadi boneka dan kaki tangan para pengikut dajjal untuk melancarkan serangan atas nama islam tetapi sesungguhnya itu dilakukan dalam rangka untuk memudahkan kedatangan Ad dajjal. Para pelaku bom ini menyerahkan diri mereka kepada sebuah ideology yang sedang menunggangi islam, untuk kepentingan mendirikan system pemerintahan Ad dajjal serta keyakinannya. Ketahuilah bahwa Dajjal tidak akan turun sampai dengan semua perangkatnya benar-benar siap dan manusia menyambut kedatangannya dengan suka cita, dan para pelaku bom ini adalah para pasukan berani mati yang memudahkan turunnya Dajjal. Inilah wujud nyata nubuah yang disampaikan Rasulullah, bahwa masa itu sudah datang dan kita diminta untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

Dengan semua uraian diatas, maka sudah jelaskan bagi kita bahwa tanda-tanda kiamat sudah didepan mata. Segala upaya sedang dilakukan untuk mewujudkan mimpi mereka mendirikan Negara Israel Raya dan menyambut kedatangan Ad Dajjal ke muka bumi sudah semakin dekat. Lalu dimanakah seharusnya umat muslim berdiri, apa yang harus dilakukannya? Maka sebaik-baiknya muslim adalah mempersiapkan diri dengan iman dan taqwa, karena inilah fitnah Ad dajjal paling besar di akhir jaman, yaitu dajjal akan datang dan menawarkan hal yang baru yaitu agama Ad dajjal, agama yang akan dilaknat Allah dan menjadi pembuka datangnya Hari Kiamat. 

Label