Senin, 07 Agustus 2017

EKONOMI MAKIN SULIT, MANA YG DIKEJAR, DUNIA ATAU AKHIRAT?

Kedepan kondisi ekonomi makin sulit, apa yang harus dilakukan? Banyak yang memilih membuka usaha dan berjualan berbagai bahan kebutuhan sehari-hari, ada juga yang berjualan di rumah secara online. Sudah benarkah pilihan ini? Padahal, jika membuka usaha di tengah kondisi krisis seperti ini resikonya pun cukup besar, dimana kemungkinan modal tidak bisa kembali, karena lemahnya daya beli konsumen dan persaingan pasar sangat ketat. Lalu apa yang seharusnya dilakukan di masa sulit dan serba sempit seperti ini? Adakah jalan keluarnya yang tidak akan membawa kita ke jurang kehancuran?

Di dalam keadaan sulit, keyakinan setiap orang ditantang dan dipertaruhkan, mampukah ia bertahan dalam keadaan serba tidak menentu dan situasi tidak pasti. Dalam keadaan sulit, tidak ada seorangpun yang bisa memastikan apa yang akan terjadi ke depan, dan tidak ada yang bisa memberikan petunjuk seperti apa kondisi ekonomi nanti. Satu-satunya yang pasti disini adalah ketidakpastian itu sendiri, dan semakin banyak orang yang mencari tahu dengan berbagai usaha dan upayanya masing-masing, mereka makin dibuat kalut dan guncang ketika semua keinginannya tidak sesuai harapan. Dalam hal ini islam menawarkan solusi mudah, pilihlah jalan menuju akhirat. Apa itu jalan akhirat? itu adalah perbanyak ibadah, berdzikir, shalawat, tasbih dan tahmid. Kenapa beribadah harus diperbanyak di masa-masa sulit?

Karena ketika seseorang berdzikir dan berdoa dengan lisan dan hati, seketika pikiran dan perasaan kita akan menebarkan vibrasi positif ke alam semesta sehingga alam semestapun yang sudah dilengkapi sistem otomatis untuk menangkap getaran vibrasi akan merespon keinginan setiap insan serta mendorong semua keinginan tersebut ke luar angkasa yaitu ke lapisan langit Arsy-Nya.

Sebagaimana kita semua tahu, bahwa seluruh penghuni alam semesta ini senantiasa bertasbih memuji kebesaran ALlah swt. Tanaman, hewan, gunung, laut dan sebagainya, semua mahluk itu diciptakan untuk menggemakan asma Allah swt tanpa henti. Lalu kapan manusia sendiri punya waktu untuk berdzikir sebagaimana yang dilakukan mahluk lain? Yaitu adalah ketika keadaan mereka sedang lapang dan sempit. Orang yang dalam keadaan sempit akan menjadi khusuk jika diarahkan untuk berdzikir kepada ALlah swt, beda dengan kondisi pada saat mereka lapang. Kondisi sempit makin mampermudah komunikasi hamba kepada Sang Pencipta. Berdoa, berdzikir dan bertasbih dalam keadaan sempit yang khusuk memudahkan terkabulnya doa, kekhusukan ini yang akan memudahkan datangnya rezeki yang tersembunyi dan terhalangi hawa negatif di alam semesta ini.

Lalu apa yang terjadi? mengapa dunia ini kini menjadi semakin sempit, rapuh dan ringkih? orang-orang diatasnya mudah berputus asa? itu karena mereka tidak mau berserah diri sepenuhnya kepada Allah swt.

Ketika jumlah manusia semakin banyak, sementara hutan-hutan semakin tipis, tumbuhan semakin hilang, hewan-hewan diburu dan dijadikan ternak, mereka tidak melanjutkan tugas para penghuni bumi sebelumnya yaitu bertasbih dan menggemakan asma ALlah swt, maka dunia semakin tidak punya kekuatannya, tidak ada keseimbangan. Semakin hilang kemampuan otomatis menangkap vibrasi alam semesta, manusia yang semakin banyak tidak bisa menjaga kestabilan ekosistem mengakibatkan dunia ini pincang . Yang banyak bertebaran di alam semesta ini adalah vibrasi negatif dan menghalangi turunnya rahmat Allah swt.

Manusia yang kini jumlahnya sudah hampir menutupi seluruh lapisan bumi ini, harusnya mampu menjaga kestabilan kehidupan ini dengan cara melanjutkan tugas para pendahulunya yaitu berdzikir dan bertasbih menggemakan Asma Allah swt, karena manusia adalah mahluk yang dibekali kecerdasan dan akal. Manusia harusnya bisa menjadi pelopor dan pemimpin yang mampu berbuat lebih banyak dalam hal upaya menggemakan asma ALlah swt jika dibanding mahluk lain.

Dan benar adanya, bahwa kelak akhir jaman, ketika seluruh mahluk seperti tanaman dan tumbuhan sudah semakin langka, maka satu-satunya jalan agar manusia bisa tetap bertahan hidup adalah mereka harus bisa menahan lapar dengan cara memakan makanan para penghuni syurga yaitu berdzikir dan bertasbih kepada Allah swt. Tidak ada jalan lain, karena hanya itulah satu-satunya makanan yang tersisa di akhir jaman. Anda masih tidak percaya, lihatlah suudara kita yang ada di wilayah konflik, tidak ada yang bisa mereka makan, selain lidahnya selalu basah dengan lafadz dzikir dan tasbih, dan mereka hingga kini masih tetap hidup dan terus berjuang hingga ALlah swt sendiri yang mencabut nyawa mereka.

INILAH YANG HARUS KITA KEJAR
Ilmu Tolak miskin, ialah dengan menjadikan akhirat sebagai santapan tujuan utama, bila akhirat sebagai tujuan kita, maka dunia akan menunduk pada kita dan dunia akan menghampiri orang yang mengutamakan urusan proyek akhirat. Dunia akan berlari mengejar kita yang sibuk dengan urusan akhirat, dunia akan berupaya sekuat tenaga memalingkan perhatian kita dari kesenangan kita mengejar akhirat.

inilah pesan Nabi agar dunia tunduk pada kita manusia:

وَمَنْ كَانَتْ الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَهُ

وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ

“Dan barangsiapa menjadikan akhirat keinginan (utamanya), niscaya Allah kumpulkan baginya urusan hidupnya dan dijadikan kekayaan di dalam hatinya dan didatangkan kepadanya dunia bagaimanapun keadaannya (dengan tunduk).” (HR Ibnu Majah 4095)

NIAT beramal untuk akhirat maka akan mendapat dunia

Niat tidak ikhlas akan mendatangkan kemiskinan dunia dan kesusahan di akhirat

Luruskan niat karena Allah….. aamiin..


Beritakanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan kaki di malam gelap-gulita menuju masjid
bahwa bagi mereka cahaya yang terang-benderang di hari kiamat.

(HR. Al Hakim dan Tirmidzi)

Inilah shalawat yang diijazahkan oleh KH A Mustofa Bisri Rembang, KH. ABDUL KHANAN MAKSUM kwagean pare Kediri, KH. MAHRUS A’LY LIRBOYO, KH. ABDUL LATIF MUHAMMAD, KH. Abdul Syukur pengasuh PONPES AL ISLAH DLOPO, dan banyak kyai lain.

Baca sholawat:
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد
SHOLLALLOHU A’LA MUHAMMAD

Dibaca dengan bilangan 1000 x / 3333 x/7.000 x/10.000 x tiap hari, atau sebanyak kita mampu. Bahkan ada yang mengijazahkan sampai15.000x dalam satu majlis. Yang penting untuk amalan tiap hari adalah istiqomahnya.

بسم الله الرحمن الرحيم
الّلهُمَّ اَعْطِنِي ثَوَابَ صَلَّى اللهُ عَلَى محمد أَنْ تَرْزُقَنِي شَيْئًا أَسْتَعِيْنُ بِهِ عَلَى الطّاعَةِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الِعزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَي الْمُرْسَلِيْنَ وَالحمْدُ لله ربِّ العَالميْن

“Bismillaahirrohmaanirrohiim Alloohumma a’thinii tsawaaba SHOLLALLOOHU ‘ALAA MUHAMMAD an tarzuqonii syai-an asta ‘iinu bihi ‘alath-thoo ‘ah subhaana robbika robbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun wasalaamun ‘alal mursaliin walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin”

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Ya Allah datangkanlah padaku pahala SHOLLALLOOHU ‘ALAA MUHAMMAD berilah rezeqi padaku, sesuatu yang dapat menolongku untuk ta’at.

Maha Suci Tuhanmu, Tuhan yang Maha Mulia dari apa yang mereka sifatkan dan salam sejahtera untuk para Rasul dan segala puji kepada Allah Tuhan semesta alam.”

Selamatkan diri kita dari kemiskinan dengan cara mengejar amalan akhirat, insya Allah dunia selamat akhiratpun selamat.

0 komentar:

Posting Komentar

Label